Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 10 Desember 2021

Jalin Kerjasama, YBM PLN Bersama IAIN Cirebon Tandatangani Perjanjian Kerjasama Beasiswa Cahaya Pintar Tingkat S1

Pertemuan dan Penandatanganan Kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan YBM PLN terkait bantuan beasiswa pendidikan, di ruang rektorat, kampus setempat. (din)


FOKUS CIREBON - Kabar gembira, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mendapat kepercayaan pihak luar terkait bantuan beasiswa. Kali ini datang dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN, dan langsung melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa cahaya pintar S1, di ruang rektorat, kampus setempat, Jum'at, (10/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam sambutannya mengawali dengan ucapan selamat datang kepada para rombongan YBM PLN yang datang berkunjung ke kampus IAIN Cirebon.

"Ini suatu kebahagiaan tersendiri karena datang dengan bawa berkah, dan mudah mudahan bisa memberikan asupan gizi bagi mahasiswa mahasiswi IAIN dalam menimba ilmu di kampus tercinta ini," kata rektor.

Bantuan beasiswa ini, kata rektor, tentu sangat membantu, karena kampus IAIN Cirebon merupakan perguruan tinggi yang paling murah. Karena kita masih memasok UKT 1, UKT 2 dan UKT 3, di mana per semester mahasiswa hanya Rp 400.000 per semester.

Ditambah kita harus mengeluarkan biaya  beasiswa yang diambil dari APBN yakni dari belanja kita di kampus itu kurang lebih Rp 9 miliar, untuk menanggulangi mahasiswa mahasiswi yang belajar di IAIN. 

"Tentu ini dengan berbagai bentuk beasiswa, baik KIP, prestasi non akademik yang menitikberatkan kepada keahlian di luar akadamik, itu sekitar Rp 9 miliaran. Jadi memang tetap kalau beasiswa ini diberikan kepada anak bangsa yakni IAIN yang mahasiswa mahasiswinya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah," paparnya.

Ditambah lagi di masa pandemi ini, mahasiswa diberikan keringanan untuk membayar UKT. "Jadi kalau UKT dikurangi sekian persen jadi tidak lengkap lagi membayar Rp 400 ribu. Apalagi mahasiswa yang tengah menyusun skripsi yang sudah di ACC oleh dosen pembimbing, itu dipotong 50%, jadi mahasiswa hanya membayar UKT sebesar Rp 200 ribuan," jelas Sumanta.

Kendati demikian, kata rektor, mahasiswa mahasiswi kita tidak berkecil hati, hal itu dapat kita lihat dari prestasi-prestasi yang diraih, baik tingkat lokal, tingkat regional maupun tingkat nasional. Baik di bidang olah raga, bidang seni, dalam bidang akademik karya ilmiah, yang itu memperlihatkan bahwa betapapun kondisi mahasiswa dan mahasiswi kita seperti ini, tetapi prestasinya sangat baik dan bagus.

Begitu juga tak kala berkompetisi untuk melanjutkan S2, S2 ini bukan hanya universitas di dalam negeri, dan di lingkungan PTKIN saja, tetapi juga bisa melanjutkan ke UGM, ke UPI, UNPAD dan menyebar dan juga bisa melanjutkan ke Timur Tengah atau Eropa. 

Sementara dari pihak YBM PLN, Mirza, Ketua III Bidang Koordinasi Kerjasama Strategis menyatakan, yayasan ini dibentuk awalnya dari lazisnya PLN, kemudian murni pendanaannya dari zakat profesi karyawan

"Jadi dipotong setiap bulannya, kemudian kita salurkan ke dalam beberapa pilar, salah satunya adalah pilar pendidikan dan juga pilar ekonomi, kesehatan, dakwah dan sosial kemanusiaan. Termasuk saat ini tim kami juga ada yang sedang beroperasi di Semeru. Kami punya tim rescue di sana," terangnya.

Khusus terkait pendidikan, lanjut Mirza, selama ini memang kita belum banyak berkiprah ke daerah, ke kota-kota di bawah provinsi. Karena kebetulan program pendidikannya selama ini ke kampus kampus maupun sekolah sekolah di level provinsi. 

"Di akhir tahun ini, setelah kami berdiskusi lebih jauh, mencoba mengembangkan ke beberapa kota, kabupaten maupun kota. Itu kami berharap justru di sanalah sebenarnya basis yang kuat di mana kami harus masuk. Ini sesuai sebagaimana yang tadi diceritakan bapak Warek dan Bapak Rektor IAIN Cirebon dan terimakasih kami mendapatkan informasi tersebut," terangnya.

Mirza juga menjelaskan, bahwa sampai dengan akhir tahun program, pihaknya sudah menjalin kerjasama sebanyak 35 kampus. 

Di luar beasiswa pendidikan, juga kami memiliki program di luar pendidikan, ada pemberdayaan ekonomi dan lainnya, ini masih terbuka lebar untuk kerjasama, ini mungkin di pengabdian masyarakat  dan bisa kerjasama dengan pihak yayasan.

"Jadi sekali lagi, kami ucapkan terimakasih kepada pihak IAIN Cirebon dengan kerjasama ini, karena kami bisa menemukan partner yang baik dan kedepan kita bisa kembangkan lagi di luar yang beasiswa," tandasnya. (din)

Kamis, 09 Desember 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Penutupan Festival Topeng

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati hadiri penutupan topeng Cirebon pada Pekan Kebudayaan Daerah Kota Cirebon tahun 2021 sangat meriah dan pukau penonton. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Rarasantang, Kota Cirebon, berlangsung pada Rabu, 8 Desember 2021.


Menurut Eti, Pekan Kebudayaa Daerah adalah program penggalian pelestarian dan pengambangan potensi budaya daerah yang tujuanya untuk pelestarian dan pemajuan obyek kebudayaan. Program tersebut berkorelasi dengan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional yang dilaksanakan tiap tahun sesuai dengan program tiap kabupaten masing-masing.

Tari Topeng merupakan kebudayaan asli Cirebon. Filosofi Tari Topeng Cirebon menggambarkan aspek kehidupan yang sangat luas karena mencakup kepribadian, cinta, angkara murka, kepemimpinan, serta perjalanan hidup manusia dari lahir hingga dewasa. 

Karena itu, lanjut Eti Herawatin, seni dan budaya yang melingkupi Topeng Cirebon perlu dilestarikan sebagai warisan bagi generasi penerus.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif dalam pelestarian tradisi dan kebudayaan Cirebon. (Heri)


Wabup Ayu Hadiri Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Se-Dunia 2021 secara Virtual

FOKUS KAB CIREBON - Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, menghadiri puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 secara virtual di Command Centre, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kamis (9/12/2021).

Peringatan yang mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”, dihadiri secara langsung Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta seluruh Pimpinan KPK Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pamolango, dan Nurul Ghufron.

Hakordia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember ini dimaknai sebagai gerakan global untuk mengampanyekan kesadaran masyarakat dunia tentang budaya antikorupsi. Oleh karenanya, KPK melalui momentum peringatan ini mengajak segenap anak bangsa untuk bisa mengambil peran melakukan aksi pemberantasan korupsi.

“Dengan kekuatan kebudayaan yang besar dan nilai-nilai keadaban budaya yang luhur itulah maka Bangsa Indonesia dalam Hakordia 2021 ini harus menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kalah dan runtuh akibat korupsi,” kata Firli.

Firli Bahuri menyampaikan, Bangsa Indonesia memiliki posisi penting dalam kampanye antikorupsi dunia. Negara kita memiliki modal sosial sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bisa menerima ragam perbedaan sekaligus kaya dengan nilai-nilai keadaban budaya yang luhur.

Presiden RI Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap penyempurnaan upaya-upaya pemberantasan korupsi agar lebih memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pemberantasan korupsi sebagai extra ordinary crime butuh cara-cara dan metode yang harus terus kita sempurnakan. Penindakan korupsi jangan hanya memberikan efek jera tapi juga penting untuk memaksimalkan pemulihan kerugian negara,” pesan Joko Widodo.

Guna memaksimalkan penerimaan negara melalui asset recovery tersebut, lebih lanjut Joko Widodo menjelaskan, pemerintah terus mendorong penetapan UU perampasan aset tindak pidana agar penegakan hukum yang berkeadilan dapat terwujud secara transparan, akuntable, dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah juga telah melakukan kerja sama dengan beberapa negara di luar negeri dalam upaya pelacakan dan penyitaan aset hasil tindak pidana. Sehingga aset-aset yang disembunyikan di luar negeri oleh para pelaku kejahatan bisa dikembalikan dan menjadi penerimaan negara.

“Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan. Pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, yakni melalui upaya pencegahan yang lebih fundamental. Kalau korupsi bisa kita cegah, maka kepentingan rakyat bisa kita selamatkan,” kata Joko Widodo.

Di samping itu, upaya penanaman budaya antikorupsi sejak dini juga merupakan bagian penting untuk membangun kedasaran diri sebagai kunci mental antikorupsi. Oleh karenanya pemerintah berharap dukungan, peran, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi ini.

KPK berharap, melalui rangkaian peringatan di berbagai wilayah tersebut, mendorong seluruh elemen bangsa untuk semakin menunjukkan komitmen tegas dan memperkokoh sinergi serta kolaborasi dalam pemberantasan korupsi demi pertumbuhan Bangsa Indonesia.

“Pemberantasan korupsi membutuhkan sebuah orkestrasi dengan menciptakan sistem integritas nasional. Oleh karenanya, marilah kita bersatu padu membangun budaya antikorupsi,” kata Firli. (din)

Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional

FOKUS CIREBON, FC - Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional  dan Penghitungan PAK Guru Besar oleh Prof. Dr. Mohammad Anton Atholillah, MM di Lingkungan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara bertajuk “Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional” bertempat di ruang Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). 

Bertindak sebagai narasumber yaitu Prof. Dr. Mohammad Anton Athoillah, M.M., Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Ketua Umum Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) periode saat ini. 

Kegiatan yang dikoordinasi oleh Ketua Jurusan Ilmu Hadis, Hj. Anisatun Muthi’ah, M.Ag. ini selain bertujuan sebagai media sosialisasi salah satu program ASILHA, yaitu menjaring karya ilmiah dosen untuk dipublikasikan di Journal of Hadis Studies (JoHS), juga mendorong para peserta yang terdiri dari para dosen Jurusan Ilmu Hadis (ILHA) dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) untuk dapat berakselerasi melalui publikasi artikel-artikel berkualitas yang bertaraf nasional dan internasional. (Kamis. 09/12)

Dr. H. Hajam, M.Ag. (Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD)) dalam sambutannya beliau menyampaikan sembari mengucap syukur dan apresiasi akan kehadiran narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Kedatangan Prof. Anton merupakan anugerah karena kita butuh akselerasi artikel-artikel yang bersinergis baik bersifat nasional maupun internasional. Sehingga seiring dengan peningkatan karir akademik dosen, maka mutu lembaga juga menjadi semakin baik. Ini juga bersamaan dengan adanya beberapa dosen yang segera menyelesaikan studi doktoralnya”, ucap Dekan FUAD, Dr Hajam M.Ag.

Menjadi sebuah keniscayaan bagi para tenaga edukatif di tingkat pendidikan tinggi, khususnya PTKI, untuk menjaga tradisi dan tanggung jawab akademik, yaitu mengimplementasikan secara optimal seluruh unsur tridharma PT, yang dalam konteks ini adalah hasil riset yang dirilis dalam publikasi ilmiah yang bereputasi. 

Demikian narasumber mengawali pelatihan dengan memotivasi para peserta untuk selalu memerhatikan peningkatan jabatan fungsional melalui publikasi artikel.

Prof. Dr. Mohammad Anton Athoillah, M.M (narasumber) menegaskan bahwa mengirimkan naskah artikel berkualitas untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi akan menjadi lebih mudah manakala kita mengetahui sekaligus menerapkan seni dan triknya. 

Artikel bahkan bisa bersumber dari tugas akhir mahasiswa; skripsi, tesis, atau disertasi, yang dimodidikasi sesuai dengan gaya selingkung jurnal yang dituju, tentunya setelah melalui dialog dan diskusi dengan penulis. 

Memelajari style jurnal juga merupakan langkah penting dalam proses pengiriman artikel karena masing-masing jurnal kerap memiliki karakter proses yang berbeda, “Pengelolaan jurnal serta seleksi artikel sesuai dengan kemauan redaktur dan riviewer, maka pelajari dan sesuaikan dengan itu”. 

Kemudian dalam mengolah artikel juga harus memerhatikan konsistensi serta kesesuaian Result and Discussion, baik dalam bagian Pedahuluan, Kajian Teori, dan seterusnya, ditambah dengan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero, Mendeley, Latex dan selainnya, sehingga menghasilkan karya yang well structured. 

Di akhir pertemuan, narasumber kembali menggugah semangat peserta dengan menampilkan jumlah jurnal terindeks scopus yang tidak kurang dari 20.000 jurnal dan tersebar di seluruh penjuru dunia, “Terus berusaha dan tidak menyerah merupakan kunci keberhasilan dari itu semua”.

Disamping pelatihan penulisan artikel, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pembaharuan MoU Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Citebon dan ASILHA.

Adapun sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dengan ASILHA, telah direncanakan akan ada kegiatan selanjutnya yang memantau produk artikel dan karya ilmiah lainnya yang lahir dari dosen-dosen ilmu hadis. (din)

Rabu, 08 Desember 2021

Pemkab Cirebon Peroleh Bantuan APD dari BNPB


FOKUS KAB CIREBON.- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menerima  bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dari BNPB untuk Satgas Covid-19 kewilayahan (Forum Camat dan Forum Kuwu). 

Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Plt. BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Ketua FKKC, Muali di Pendopo Bupati Kota Cirebon,  Rabu (8/12/2021).

"Bantuan dari BNPB, ada 200 ribu masker, 14.700 botol Handsanitizer,  19.920 botol sabun cuci tangan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon," kata Bupati Imron. 

Imron menjelaskan, nantinya bantuan APD tersebut diberikan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon melalui satgas Covid-19. 

"Nanti Bantuan APD tersebut disalurkan oleh para camat, kuwu untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa untuk penanganan Covid-19 di akhir tahun ini," katanya. 

Ia mengungkapkan, Pemerintah Pusat telah melakukan tolak ukur penyebaran Covid-19 pada akhir tahun ini. 

Menurutnya, akhir tahun ini menjadi penentu apakah Covid-19 dengan varian baru bisa terkendali atau tidak. Sehingga penerapan prokes tetap digalakkan. 

"Walaupun varian baru Covid-19 belum ada di Indonesia, kita harus selalu waspada tidak boleh lengah terkait prokes. Sehingga, misalkan akhir tahun ini kita tetap landai kasusnya, setidaknya tahun depan kita sudah memulai kehidupan yang baru," kata Bupati Imron.

Lebih lanjut, kata Imron, Kabupaten Cirebon sekarang sudah memasuki level 2 PPKM Jawa Bali. Sebab, capain vaksin sudah diatas 50 persen.

"Di rumah sakit sudah tidak ada pasien Covid-19. Akan tetapi kita harus tetap taat prokes sehingga tidak ada penambahan kasus lagi," katanya.

Sementara itu, Plt. Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan bantuan dari BNPB ini diserahkan langsung oleh Bupati kepada perwakilan Forum Camat dan Forum Kuwu.

"Besar harapan kami, bantuan masker dan handsanitizer dan sabun cuci tangan bisa dimanfaatkan masyarakat terutama  mengadapai Nataru," katanya. 

Selain itu, kata Alex, untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. 

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di saat Nataru. 

"Kita tetap koordinasi terkait Nataru, semua sudah dilakukan mulai dari sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan berpergiaan saat Nataru," katanya. (din)