Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Desember 2021

UNUGIRI Dukung Pertamina dalam Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional

BOJONEGORO - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mendukung Pertamina EP Cepu (PEPC) terus berkembang dan maju dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Demikian disampaikan oleh Rektor UNUGIRI Bojonegoro M. Jauharul Ma'arif dalam kuliah umum yang bertema Peran Industri Hulu Migas Bagi Ketahanan Energi Nasional, yang dilaksanakan secara hybrid di kampus UNUGIRI Bojonegoro, Jawa Timur pada Selasa (28/12).

Kuliah umum ini merupakan sinergi antara akademisi bersama SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa tenggara (Jabanusa) dan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina dengan tujuan memberikan wawasan dan ilmu tentang industri migas kepada para mahasiswa. Menghadirkan narasumber Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Indra Zulkarnain dan JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo. 

Dalam sambutannya, Rektor UNUGIRI Bojonegoro, M. Jauhari Ma’arif menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber yang telah hadir di UNUGIRI dalam rangka kuliah umum dan menyampaikan materi yang sangat berharga bagi civitas akademika UNUGIRI. Menurut Jauhari, kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat Bojonegoro karena memberikan pemahaman lebih tentang industri migas secara umum.

Jauhari menambahkan, permasalahan energi merupakan permasalahan yang sangat penting untuk dibahas Bersama, karena energi merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas sehari-hari. 

“Sebagai warga negara yang baik kita bahu membahu mendukung Pertamina sebagai perusahaan negara yang membidangi energi. Salah satu dukungan itu dengan melaksanakan kajian-kajian ilmiah seperti ini supaya terjadi pemahaman yang baik terkait energi, terutama dalam rangka ketahanan energi nasional,” ungkap Jauhari.

Sementara itu, Indra Zulkarnain dalam sambutannya menyampaikan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak  Kerja Sama (KKKS) terus melaksanakan sosialisasi tentang industri migas serta berbagi ilmu kepada adik-adik mahasiswa di berbagai tempat, termasuk di UNUGIRI Bojonegoro. Indra menjelaskan, SKK Migas dan KKKS ingin menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat di setiap wilayah kerjanya. Pihaknya kerap melakukan sharing session tentang peluang dan proses kerja di dunia migas. 

“Kami mengharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi forum sosialisasi industri hulu migas kepada masyarakat sehingga menjadi manfaat bagi kita semua,” jelas Indra.

Pada kesempatan yang sama, Edy Purnomo menyampaikan kepada para peserta tentang proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang menjadi kebangaan warga Jawa Timur dan Indonesia secara umum. Edy berharap para mahasiswa dapat terpicu semangatnya untuk terus meningkatkan wawasan pengetahuan dan kompetensinya karena tantangan dan peluang kedepan semakin banyak. 

“Teman-teman harus terus mengembangkan kemampuan dalam berbagai bidang, supaya kedepan tidak mudah kalah dalam berkompetisi,” pesan Edy.

Kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh peserta baik offline (luring) maupun online (daring) dengan tujuan agar bisa diikuti oleh banyak peserta. Terbukti dengan jumlah kehadiran kuliah umum yang mencapai lebih dari 450 peserta.

Dalam kuliah umum kali ini peserta mendapatkan uraian tentang proses bisnis pada industri hulu migas. Mulai dari proses pencarian atau eksplorasi, proses produksi, hingga pendistribusian hasil minyak dan gas juga tentang efek berganda industri hulu migas dalam pemenuhan energi nasional dan mendukung peningkatan pembangunan serta perekonomian daerah. 

Peserta secara khidmat menyimak materi yang disampaikan oleh para narasumber. Sesi tanya jawab dengan narasumberpun terjalin aktif dan dinamis. Selama kegiatan berlangsung, para peserta offline tetap mematuhi protokol kesehatan secara baik. (Wid)

Minggu, 26 Desember 2021

Pemkab Cirebon Gelar Vaksinasi Anak di SDN 1 Kebarepan Plumbon



KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gebyar Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Kebarepan Kecamatan Plumbon, Sabtu (25/12/2021). 

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, Sekda, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si, Pihak Polresta Cirebon, Perwakilan dari Polda Jabar, Kepala DPPKBP3A, Hj. Eni Suhaeni, SKM, M.Kes, Kadisdik, Deni Supdiana dan Plt. Kadinkes, dr. Bambang Sumardi dan pihak Kecamatan Plumbon. 

Wabup Ayu sapaan akrabnya mengatakan, kegiatan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun ini pertama digelar di wilayah Kabupaten Cirebon. Sebab, Kabupaten Cirebon sudah masuk level 1 PPKM Jawa-Bali. 

"Untuk dosis pertama capaian vaksinasi untuk umum sudah 74 persen, begitupun lansia hampir 90 persen, sehingga kita bisa melakukan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun," katanya. 

Ayu mengungkapkan, butuh peran serta orang tua dan guru dalam pelaksanaan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun ini. Sebab, merekalah yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak supaya mau untuk divaksin. 

"Hari ini target vaksinasi untuk anak 6-11 tahun 230 anak. Sehingga dibutuhkan peran semua pihak agar capaian vaksinasi hari ini tercapai," ujarnya. 

Ia menjelaskan, ke depan vaksinasi untuk anak akan dilakukan setelah mereka masuk sekolah. Sebab, sekarang sudah memasuki masa libur sekolah, sehingga sedikit kesulitan untuk melakukan vaksinasi. 

"Nanti kita akan lanjutkan setelah anak sekolah masuk tanggal 10 Januari 2021, sehingga capaian vaksinasi untuk anak bisa maksimal. Karena Target Pemerintah Kabupaten Cirebon 207. 852 usia 6-11 tahun sudah tervaksin," katanya. 

Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kata Ayu, pihaknya akan menyesuaikan serta menunggu rujukan dari Pemerintah Pusat. 

"Mudah- mudahan bisa full PTM di Kabupaten Cirebon kalau anak-anak sudah divaksinasi. Kalau lewat online banyak sekali kendalanya, mulai dari sinyal tidak bagus dan pembelajaran tidak maksimal," katanya. 

Sementara itu, Plt. Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi mengatakan, berdasarkan aturan dari Kementerian Kesehatan bahwa vaksinasi untuk anak 6-11 tahun dapat dilaksanakan kalau cakupan vaksinasi di daerah mencapai 70 persen dosis pertama dan lansia sudah 60 peren. 

"Alhamdullilah berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon dibantu jajaran TNI-Polri sehingga capaian vaksinasi telah mencapai 74 persen, dan lansia sudah 90 persen lebih," katanya. 

Bambang menjelaskan, banyak kendala yang dihadapi dalam capaian vaksinasi di Kabupaten Cirebon. Akan tetapi berkat kerjasama berbagai pihak semuanya berjalan dengan lancar. 

"Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama TNI-POLRI terus melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat agar mereka mau divaksin," ucapnya. (Bam)

Kamis, 23 Desember 2021

Sepanjang Nataru, Masyarakat Diimbau Ikuti Kebijakan Pemerintah dengan Disiplin

FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati membuka kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral OPS Kepolisian Terpusat ‘Lilin Lodaya 2021’, Rabu (22/12).

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Wilayah Hukum Polres Cirebon Kota.

Polri bersama instansi terkait lainnya akan melakukan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menggelar Operasi Lilin 2021 pada akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022 mendatang. 

Dalam Operasi Lilin 2021 tersebut, Polri akan mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan selama Nataru.

Melalui Operasi Lilin 2021 ini, Pemda Kota Cirebon mengimbau masyarakat agar dapat mengikuti kebijakan pemerintah dengan baik dan disiplin. 

"Ini semata-mata dilakukan agar angka kasus Covid-19 selama Nataru dapat dikendalikan dengan baik," ujar Wakil Wali Kota Cirebon. (din)



Selasa, 21 Desember 2021

Ruang Perempuan Indonesia; Solusi Realistis Lawan Diskriminatif

Oleh : Mukhamad Adnil Faisal

Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Syekh Nurjati, Cirebon


Negeri ini gugup, mengunci diri dalam ruang kebudayaan politik Dipaksa maju oleh tarikan kemunduran peradaban. Jeritan perempuan dibungkam habis-habisan oleh doktrinal kekuasaan. Yen ora melu edhan, ora kedhuman. Indonesia kehilangan diri. Keyakinan purba didaur ulang ambisi absolutisme serta ideologi dan dogma membeku dalam kebijakan sosial. Konsep feminisme dalam diskursus abad 21 nyatanya tak menoreh angan. Ambisi paradox memusuhi kemajemukan hidup dan mental perempuan Indonesia.

Stereotip dan dilema paradoksal diatas secara implisit membuktikan bahwa perempuan Indonesia belum merdeka seutuhnya. Kesenjangan perempuan masih dirasakan. Begitupun dengan kekerasan, baik fisik maupun psikis, berkembang tiada tertahan.

Menilik data Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Bappenas, 29 persen dari perempuan keluarga miskin belum terdaftar jaminan kesehatan nasional pada tahun 2007. Selain itu, selama 12 tahun terakhir, kekerasan terhadap perempuan meningkat. Pada tahun 2019, ada 431.000 kasus ditemui. Adapun, ketimpangan gender di Indonesia masih tinggi yang membuat perempuan sulit mendapatkan haknya baik ditilik dari sisi sosial hingga ekonomi. Berdasarkan catatan  Global Gender Gapp Report, posisi Indonesia  di 83 dari 153 negara. (Prakoso, 2020)

Dengan memperhatikan permasalahan sebelumnya, penulis bermaksud ingin berkontribusi dengan memberikan, gagasan berbentuk gerakan sosial bernama Ruang Perempuan Indonesia yang berfokus terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kebebasan bagi perempuan Indonesia.

Pendidikan menjadi dasar yang paling penting bagi kehidupan manusia,  dengan pendidikan seseorang dapat meningkatkan hidup dan kehidupannya. Pendidikan tersebut tentunya didapatkan dengan pengajaran. Pengajaran harus diberikan pada setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Sehingga hak yang dimiliki oleh seorang perempuan tidak lepas dari hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. 

Pengaturan mengenai hak tersebut dapat kita temukan dalam instrumen nasional kita. Pengaturan yang bersifat khusus melindungi hak perempuan dapat ditemukan dalam pasal 48 UU HAM yang menyebutkan bahwa “Perempuan berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan”. (Khazim & Arifin, 2003).

Ruang perempuan Indonesia hadir untuk memberikan kontribusi dalam program yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesetaraan dan mengakkan hak-hak perempuan serta membebaskan perempuan dalam mencapai kemerdekaan yang seutuhnya.

Program yang tentunya akan menjadi wadah dan jembatan bagi perempuan mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan diantarannya, pertama, education, character and creativity training. Tiga aspek yang harus ditonjolkan oleh seorang perempuan yang tidak hanya kecantikaan melainkan kualitas pendidikan yang mampu ditorehkan, karakter dan kepribadian baik senantiasa diterapkan serta pengembangan kreativaitas minat dan bakat untuk meraih mimpi dan angan. Meneruskan perjuangan kartini yang membela dan memperjuangkan hak pendidikan untuk semua perempuan tanpa membedakan golongan dan jabatan. 

Kegiatan pelatihan tersebut disi dengan materi pelatihan pendidikan formal, edukasi kesehatan reproduksi remaja, anti napza dan seks bebas yang bekerja sama dengan organisasi Generasi Berencana (Genre). Selain itu, perempuan Indonesia juga dibekali dengan pelatihan life skill seperti desain grafis, membatik, public speaking, menari, menyanyi dan kegiatan lainnya. Tidak sampai disitu, perempuan Indonesia juga akan dibekali pelatihan mental dan spiritual yang baik oleh deputi keagamaan kantor kementerian agama di masing-masing daerah dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik serta mampu mencegah hal-hal buruk yang datang dalam proses perjalanan hidupnya

Kedua, womens’s communication privacy space. Komunikasi menjadi hal terpenting dalam setiap permasalahan. Menilik dan meninjau kasus kekerasan yang terjadi dikalangan perempuan, sebagian besar dikarenakan perempuan tidak berani untuk melapor dan membuka suara dalam menumpas persoalan. Tidak hanya itu, angan dan mimpi perempuan lebih banyak dipendam daripada diutarakan. Hal ini membuat perempuan kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Padahal perempuan berhak bersuara, perempuan berhak untuk menolak dan perempuan berhak untuk menentukan jati diri dan mimpi dalam hidupnya. Womens communication privacy space hadir untuk membantu perempuan Indonesia berani bersuara, melalui digital platform secara online ataupun konsultasi secara offline dengan beberapa ahli yang nantinya perempuan Indonesia akan diedukasi tentang permasalahan yang dihadapi sehingga tidak salah dalam melangkah dan menentukan sebuah pilihan serta mampu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapkan.

Tidak ada taruhan bagi perempuan selain tak menemukan yang lebih berarti daripada mengikuti kata hati. Keberanian membela diri yang kita cintai, berani bersuara untuk tidak dieksploitasi, memberantas hak-hak yang habis-habisan digali oleh oknum yang tidak punya hati, membantu sesama untuk mengubah dogma bahwa perempuan diam dan dilarang menyuarakan diri dan mimpi serta membuktikan bahwa perempuan pun bissa berbangga dengan segenap jati diri dan mimpi di atas kakinya sendiri.

Ketiga, women village inspiration. Program ini berkaitan dengan aktualisasi pelatihan yang sudah dilaksanakan. Perempuan Indonesia mengedukasi anak-anak dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dari segala lini kehidupan diantarannya ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Kegiatan ini diisi dengan perempuan mengajar, perempuan berbagi dan perempuan menginspirasi. Harapannya, perempuan bisa mendapatkan kebebasan ruang untuk mengeksplor dirinya dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar dalam upaya pembangunan daerah yang berkualitas melalui pintar desanya maju negaranya.

Melalui perempuan mengajar, akan lahir generasi unggul yang menjadi harapan bangsa dalam balutan pendidikan dan kelembutan seorang perempuan, meningkatkan kuliatas hidup dan kehidupan, memanusiakan manusia demi kemanusiaan, membela kebebasan demi kemerdekaan, berjuang melawan kebodohan demi memajukan pendidikan dan kesetaraan, tanpa membedakan jalur pendidikan, pangkat jabatan, sosial dan golongan. Semua perempuan sama untuk dihadapkan, istimewa tanpa perlu dibanding-bandingkan, hebat yang tidak butuh diagung-agungkan. Perempuan cukup dihargai dengan segala keberadaan, tidak perlu merasa bahwa perempuan lemah dan perlu suatu tindakan yang berlebihan, semua perempuan kuat dan mampu menguatkan, lembut dalam kehangatan, pintar dalam menebar kebaikan, jujur dalam setiap keadaan.. Perempuan istimewa, dimata manusia maupun tuhan.

Pada akhirnya, ruang perempuan Indonesia menjadi tonggak awal kembalinya nilai-nilai femenisme yang selama ini banyak dibicarakan dan sebagai wujud serta aksi nyata kepedulian untuk meretas semua diskriminasi yang diterima oleh perempuan di segala aspek kehidupan. Selain itu, penulis berharap suksesnya misi ini, dapat menurunkan jumlah kasus dan permasalahan yang berkaitan dengan kekerasan perempuan serta perempuan Indonesia menjadi manusia mandiri, berkualitas, berintegritas, berkarakter, berpendidikan dan berani mengungkap hak dan suara kebenaran.

Rektor Sumanta Tekankan Kerja Ikhlas, Totalitas dan Tanpa Pamrih di Kegiatan Capacity Building

Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr H Sumanta M.Ag, saat memberikan pesan pada acara Capacity Buliding, Selasa (21/12/2022).


FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag memberikan pesan serius kepada unsur akademika yang mengikuti kegiatan Capacity Building. Pesan tersebut menyangkut totalitas kerja yang dilakuan dengan ikhlas, dijalankan tanpa pamrih, dan sesuai target.

Sumanta menjelaskan, bahwa Capacity Building ini merupakan moment penting untuk proses perbaikan. "Laporan-laporan yang harus diperbaiki, tentu kita harus tahu apa yang perlu diperbaiki dan elemen-elemen yang menjadi kelemahan kita harus kita kuatkan," katanya.

Sumanta juga mencontohkan, kalau kita lihat dari elemen pengetahuan atau kognisi, maka apa yang harus kita ketahui dari tugas dan fungsi kita dari masing-masing leading sektornya.

"Kan berbeda, ini Humas, ini kepegawaian, maka itu harus dilihat dari pengetahuan yang tidak terpisahkan dari tugas dan fungsi kita," ujar Sumanta, termasuk di dalamnya adalah regulasi.

Menurutnya, regulasi yang kita jadikan referensi dan rujukan, itu harus terus update, yakni selalu berubah. Begitu juga di kepegawaian, baik kenaikan pangkat, regulasi, penataan pegawai, penjaringan CPNS, itu kan selalu berubah dan sistem  mekanisme yang dikembangkan juga selalu berubah, mengikuti perkembangan jaman yang di dalamnya ada perkembangan ilmu dan teknologi.

Tentu saja ini tidak dapat terpisahkan dari leading sektor kita. Apalagi kalau kita tuntutannya pada inovasi, apalagi eksen kementerian agama salah satu budaya yang harus kita emban adalah inovasi.

Inovasi ini terus syarat dan ruang berubah. Aplikasi-aplikasi yang dikembangkan juga berubah. "Jadi pengetahuan itu tidak boleh ketinggalan, terutama bagi ketenaga pendidikan. 
 
Kemudian berikutnya dari sisi sikap atau apeksi. Apeksi yang kita miliki harus mencerminkan ASN yang profesional, loyal dan ikhlas. 

"Slogan Kementerian Agama itu kan Ikhlas Beramal, jika ini ditinjau dari sisi psikologis, sesungguhnya manusia itu belajar dari motivasi yang ideal. Motivasi ideal itu adalah motivasi yang lahir dari hati yang sangat dalam, yakni nurani, dan nurani ini merupakan titik tertinggi derajat manusia," paparnya. 

Menurut Sumanta, jika kita memiliki titik derajat yang tinggi ini, atau al-uswah ini tentu kita sebagai ASN sudah sangat luar biasa. Karena kita sebagai abdi negara, sebagai pelayanan masyarakat dan kita yakin pelayanan yang diberikan juga akan prima karena kita al-uswah.

Apalagi jika kita tinjau dari sisi Al Qur'an terkait fungsi dan tugas manusia, bahwa banyak sekali disebutkan jika manusia sesungguhnya adalah pelayanan, dan pelayanan itu memberikan sesuatu tanpa pamrih dan dengan segala keloyalannya.Sehingga disitu muncul terminologi ibadah, dan ibadah itu melayani dan loyal.

Tetapi karena di sisi lain kita diberikan kelebihan dibandingkan mahluk lain, kita dijadikan Khalifah, yakni disuruh menata. Yakni menata kepada tujuan yang lebih ideal, dijalankan dengan ikhlas dan tanpa pamrih.


"Jadi cukup jelas bahwa kita ini diminta untuk memberikan pelayanan tanpa harus meminta pamrih, harus ikhlas dan totalitas. Baik kepada atasan, kepada pemerintah, termasuk kepada yang lainnya. Maka ketika kita datang ke kantor berikan pelayanan yang ikhlas," pinta Rektor IAIN SNJ Cirebon.

Kemudian, tambahnya, segala pekerjaan bisa diselesaikan dengan target yang sudah ditentukan. Maka disinilah mengapa kita harus mengikuti kegiatan Capacity Building dan nanti akan ada rekomendasi pimpinan dan menjadi komitmen bersama. (din)