Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 November 2023

Para Pencita Tembakau Padati Cirebon Tobacco Fest 2023, KPTNI Sukses Menggelar Kegiatan di Cirebon

CIREBON, FC - Warga Cirebon, khususnya para Pencita tembakau tak mau ketinggalan dalam moment penting yang digagas KPTNI dalam kegiatan Cirebon Tobacco Fest yang berlangsung pada 4-5 November 2023.

Mereka dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong mendatangai kegiatan tersebut. Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) pun sukses menggelar kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin sebagai upaya menjaga keberlangsungan eksistensi tembakau. 

Dalam penyelenggaraan dengan konsep pameran bazzar ini, KPTNI turut menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, Bea Cukai Kota Cirebon dan HAKI Bekraf.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau. Tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan,” tegas Eggy Bp, Ketua KPTNI.

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai. Bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal. Dapat kita lihat bahwa pemerintah saat ini sedang mengejar perampungan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksana UU Kesehatan No.17 Tahun 2023 yang mana di dalamnya mengatur tembakau. Kami mohon pemerintah agar memisahkan tembakau dalam peraturan tersendiri yang lebih adil dan berimbang,”papar Eggy.

“Sebagai pengguna produk legal, yang taat membayar cukai dan pajak, kami berharap pemerintah harus fair dan konsisten dalam perlindungan konsumen termasuk konsumen tembakau. Di RPP Kesehatan, kami melihat bahwa peraturan ini tidak memberikan ruang yang adil dan berimbang pada tembakau sebagai produk dan aktivitas pertembakauan itu sendiri,” tambahnya.

Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) mendorong pemerintah untuk melindungi keberlangsungan ekonomi kerakyatan lewat eksistensi tembakau.

Menurut Eggy Bp, tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan, tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Eksistensinya telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau," kata Eggy lewat keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Selasa (7/11/2023).

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai, bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal," papar Eggy.

Sementara menurut Mei Hari Sumarna, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kota Cirebon turut menyampaikan dukungan kepada KPTNI yang menginisiasi Cirebon Tobacco Fest sebagai salah satu cara edukasi terhadap masyarakat luas khususnya kepada para pelaku usaha pertembakauan.

“Prioritas kami adalah pengawasan peredaran produk tembakau. Kami terbuka lebar menjadikan KPTNI sebagai mitra Bea Cukai khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal yang marak," ujar Mei. 

Agus Sukmanjaya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menyebutkan bahwa gelaran kegiatan ini menunjukkan nilai positif tembakau yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Baik dari sisi kelestarian budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif . (din)



Kamis, 02 November 2023

Banyak Membuat Terobosan, Bupati Imron Apresiasi Dinkes Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah membuat terobosan-terobosan, terutama dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Cirebon.

Salah satunya adalah pembentukan tim koordinasi kesehatan jiwa masyarakat (TKKJM) serta peluncuran aplikasi bantu SIMADU LAN SEJIWA (Sistem Informasi Terpadu Layanan Kesehatan Jiwa). 

Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Apita Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/11/2023).

"Dengan dibentuknya TKKJM, saya harapkan hal-hal mengenai koordinasi dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dapat berjalan lebih baik lagi," kata Imron.

Menurutnya, TKKJM yang dibentuk merupakan satgas gabungan dari seluruh stakeholder, diantaranya meliputi dunia usaha, pers, dan LSM. 

Dengan konsep pentahelix dalam TKKJM ini, lanjut Imron, diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Saya titip ini, tidak hanya terbentuk SK-nya saja, tetapi 40 kecamatan, 412 desa, serta 12 kelurahan wajib mempunyai TKKJM dan dapat berjalan dengan efektif, kondusif serta  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah, M.M mengatakan, saat ini di bidang kesehatan sedang menghadapi “triple burden disiase”, yaitu beban tiga kali lipat berbagai masalah penyakit.

Pertama, adanya penyakit infeksi: new emerging dan re-emerging. Kedua, penyakit menular yang belum teratasi dengan optimal. Dan ketiga, penyakit tidak menular yang cenderung meningkat setiap tahunnya, seperti masalah kesehatan jiwa.

Menurut Neneng, kesehatan jiwa masyarakat merupakan kondisi kesejahteraan mental dan emosional masyarakat dalam suatu wilayah atau populasi. Hal ini mencakup pemahaman, promosi, perlindungan, dan perawatan kesehatan mental dalam konteks komunitas.

"Kondisi saat ini, gangguan kesehatan jiwa dengan status ODGJ pada tahun 2022 sebanyak 2906 kasus, dan sampai triwulan 3 tahun 2023 sebanyak 2488 kasus," jelas Neneng.

"Tingginya kasus ODGJ di Kabupaten Cirebon tersebut, tentunya merupakan permasalahan sekaligus sebagai tantangan kita bersama dalam pembangunan sumber daya manusia," sambungnya.

Oleh karenanya, lanjut Neneng, diperlukan pengelolaan yang baik, melibatkan berbagai teknis dan strategi yang bertujuan untuk mempromosikan, melindungi, mencegah, dan memberikan perawatan kesehatan mental kepada masyarakat.

Salah satunya dengan menyediakan kebijakan yang membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan jiwa masyarakat.

"Kami atas nama keluarga besar Dinas Kesehatan, mengapresiasi yang setinggi-tinginya kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang telah menerbitkan Peraturan  Bupati Nomor 84 Tahun 2023 tentang Tim Koordinasi Kesehatan Jiwa Masyarakat," ujar Neneng.

Masih dikatakan Neneng, salah satu komitmen dalam menindaklanjuti Perbup tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon selenggarakan “Gerakan bersama menuju sehat melalui Program Ceria“.

"Untuk mendukung program tersebut, kami luncurkan aplikasi pengelolaan kesehatan jiwa masyarakat, yaitu Sistem Informasi Terpadu Pelayanan Kesehatan Jiwa masyarakat, yang kita beri nama inovasi ini dengan SIMADU LAN SEJIWA berbasis  IT," pungkasnya. (din)

Kuwu Sampiran Sosialisasikan Pembuatan Biaya Sertifikat Tanah Perbidang Hanya Rp150 Ribu, H Sujito Ingin Sukseskan Program Bupati

SAMPIRAN, FC - Kuwu Desa Sampiran, H Sutijo menjadi sosok yang tak pernah lelah untuk terus membangun kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat desa. H Sutijo selalu bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya. Termasuk pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023 di Desa Sampiran.

Pihaknya mengaku tengah melaksanakan program PTSL. Program ini untuk membantu warga yang ingin membuat sertifkat tanah dengan biaya murah, yakni perbidang tanah hanya Rp 150.000 rupiah.

Kepada warga Sampiran, H Sujito menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan bagi warga untuk membuat sertifikat tanah. "Kepada masyarakat Sampiran ayo bersama-sama untuk membuat sertifikat tanah dengan biaya murah," ajaknya.

Menurut H Sutijo, biaya pembuatan sertifikat tanah ini tidak lebih dari Rp. 150.000 rupiah, hal ini sesuai dengan keputusan SKB Menteri. 

Maka kepada para petugas di lapangan baik RT maupun RW diingatkan agar dalam pembiayaan sertifikat ini tidak lebih dari Rp. 150.000. jika ada yang memungut lebih dari Rp 150.000 maka itu menjadi tanggungjawab sendiri.

"Saya Kuwu Sampiran, kembali mengingatkan agar para petugas baik RT maupun RW yang saya tugaskan di lapangan agar tidak memungut biaya lebih dari Rp 150.000. Jika dipungut lebih, itu di luar tanggungjawab kami dan jika ada permasalahan silahkan itu tanggung  jawab mereka sendiri," tegas Kuwu Sampiran, H Sujito.

Kuwu Sampiran juga menjelaskan, bahwa berdasarkan anjuran pemerintah dan sesuai SKB Menteri biaya pembuatan sertifikat tanah ini sebesar Rp 150.000 dengan satu materai.

"Jadi biaya sertifikat senilai Rp 150.000 itu dengan satu materai. Ada pun dengan riwayat tanah yang memerlukan lebih dari satu materai, itu berarti menjadi tanggungjawab sendiri bagi si pemohon untuk membeli materai," terangnya.

Program ini, kata H Sujito, diluncurkan untuk meringankan biaya pembuatan sertifikat tanah bagi masyarakat. Kuwu Sampiran ini berharap, program ini bisa membantu masyarakat dengan biaya murah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil pasca Covid 19 lalu. 

Sementara itu, Bupati Imron menyatakan, masyarakat harus memanfaatkan program PTSL ini secara maksimal. Pasalnya, masyarakat tidak perlu membayar mahal untuk mendapatkan sertifikat tanah.

“Biaya yang harus dikeluarkan dalam PTSL hanya sebesar Rp150 ribu, itupun untuk biaya administrasi di tingkat desa. Kalau masyarakat proses sendiri, kan biayanya jutaan, ini hanya Rp150 ribu saja ” kata Imron.

Imron mengatakan, dengan adanya kuota PTSL di Kabupaten Cirebon yang mencapai 70 ribu bidang tanah, pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan Kepala BPN dan para camat.

“Kami juga mengundang para camat kumpul dengan kepala BPN guna membahas program PTSL. Kami ingin program ini sukses di Kabupaten Cirebon,” ujar Imron. (din)

Rabu, 01 November 2023

Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Cirebon Adakan Festival dan Maulid Akbar

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Lembaga Dakwah Mahasiswa mengadakan Festival dan Maulid Akbar dengan Tema 'Membangun Kreativitas dan Akhlakul Karimah Demi Terciptanya Generasi Emas Muslim Milenial'. Kegiatan tingkat Jawa Barat.ini pun berjalan sukses.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dari  tanggal 16 hingga 30 Oktober 2023 dengan berbagai event yang digelar, di antaranya seminar kemuslimahan, dan  lomba-lomba islami, terakhir ditutup dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Bazar.

Ketua panitia, Muhammad Taufik Hidayat menyatakan, kegiatan yang diadakan satu tahun sekali ini, merupakan progam kerja dari Departemen Syair Pelayanan Kampus yang dikolaborasi dengan Departemen  Kemuslimahan dan Ekonomi Keumatan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyiarkan islam dengan cara mengadakan perlombaan islami dan di akhir acara kita tutup dengan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," tuturnya, Rabu, (1/11/2023).

Selain itu, kata Muhammad Taufik Hidayat, kegiatan ini juga untuk meningkatkan skill para pelajar mahasiswa se-Ciayumajakuning.

Sedangkan menurut Pembina UKM  Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono M.Pd.I bahwa terselenggaranya kegiatan ini juga sama halnya kita tengah bergorganisasi. Maka ada manfaat yang bisa kita petik dari berorganisasi ini, yakni untuk meningkatkan kecerdasan emosional kita.

"Kita tahu bahwa kecerdasan itu dibagi 3 yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ)," jelasnya. 

Untuk itu selaku pembina, Wahyono M.Pd.I mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk meningkatkan sholawat  kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Hajam MAg,  memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Prof Hajam juga ucapan selamat kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi ya.g sudah mengikuti lomba yang dilakukan  secara daring.

"Terimakasih juga ke pada jajaran panitia yang sudah membuat kegiatan ini, dan ini menjadi wadah prestasi bagi kalangan siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi se-Ciayumajakuning," ucapnya.

Di akhir kegiatan, acara dilangsungkan dengan Maulid Akbar oleh Buya Yahya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. KH.Yahya Zainul Ma’arif  LC, M.A, Ph.D.

Kegiatan yang berlangsung di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini mengambil tema 'Meningkatkan Keteladanan Rasulullah Bagi Generasi Muslim Milenial'.

Ada beberapa catatan Tausyiah Buya Yahya dari Maulid Akbar ini, di antaranya  luruskan niat, kemudian apabila melakukan atas dasar cinta maka semua akan sepenuh hati, kemudian jangan mudah marah, karena dia itu saudara mu dan dendam itu cape.

"Maafkan orang yang buat salah sama kita. Memaafkan itu adalah menutup luka, lalu Melepas luka dengan berbuat baik. Mulai saat ini tanamkan pada diri kita maaf, dan itu indah untuk diri kita," papar tausiyah Buya Yahya. (Ara)

30 Tenaga Kependidikan di Lingkungan IAIN Cirebon Ikuti Pelatihan Teknis PBJP

FOKUS CIREBIN, FC - Tiga puluh orang tenaga kependidikan di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, mengikuti Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) dan Ujian Kompetensi Sertifikasi PBJP Level-1 secara klasikal, yang dilaksanakan pada hari Rabu s.d Sabtu tanggal 01 s.d. 04 November 2023 bertempat di gedung siber IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan Diklat Barjas ini menjadi momen penting dalam pembekalan dan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Rabu, 1 November 2023.

Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya tenaga kependidikan IAIN Cirebon untuk memahami dan mengerti tentang teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam menjalankan rutinitas dan tugasnya dikampus. 

Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) secara klasikal yang hari ini kita laksanakan. Prof. Ilman menggarisbawahi kedepan kegiatan pengadaan tidak melulu hanya di rektorat yang menjalankan, akan tetapi ditingkat fakultas juga harus bisa.

“Diklat Barjas ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan bahwa kualitas layanan yang kami berikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon selalu meningkat,” ujar Prof. Ilman. “Ini adalah langkah konkret dalam menghadirkan manajemen yang efektif dan pemimpin yang berkualitas di kampus.” ungkap prof Ilman.

Diklat Barjas di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2023 mencerminkan komitmen lembaga pendidikan tinggi ini dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen. 

Para peserta akan menghadirkan pengetahuan dan keterampilan baru yang akan mendukung perkembangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pendidikan tinggi yang berdaya saing. pungkasnya.

Sementara itu, Ir. Sunarini, M.Kom, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, beliau memberikan apresiasi kepada peserta Diklat Barjas dan merangsang semangat mereka untuk berperan aktif dan senantiasa meningkatkan kompetensi diri didalam menjalankan tugasnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tutur Sunarini.

Lanjut Ir. Sunarini, kita berada di era yang sangat dinamis, di mana tantangan dan perubahan menjadi hal yang lumrah. Diklat Barjas adalah sarana bagi kita untuk terus berkembang, memperkuat kompetensi, dan bersama-sama bisa mewujudkan visi dan misi kampus kita.

Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) dan Ujian Kompetensi Sertifikasi PBJP Level-1 secara klasikal kali ini, menghadirkan Amik Tri Istiami, S.Pd.,M.M. Widyaiswara Ahli Muda sebagai narasumber. 

Peserta Diklat Barjas terdiri dari pejabat struktural dan JFU dari berbagai unit kerja di lingkungan  IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka akan mengikuti berbagai sesi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan narasumber dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Jakarta.