Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 13 Agustus 2022

Penutupan Mahasiswa KKN IAIN Cirebon di Desa Cikeusal Gelar Bazar UMKM dan Pentas Seni Pemuda Desa

CIREBON, FC -Sebanyak 18 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cikeusal, Gempol, Cirebon. Mereka sukses membina para pemuda dan mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Cikeusal. 

Keberhasilan itu ditandai dengan terselenggaranya kegiatan Bazar UMKM, Pentas Seni Pemuda Desa dan Cikeusal Bersholawat, Sabtu (13/8/2022). Pada acara penutupan KKN itu dihadiri oleh puluhan warga dan perangkat pemerintah desa Cikeusal.

Dalam Bazar UMKM, beragam produk makanan khas Desa Cikeusal dipamerkan. Mulai dari Opak, Getuk, serta olahan singkong lainnya. Para pengunjung pun ikut mencicipi sekaligus membeli. 

“Ada orang Purwakarta datang kesini dan mencicipi produk UMKM yang kami pamerkan. Dirasa enak, mereka langsung membelinya untuk oleh-oleh ketika pulang nanti,” ujar Ketua Pelaksana KKN Cikeusal Khaerul Fadlilah.

Selain hasil UMKM, sejumlah karya seni pun ditunjukkan anak-anak dan para pemuda setempat. Mulai dari penampilan hadroh hingga tari Manuk Dadali. Semuanya merupakan hasil binaan para mahasiswa KKN. 

Khaerul mengatakan, rangkaian agenda penutupan ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban para mahasiswa selama proses KKN di Cikeusal. Sebab selama KKN, mereka fokus menggali potensi UMKM lokal serta skill anak-anak dan pemuda setempat. 

“Ada belasan anak-anak dan pemuda Cikeusal yang kami latih hadroh dan tari Manuk Dadali. Kami juga belajar mengelola produk UMKM kepada para pengrajin,” jelasnya.

Sabar dan istikamah. Kata itulah yang pantas digambarkan para mahasiswa KKN selama membina anak-anak muda setempat. Setiap dua hari sekali anak-anak dan pemuda dilatih seni hadroh dan tari Manuk Dadali. Menurut Khaerul, mereka sangat antusias mempelajari. 

“Saya optimistis, sepulang kami dari kegiatan KKN nanti, mereka bisa berlatih mengembangkannya  secara mandiri,” katanya. 

Selain pembinaan seni, lanjut dia, para mahasiwa juga intens mendatangi pengrajin UMKM makanan Opak Singkong. Mereka mendekat dan bertanya kepada pengrajin tentang cara memproduksi dan menjualnya. Hingga di hari berikutnya, mereka mendapat kesempatan belajar praktik memproduksi. 

“Kami sudah belajar memproduksi dan menjualnya. Alhamdulillah sedikit-dikit mulai bisa. Meskipun tidak mudah mempelajarinya,” ungkapnya.

Menurut Khaerul, Opak Singkong adalah salah satu produk UMKM unggulan di Cikeusal. Pasalnya, banyak konsumen luar desa yang datang ke Cikeusal untuk membeli ribuan bungkus Opak. Salah seorang pengrajin Opak Bu Saminah misalnya, dalam seminggu mampu menjual 1000 bungkus opak kepada pengepul asal Desa Bobos, Dukupuntang. 

“Harganya pun ekonomis, untuk satu bungkus berisi 100 keping opak hanya dibandrol sebesar Rp. 20 ribu,” ujarnya. 

Meski demikian, kata dia, masih butuh pendampingan jika produk UMKM ini ingin lebih berkembang. Pendampingan itu dapat dilakukan pemerintah daerah maupun agregator (perusahaan perantara).

Pendampingan ini dimaksudkan agar produk opak dapat sesuai standar keinginan konsumen nasional bahkan negara-negara lain. Sehingga produk dapat bertahan di tengah persaingan pasar internasional.

Menurut Khaerul, pendampingan bisa berupa kemasan produk opak, memperluas akes pasar hingga penguatan pemanfaatan digital. Sebab kata Khaerul, kemasan produk UMKM Desa Cikeusal ini masih polos. Akses pasarnya belum luas. Hingga pemanfaatan teknologi digitalnya masih lemah. 

“Untuk itulah pemerintah harus memberikan edukasi dan pendampingan para pelaku UMKM desa Cikeusal. Mulai dari kemasan produk hingga pemanfaatan perdaganagn eloktronik (e-commerce),” ungkapnya.  

Saat ini, para mahasiswa KKN tengah berupaya membantu meningkatkan penjualan produk UMKM Cikeusal. Caranya dengan memasarkannya secara online melalui akun media sosial dan aplikasi Marketplace. 

“Kami sudah membuat media sosial Instagram produk UMKM-nya dan membuat video iklan produk UMKM-nya. Selain itu, kami juga akan memasarkannya ke Shoope, Tokopedia dan Lazada,” ungkapnya.

Jika upaya pemasaran itu berhasil, lanjutnya, para pengrajin akan dilatih cara memesarkan online sebagaimana para mahasiswa KKN tengah lakukan. Tujuannya agar para pengrajin bisa mengelola dan memasarkannya secara mandiri.

Prodi IAT IAIN Cirebon Bekerjasama Prodi IAT UIN Surakarta Adakan Kegiatan Publik Lecture

FOKUS CIREBON - Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara Public Lecture yang bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB itu mengangkat tema "Otoritas dan Kuasa Tafsir di Era Perkembangan Digital."

Dalam sambutannya, Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, selaku Ketua Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuturkan bahwa narasumber yang terlibat dalam acara ini merupakan insan yang berkompeten baik terhadap kitab-kitab tafsir dan dunia digital.

Kemudian melihat maraknya perkembangan Alquran dan tafsir di media sosial dapat menjadi bahan analisis bagaimana perkembangan Alquran dan tafsir di era sekarang.

"Perkembangan Alquran dan tafsir di media sosial ada relasi yang kuat antara kuasa atau pengetahuan yang kuat dimiliki seseorang, dan itu biasa dilakukan oleh kita semua untuk menganalisis bagaimana perkembangan Alquran dan tafsir, dan ilmu ini juga menjadi pengetahuan bagi temen-temen semua kedepan bahwa di masyarakat juga bisa mengimbau untuk memahami Alquran secara moderat, tidak termakan oleh arus penafsiran yang tidak memiliki basis moderasi beragama. Supaya bisa menciptakan kedamaian di era digital," ucap Maimun.

"Semoga pertemuan kita ini memberikan manfaat dan bisa menjadi petunjuk pada umat supaya mengenalkan moderasi beragama," tambahnya.

Disambung penyampaian dari Dr. Islah Gusmian, M.Ag, selaku narasumber pertama, beliau mengangkat pembahasan tentang "Tafsir dalam Transformasi Digital: Pergeseran Otoritas dan Kuasa Pengetahuan", bahwa orang berkuasa karena dia memiliki otoritas. Dan otoritas lahir dari penguasa penafsir. Penafsiran Alquran dari kalangan penafsir bisa berdasar dari latar hidup penafsir ataupun lingkungan dan relasinya. Yang mana pengetahuan itu juga berasal dari budaya dialog bukan monolog.

Adapun ranah digital bekerja untuk menjadi pelayanan publik termasuk bidang penafsiran Alquran. Bisa dijadikan komunitas dua arah dan juga dijadikan tafsir layanan digital. Mahasiswa IAT bisa mengambil peran dan memberdayakan potensinya di dunia digital ini.

Narasumber kedua, Dr. Didi Junaedi, M.A., beliau membahas mengenai "Otoritas dan Kuasa Pengetahuan Tafsir di Kalangan Populisme Islam", bahwa fenomena Islam yang baik yakni berhijrah dengan yakhruju min baitihi atau melepaskan semua ego. Semua ego akan diri sendiri dilepaskan, dan hanya melakukan sesuatu atas perintah Allah, yang dia lakukan hanya untuk Allah, itulah hijrah yang sesungguhnya. (Red/Dila)

Tugas mahasiswa IAT mengarahkan muslim/muslimah yang baru hijrah, dengan masuk dan memanfaatkan media-media digital. Misalnya tiktok yang sedang ramai, termasuk media lainnya. Walqolami wama yasturun, tugas ilmiah kita baca, tulis, share.

Disusul narasumber ketiga, Nur Rohman, M.Hum yang membahas mengenai "Komodifikasi Agama, Pergeseran Otoritas dan Budaya Material dalam Pembelajaran Alquran: Studi Atas Al-Qolam Smart Hafiz", bahwa adanya pergeseran otoritas yang mana munculnya smart hafiz bisa berimbas pada penggunaan metode belajar. Anak lebih memilih belajar menggunakan metode digital dibanding pergi ke surau.

Hal ini juga mengalami pergeseran budaya material dan konstruksi sosial yang mana otoritas memegang mushaf Alquran memiliki inovasi baru berupa smart hafiz yang memiliki model-model menarik. Berkembangnya teknologi smart hafiz dimulai dari boneka, layar kecil, dan fitur-fitur yang semakin canggih membuktikan adanya gerakan komodifikasi agama. Disebutkan juga olehnya, otoritas tidak hanya menjadi satu bagian penting yang bisa dibaca, tetapi turunannya bisa melahirkan pembaca-pembaca yang lainnya.

Tim Futsal IAIN Cirebon Juara 3 Nasional di Pesona I PTKN 2022

Tim futsal IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Bangga, perasaan ini tentu melekat kuat dalam pikiran dan hati para pemain futsal IAIN Cirebon. Karena, mereka sudah berjuang dengan keras untuk membuktikan yang terbaik dan berhasil merebut juara tiga di ajang bergengsi Pesona I, PTKN 2022.

Dika Arif Darmawan sendiri mengaku  timnya sudah sangat maksimal. Apalagi lawan-lawan yang dihadapinya lumayan sulit, dan tim futsalnya selalu bertemu dengan lawan-lawan yang tangguh, seperti Jakarta dan Palopo. 

"Mereka adalah tim-tim yang luar biasa, tapi alhamdulillah dengan kerja keras dari semua pemain dan pelatih juga jajaran yang lain, kita mendapatkan hasil yang maksimal, yakni juara 3," kata Dika kepada Fokus Cirebon.

Dika jugaenfakui bahwa hasil ini tidaklah mudah, dan ini sudah sangat membanggakan karena capaian ini penuh dengan tantangan dan kesulitan-kesulitan dari lawan-lawan yang cukup tangguh dan solid saat di lapangan.

Kendati demikian, ada yang menarik dari berlangsung pertandingan futsal tersebut, di mana saat memasuki semi final, hanya satu-satunya tim futsal yang lolos yakni IAIN Cirebon. Sedangkan ke lima kampus lainnya sudah berstatus UIN. 

"Jadi ini kebanggan juga, walau kami masih Institut dan satu satunya tim yang masuk ke semi final tetapi kami mampu membuktikan yang terbaik walau kami berada di posisi ketiga," paparnya.

Dika juga menjelaskan, bahwa kemenangan ini juga bisa membangun citra bagi opini publik bahwa IAIN Cirebon tidak bisa dipandang sebelah mata karena dalam pembuktiannya tim futsal IAIN Cirebon mampu keluar sebagai juara dengan mendapatkan medali perunggu.

Untuk itu, sebagai evaluasi ke depan, pihaknya akan lebih menambahkan pada sisi prosesnya (latihannya) agar bisa melaju menjadi juara emas. 

"Ya, kami bangga lah, bisa bertanding maksimal di even bergengsi nasional yakni Pesona I PTKN 2022 di Bandung, Jawa Barat. Dan banyak yang kami dapatkan sebagai bentuk pengalaman kami, sehingga ke depan kami akan lebih memaksimalkan lagi terutama dalam prosesi latihan," tandasnya. (Nurdin)

Jumat, 12 Agustus 2022

Pemkab Cirebon Ikut Serta Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon ikut serta melaksanakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri. Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg beserta Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi sudah mencanangkan gerakan ini, Kamis (11/8/2022) kemarin.

Gerakan yang dilandasi pada Peringatan HUT Republik Indonesia ke-77 tahun 2022 ini akan menyasar masyarakat Kabupaten Cirebon. Melalui para camat dan kuwu, bendera merah putih akan dibagikan untuk dipasang pada rumah masing-masing warga.

Hingga Jumat (12/8/2022), sudah 2565 buah bendera merah putih yang dibagikan Pemkab Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai koordinatornya kepada masyarakat. Adapun saat pencanangan, bendera merah putih yang dibagikan sebanyak 620 buah.

Bupati Cirebon menyebut gerakan ini sebagai upaya untuk menjaga dan menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air. Sebagai simbol negara, Imron menegaskan bendera merah putih harus terus berkibar.

"Apalagi sekarang bulan Agustus dimana ada momen sangat spesial bagi bangsa Indonesia, yaitu Hari Kemerdekaan. Oleh karena itu, mari kita kibarkan bendera merah putih di rumah maupun di kantor," ujar Imron.

Di samping itu, dengan mengibarkan bendera merah putih, Imron mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengingat perjuangan para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Dengan demikian, Imron mengaku akan muncul dengan sendirinya rasa memiliki terhadap Indonesia.

"Dahulu, para pejuang untuk mengibarkan bendera merah putih harus berdarah-darah. Sekarang kita sangat mudah dan rugi rasanya apabila tidak memasang bendera. Minimalnya di rumah dan di kantor, pada bulan Agustus ini bendera merah putih harus berkibar," tambahnya.

Diakhir, Imron juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. "Terlebih, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus tetap terjaga, agar semua pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan dengan baik," tutupnya. (din)

Tiga Guru Besar Resmi Dikukuhkan, Ini Pesan Dirjen Ali Ramdhani

Pengukuhan tiga Guru Besar oleh Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Ali Ramdhani.


FOKUS CIREBON, FC - Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Ali Ramdhani M.Ag, mengukuhkan secara resmi tiga profesor/Guru Besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (12/8/2022), bertempat di lantai 3, auditorium, Pascasarjana.

Ketiganya adalah Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ekonomi Isam), kemudian Prof Dr Hj Septi Gumiandari M.Ag (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pemikiran Islam), dan Prof Dr Anda Juanda, M.Pd (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kurikulum Pendidikan).

Dalam pengukuhan, Dirjen Ali Ramdhani menyatakan bahwa akan ada lompatan besar di tubuh IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan bertambahnya tiga profesor.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga telah mampu membuktikan dan melahirkan intelektual-intelektual. Ketiga profesor yang hebat di pemikiran, tetapi diharap bukan saja pintar bermain di teoritikal, juga harus mampu diimplementasikan.

"Saya berharap saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggungjawab yang dibebankan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, hidayah dan inayahnya," pesan Ali Ramdhani usai mengukuhkan ketiga profesor.

Ali Ramdhani juga menyatakan, secara bersamaan, Diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon Ke 57, bahwa IAIN Cirebon ini tidak sekedar mewujud menjadi menara gading yang indah, elok dan berwibawa, tetapi harus lebih mewujud sebagai mercusuar yang mampu menerangi dunia di saat kegelapan dan mampu memberikan arah bagi orang yang mencari peradaban.

Dan salah satu transformasi yang akan dilakukan di IAIN Cirebon adalah dengan transformasi menjadi Universitas Islam Siber pertama di Indonesia.

"Pada hari ini ada kabar bahagia kementerian agama menyiapkan beasiswa 2000 orang untuk mahasiswa PJJ, dan pendaftarnya sudah 7000, artinya Cirebon suatu saat nanti akan menjadi episentrum pusat pembangunan peradaban melalui pendidikan guru dengan model yang baru," terangnya.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta saat memberikan sambutan pada kegiatan pengukuhan tiga Guru Besar di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menyatakan, ada dua moment pada agenda hari ini, pertama pengukuhan Guru Besar dan kedua diesnatalis. 

Pengukuhan Guru Besar tentu saja ini merupakan suatu kebanggaan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang penambahannya signifikan sekali, yakni 3 profesor dan yang kemarin juga sama 3 profesor.

Sedang diesnatalis ini merupakan refleksi sejarah yang mengingatkan kita pada para tokoh masa lalu, dan ini terimakasih kita kepada mereka dan kita punya misi untuk melanjutkan perjuangan, semangat untuk memajukan lembaga dan yang sudah kita toreh adalah dua agenda besar. 

Pertama transformasi tata kelola keuangan dan kita sudah melewati itu, dan kita sudah mendapat SK dari Kementerian Keuangan, dan yang kita tunggu adalah Kepres dari Presiden untuk perubahan dari institut menuju universitas. 

Sumanta juga menegaskan, bahwa dengan dikukuhkannya 3 profesor ini, manfaatnya memberikan pada sisi akreditasi, yakni ada dua pertama pengembangan dan yang kedua kualitas. "Jadi kuantitas dan kualitas itu berpengaruh terhadap lembaga," ujar Sumanta.

Sementara itu, pengukuhan tiga profesor dilakukan melalui Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dan Diesnatalis Ke 57, dengan tema 'Memperkokoh Sumber Daya Manusia (SDM), Memperkokoh Kelembagaan untuk Indonesia Bangkit dan Lebih Maju'.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, Prof Dr H Ali Ramdhani M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, para Wakil Rektor, Para Dekan Fakultas, Senat Institut, Direktur Pascasarjana, Bupati Cirebon dan sejumlah profesor di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, beserta tamu undangan dan para dosen. (Nurdin)