Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 April 2022

Pengurus Cabang Korps PMII Putri Cirebon Adakan Audensi dengan Komisi IV DPRD Kab Cirebon

CIREBON, FC - Pengurus Cabang Korps PMII Putri (KOPRI) Cirebon mengadakan audiensi terkait Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon dan DP3AKB Kab.Cirebon, Senin (4/4/2022).

Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Banggar DPRD Kab.Cirebon Pukul 10.00-11.30 WIB.

Ketua KOPRI PC.PMII Cirebon, Kamaliyah Qurroul Fuadah mengatakan, audiensi ini dilandasi atas dasar banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak serta kurangnya ruang aman sebagai perlindungan terhadap korban kekerasan di Kab.Cirebon.

"Karena saat ini kasus tersebut setiap hari jumlahnya kian banyak dan korban pun seakan enggan melapor terhadap dinas terkait. Kasusnya pun bermacam-macam, di antaranya kasus kekerasan seksual, KDRT, juman traficking, dan perkawinan anak," katanya.

Kamaliyah menjelaskan, jika dilihat dari usia, korban kekerasan didominasi  anak-anak mulai dari 6 hingga 13 tahun. Terdapat pula balita dengan rentang usia 0-5 tahun, remaja di usia 13 sampai 24 tahun dan dewasa di usia 24 hingga 40 tahun ke atas.

"Menurut data dari Kabid PPA DP3AKB Kab.Cirebon Ibu Hj. Ida Laila Rupaida, korban dan pelaku kebanyakan memiliki hubungan yang dekat, seperti keluarga dan teman maupun tetanga. Sementara akses layanan dari mulai kesehatan, hukum dan psikologis. Di Wilayah Kabupaten Cirebon, layanan tersebut masih terbatas," ucapnya.

Ia menjelaskan, dari PPA DP3AKB Kab. Cirebon sendiri telah Mendorong Kemen PPA agar di berikan rumah aman yang layak bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

"Khusus untuk korban kekerasan seksual, dibutuhkan pemulihan psikologis yang tidak berbatas waktu karena lukanya seumur hidup. Trauma pun bisa muncul tiba-tiba sepanjang hidup korban, dab juga masih minimnya Psikolog Klinis Yang ada Di Kab. Cirebon," kata Kamaliyah.

Lebih lanjut, Kamaliyah mengatakan bahwa korban kekerasan seksual usia dewasa saat ini masih sulit untuk mengakses layanan hukum. Hal itu menunjukan bahwa program perlindungan terhadap perempuan belum sepenuhnya dirasakan korban.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cirebon, Siska Karina menyampaikan, audiensi ini sebagai Pansus dalam mendorong regulasi terkait perubahan mendengar tanggapan yang disampaikan Kopri PC PMII Cirebon dalam penanganan kasus tersebut.

Selain itu, auidensi ini menurutnya sebagai upaya mendorong Komisi IV DPRD agar segera mengsahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus. 

"Kami juga meminta agar DPRD Kab. Cirebon memainkan perannya untuk monitoring implementasi Perda No 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Legislatif pun diharap mendukung dan mendorong lahirnya kebijakan penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismiyah Yusuf, Selaku Anggota Komisi IV mengatakan, pihaknya juga mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. 

"Tentunya ini sangat miris, di wilayah Kabupaten Cirebon kasus kekerasan dan pelecehan seksual kebanyakan dilakukan oleh orang-orang terdekat, bahkan tokoh masyarakat dan tokoh agama," katanya.

Dalam audiensi ini, pihak KOPRI Cirebon juga meminta dalam pembaruan Perda No 1 Tahun 2018 Komisi IV Agar memasukkan Permendikbud No 30 Tahun 2021 Tentang Satgas Kekerasan Seksual di kampus.

Hal itu mengingat banyaknya kampus yang ada di Kabupaten Cirebon dan juga bisa bersinergi antara DP3AKB Kab. Cirebon dan Kota Cirebon.

Fokus utama dari audiensi ini agar bisa memberikan perlindungan secara psikologis dan payung hukum bagi korban guna meminimalisir angka kekerasan terhadap perempuan dan Aaak baik di kalangan masyarakat umum, pelajar dan juga mahasiswa. (FC/Fas)

Minggu, 03 April 2022

Al-Hikmah Education Luncurkan Aplikasi Belajar, FSLDK Cirebon Raya Siap Dukung Siswa Masuk Kampus

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Cirebon Raya siap dukung Al-Hikmah Education dalam peluncuran aplikasi belajar siswa untuk masuk perguruan tinggi. Minggu (3/04/2022). 

CIREBIN, FC - Bimbingan belajar tes untuk masuk perguruan tinggi amatlah begitu dicari oleh siswa dalam melakukan persiapan menghadapi UTBK SBMPTN beserta Ujian Mandiri masuk kampus. 

Tapi menurut FSLDK Cirebon Raya bahwa persiapan belajar siswa bukan hanya satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan untuk mereka masuk kepada perguruaan tinggi tapi begitu banyak karena butuh pengalaman yang harus dibagi. 

"Pengalaman saya dan anggota FSLDK cirebon raya harus dibagikan kepada calon mahasiswa baru. Saya sangat senang bekerja sama dengan Al-Hikmah Education semoga semakin terus berkelanjutan kerjasama ini." Ucap Suhanton Sebagai Ketua FSLDK Cirebon Raya dalam wawancaranya melalui via Whatsapp 

Bimbingan belajar Al-Hikmah Education ini juga bukan hanya terfokus kepada belajar saja tapi membagi pengalaman cara masuk kepada perguruan tinggi yang diinginkan serta yang paling utama adanya pengingat fitur doa dan nilai keislaman untuk melancarkan aktifitas belajar mengahadapi ujian UTBK. 

"Aplikasi ini bukan terfokus kepada belajarnya siswa dalam menempuh pemahaman soal saja. Karena itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk menempuh jalan kelulusan. Fitur pembagian pengalaman dan adanya nilai keislaman juga diterapkan dalam aplikasi ini. Semoga ini menjadi kebermanfaatan dakwah kami." Kata Fakih Fadilah selaku Head Of Marketing & Public Relation Al-Hikmah Education. 

Bimbingan belajar ini menjadikan suasana belajar yang berbeda karena ada nilai yang dibagi secara mendalam dan sesuai dengan karakter mayoritas masyarakat. 

"Prospek Al-Hikmah Education dalam peluncuran aplikasi belajar ini sangat jelas dapat membantu adik adik yang mau melanjutkan kepada perguruan tinggi. Nilai keislaman akan menampilkan suasana dakwah secara nyata. Semoga ini memberikan kebermanfaatn yang besar bagi daerah kami." Tutup Suhaton dalam wawancaranya. (FC/rls)

Sabtu, 02 April 2022

Di Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Bupati Sentil Moral dan Etika Pejabat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, meminta kekompakan antara eksekutif dan legislatif. Hal itu harus dilakukan bersama-sama dalam membangun Kabupaten Cirebon. Bagaimanapun, dengan kekompakan antara eksekutif dan legislatif, maka pembangunan Kabupaten Cirebon akan bisa terlaksana dengan baik. Demikian dikatakan Bupati Imron, saat rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540 di Gedung DPRD setempat, Jumat kemarin (1/4/2022).

Imron menjelaskan, Pemkab Cirebon bertekad dalam menjalankan visi misi daerah dan tema nasional hari jadi, yaitu Cirebon Maju Bersama Menuju Indonesia Berakhlak. Untuk itu, nilai-nilai ASN yang berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal dan kolaboratif harus benar-benar dijaga dan dijalankan.

"Ini pesan Presiden yang meminta ASN memegang teguh nilai-nilai dasar, serta mempunyai semboyan yang sama dalam menjalankan tugasnya. ASN harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ungkap Imron.

Momentum hari jadi tersebut, lanjut Imron, juga mengambil tema kearifan lokal, yang artinya cirebon menebar kasih sayang kepada sesama makhluk. Inilah cita-cita mewujudkan kabupaten yang lebih baik, karena ucapan dan tingkah laku pejabat harus selaras. Jangan sampai omongan hanya basa basi, sementara tindakannya juga berbeda.

"Kita harusnya malu, Kabupaten Cirebon berada pada level bawah dalam segala hal. Untuk itu, perbaiki akhlak kalian sebagai ASN. ASN tidak boleh terkotak-kotak," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar yang diwakili oleh Dicky Sahromi, meminta Pemkab Cirebon untuk mempersiapkan SDM yang mumpuni untuk menghadapi persaingan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Diusianya yang sudah 540 tahun, harusnya Kabupaten Cirebon perkembangannya sudah jauh diatas kabupaten lainnya yang ada di Jawa Barat.

"Memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Pemkab Cirebon. SDM harus berkualitas, karena harus bisa bersaing pada era globalisasi seperti sekarang ini," kata Dicky.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi menilai, momentun Hari Jadi Kabupaten Cirebon bisa dijadikan pembelajaran semua pihak. Saat ini, Kabupaten Cirebon memang IPM-nya masih dibawah beberapa wilayah lainnya yang ada di Jawa Barat. Namun dirinya yakin, Kabupaten Cirebon bisa bangkit, dan bisa mengejar ketertinggalan.

"Geliat pertumbuhan ekonomi mulai membaik. Wilayah kita mulai dilirik oleh investor, dan ini menandakan potensinya sangat luar biasa," kata Luthfi usai acara.

Luthfi menambahkan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif memang sangat diperlukan. Ini supaya pembangunan di Kabupaten Cirebon bisa kondusif, sehingga visi dan misi Bupati Cirebon bisa tercapai. 

"Kabupaten Cirebon itu usianya sudah 540 tahun. Sebuah usia yang cukup matang untuk bisa berkembang, melebihi daerah lainnya. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik lagi," tukasnya. (Bam)

Semaan Al Qur'an dan Istighosah, Akhir Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540

CIREBON, FC - Di penghujung rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540, Pemkab Cirebon mengadakan acara Semaan Al Qur'an, atau istilah lainnya menyimak Tahfiz Qur'an serta Istighosah, bertempat di ruang Paseban, Sabtu (2/4/2022). Namun karena situasi yang masih pandemi, pelaksanaannya dilakukan secara sederhana.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Imron, dihadapan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kapolres, Dandim, Kepala dan sekretaris seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, agenda Semaan Al Qur'an dan Istighosah juga bertepatan menyambut bulan suci Ramadhan.

"Bagaimanapun, Cirebon didirikan oleh para wali yang paham dengan agama Islam. Saya meminta semua pihak, terlebih kepada ASN, yang ada di Kabupaten Cirebon untuk bisa meneladani nilai-nilai islam yang sudah ditanamkan para wali dalam membangun Kabupaten Cirebon," ungkap Imron.

Imron meminta semua pihak untuk tetap waspada, karena agama islam sering dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, perlu pemahanan mendalam tentang islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Cirebon dan berdirinya Kabupaten Cirebon, dibangun oleh prinsip-prinsip agama islam yang luar biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kita menghadapi era globalisasi. Disinilah, kita perlu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk bisa memelihara kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khusus untuk ASN, sudah ada koridor dan aturan dalam menyikapi persoalan yang ada saat ini. 

Sementara ketua Panitia, Ronianto, mengaku rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon berjalan dengan lancar. Meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun tidak menghilangkan kekhidmatan dalam setiap rangkaian acara yang sudah dijalankan.

Dirinya berharap, dengan momentum hari jadi, menjadi bahan evaluasi semua pihak untuk bisa lebih memajukan Kabupaten Cirebon lebih baik lagi. Bagaimanapun, potensi Kabupaten Cirebon sangat luar biasa dan bisa bersaing dengan Kabupaten lain, khususnya di Jawa Barat.

"Seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan sukses. Mudah-mudahan Kabupaten Cirebon akan lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan kabupaten lainnya," tukas Ronianto. (din)

Melalui Forum FGD, LP2M Gagas Pembentukan KERIS, IAIN Cirebon Siap Bangun Budaya Riset

KEGIATAN FGD : LP2M hadirkan Narasumber Prof Dr H.M. Arskal Salim GP, dalam rangka membangun budaya riset dan budaya sastra, dengan membentuk KERIS.


CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai unit kerja yang mengelola Riset atau Penelitian, memiliki tanggungjawab terhadap pengembangan riset di kampus. Tugas Pengelolaan riset ini lebih tepatnya menjadi tupoksi Pusat Penelitian (Puslit) di bawah naungan unit kerja LP2M. 

Tahun 2022 ini, sebagai bentuk pengembangan riset di kampus Puslit di bawah komando Dr. Budi Manfaat, M.Si membentuk Kelompok Riset yang disingkat KERIS. Kelompok Riset ini merupakan kelompok Peneliti yang dibagi menjadi beberapa kelompok kajian dalam rangka menemukan, menyelesaikan berbagai persoalan/bidang secara menyeluruh dengan berbagai produk luaran yang dihasilkan.

Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut, LP2M pada Jumat (01/04/2022) mengadakan forum Focus Group Discussion (FGD)  sebagai bentuk sosialisasi dengan menghadirkan Prof. Dr. H. M. Arskal Salim GP, M.Ag (Kepala Pusat Litbang LKKMO Kemenag RI) sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Budaya Riset dan Budaya Sastra”

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua LP2M Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puslit LP2M IAIN Syek Nurjati Cirebon yang telah menggagas terbentuknya KERIS ini.

 “Dengan terbentuknya Kelompok Riset (KERIS) ini, akan mendorong Budaya dan kualitas dan kepakaran Riset dan  akan terpetakan sesuai dengan wilayah kajian riset,” ujar Ahmad Yani. 

Yani juga menyampaikan bahwa IAIN Syekh Nurjati secara potensial memiliki guru besar yang cukup memadai untuk mendukung dan berkontribusi dalam membangun Budaya Riset melalui KERIS ini. Jika sudah terbentuk dan legalitas formal sudah selesai, maka KERIS ini sudah akan mulai berjalan di tahun 2023.

Kegiatan dilanjut dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Prof. Arskal Salim, beliau adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kemenag RI. 

Menurut Arskal Salim, pentingnya membentuk KERIS ini, karena akan mendorong meningkatnya riset kampus dan memungkinkan adanya penggabungan atau intradisipliner, interdisipliner, dan multidisiplin dalam riset tersebut. 

Demikian terkait dengan kesenioritasan dalam Riset, “Senioritas dalam Riset tidak dilihat hanya dari Kepangkatan atau Jabatan Fungsional saja, Dosen bisa disebut sebagai senior jika memiliki karya riset yang berkualitas nasional maupun Internasional” ungkapnya.


Arskal Salim lagi juga menekankan bahwa tema yang akan dijadikan sebagai landasan KERIS ini, tema atau wilayah Kajiannya bisa disesuaikan dengan empat tema besar Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) tahun 2018 – 2028, yakni; Studi Islam, Prularisme dan Keagamaan, Integrasi Keilmuan, dan Kemajuan Globalisasi.

“Dengan mengacu empat tema atau wilayah kajian ini, KERIS secara legalitas ada dasar hukum yang melandasi yakni Surat Keputusan Dirjen Pendis No. 6994/2018” tandasnya. (din)