Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 07 Februari 2022

Pemda Kota Cirebon Dorong Tumbuhnya Wirausaha Sambut Peluang Ekonomi Digital

CIREBON - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu mendorong tumbuhnya wirausaha baru untuk menyambut peluang ekonomi digital. Transformasi digital jadi keharusan di tengah ketidakpastian yang dialami akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat membuka Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)-Digital Talent Scholarship (DTS) di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin (7/2/2022) menjelaskan Pemda Kota Cirebon senantiasa berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru.

 “Peluang pertumbuhan ekonomi semakin luas dengan sistem ekonomi digital,” tutur Agus.

Dijelaskan Agus, era ekonomi digital telah memberikan peluang tak terbatas untuk entrepreneur di Indonesia. Saat  era revolusi industri ketiga, hanya yang usianya sudah 39 tahun ke atas yang bisa menjadi entrepreneur. 

Namun di ekonomi digital ini, usia yang jauh lebih mudah pun bisa menjadi entrepreneur. “Tentu harus didukung dengan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” tutur Agus.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon sangat mendukung Pelatihan DEA-Digital Talent Scholarship (DTS) ini. Seperti diketahui, Pemda Kota Cirebon tahun ini terpilih sebagai tempat penyelenggaraan DTS dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). 

DTS bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, daya saing, produktivitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ribu talent digital menjadi sasaran dari program ini. Jumlah tersebut terbagi menjadi 8 akademi.

Masing-masing Fresh Graduate Academy  (FGA) yang diikuti  sebanyak 2 ribu peserta, Vocational School Graduate Academy  (VSGA) yang diikuti sebanyak 2 ribu peserta, Profesional Academy (ProA) yang diikuti sebanyak 500 perserta, Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang diikuti sebanyak 2.500 peserta, Thematic Academy (TA) yang diikuti sebanyak 1.000 peserta, Government Transformation Academy (GTA) yang diikuti  Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1.500 peserta, Talent Scouting Academy (TSA) yang diikuti sebanyak 490 peserta dan Digital Leadership Academy (DLA) yang diikuti sebanyak 10 peserta. 

Untuk  pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) diselenggarakan bertahap. Untuk batch (kelompok) satu, diselenggarakan hari ini dan besok, Selasa (8/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. 

Sedangkan batch kedua akan diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu (11-12/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. Kemudian disusul pelatihan terjadwal lainnya hingga mencapai target 2.500 orang. 

Pelatihan DEA ditujukan untuk mempersiapkan pengusaha tangguh sehingga mereka mampu untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan sasarannya yaitu pelaku UMKM yang ada di Kota Cirebon.

Selanjutnya Sekda berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Ini kesempatan luar biasa jangan sampai ada peserta yang tidak hadir,” harap Agus.

Terlebih pelatihan Digital Talent Scholarship ini diberikan gratis dari pemerintah pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing, kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM di Kota Cirebon. “Kalau mandiri, mungkin biayanya lumayan besar,” tutur Agus. (Bam)

IAIN Cirebon Menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS di Lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (07/02/2022).

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan, pentingnya kegiatan koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini. Karena melalui kegiatan ini dapat melakukan akselerasi atau percepatan untuk kenaikan pangkat tersebut.

Sumanta juga menegaskan, bahwa dampak dari akselerasi kenaikan pangkat ini akan memberi peluang yang besar untuk akreditasi di jurusan-jurusan. Karena semakin tinggi pangkat dosen, maka semakin tinggi nilainya.

"Kenaikan pangkat ini sangat penting untuk dilakukan. Karena kami secara rutin menghadapi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)," katanya.

Maka, kata Sumanta, yang sudah terakreditasi A semoga bisa mempertahankan, yang akreditasinya B semoga bisa naik menjadi A, yang belum terakreditasi dapat dinilai sangat baik.

"Itu target-target kita untuk memacu prodi untuk mendapatkan predikat akreditasi yang kita harapkan bersama,” tandasnya.

Demikian juga terakit dengan akreditasi di masing-masing prodi, jelas Sumanta,  akan berdampak pada akreditasi lembaga. Untuk itu, hal ini sangat berkaitan. Untuk itu kita memacu kenaikan pangkat di hulu nanti sampai kepada hilir.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, keguatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kita harus terus diprogres. Karena pada tahun 2022 ini ada sebanyak 21 pegawai yang mengajukan kenaikan pangkat. Dari 21 pegawai tersebut, 4 di antaranya adalah asisten ahli dan 17 lektor. 
 
Kartimi berharap, melalui kegiatan ini  ada tambahan dari pegawai lainnya yang mengajukan kenaikan pangkat. Karena  kenaikan pangkat ini menjadi salah satu indikator untuk transformasi lembaga dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).


“Ini sebagai salah satu peningkatkan SDM. Ini untuk menambah jumlah lektor yang mudah-mudahan dari 17 itu bisa memenuhi persyaratan,” paparnya.

Kegiatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini berlangsung di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, (07/02/2022), dengan diikuti oleh sejumlah Warek, Ka Biro AUAK, Dekan dan lainnya. (din)

Jumat, 04 Februari 2022

Gubernur Jawa Barat Meresmikan Alun-Alu. Sangkala Buana Keraton Kasepuhan

Wali Kota Cirebon dan wakil Wali Kota Cirebon mendampingi Gubernur Jawa Barat pada acara peresmian Alun-Alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jum'at (4/2/2022). 


CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat, Dr. (HC) H. M. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D meresmikan langsung Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jumat (4/2/2022), disaksikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., hingga Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin.

Wali Kota Azis mengatakan, Cirebon adalah kota yang sedari dulu telah menjadi titik temu berbagai budaya dan karakter masyarakat. Sehingga, Kota Cirebon sejak dulu telah menjadi kota yang multikultural.

“Di tengah suasana suka cita ini, saya bersyukur bahwa revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Kota Cirebon telah rampung,” ungkap Azis dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, disampaikan Azis, secara khusus berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian yang sangat tinggi bagi pelaksanaan revitalisasi alun-alun ini.

“Sehingga, hari ini kita dapat bersama-sama melihat wajah baru dari Alun-alun Sangkala Buana,” ujarnya.

Azis berharap, Alun-alun Sangkala Buana dapat secara maksimal menjadi ruang terbuka untuk wisata keluarga, religi, dan sejarah, karena lokasi alun-alun ini berdekatan dengan Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

“Di mimbar ini, saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memastikan seluruh kegiatan di tempat ini berlangsung dengan tertib sebagai bentuk kecintaan kita pada Kota Cirebon,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Azis, sebagai ruang terbuka publik, ia berharap agar Alun-alun Sangkala Buana dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi sosial, berdiskusi, dan banyak hal bermanfaat lainnya.

“Hal-hal tersebut tentu saja merupakan upaya dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” katanya.

Azis juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Alun-alun Sangkala Buana dengan penuh tanggung jawab, dengan tidak merusak fasilitas yang ada. Siapapun boleh mengunjungi Alun-alun Sangkala Buana.

“Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, saya senantiasa mengingatkan agar seluruh masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Azis.

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan, revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana merupakan sebuah janji darinya dengan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (alm), yang menurut Ridwan Kamil senantiasa mengingatkan dan membimbingnya tentang sejarah.

“Hari ini di cuaca yang sejuk ini, di hari yang baik, yaitu hari Jumat, saya hadir di tempat yang bersejarah ini untuk mempersembahkan sebuah cita-cita, sebuah janji,” katanya.

Ridwan Kamil mengakui, sempat ada opsi untuk konsep revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana menggunakan konsep modern, namun ia tak setuju. “Tapi ini wajib bagian dari sejarah, jadi harus terasa rasa sejarahnya,” kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga berpesan kepada Sultan Sepuh XV untuk merutinkan pagelaran seni tari topeng Cirebon di Alun-alun Sangkala Buana setiap akhir pekan.

“Sehingga wisatawan datang ke sini mengapresiasi, lahirlah kebaikan-kebaikan, kemuliaan yang berlipat-lipat dengan hadirnya tempat istimewa ini,” katanya. (din)

Konsolidasi Humas PTKIN Untuk Sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang Hasilkan Beberapa Program Penting

Humas PTKIN SE Indonesia pada kegiatan konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang.


CIREBON, FC - Ada beberapa program dihasilkan pada signifikansi kegiatan hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN 2022, di antaranya, Konsolidasi dan Membangun Sinergi, Konsolidasi dan Membangun Manajemen Reputasi dan Branding Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dalam manajeman informasi PMB PTKIN yang akurat, cepat dan tepat sasaran.

Kemudian Konsolidasi dan Membangun Sinergi pimpinan PTKIN dalam merumuskan langkah dan kebijakan berkelanjutan. Ketiga program hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN ini akan segera dilakukan.

Demikian disampaikan Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I yang tengah mengikuti kegiatan tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Arifin, dalam konsolidasi Humas PTKIN tersebut, ada beberapa harapan yang diluncurkan, harapan tersebut di antaranya peningkatan kemudahan, kemudian peningkatan sosialisasi PMB PTKIN, ini terkait sinergi Humas PTKIN.

Kemudian, peningkatan pelayanan helpdesk yakni FAQ PMB PTKIN, teknis dan panduan pendaftaran (YouTube), panduan-panduan kesalahan pengisian data ditampilkan di dasbor. Selain itu peningkatan jumlah pendaftar PTKIN.

"Yang terakhir dari hasil konsolidasi ini, yakni peningkatan kualitas proses seleksi PMB. Di antaranya asas proporsional dan berkeadilan, prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas. Kemudian mendapatkan mahasiswa berkualitas dan memuaskan masyarakat," terang Arifin. (din)


Ikatan Mahasiswa Kuningan Gelar Bakti Sosial di Desa Padarama, Bupati Kuningan Apresiasi

 

Bupati dan Kepala Desa Padarama Kuningan apresiasi Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) yang menggelar kegiatan bakti sosial selama 10 hari di Desa Padarama.


CIREBON, FC -  Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi lainnya, yang tergabung pada Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) wilayah Cirebon, menggelar acara bakti sosial di desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan pada Rabu (02/02/2022). 

Acara yang diberi nama IMK Ngabdi tersebut akan digelar selama 10 hari ke depan mengangkat tema “Ngawangun Lemah Cai di Tanah Walagri Kuningan Asli”.

Dalam sambutanya , ketua pelaksana kegiatan, Rizki Maulana menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Padarama yang sudah menerima kami untuk melaksanakan kegiatan ini Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang telah menyukseskan serta berkenan hadir. 

Adanya bakti sosial ini menjadi momentum berbakti pada tanah kelahiran “Sejauh manapun melangkah, pasti akan kembali ke tanah kelahiran. Maka adanya baksos ini, semoga dapat menjadi momentum bagi kader IMK untuk bisa berbakti pada tanah kelahiran,” ujarnya.

Kemudian sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua Umum IMK Wilayah Cirebon Alif Fathul Aziz, ia menegaskan, adanya kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi tri dharma perguruan tinggi, belajar dan mengajar, penelitian dan pengebdian masyarakat. Sekaligus merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan dimotori bidang Pengabdian Masyarakat (PM). 

“Sebelum adanya baksos, ada IMK Menggaya (mengenal keragaman budaya) dan puncaknya adalah bakti sosial yang mana pengimplementasian tri dharma perguruan tinggi dengan tujuan sebagai pembelajaran mahasiswa dalam bidang penelitian, dan pengabdian masyarakat,” papar Alif Fathul Aziz.

Sementara itu, Kepala Desa Padarama Pak Suheman mengatakan, mangga kepada seluruh mahasiswa kuningan wilayah cirebon yang ingin melaksanakan program kerja bakti sosial di Desa padarama dan masyarakat akan sangat terbuka kepada mahasiswa.

Harapnya mahasiswa dan masyarakat bisa bersinergi dan memaksimalkan kegiatan ini, supaya berjalan dengan lancar serta menuangkan inovasinya untuk masyarakat padarama.

Acara pembukaan sendiri dibuka dengan launching beserta penyerahan buku secara simbolis. Buku yang berjudul "Potret Desa Padarama dalam Bingkai Sosio-Ekonomi, Sejarah dan Budaya - Sebuah Karya Pengabdian" tersebut secara umum membahas mengenai Desa Padarama. 

Pembahasan tersebut dimulai dari sejarah dan perkembangannya yang dilihat dari segi agama, budaya dan sosio ekonomi serta potensi-potensi Desa Padarama yang dapat dikembangkan.

Melalui Ketua Dinas Pendidikan, H. Acep Purnama SH, MH selaku bupati Kuningan, memberikan apresiasi kepada IMK karena telah berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kacamata sejarah, sosio-ekonomi, dan budayanya mengenai desa Padarama. 

Hal tersebut tentunya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah daerah  untuk mengambil kebijakan terkait daerah Padarama kedepannya. (Heri)