This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 10 September 2022
Undang Rapat Warga, IAIN Cirebon Sosialisasikan Rencana Pembangunan Gedung Kampus Siber
Jumat, 09 September 2022
Hendra Nirmala Pimpin DPK IKAPTK Kabupaten Cirebon Untuk Masa Bakti 2022 -2027
KABUPATEN CIREBON - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala S.Sos M.Si dikukuhkan sebagai Ketua DPK Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Cirebon Periode Tahun 2022-2027, Jumat (9/9/2022) di Pendopo Bupati Cirebon.
Terpilihnya Hendra ini pada saat kongres yang telah dilaksanakan di Sutan Raja Hotel Cirebon, Senin (25/7/2022) lalu, memutuskan secara aklamasi menggantikan kepengurusan terdahulu yang dikomandoi Drs. H. Yayat Ruhyat M.Si.
Hendra menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya. "Terima kasih untuk semuanya, atas amanah dan kepercayaannya kepada saya," ujarnya.
Hendra menyebut, DPK IKAPTK menjadi sebuah wadah silaturahmi dan belajar bagi seluruh keluarga IKAPTK. Dirinya juga menegaskan tidak akan menutup diri terhadap siapapun yang ingin berkomunikasi.
"Silakan jika mau bertukar pikiran bisa ke kantor, rumah dinas maupun rumah pribadi saya. Mari kita saling memberi manfaat, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon," tambahnya.
Ketua DPK IKAPTK periode tahun 2013-2018, H. Yayat Ruhyat sebut lulusan PTK harus menujukkan kinerja yang baik dan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Alumni PTK ini harus bekerja baik dan tentu loyal terhadap pimpinan, siapa pun kepala daerahnya," ungkapnya.
Diakhir, Yayat mengajak semua keluarga IKAPTK untuk tetap menjaga silaturahmi dan komunikasi. "Sesuai dengan namanya, yaitu keluarga, maka komunikasi dan silaturahmi menjadi modal utama. Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama selama saya menjadi ketua. Semoga IKAPTK ini tetap maju dan solid," tutupnya.
Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag meminta kepada DPK IKAPTK Kabupaten Cirebon untuk mewarnai pemerintahan dengan modal ilmu yang diperoleh. Imron mengaku terbuka dengan masukan yang diberikan.
"Kita sangat terbuka dan IKAPTK ini memiliki modal ilmu pengetahuan (kepamongprajaan) di IPDN. Semoga mereka bisa memberikan warna dan jelas membantu Pemerintah Kabupaten Cirebon," singkatnya.
Di tempat sama, Ketua DPP IKAPTK Provinsi Jawa Barat, H. Dedi Supandhi SSTP M.Si mengatakan ada 4 hal yang harus dilakukan oleh DPK IKAPTK Kabupaten Cirebon. Diantaranya adalah membantu kepala daerah untuk mencapai target pembangunan yang tercantum pada Visi Misi.
"Ada empat pesan yang tadi saya sampaikan, yaitu fokus kerja untuk mensejahterakan masyarakat. Jaga kondusifitas agar fokus mengejar capaian. Ketiga, lakukan kolaborasi dan inovasi untuk percepatan pembangunan. Terakhir, resonansikan kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat," ujarnya.(Nisa)
Wakil Walikota Cirebon dan Unsur Forkopimda Lakukan Operasi Pasar Upaya Menjaga Stabilitas Harga
CIREBON, FC – Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat, seiring dengan kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Salah satunya dengan menggelar operasi pasar. Seperti dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon, di halaman Pasar Pagi. Operasi pasar digelar selama dua hari, 7-8 September 2022.
Pada hari pertama, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati bersama unsur Forkopimda Kota Cirebon melakukan monitoring ke lokasi operasi pasar.
Eti mengatakan, operasi pasar merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan harga komoditas yang berpotensi naik, imbas dari kebijakan penyesuaian harga BBM.
“Kita bersama-sama melakukan upaya untuk mengendalikan harga beberapa komoditas yang berpotensi merangkak naik,” katanya.
Eti menambahkan, beberapa komoditas yang paling berpotensi harganya bakal naik adalah telur ayam, beras dan beberapa komoditas sayuran.
“Kita akan berusaha keras untuk bisa membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak secara langsung akibat penyesuaian harga BBM,” tuturnya.
Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Pihaknya bersyukur, banyak masyarakat yang datang ke operasi pasar. “Lumayan banyak yang datang. Semoga operasi pasar ini membantu dan bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.IP., M.Si., mengakui, setidaknya ada enam komoditas yang disediakan dalam operasi pasar tersebut.
“Keenam komoditas itu adalah telur ayam, minyak goreng, beras, terigu, cabe rawit dan merah dan gula pasir,” ungkap Iing.
Iing mengungkapkan, harga telur ayam di pasaran saat ini mencapai Rp29 ribu per kilogram, tetapi pada operasi pasar ini dijual Rp22 ribu per kilogram.
“Sedangkan beras, di pasaran seharga Rp10 ribu, di operasi pasar hanya Rp9 ribu. Kemudian gula pasir di pasaran harganya Rp14 ribu, sedangkan di operasi pasar hanya Rp13.500,” terangnya.
Manfaat operasi pasar ini, kata Iing menjaga stabilitas harga dan daya beli yang terjamin. Karena beberapa komoditas naik usai ada penyesuaian harga BBM.
“Operasi pasar ini untuk umum dan tidak berbatas untuk siapa, karena siapapun bisa berbelanja,” katanya.
KPI IAIN Cirebon Tandatangani MoU dengan PT. FKM, Bangun Skill Mahasiswa
FOKUS CIREBON, FC - Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan dan membuka kerjasama melalui penandatanganan MOU dan Seminar (Kuliah Tamu) tentang Public Relations, bertempat di Auditorium, Gedung FUAD, Jum'at (9/9/2022).
Rabu, 07 September 2022
Walikota Cirebon : Pemda Kota Cirebon Prioritaskan Penanggulangan Dampak Penyesuaian Harga BBM
CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., kembali menemui massa pendemo yang menolak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kali ini, massa pendemo datang dari kalangan ojek online yang ada di Cirebon.
“Ada 11 tuntutan yang disampaikan dari kalangan ojek online. Semua poin yang disampaikan merupakan apa yang dirasakan oleh mereka, salah satunya terkait penyesuaian harga BBM,” kata Azis, usai menemui massa pendemo, Rabu (7/9/2022).
Azis menjelaskan, bahwa pengurangan subsidi BBM ini juga juga dirasakan kalangan ojek online dampaknya. Sebab tak menutup kemungkinan imbasnya juga pada kenaikan harga komoditas bahan pokok. Hal ini yang harus diantisipasi oleh Pemda Kota Cirebon.
“Antisipasi itu melalui menjalankan program pemerintah pusat, misalnya pemberian bantuan langsung agar tepat sasaran, termasuk menjaga daya beli masyarakat dan lain sebagainya,” tutur Azis.
Selain itu, sambung Azis, Pemda Kota Cirebon juga melakukan operasi pasar murah. Hal itu untuk menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok yang mulai merangkak naik akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Kenaikan harga BBM adalah keniscayaan. Kami percaya pemerintah pusat sudah menghitung semua dengan mempertimbangkan berbagai faktor, begitupula dengan penanggulangan dampaknya,” kata Azis.
Pemda Kota Cirebon Prioritaskan Penanggulangan Dampak Penyesuaian Harga BBM Pemda Kota Cirebon Prioritaskan Penanggulangan Dampak Penyesuaian Harga BBM
Selain dampak penyesuaian harga BBM, para ojek online juga menyampaikan aspirasi terkait status keberadaan ojek online di Kota Cirebon. Baik secara hukum maupun keadilan dalam menentukan tarif bagi konsumen.
“Ini harus menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, saya akan mengajak perwakilan ojek online untuk berpikir bersama terkait apa yang perlu kita lakukan guna menindaklanjuti aspirasi tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Keluarga Besar Ojek Online Cirebon Raya (KBOCR), Iswanto mengakui, kenaikan harga BBM bersubsidi sangat berdampak langsung.
“Makanya kami memiliki hashtag ‘Ojol Menjerit’, hal itu karena kenaikan harga BBM bersubsidi. Oleh sebab itu, kami berharap ada kenaikan persentase bagi kami,” katanya.
Terkait status keberadaan ojek online, Iswanto menjelaskan, pihaknya ingin memiliki payung hukum. “Mudah-mudahan melalui demo ini, harapan kami bisa direalisasikan oleh Pemda Kota Cirebon,” katanya.















