Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 02 April 2022

Di Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Bupati Sentil Moral dan Etika Pejabat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, meminta kekompakan antara eksekutif dan legislatif. Hal itu harus dilakukan bersama-sama dalam membangun Kabupaten Cirebon. Bagaimanapun, dengan kekompakan antara eksekutif dan legislatif, maka pembangunan Kabupaten Cirebon akan bisa terlaksana dengan baik. Demikian dikatakan Bupati Imron, saat rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540 di Gedung DPRD setempat, Jumat kemarin (1/4/2022).

Imron menjelaskan, Pemkab Cirebon bertekad dalam menjalankan visi misi daerah dan tema nasional hari jadi, yaitu Cirebon Maju Bersama Menuju Indonesia Berakhlak. Untuk itu, nilai-nilai ASN yang berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal dan kolaboratif harus benar-benar dijaga dan dijalankan.

"Ini pesan Presiden yang meminta ASN memegang teguh nilai-nilai dasar, serta mempunyai semboyan yang sama dalam menjalankan tugasnya. ASN harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ungkap Imron.

Momentum hari jadi tersebut, lanjut Imron, juga mengambil tema kearifan lokal, yang artinya cirebon menebar kasih sayang kepada sesama makhluk. Inilah cita-cita mewujudkan kabupaten yang lebih baik, karena ucapan dan tingkah laku pejabat harus selaras. Jangan sampai omongan hanya basa basi, sementara tindakannya juga berbeda.

"Kita harusnya malu, Kabupaten Cirebon berada pada level bawah dalam segala hal. Untuk itu, perbaiki akhlak kalian sebagai ASN. ASN tidak boleh terkotak-kotak," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar yang diwakili oleh Dicky Sahromi, meminta Pemkab Cirebon untuk mempersiapkan SDM yang mumpuni untuk menghadapi persaingan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Diusianya yang sudah 540 tahun, harusnya Kabupaten Cirebon perkembangannya sudah jauh diatas kabupaten lainnya yang ada di Jawa Barat.

"Memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Pemkab Cirebon. SDM harus berkualitas, karena harus bisa bersaing pada era globalisasi seperti sekarang ini," kata Dicky.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi menilai, momentun Hari Jadi Kabupaten Cirebon bisa dijadikan pembelajaran semua pihak. Saat ini, Kabupaten Cirebon memang IPM-nya masih dibawah beberapa wilayah lainnya yang ada di Jawa Barat. Namun dirinya yakin, Kabupaten Cirebon bisa bangkit, dan bisa mengejar ketertinggalan.

"Geliat pertumbuhan ekonomi mulai membaik. Wilayah kita mulai dilirik oleh investor, dan ini menandakan potensinya sangat luar biasa," kata Luthfi usai acara.

Luthfi menambahkan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif memang sangat diperlukan. Ini supaya pembangunan di Kabupaten Cirebon bisa kondusif, sehingga visi dan misi Bupati Cirebon bisa tercapai. 

"Kabupaten Cirebon itu usianya sudah 540 tahun. Sebuah usia yang cukup matang untuk bisa berkembang, melebihi daerah lainnya. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik lagi," tukasnya. (Bam)

Semaan Al Qur'an dan Istighosah, Akhir Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540

CIREBON, FC - Di penghujung rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540, Pemkab Cirebon mengadakan acara Semaan Al Qur'an, atau istilah lainnya menyimak Tahfiz Qur'an serta Istighosah, bertempat di ruang Paseban, Sabtu (2/4/2022). Namun karena situasi yang masih pandemi, pelaksanaannya dilakukan secara sederhana.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Imron, dihadapan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kapolres, Dandim, Kepala dan sekretaris seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, agenda Semaan Al Qur'an dan Istighosah juga bertepatan menyambut bulan suci Ramadhan.

"Bagaimanapun, Cirebon didirikan oleh para wali yang paham dengan agama Islam. Saya meminta semua pihak, terlebih kepada ASN, yang ada di Kabupaten Cirebon untuk bisa meneladani nilai-nilai islam yang sudah ditanamkan para wali dalam membangun Kabupaten Cirebon," ungkap Imron.

Imron meminta semua pihak untuk tetap waspada, karena agama islam sering dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, perlu pemahanan mendalam tentang islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Cirebon dan berdirinya Kabupaten Cirebon, dibangun oleh prinsip-prinsip agama islam yang luar biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kita menghadapi era globalisasi. Disinilah, kita perlu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk bisa memelihara kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khusus untuk ASN, sudah ada koridor dan aturan dalam menyikapi persoalan yang ada saat ini. 

Sementara ketua Panitia, Ronianto, mengaku rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon berjalan dengan lancar. Meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun tidak menghilangkan kekhidmatan dalam setiap rangkaian acara yang sudah dijalankan.

Dirinya berharap, dengan momentum hari jadi, menjadi bahan evaluasi semua pihak untuk bisa lebih memajukan Kabupaten Cirebon lebih baik lagi. Bagaimanapun, potensi Kabupaten Cirebon sangat luar biasa dan bisa bersaing dengan Kabupaten lain, khususnya di Jawa Barat.

"Seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan sukses. Mudah-mudahan Kabupaten Cirebon akan lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan kabupaten lainnya," tukas Ronianto. (din)

Melalui Forum FGD, LP2M Gagas Pembentukan KERIS, IAIN Cirebon Siap Bangun Budaya Riset

KEGIATAN FGD : LP2M hadirkan Narasumber Prof Dr H.M. Arskal Salim GP, dalam rangka membangun budaya riset dan budaya sastra, dengan membentuk KERIS.


CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai unit kerja yang mengelola Riset atau Penelitian, memiliki tanggungjawab terhadap pengembangan riset di kampus. Tugas Pengelolaan riset ini lebih tepatnya menjadi tupoksi Pusat Penelitian (Puslit) di bawah naungan unit kerja LP2M. 

Tahun 2022 ini, sebagai bentuk pengembangan riset di kampus Puslit di bawah komando Dr. Budi Manfaat, M.Si membentuk Kelompok Riset yang disingkat KERIS. Kelompok Riset ini merupakan kelompok Peneliti yang dibagi menjadi beberapa kelompok kajian dalam rangka menemukan, menyelesaikan berbagai persoalan/bidang secara menyeluruh dengan berbagai produk luaran yang dihasilkan.

Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut, LP2M pada Jumat (01/04/2022) mengadakan forum Focus Group Discussion (FGD)  sebagai bentuk sosialisasi dengan menghadirkan Prof. Dr. H. M. Arskal Salim GP, M.Ag (Kepala Pusat Litbang LKKMO Kemenag RI) sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Budaya Riset dan Budaya Sastra”

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua LP2M Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puslit LP2M IAIN Syek Nurjati Cirebon yang telah menggagas terbentuknya KERIS ini.

 “Dengan terbentuknya Kelompok Riset (KERIS) ini, akan mendorong Budaya dan kualitas dan kepakaran Riset dan  akan terpetakan sesuai dengan wilayah kajian riset,” ujar Ahmad Yani. 

Yani juga menyampaikan bahwa IAIN Syekh Nurjati secara potensial memiliki guru besar yang cukup memadai untuk mendukung dan berkontribusi dalam membangun Budaya Riset melalui KERIS ini. Jika sudah terbentuk dan legalitas formal sudah selesai, maka KERIS ini sudah akan mulai berjalan di tahun 2023.

Kegiatan dilanjut dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Prof. Arskal Salim, beliau adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kemenag RI. 

Menurut Arskal Salim, pentingnya membentuk KERIS ini, karena akan mendorong meningkatnya riset kampus dan memungkinkan adanya penggabungan atau intradisipliner, interdisipliner, dan multidisiplin dalam riset tersebut. 

Demikian terkait dengan kesenioritasan dalam Riset, “Senioritas dalam Riset tidak dilihat hanya dari Kepangkatan atau Jabatan Fungsional saja, Dosen bisa disebut sebagai senior jika memiliki karya riset yang berkualitas nasional maupun Internasional” ungkapnya.


Arskal Salim lagi juga menekankan bahwa tema yang akan dijadikan sebagai landasan KERIS ini, tema atau wilayah Kajiannya bisa disesuaikan dengan empat tema besar Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) tahun 2018 – 2028, yakni; Studi Islam, Prularisme dan Keagamaan, Integrasi Keilmuan, dan Kemajuan Globalisasi.

“Dengan mengacu empat tema atau wilayah kajian ini, KERIS secara legalitas ada dasar hukum yang melandasi yakni Surat Keputusan Dirjen Pendis No. 6994/2018” tandasnya. (din)

Jumat, 01 April 2022

Usai Tandatangani Prasasti dan Peresmian Nama Jalan, Bupati Kian Kencang Kritik Sikap Pejabat

CIREBON, FC - Jadi Kabupaten Cirebon yang ke-540, sepertinya dijadikan moment oleh Bupati Imron untuk melakukan evaluasi kepada bawahannya. Tercatat, tiga kali bupati melontarkan teguran yang cukup keras. Pertama, saat rapat paripurna. Sementara teguran kedua dan ketiga dilontarkan saat melakukan  penandatanganan prasasti dan peresmian nama jalan yang berlokasi di Watubelah, Jumat (1/4/2022).

Pada saat rapat paripurna, dengan tegas Imron meminta supaya akhlak para pejabat, lebih diperbaiki lagi. Jangan sampai, ucapan dan kata hati tidak sesuai dengan kenyataan. Saat itu Imron meminta, supaya komentar yang dilontarkan pejabat bukan basa basi. Sementara tindakannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hal itu kembali dilontarkan Bupati saat penandatanganan prasasti dan peresmian nama jalan yang berlokasi di Watubelah. Imron mengaku heran dengan sikap kebanyakan Kepala Dinas yang jarang melakukan koordinasi dengan dirinya, terlebih urusan proyek.

"Tadi saya ngobrol dengan media. Laporan yang saya terima, banyak Kadis yang mengaku gamang dan bimbang ketika melaksanakan kegiatan. Lah, laporan ke saya saja tidak pernah ada. Harusnya segera laporkan ke saya supaya dicari solusinya," kata Imron.

Kembali Imron mengakui, sampai saat ini Kepala Dinas sangat lemah melakukan koordinasi dengan dirinya. Padahal, dia sudah memberikan kebebasan kepada mereka melakukan terobosan di lapangan, yang sesuai dengan aturan. Justru dengan begitu, mereka terkesan menutup-nutupi persoalan sebenarnya.

"Saya ini welcome menerima masukan terlebih dari semua kepala SKPD. Pak Sekda saja terlihat santai-santai saja seperti tidak ada masalah. Tidak mungkin media pada lapor ke saya kalau di lapangan tidak ada masalah. Buktinya, banyak kepala SKPD yang tidak pernah koordinasi dengan saya," ungkap Imron.

Imron menyebutkan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon, tetap menjadi skala prioritas. Untuk itu, dirinya meminta semua OPD yang mempunyai kegiatan fisik untuk berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan. Bila sesuai prosedur, jangan takut untuk menyerap dan melaksanakan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Iwan Rizki mengatakan, untuk skala prioritas peningkatan jalan pihaknya hanya mampu mengerjakan sekitar 60 km jalan dan 14 jembatan.

Sedangkan kondisi jalan di kabupaten yang masuk dalam kategori mantap, ada sekitar 83 persen dari total panjang jalan 1.000 kilometer lebih. Sedangkan jalan yang masuk dalam kondisi rusak ada sekitar 17 persen. Sedangkan anggaran untuk peningkatan jalan, hampir Rp129 milliar.

"Kita tetap melakukan skala prioritas, baik peningkatan jalan dan jembatan atau pada bidang sumber daya air. Kami harus menghitung dengan anggaran yang kami terima dan tidak mungkin memperbaiki semuanya, karena anggaran terbatas," tukasnya. 

Sementara, nama jalan yang diberikan bupati pada ruas jalan Watubelah-Pejambon adalah  jalan Ki Bagus Rangin. Nama tersebut diambil sebagai bentuk penghargaan pahlawan Cirebon dan pahlawan nasional, yang memimpin perlawanan pada penjajahan kolonial Belanda  pada tahun 1802-1818. Perlawanan tersebut, dikenal dengan istilah "Perang "Kedongdong. (din)

Pembangunan Terminal Type B di Ciledug Resmi Dimulai

CILEDUG, FC - Pembangunan Terminal Tipe B di Ciledug Kabupaten Cirebon secara resmi dimulai. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan oleh Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, mewakili Wakil Gubernur Jabar yang hadir secara zoom meeting. 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, pembangunan Terminal Ciledug ini, salah satunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

"Selain itu, diharapkan juga memberikan efek domino lainnya dalam hal perekonomian dan pendapatan daerah," ujar Uu, Kamis (31/03/2022). 

Uu berharap, pemerintah Kabupaten Cirebon nantinya, bisa ikut bertanggungjawab dan menjaga Terminal Ciledug ini dengan baik. 

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjipraningsih, SE, M.Si menuturkan, pembangunan terminal dengan total anggaran sebesar Rp 45,8 milyar ini, akan dibangun diatas lahan seluas 7.924 meter. 

Nantinya, selain dilengkapi dengan fasilitas kedatangan dan keberangkatan penumpang, terminal ini juga akan difasilitasi untuk kaum difabel. "Karena kami ingin terminal ini, ramah pada kaum difabel," ujar Ayu. 

Selain fasilitas tersebut, terminal ini juga nantinya, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sekitar, terutama para pelaku UMKM. 

Oleh karena itu, diterminal ini juga, nantinya akan dibangun fasilitas outlet untuk UMKM, sehingga bisa ikut membantu pengembangan usaha kecil. "Saya berharap, UMKM juga bisa terlibat dalam terminal ini," kata Ayu. 

Ayu juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat, yang membantu merealisasikan pembangunan terminal ini. 

Menurut Ayu, pembangunan terminal di wilayah Cirebon bagian timur ini dirasa sangat penting. Karena saat ini, wilayah Ciledug dan sekitarnya, merupakan salah satu zona industri di Kabupaten Cirebon. "Sehingga kebutuhan untuk konektivitas dan mobilitas sangat tinggi," ujarnya. (Indah)