Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 07 November 2025

Pemkab Cirebon Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Lomba Inovasi Daerah 20

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di berbagai sektor pemerintahan dan masyarakat.

Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan pemberian penghargaan Lomba Inovasi Daerah 2025 yang digelar di Hotel Apita Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya.

“Kegiatan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon 2025 merupakan bagian penting dari pemerintah daerah dalam menunjukkan dan memperkuat ekosistem inovasi di daerah,” ujar Imron.

Imron mengapresiasi peserta dan pihak yang berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai latar belakang. Melalui ajang ini, Pemkab Cirebon berharap dapat melahirkan ide-ide segar dan kreatif untuk mendorong kemajuan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, inovasi menjadi kunci utama bagi perubahan besar di daerah.

“Maka kemudian, kalau Kabupaten Cirebon menginginkan perubahan besar, harus berinovasi. Pak Bupati sudah memberikan ruang seluas-luasnya kepada kita semua untuk bisa berkreasi inovasi,” kata Dangi.

Ia menambahkan, Bapperida tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi para inovator di daerah.

Menurutnya, kegiatan Lomba Inovasi Daerah telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2025.

Program ini menjadi simbol semangat kemajuan dan kreativitas masyarakat Kabupaten Cirebon dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Ia berharap, melalui ajang ini akan muncul berbagai karya inovatif yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Cirebon.

“Harapan kami, nanti ada muncul kreasi soal inovasi. Sehingga Kabupaten Cirebon yang beraneka ragam bisa menghasilkan berbagai karya,” pungkasnya. (din)








Pemkab Cirebon Dorong Edukasi Kependudukan Lewat Sekolah dan Rumah Data

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat edukasi kependudukan melalui kegiatan apresiasi Rumah Data Kependudukan (RDK) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Kabupaten Cirebon 2025.

Kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran petunjuk teknis (juknis) SSK ini digelar di ruang Nyi Mas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, hal itu menjadi dasar terciptanya ekosistem pemerintahan dan sosial yang berdaya saing.

“Perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif menciptakan ekosistem pemerintahan dan masyarakat untuk pula menciptakan keunggulan kompetitif. Agar masyarakat Kabupaten Cirebon berperilaku modern tapi tidak meninggalkan jati diri dan kearifan lokal, agamis, aman, serta menjunjung nilai-nilai spiritual,” ujar Imron.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menciptakan suasana yang asri, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, upaya itu hanya akan berhasil apabila masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pemahaman yang baik tentang isu-isu kependudukan yang tengah berkembang.

“Itu semua dapat terwujud apabila masyarakat dan generasi penerus bangsa ini, anak-anak remaja serta kemampuan masyarakat di desa memahami isu-isu kependudukan yang sedang berkembang,” lanjutnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, tiga faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak adalah keluarga, pendidikan, dan pergaulan.

“Bagaimana ke depan anak-anak kita ini bisa bersaing. Maka, orang tua dan guru itu tidak bisa melepas anak-anak begitu saja,” kata Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menjelaskan, kegiatan ini menjadi upaya untuk mengedukasi masyarakat, terutama pelajar, tentang pentingnya memahami isu kependudukan dalam berbagai aspek kehidupan.

Kepala dinas yang kerap disapa Fitri ini menyebut, penerapan konsep edukasi kependudukan di sekolah terbukti efektif.

Bahkan, Kabupaten Cirebon berhasil meraih prestasi nasional berkat konsistensi pelaksanaan program tersebut.

“Alhamdulillah efektif. Bahkan di tahun ini 2025, kita mendapatkan juara nasional,” katanya.

Menurutnya, meski program ini masih terbilang baru, pelaksanaannya menunjukkan hasil yang signifikan. Metode tutor by tutor menjadi strategi efisien dalam memperluas dampak SSK di berbagai sekolah.

“Jadi, dari sekolah yang sudah melakukan bisa menularkan ke yang lainnya,” jelasnya.

Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan pemerintah daerah, program RDK dan SSK diharapkan dapat memperkuat kesadaran kependudukan sejak usia sekolah.

Tujuannya, membentuk generasi Kabupaten Cirebon yang unggul, berdaya saing, namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (din)






Kamis, 06 November 2025

Pemkab Cirebon Perkuat Langkah Nyata Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Koperasi Merah Putih

 

CIREBON — Semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi kembali diteguhkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Koperasi dan UKM. Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dan SKB 4 Menteri 2 Lembaga, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Koordinasi Tim Satgas Koperasi Digital dan Koperasi Merah Putih (KDKMP).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing. Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kebersamaan dan inovasi digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa kehadiran Satgas KDKMP merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan program-program penguatan koperasi agar lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk menumbuhkan ekonomi rakyat yang tangguh dan inklusif. Kita ingin koperasi di Cirebon tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing secara nasional,” ujarnya.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh unsur terkait, mulai dari perangkat daerah, lembaga, hingga pelaku koperasi dapat berperan aktif dalam mempercepat transformasi koperasi menuju arah digital dan berkelanjutan.

Langkah nyata ini menjadi wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa, sekaligus memperkuat pondasi ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil. (Nur)

ASWAKADA Bahas Penguatan Tata Kelola Daerah, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

JAKARTA –  Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri audiensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kemendagri, Akmal Malik, serta dihadiri oleh Direktur FKDH dan DPRD, Direktur PHD, dan jajaran pengurus ASWAKADA yang terdiri atas Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, serta sejumlah anggota asosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, ASWAKADA menyampaikan usulan agar Kemendagri dapat menyusun regulasi turunan dan pedoman teknis yang mengatur secara jelas pembagian tugas, mekanisme koordinasi, serta indikator kinerja wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Audiensi ini juga menjadi ruang strategis bagi para wakil kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kebijakan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Selain itu, forum ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices) antar daerah, khususnya dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan partisipatif.

“Sinergi ini bukan sekadar tentang penyusunan kebijakan, tetapi juga tentang bagaimana kita saling berbagi solusi dan membangun kolaborasi nyata antar daerah,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon siap berperan aktif dalam memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan. Dengan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah, setiap langkah kecil, Insya Allah, akan membawa dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi atas inisiatif ASWAKADA dalam memperkuat peran strategis wakil kepala daerah.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin kuat," ujarnya.

Melalui forum ini, Ditjen Otonomi Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang harmonis, efektif, dan akuntabel. 

"Kemendagri juga berkomitmen berperan aktif sebagai fasilitator dan regulator dalam memperkuat kelembagaan wakil kepala daerah agar dapat menjalankan tugas pemerintahan secara konstruktif, sesuai dengan semangat kolegialitas dan prinsip demokrasi daerah," tuturnya. (din)



Spirit Juara UKM ELFAHD UIN Siber Cirebon di FEBI CUP 5.0: Bukan Sekadar Angka, Ini Tentang Hati dan Perjuangan

SEMARANG— Ada yang berbeda di arena FEBI CUP 5.0 tahun ini. Turnamen futsal antar-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) se-Jawa Bali yang digelar oleh UKM SPORT FEBI UIN Walisongo Semarang (3–6 November 2025) menjadi saksi perjuangan luar biasa dari UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon— tim muda yang datang jauh dari Cirebon, membawa semangat, solidaritas, dan mimpi besar.

Bukan hanya sekadar berlaga, tim yang seluruh pemainnya berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih Juara III di ajang bergengsi tersebut. Sebuah capaian membanggakan bagi tim yang baru pertama kali menembus tiga besar kompetisi tingkat nasional ini.

Menyalakan Semangat dari Cirebon untuk Jawa–Bali

Sejak peluit pertama dibunyikan di fase grup, ELFAHD tampil memukau. Mereka melibas lawan-lawannya dengan gaya bermain penuh disiplin dan determinasi tinggi.

Dalam fase grup, ELFAHD sukses menundukkan tiga tim kuat sekaligus: FEBI UIN Satu Tulungagung, FEB Universitas Negeri Yogyakarta, dan FEB Universitas Brawijaya Malang.

Penampilan solid ini membuat publik turnamen menaruh perhatian pada “tim kuda hitam dari Cirebon”.

Kapten tim, Ahmad Dendi, mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan tentang kebersamaan dan dedikasi.

“Kami datang bukan sekadar bertanding, tapi untuk menikmati prosesnya dan membuktikan bahwa kekompakan bisa mengalahkan segalanya. Kemenangan di fase grup adalah bonus dari kerja keras kami,” ujarnya penuh semangat.

Drama Semifinal dan Kebangkitan Menuju Podium

Langkah impresif ELFAHD berlanjut hingga babak 8 besar, di mana mereka menyingkirkan FEB BPD Jateng dengan skor meyakinkan. Namun di semifinal, mereka harus berhadapan dengan tim tangguh FEB UDINUS Semarang.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang di waktu normal. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti — momen menegangkan yang akhirnya membuat ELFAHD harus puas melangkah ke perebutan tempat ketiga.

Namun, mental juara sejati tidak mengenal kata menyerah. Di laga perebutan juara tiga melawan FEB USWK Salatiga, ELFAHD bangkit dengan performa terbaiknya dan menutup pertandingan dengan skor 5–3. Kemenangan ini menjadi simbol dari semangat pantang menyerah dan karakter pejuang tim muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Top Skor Dua Tahun Berturut-turut

Salah satu bintang yang bersinar terang adalah Tubagus Alfurqon Sasikirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan torehan 7 gol, ia berhasil menyabet gelar Top Skor FEBI CUP 5.0 — gelar yang sama yang telah ia raih pada ajang serupa tahun 2024.

Konsistensi luar biasa ini menjadi bukti bahwa talenta dan dedikasi dapat melahirkan prestasi berkelanjutan.

“Rasanya luar biasa bisa membawa pulang dua gelar Top Skor berturut-turut. Tapi yang paling penting bukan pialanya, melainkan kebersamaan dan perjuangan kami di lapangan,” ujar Tubagus dengan senyum bangga.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Bagi UKM ELFAHD, FEBI CUP 5.0 bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi ruang pembelajaran dan pembuktian karakter. Di balik setiap gol dan peluh di lapangan, ada kisah tentang kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan mahasiswa.

Manajer tim menyampaikan rasa syukur atas perjuangan anak-anak asuhnya.

“Ini bukan sekadar tentang angka atau posisi di podium. Ini tentang hati, perjuangan, dan bagaimana kami membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan penuh kebanggaan,” ungkapnya.

Dengan semangat juara yang tak pernah padam, UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pulang ke Cirebon membawa lebih dari sekadar medali. Mereka membawa cerita tentang dedikasi, kebersamaan, dan bukti bahwa semangat siber bisa menembus batas lapangan — menjadikan FEBI CUP 5.0 sebagai panggung lahirnya inspirasi baru bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (Nur)