Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 08 Desember 2019

Woww.. !! Makanan Olahan Kolang Kaling Di Majalengka Masuk Museum Rekor Muri


FOKUS MAJALENGKA - Kado istimewa di Hari Pangan Sedunia diterima Pemda Kabupaten Majalengka. Pasalnya, Museum Rekor Dunia-Indonesia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka yang telah membuat makanan olahan kolang-kaling dengan jumlah olahan terbanyak hingga mencapai 350 olahan.

Festival makanan olahan ini dilakukan sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia yang diselenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Majalengka, di Lapangan GGM Majalengka, Minggu 8 Desember 2019.

Sejumlah peserta festival memamerkan minimal tiga jenis makanan olahan dari kolang kaling atau orang sunda menyebutnya caruluk. 

Diantara mereka ada yang baru mencoba membuat ada juga yang sudah mengolah dan menjadikannya sebagai bisnis sejak bertahun-tahun. (gus)

Sabtu, 07 Desember 2019

Bertahan Hidup, Kakek Tua Tinggal Digubuk Reot Di Tengah Kepungan Banjir


FOKUS INDRAGIRI HILIR - Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengunjungi Kakek Alkamah (74) yang tinggal di gubuk reot di Jalan Abdul Manaf Tembilahan, Sabtu (7/12) siang.
Kakek yang hidup sebatang kara di gubuk reot yang kini terendam banjir akibat air pasang itu menuai perhatian.
Ketika Pengurus IWO Inhil berkunjung hendak memasuki lorong menuju rumah kakek tersebut terpaksa harus melewati genangan air yang cukup dalam.
Tanpa berpikir panjang, rombongan IWO Inhil pun memutuskan untuk terus berjalan melintasi genangan air tersebut untuk melihat kondisi kakek renta itu.
“Terlihat genangan air juga masuk ke dalam gubuk reyot yang ditinggali kakek Alkamah. Alangkah sedih hati kami ketika melihat kakek tua yang hidup sendiri tinggal di tempat yang kumuh seperti itu,” ungkap Muridi Susandi saat melihat kondisi si kakek yang saat itu duduk di atas kursi lapuk sambil memakan nasi pemberian dari tetangganya.
Ketika itu, si kakek menatap rombongan IWO Inhil sambil kebingungan, dan dia menyambut IWO Inhil dengan menghentikan makannya sejenak.
Ketika masuk ke rumahnya tercium aroma menyengat yang kurang sedap. Akan tetapi terlihat si kakek sudah terbiasa saja dengan kondisi gubuk yang reot berantakan dipenuhi dengan genangan air pasang. Mungkin lantaran kakek Alkamah sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Kemudian pengurus IWO Inhil mencoba untuk berbincang dengan si kakek, menanyakan beberapa pertanyaan yang seketika si kakek menjawab dengan mata yang berkaca-kaca tak kuat menahan tangis rasa haru.
Meskipun hanya tinggal sendirian tanpa sanak saudara, kakek yang akrab dipanggil Kamah itu tetap tabah dalam menjalani kehidupan. Untuk bertahan hidup, kakek Kamah harus makan dari hasil uluran tangan tetangga dan orang- orang yang berkunjung ke gubuknya.
“Ya seperti ini lah nak, saya tinggal di sini sendirian, sudah puluhan tahun. Ini juga tanahnya numpang milik orang yang kebetulan baik, mau meminjamkan tanah ini untuk saya . Kalau makan ya seadanya, yang penting ada yang dimakan,” ucap kakek Kamah saat awak media singgah di kediamannya.
Setelah IWO Inhil mendapatkan informasi yang cukup akurat yang dijelaskan langsung dari kakek Kamah, terlihat kebahagiaan dari raut muka kakek itu karena telah dikunjungi.
Tak puas dengan info dari kakek mengenai dirinya. IWO Inhil mencoba mencari informasi dengan bertanya ke tetangganya yang tidak jauh dari tempat tinggal kakek Alkamah.
“Orang ni sudah seumuran di sini dasar urang asal sini. Amun disambat keluarga kadak tahu juak leh mungkin ada juak sangkut keluarga tapi jauh,” kata salah satu warga.
Pria itu menjelaskan bahwa untuk makan si kakek warga sekitar terkadang membelikan nasi bungkus beserta air.
“Sidin ni kadang kadang nukar kadang kadang urang ai membagi,” pungkasnya. (IWO)

Aplikasi 'Sapawarga' Pemprov Jabar Dapat Mengetahui Aspirasi Warga


FOKUS JABAR - Pemprov Jabar terus berinovasi untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Gubernur Jawa Barat ingin masyarakat hingga di level terbawah terlayani dengan baik. 
Program inovasi tersebut salah satunya seperti program aplikasi. Pada program ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi "Sapawarga" dalam acara Jabar Digital Innovation Awards 2019 yang diselenggarakan di Trans Convention Center, Jln. Gatot Subroto No. 289, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).
Menurut Gubernur, melalui aplikasi tersebut, warga akan dimudahkan dalam berkomunikasi ataupun menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan, dimulai dari ranah rukun warga (RW).

Gubernur menjelaskan, hal tersebut merupakan tranformasi dan inovasi pelayanan digital di Jabar yang diharapkan mampu mempermudah kehidupan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 
"Tujuannya, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengetahui langsung  permasalahan di level terdekat warga," ujarnya.

Secara teknis, lanjut Gubernur, pemanfaatan aplikasi Sapawarga terbagi dua tahap. Tahap pertama, aplikasi tersebut menjadi wadah komunikasi antara ketua RW dengan Pemprov Jabar. 
Tahap kedua, warga bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menyampaikan aspirasi maupun usulan untuk lingkungan sekitarnya. 
Adapun jenis kategori usulan terdiri dari infrastruktur, keamanan, kesehatan, ketenagakerjaan, pelayanan umum dan sosial, pendidikan, sosial budaya serta sumber daya manusia. "Sistem pelayanan ini bisa dimanfaatkan untuk semua urusan," ungkapnya.

Kegunaan aplikasi ini, tambahnya, sama persis dengan penggunaan sosial media. "Yang berbeda, semua akan terekam dalam satu sistem, mulai dari jejak komunikasi maupun usulan-usulan yang ada," tuturnya.

Aplikasi tersebut pun, ungkap Gubernur, bisa berperan sebagai alat proteksi penyebaran hoax. "Nanti tim Jabar Saber Hoax bisa menggunakan platform tersebut untuk menyampaikan laporan hoax," ucapnya. (Sugeng)

Jumat, 06 Desember 2019

Kondisi Sungai Cipager Kabupaten Cirebon, Airnya Semakin Memburuk

Warga dan TNI tengah bergotong royong membersihan kotoran limbah sampah di Sungai Cipager, Jum'at (06/12/2019)

FOKUS CIREBON - Sungai Cipager di Desa Panembahan, Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kini tinggal sebuah nama sungai yang tak lagi memiliki keasrian (alami), kejernihan airnya dan kebersihan lingkungannua.

Berbeda dengan pada tahun 1970, Sungai Cipager, terkenal bersih airnya (jernis), asri, nyaman dan mengalir deras bak air pegunungan. Kini keadaan itu sudah berubah jauh yang tidak rak lazim lagi disebut sungai.

Sebab airnya sudah keruh, bau dan dipenuhi banyak sampah. Bahka. Air bening (jernih) yang pernah ada di sungai ini, kini air nya berwarna hitam.

Tentu kondisi ini sangat memperhatikan warga di sekitar sungai. Mereka tidak dapat lagi menikmati kejernihan air dan kebersihan sungai seoerti dulu lagi.

Tentu inj menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintan daerah, dalam hal ini dinas teknis ya g menangani soal sungai. Mungkin juga dibaguan tertentu masih termasuk tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cusanggarung.

Masyarajat juga diminta untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Terutama limbah rumah tangga yang mengandung bahan-bahan plastik dengan berbagai jenis. Sebab saat ini musim penghujan mulai turun di wikayah Cieebon dan sekitarnya, sehingga dapat dikhawatirkan memicu banjirnya sungai tersebut.

"Ya, bisa jadi ini tanggungjawab BBWS maupun Pemkab Cirebon. Sebab sungai seharusnya selalu berada dalam keadaan bersih tanpa dikotori sampah limbah maupun ranting-ranting pohin dan kekayuan, agar tidak menghanbar arus air saat hujan lebat datang," kata Tarno warga yang mendambakan Sungai Cipager kemvali bersih seperti dulu. (bam)

Hubungan Bilateral RI-Afrika Selatan Memasuki Momentum Baru


FOKUS BALI - Hubungan bilateral RI-Afrika Selatan memasuki momentum baru dengan telah terselenggaranya pertemuan Konsultasi Bilateral yang pertama hari ini.

Demikian disampaikan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Dr. Desra Percaya saat memimpin delegasi Indonesia pada Konsultasi Bilateral RI-Afrika Selatan antara kementerian luar negeri kedua negara di sela-sela Bali Democracy Forum ke-12 di Bali, Jumat (6/12).
Ketua Delegasi Afrika Selatan, Deputy Director General Asia and Middle East Department of International Relations and Cooperation, Prof. Anil Sooklal menyampaikan bahwa hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari dua dekade sejak 1994 perlu didukung kerja sama lebih konkrit di bidang ekonomi.
Pertemuan membahas kemajuan bilateral RI-Afrika Selatan, termasuk implementasi Plan of Action (PoA) Kerja Sama Bilateral 2017-2021 yang ditandatangani tahun 2017.
Dalam pertemuan itu, pihak Afrika Selatan menyampaikan akan mendukung Indonesia dalam pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Southern African Customs Union (SACU), dan dalam hal ini terbuka untuk menjajaki kemungkinan pembentukan PTA secara bilateral dengan Indonesia apabila perkembangan dengan SACU menemui hambatan, termasuk dengan melakukan identifikasi atas produk-produk yang saling menguntungkan kedua negara.
Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi, utamanya di sektor infrastruktur, manufaktur dan pertanian.
Peningkatan investasi tersebut tidak hanya diarahkan pada inbound investment Afrika Selatan di Indonesia melainkan juga pada peningkatan outbound investment Indonesia di Afrika Selatan.
Pertemuan juga membahas isu-isu regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama kedua negara dan kedua pihak sepakat intensifkan kolaborasi kedua negara dalam kerangka PBB, G20 dan IORA.
Delegasi Afrika Selatan juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia pada Bali Democracy Forum (BDF) sebagai platform yang positif dan menginspirasi bagi pemajuan demokrasi di dunia. (IWO)
Sumber: Kementerian Luar Negeri