Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 November 2019

IAIN Cirebon, Pelopor Kebhinekaan Bagi Keberagamaan Yang Moderat


FOKUS CIREBON - Islam moderat saat ini menjadi isu central yang tengah berkembang dalam menangkal problem ekstrimis dalam keberagamaan. IAIN Cirebon sebagai institusi yang membawa nafas islam, sudah sejak lama terus merajut kebhinekaan dan menjadi pelopor bagi keberagamaan yang moderat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dr H Adib MAg, seusai membuka kegiatan pembinaan pegawai di lingkungan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, Rabu (20/11/2019), di ruang auditorium Rektorat, lantai 3.


Adib menjelaskan, dalam merajut kebhinekaan ini, bagaimana kita  membangun masyarakat muslim yang memiliki keberagamaan yang moderat. Oleh karena itu, materi pada hari ini sangat penting, sehingga semua civitas akademika itu memahami tentang pentingnya membangun moderasi keagamaan.

"Jangan sampai kemudian, justru dari lingkungan perguruan tinggi malah lahir bibit ekstrimisme dan itu harus kita hindari dan alhamdulillah IAIN Cirebon sudah mengawal itu sejak dulu dan kita yakin bahwa moderasi keberagaman itu akan semakin kuat dengan berkembangnya PTKIN di Indonesia," terangnya.


Adib juga menegaskan, jika keberadaan PTKIN termasuk Cirebon itu sebagai pengemban misi utama moderasi keberagamaan. 

"Saya tidak bisa bayangkan kalau indonesia itu tidak ada PTKIN, mungkin moderasi keberagamaan kita enggak tahu seperti apa, tetapi  dengan adanya PTKIN yang dirintis oleh para pendahulu kita, PTKIN mampu sebagai pengawal pondasi keberagamaan di indonesia," terang Adib, yang juga menegaskan jika tahun 2020 nanti, proposal sudah disiapkan dan IAIN SNJ Cirebon siap menjadi UIN. (din)

General Manager Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, Reini Delfianti, Resmikan Kafe Baca


FOKUS JAKARTA-- General Manager Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, Reini Delfianti meresmikan Kafe Baca. Hadir pada kesempatan tersebut, yakni tim penerbit Balai Pustaka, Rabu (20/11), di Yayasan Al Falah Luar Batang, Jakarta Utara.

Selain dari Balai Pustaka, juga turut menyaksikan para Staf dari Cabang Pelindo Sunda Kelapa, serta tenaga pengajar Yayasan Al Falah.

"Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan bedah rumah yang sudah dilaksanakan sebelumnya dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 beberapa bulan lalu," kata Reini.

Reini berharap dengan adanya kafe baca ini, minat membaca oleh anak-anak, pelajar maupun masyarakat akan semakin bertambah, sehingga anak bangsa ini bisa semakin cerdas. (dade)

Rabu, 20 November 2019

Hadapi Era Digitalisasi, Industri 4.0, Para Pakar IAIN Cirebon Dan UIN Yogyakarta Bahas Kurikulum Prodi Pascasarjana


FOKUS CIREBON -  Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI untuk Penguatan Karakter Keilmuan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengundang para pakar pendidikan yakni profesor-profesor yang ada di internal maupun eksternal, yakni dengan menghadirkan narasumber Prof Dr H Sutrisno MAg dari UIN Yogyakarta.

Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI ini menjadi penting bagi pencarian karakter kurikulum di prodi-prodi Pascasarjana tahun 2020 yang selaras dengan kebutuhan digitalisasi era revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN SNJ Cierbon, Prof Dr H Sumanta Hasyim MAg usai membuka kegiatan Workshop, Rabu, di Hotel Tryas, Cirebon. Dirinya juga menegaskan pada program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menyusun kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Untuk itu, digelar workshop penyusunan KKNI tersebut. KKNI sendiri merupakan kerangka acuan yang dijadikan ukuran dalam pengakuan perjenjangan pendidikan yang akan meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, Profesor-Profesor yang hadir seperti Prof Adang, Prof Wahidin, Prof Maksum, Prof Abdus Salam serta oara pakar  lainnya, " ujar H Sumanta Hasyim.


Dijelaskan, titik penguatan kurikulum KKNI ini ada pada program studi. Sehingga perbaikan itu tidak hanya pada hardware atau infrastruktur semata, namun juga software yang salah satunya dilakukan melalui penyusunan kurikulum KKNI tersebut.

"Nantinya dari penyusun kurikulum KKNI tersebut diharapkan bisa memicu akreditasi dari semula berakreditasi B menjadi A," terang Sumanta.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg mengungkapkan, guna menciptakan lulusan yang ahli sesuai keilmuannya masing-masing, Pascasarjana terus melakukan peninjauan terhadap kurikulum yang diajarkan di kampus. Dan Kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.


Tuntutan bagi lembaga pendidikan Pascasarjana, kata Dedi Djubaedi, untuk menciptakan lulusan berkualifikas. Dimana Dirjen Pendis juga sudah menetapkan, bahwa keluaran dari magister kita itu adalah harus betul ahli di bidang masing-masing. Bisa sebagai akademisi, bisa sebagai peneliti maupun sebagai konsultan. (din)

Guru Besar IAIN SNJ CIebon, Prof Dr Adang Djumhur Lakukan Studi Banding Ke IIBS Malang, Jatim


FOKUS CIREBON - Upaya untuk meningkatkan kualitas lulusa, Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr Adang Djumhur pun ikut mendorong lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitas lulusan dan terus berinovasi dalam pengembangan kelembagaan. 

Hal itu dituangkan Prof Adang dalam pemdampingan Pengurus Ponpes Al-Islah Bobos Cirebon yang melakukan studi banding ke Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Malang, Jawa Timur, Minggu (17/11) sebagai bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Menurut Prof Adang, melalaui studi banding itu diharapkan terjadi transfer pengetahuan terkait tata kelola kelembangaan dari Tazkia ke Al-Islah. Pasalnya, Tazkia layak menjadi lembaga pendidikan Islam alternatif. Khususnya bagi generasi milenial. Karena bisa menutupi dan melengkapi kekurangan yang ada pada lembaga pendidikan salafi di satu pihak dan lembaga pendidikan modern di pihak lain.

Prof Adang menjelaskan, Tazkia menawarkan keunggulan pembelajaran bahasa Inggris dan Arab, entrepreneurship, dan penguasaan IT yang jadi kebutuhan masa depan generasi milenial. Walaupun sekolah (tingkat SMP dan SMA) di Tazkia tidak murah, biaya masuknya Rp38 juta, biaya per bulan Rp2,65 juta, dan biaya pendaptaran Rp650 ribu. Tetapi, peminatnya sangat tinggi, bahkan mereka rela inden untuk tiga tahun ke depan. 

Untuk tahun 2020, hanya kelas 3dan kelas 8 yang bisa diterima. Sedangkan kelas 4, 5, 9 dan 10 sudah ditutup. Karena sudah penuh. Jumlah siswa saat ini 400 putri dan 400 putra, tetapi lebih dari 1.500 calon siswa yang sudah menunggu antri masuk. "Meski begitu, tersedia 10 persen kursi bagi siswa tidak mampu dan anak yatim yang berprestasi," ujar Prof Adang.

Dia melanjutkan,  pelajaran yang bisa diambil dari studi banding itu antara lain bahwa pengelolaan pendidikan Islam harus memiliki visi yang berorientasi memenuhi kebutuhan masa depan serta dikelola secara profesional. 

Dalam konteks IAIN Cirebon yang memiliki Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sejak 1965 dan telah melahirkan puluhan ribu lulusan sebagian besar berprofesi sebagai guru dan pengelola lembaga pendidikan, sudah waktunya memiliki sekolah model seperti Tazkia. Sekolah model dapat dijadikan sebagai laboratorium mahasiswa dan alumni untuk mengaktualisasikan ilmu di sekolah model. 

"Sebenarnya usulan itu sudah terlambat untuk diwujudkan, tetapi ada kaidah, bahwa lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali,"  pungkas Prof Adang. (din)

Selasa, 19 November 2019

Paska Pelimpahan KSB, Wali Kota Cirebon Rapat Koordinasi Bersama Menteri Pemuda Dan Olahraga RI



FOKUS JAKARTA - Usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait Kawasan Stadion Bima (KSB) di Jakarta, Senin, 19 November 2019. Kawasan Stadion Bima (KSB) akan diviralkan sebagai ikon baru Kota Cirebon. 

“Setelah dilimpahkan, di KSB akan ada 3 manfaat sekaligus,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH.
Dijelaskan, 3 manfaat tersebut, yakni manfaat olahraga dan rekreasi, manfaat ruang terbuka hijau dan manfaat untuk pengembangan UMKM di Kota Cirebon. 

Karena itu, kata Azis, Pemda Kota Cirebon melakukan konsultasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk pengelolaan KSB di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah saya melihat kesungguhan dari Menteri Pemuda dan Olahraga untuk pengembangan KSB ini,” ujarnya.

Namun Menteri Pemuda dan Olahraga juga berpesan jika tanggungjawab pengelolaan KSB tetap ada di pemerintah daerah. “Tapi mereka akan hadir,” kata Azis. 

Selain dengan Kementerian Pemuda dan olahraga, koordinasi dengan Kementerian terkait lainnya juga akan dilakukan karena adanya fungsi-fungsi lain di KSB. Seperti dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta dengan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ir. H. Yoyon Indrayana, MT., menjelaskan jika kedepannya, KSB akan diviralkan sebagai ikon baru di Kota Cirebon.
“Kalau di Jakarta ada GBK di Kota Cirebon ada KSB,” ungkap Yoyon.



Karena KSB sudah dihibahkan ke Pemda Kota Cirebon, maka Yoyon mengungkapkan harus ada upaya serius untuk penataan KSB. “Nanti akan dibuatkan semacam badan layanan umum daerah (BLUD) untuk menangani KSB,” ungkap Yoyon.

Sebagai upaya yang serius untuk penanganan KSB, pada 2020 mendatang Pemda Kota Cirebon mengalokasikan anggaran untuk melakukan detail engineering design (DED) untuk masing-masing fungsi di KSB. 

Mulai dari DED kawasan olahraga, DED ruang terbuka hijau, DED ruang wisata, serta DED kawasan ekonomi. 

Selanjutnya berbagai renovasi juga akan dilakukan, seperti renovasi stadion utama, renovasi kolam renang yang rencananya akan ditutup sehingga menjadi indoor untuk memudahkan pemeliharaan, serta pengembangan stadion madya. (git)