Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 09 Oktober 2023

Kota Cirebon Mendapatkan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penurunan Stunting

CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendapatkan insentif fiskal atau dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk daerah berdasarkan kriteria tertentu, dengan kategori Kinerja Penurunan Stunting dan Kinerja Percepatan Belanja Daerah.

Insentif Fiskal diterima langsung Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, M.A.P., saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023, di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Eti mengatakan, insentif fiskal sebesar Rp 6.838.177.000 ini, akan digunakan untuk percepatan stunting di Kota Cirebon. khususnya, beberapa program yang perlu intervensi, agar cakupan dan kualitas pelaksanaan lebih efektif.

“Langkah-langkah strategis yang perlu dijalankan dalam percepatan penurunan stunting. Kami yakin upaya ini mampu mempercepat penurunan stunting di Kota Cirebon,” kata Eti.

Pada intervensi spesifik, misalnya, masih diperlukan peningkatan kapasitas kader dan petugas kesehatan untuk penggunaan alat pemantauan status gizi di posyandu. Selain itu, perangkat medis di puskesmas, sehingga pemantauan status gizi bisa dilakukan secara cepat dan akurat.

“Kami harapkan dengan alat yang lebih lengkap, kader bisa memetakan lebih spesifik. Sehingga intervensi program penurunan stunting tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan, target penurunan prevalensi stunting menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia.

Sebab, permasalahan stunting berkaitan erat dengan permasalahan gizi buruk. Untuk mengejar target tersebut, diperlukan kerja bersama dari semua pihak sebagai kuncinya.

“Saya tegaskan bahwa peran aktif, serta sinergi dan kolaborasi seluruh pihak adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah gizi,” tegas Wapres RI.

Sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat, Wapres memandang, perlu penuntasan persoalan gizi termasuk stunting. Tidak sekadar perkara menurunkan prevalensi, namun tugas kemanusiaan berkelanjutan sekaligus penentu kualitas kehidupan bangsa ke depan.

Wapres dalam penurunan stunting, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penggerak di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia juga meminta, upaya percepatan penurunan stunting mengoptimalkan pendekatan legal formal dan politik hingga sosial-kultural dan keagamaan.

“Melalui mereka, kita harus pastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan betul-betul telah diterima dan dirasakan manfaatnya oleh target sasaran,” katanya. (din)

Bupati Imron Dorong Guru Honorer PAI jadi PPPK

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mendorong guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pasalnya, keberadaan guru mata pelajaran PAI di sekolah sangat penting, karena bisa menumbuhkankembangkan akidah, pengetahuan, hingga pengamalan tentang agama Islam.

Imron berharap, guru honorer PAI yang nantinya berganti status menjadi PPPK tetap bisa menjadikan para peserta didiknya terus beriman dan taat kepada Allah SWT.

“Yang terpenting, guru PAI harus tetap menjaga pola pikir generasi penerus dan menjadi perekat bangsa,” kata Imron saat menghadiri Tasyakuran Tahadust Binimah guru PPPK GPAI Sekolah Dasar di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (9/10/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd, M.M menyebutkan, hingga Senin 9 Oktober 2023 ini, sudah ada 351 guru honorer PAI yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi tersebut.

Sementara, jumlah formasi yang dibutuhkan untuk guru mata pelajaran tersebut sebanyak 256 orang. 

“Berarti nanti, sisa guru honorer PAI sebanyak 95 orang,” ujar Ronianto.

Setelah dinyatakan lulus menjadi pegawai, kata Ronianto, pihaknya mendorong agar guru tersebut meningkatkan produktivitasnya, dikarenakan meningkat pula gaji setiap bulannya.

Selain itu, guru saat ini memiliki tugas untuk melakukan pengawasan kepada peserta didik, agar tidak melakukan atau menjadi korban praktik perundungan.

“Guru itu menjadi tonggak pertama, apalagi sekarang lagi marak bullying. Jangan sampai melempem,” ungkap Ronianto. (din)

Lewat Ajang Festival Layang-layang Internasional, Bupati Imron: Bisa Angkat Potensi Desa

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri sekaligus membuka ajang Festival Layang-layang Internasional di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu (8/10/2023).

Kepada sejumlah wartawan, Bupati Imron mengaku bangga, Kecamatan Mundu, khususnya Desa Mundupesisir ditunjuk menjadi tuan rumah ajang Festival Layang-layang Internasional tahun 2023 kali ini.

Menurutnya, Festival Layang-layang Internasional, konon baru pertama kali digelar di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten Cirebon. Diharapkan, dengan adanya kegiatan Festival Layang-layang Internasional ini dapat menarik daya wisata di Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Mundupesisir.

"Dengan adanya festival ini, paling tidak, bisa mengangkat potensi Desa Mundupesisir.  Karena kami inginkan mengangkat potensi di Mundupesisir ini," kata Imron.

Imron menambahkan, bukan hanya Desa Mundupesisir, dampaknya dapat dirasakan juga ke seluruh wilayah di Kabupaten Cirebon. "Adanya kegiatan ini, mudah-mudahan destinasi wisata Kabupaten Cirebon kedepan tambah maju lagi," harapnya. 

Sementara itu, Kepala DPMD Jawa Barat, DR. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc mengatakan, dengan adanya ajang Festival Layang-layang Internasional di Desa Mundupesisir ini, tentunya bisa membawa nama desa di Kabupaten Cirebon, khususnya desa yang berada di pantai utara Kabupaten Cirebon. 

"Semoga kedepan, bisa menjadi daerah yang dikunjungi oleh wisatawan dan menikmati pantai utara Cirebon yang indah, apalagi ini secara internasional," ujar Dicky.

Di tempat yang sama, Ketua Komunitas Layang-layang Indonesia, Sari Madjid, mengaku bahagia dirinya dan perwakilan empat negara lainnya, yaitu Libanon, Malaysia, Singapura dan Indonesia bisa hadir di Kabupaten Cirebon. 

Ia berharap, kegiatan Festival Layang-layang Internasional ini menjadi awal bagaimana desa wisata di Mundu yang akan menjadi desa wisata, yang memang dikenal tidak hanya di Indonesia namun sampai ke Mancanegara.

"Kami mengadakan festival layang-layang ini dari tahun 1992, namun baru di Kabupaten Cirebon saya merasa gembira, karena lintas sektor hadir semuanya. Berharap tahun depan, semoga bisa hadir lagi di Kabupaten Cirebon," imbuhnya. (din)

Kuwu Sujito Selalu Sapa Warga, Bukti Aparatur Desa Dekat Dengan Masyarakat

H Sujito, Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

CIREBON, FC - Membangun kemajuan bukanlah perkara yang mudah, selain membutuhkan visi dan program, juga keterlibatan semua unsur dalam mendukung kemajuan pembangunan sangat dibutuhkan. Hal ini yang terus dilakukan oleh Kuwu Sujito dalam tugas kepemimpinannya di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sujito sendiri adalah sosok sederhana yang berangkat dari seorang ustad atau kiyai yang biasa bergelut di bidang keagamaan. Namun demikian, sebagai mahluk sosial, Sujito juga senang bermasyarakat. 

Dalam dirinya mengalir darah semangat untuk maju, maka tak heran jika langkahnya selalu penuh dengan  dedikasi, loyalitas dan tanggungjawab. 

Kepandaian Sujito di bidang lain dapat dilihat dari aktifitas kesehariannya, selain sebagai Kuwu Sampiran. Sujito juga kerap melaksanakan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Bahkan program desa yang dipimpinnya itu terus dijalankan dengan baik.

Banyak bukti yang bisa dilihat dari kinerja yang dijalankan Sujito, Selai  soal PTSL, program Bansos, juga masih banyak program-program lainnya. Demikian juga dengan soal anggaran, warga masyarakat bisa melihat angaran desa yang dipampang di Balai Desa Sampiran. Ini adalah bukti ketransparan kinerja pemerintah desa.

Namun yang lebih utama bagi Sujito, adalah bagaimana Ia bisa memenej agar pelayanan kepada masyarakat selalu dilaksanakan dengan baik.

Sujito juga pandai membangun komunikasi dengan masyarakat dan aparatur pemerintah lainnya, komunikasi dua arah ini bisa menjadi jembatan bagi terlaksananya program-program desa dan lainnya. 

Sujito juga berprinsip bahwa bekerja itu harus amanah dan berdedikasi tinggi. Jadikan waktu sebagai ladang kita untuk pengabdian. Terutama tanamkan sikap kooperatif, komunikatif, dan selalu solutif dalam pelayanan.  

Maka dengan visi kerja yang kuat ini, Sujito berharap, agar seluruh aparatur desa untuk selalu siap melayani masyarakat dengan baik. Karena pada prinsipnya, kata Sujito, bekerja itu harus dibuktikan dengan komitmen dan loyalitas.

"Komitmen dan loyalitas itu adalah kunci kesuksesan dalam bekerja, jadi inilah yang kami bangun di aparatur desa, agar pelayanan kepada masyarakat selalu dijalankan dengan cekat dan baik," tandasnya. (din)

Minggu, 08 Oktober 2023

Koordinator Bersama Indonesia chapter Cirebon Pimpin Deklarasi Aksi di Acara Diskusi Publik Kesadaran Lingkungan

CIEEBON - Pada Minggu (08/10/23) bertempat di Lattar Caffe, terselenggara kegiatan Just Club. Singkatan dari Club for Social Justice, kumpulan yang fokus mengangkat tentang keadilan sosial. Tentu, banyak sekali ketidak adilan yang terjadi baik secara makro maupun mikro, dan salah satunya adalah di lingkup lingkungan.

Bersama para pemateri multisektoral yang sesuai dengan substansi topik diskusi, seperti diantaranya: Bapak Sony ST MT dari Balai Besar Cimanuk Cisanggarung (BBWS), Bapak Solihin ST. M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Bapak Lurah Ruliyanto dari Kelurahan Kesenden, Bapak Bambang Ekanara M.Pd dari Dosen Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, M Fauzia Firdaus dari NGO Dompet Dhuafa Volunteer, dan Alsya Aqwiyah dari Aktivis lingkungan WCD. Sebagian berasal dari kalangan birokrat, ada yang akademisi, dan ada juga yang aktivis komunitas lingkungan.

Acara ini pun dihadiri tamu kehormatan yakni Dr. Hj Eti Herawati dan Bapak Dr Asad SP THT BKL sekaligus Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Cirebon. Yang juga turut serta menyampaikan sambutan berisi pandangan peran dan apresiasi kepada panitia yang telahj mengadakan ruang-ruang diskusi seperti ini. Tidak sedikit juga peseta yang hadir dari lintas generasi, sekitar 40 orang memenuhi ruang audiens.

Bersama Indonesia Chapter Cirebon terbilang masih baru karena launching di bulan Agustus kemarin, seperti yang disampaikan oleh Omar Qad Panity selaku Koordinator chapter, "Kami hadir atas keresahan serta ketidakadilan, dan baru ada sejak bulan kemarin, persis setelah Cirebon ramai dengan datangnya Pandawara. Sehingga permasalahan di isu lingkungan menjadi menarik untuk diulas kembali" ujarnya.

"Berangkat dari ruang diskusi, mengangkat tentang kesadaran lingkungan yang nantinya output dari kegiatan ini adalah aksi clean up di pantai dan beberapa sungai dalam momentum Sumpah Pemuda ke-94" tambahnya. Kegiatan diskusi publik ini mengangkat tema tentang "Cirebon Bersih, kata siapa? Perspektif lintas generasi terhadap kesadaran lingkungan".

Diskusi berjalan di sore hari dilanjut dengan sesi interaktif oleh audiens dipandu oleh moderator. Pemateri secara bergiliran menyampaikan pandangan terkait tema, peran atau upaya yang mereka lakukan dalam peduli akan lingkungan.

Dimulai dari DLH secara garis besar menyampaikan tentang peran mereka yang telah sempat melakukan aksi clean up juga jauh sebelum adanya pandawara, dan sampai sekarang peran-peran terkait sampah masih menjadi tanggung jawab dan dapat dikoordinasikan bersama mereka. 

Kemudian dilanjutkan oleh BBWS yang membahas upaya BBWS pasca pandawara telah fokus pada sekitar pantai dan sumber daya alam yakni air. Dan pamungkas dari kalangan birokrat oleh pak Lurah, beliau pun masih keep in touch dengan pandawara bahkan setelah adanya mereka di Cirebon, kemudian juga berharap adanya semacam jaring yang dipasang disungai tiap jembatan agar meminimalisir sampah yang sampai ke laut.

Menariknya, pandangan lain disampaikan oleh kalangan non-pemerintah dimulai dari akademisi, beliau menyampaikan bahwa kali ini bukan sampah yang harus dikritiki tetapi manusianya, buanglah sampah pada tempatnya sudah tidak relevan untuk dikampanyekan, beliau menambahkan solusi bahwa perlu adanya elaborasi dari dua aspek, satu sisi anak-anak muda yang mempunyai massa untuk bergerak, dan pencairan dana yang mengucur dari pemerintah untuk mempercepat.

Dari kalangan generasi zilenial, ada Fauzia dan Alsya. Fauzia yang di NGO Dompet Dhuafa, beliau memberikan contoh berupa program yang relevan dengan lingkungan seperti Qurban Asik tanpa Sampah Plastik, Takjil Eco green, dan Voluntrip Zero Waste Summit yang baru dilaksanakan akhir-akhir ini. 

Di sambung oleh Alsya, beliau memberikan contoh berbeda tak secara komunal seperti i DDV, tetapi personal yang telah mengimplementasikan aktivis lingkungan pada dirinya mulai dari mengurangi sampah plastik, sampai menjadi peserta zero waste internasional di luar negeri. Bahkan menariknya, ia sempat mengatakan bahwa aksi clean up bukanlah suatu solusi".

Serunya pemaparan dari tiap-tiap pemantik, menjadikan peserta pun antusias dan aktif dalam memberikan kritik serta pandangan terkait dengan lingkungan di Cirebon, khususnya kinerja pemerintah, dan kesadaran kolektif oleh anak muda serta masyarakat di Cirebon. 

Sebelum acara berakhir, ada sebuah deklarasi yang dibacakan langsung oleh koordinator chapter Bersama Indonesia, Omar mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam deklarasi tersebut, ditegaskan beberapa poin seperti kami seluruh stakeholder terkait baik pemerintah, akademisi, non-pemerintah, dan aktivis turut serta sadar peduli akan lingkungannya. 

Bahkan yang lebih konkritnya, peserta pemateri termasuk ibu Wakil Walikota Cirebon bersama-sama mengucapkan deklarasi untuk mengadakan aksi clean up pada 14-15 oktober 2023 dalam rangka memperingati sumpah pemuda bangsa Indonesia.

Tentu kegiatan diakhiri oleh foto-foto bersama, dan mari tunggu aksi nyata dari kawula muda di Cirebon. Salam bersama, nantikan kolaborAksinya. (Hanin)