Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 Maret 2021

Wakil Bupati Hadiri Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas


FOKUS CIREBON, FC – Kader kesehatan Kabupaten Cirebon ikuti “Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas” yang digelar di Hotel Verse, Jalan Tuparev No. 168 Kedawung, Cirebon pada Senin (15/03/2021).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, SKM, M.Kes.

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih menyinggung soal para kader kesehatan merupakan pekerjaan “sosial” yang bernilai ibadah.

“Di situ (kader kesehatan) banyak nilai ibadah. Karena meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Ayu berharap ilmu yang didapat dari sosialisasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon secara luas.

Menurutnya, dewasa ini pelayanan kesehatan ibu dan anak Kabupaten Cirebon masih menjadi tantangan besar ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. (Nur)

Sabtu, 13 Maret 2021

Pemilihan Ketua Divisi KPI Kompak Mengenakan Seragam Batik, HMJ KPI Gebyarkan Budaya Batik

HMJ KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada sebuah kegiatan mengenakan pakain batik, ayo budayakan !!

FOKUS CIREBON, FC - Panitia pemilihan ketua divisi kompak kenakan baju batik dalam rangka pemilihan ketua divisi Komunikasi dan Penyiaran Islam periode 2021-2022 Sabtu, (13/3/2021).

Dalam rangka memenuhi salah satu program kerja bidang kajian dan keilmuan yaitu Pemilihan Ketua Divisi Serentak. Panitia menyepakati menggunakan pakaian batik sebagai dresscode-nya.

Awalnya, beberapa panitia tidak setuju dengan pengenaan dresscode ini, karena dianggap seperti menghadiri acara hajatan.

Namun salah satu panitia bernama Bintang mengatakan bahwa batik itu warisan budaya, bukan warisan orang hajatan, jika perihal batik masih dianggap hajatan, bagaimana warisan budaya akan berkembang?

Mendengar hal tersebut, panitia pun menyetujui dengan penggunaan pakaian batik sebagai dresscode di acara ini.

Menanggapi hal tersebut salah satu panitia pun ikut menambahkan argumennya “Baju batik yang bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga dapat dijadikan fashion yang tak kalah keren jika kita sandingkan dengan zaman modern pada saat ini. 

"Tentunya kita sebagai generasi muda mempunyai peran utama dalam perkembangan segala warisan budaya nenek moyang kita,” ujar Sherly saat rapat panitia berlangsung.

Usulan tersebut menjadikan pola pikir baru bagi kita semua bahwa batik dapat bersanding dengan kehidupan kita di zaman yang serba modern ini, tanpa menunggu adanya acara tertentu. (Eva)

Jumat, 12 Maret 2021

Penyandang Tuna Netra, Carlan Berhasil Menyelesaikan Jenjang Pendidikan S3 di IAIN SNJ Cirebon



FOKUS CIREBON, FC- Carlan, seorang penyandang tunanetra berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S3-nya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Calon doktor pertama jebolan kampus setempat ini pun telah menjalani sidang terbuka, Jumat (12/3/2021).

Program studi yang diambil Carlan untuk menyelesaikan S3-nya, yakni Pendidikan Agama Islam. Carlan dicecar pertanyaan dan sanggahan atas presentasinya oleh 9 penguji. Di antaranya, Prof Dr H Abdurrachman Mas’ud MA dan Prof Dr H A Aziz Fachrurrozi MA yang bertindak sebagai penguji II.

Sebelumnya, Carlan menjalani sidang tertutup pada Senin (25/3/2021) lalu. Dalam kesempatan itu, Carlan diuji oleh penguji internal, yaitu Prof Dr H Adang Djumhur MAg dan Prof Dr H Jamali, serta diuji oleh penguji eksternal, yaitu Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud MA melalui zoom.

Saat sidang tertutup itu, disaksikan oleh Ketua Sidang, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg dan Sekretaris Sidang, H Didin Nurul Rosidin MA PhD.

Pembimbing utama dalam disertasi yang digarap Carlan yaitu Prof Dr H Cecep Sumarna MAg, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg (Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon) sebagai Pembimbing 1 dan Dr Siti Fatimah MHum sebagai pembimbing 2.

Dia memulai bimbingan sejak semester 1 secara informal. Hasil bimbingan itu dia rekam dalam memori kemudian ditulis ulang oleh orang dekatnya.

Disertasi Carlan mengangkat tema keberagaman dengan judul “Implementasi Model Pendidikan Nilai Multikultural dalam Membentuk Sikap Keberagaman Masyarakat (Studi Kasus di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat). (Nur)

Empat Tenaga Pendidik Di Lingkungan IAIN Cirebon Dilantik Menempati Jabatan JFT



FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali melantik 4 tenaga pendidiknya untuk menempati Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jumat (5/3/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengungkapkan, dilantikn Jabatan KFTya 4 pejabat tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru dalam proses transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Saya ucapkan selamat. Namun amanah ini tentu akan semakin berat dari tugas sebelumnya, karena kita sudah menaiki tangga,” ujarnya Sumanta.

Di sisin lain, lanjut Rektor Sumanta, harus tetap bersyukur karena selama ini telah diberikan kekuatan fisik maupun mental. Serta, dari sisi waktu pun harus bersabar hingga kesempatan ini datang.

“Pengabdian yang panjang ini merupakan usaha kita bersama dan semoga dapat terus melaju sampai ke tahap berikutnya,” katanya.

Dia berpesan, kepada para pejabat yang dilantik tersebut agar dapat melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab sebagaimana yang telah diucapkan saat pelantikan.

“Tanggung jawab tersebut untuk melayani kepada mahasiswa dan memberikan pembelajaran atau transfer of knowlage kepada peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Sumanta, mereka pun harus dapat melayani mahasiswa secara administrasi. Sehingga, proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bisa melahirkan generasi baru penerus bangsa ini.

“Pendidik itu harus berorientasi pada yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, yang tidak baik menjadi baik, yang belum unggul menjadi unggul. Itulah tugas kita yang tentunya harus dilaksanakan sesuai regulasi yang ada,” tandasnya. (Nur)

Kamis, 11 Maret 2021

"Smart Campus” Ikut Mendorong Percepatan Transformasi Kelembagaan IAIN Cirebon Menjadi Kampus Siber


FOKUS CIREBON, FC- Proses transformasi kelembagaan Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia memang membutuhkan banyak hal perubahan yang harus dilakukan pihak kampus. 


Berbeda dengan IAIN Cirebon, kampus yang berada di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon ini sudah sejak tahun 2015 lalu memersiapkan diri melakukan berbagai pembenahan. Hal itu ditandai dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mutu akademik melalui program “Smart Campus”.

Perubahan juga diikuti secara berkelanjutan pada aspek  manajemen, program doktoral, lektor, fasilitas belajar, mutu akademik, guru besar, peningkatan akreditasi, juga penyediaan lokasi yang akan dibangun sejumlah prodi dan fakultas untuk pengembangan kampus.

Hal ini dinyatakan Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg seputar keberadaan “Smart Campus” yang sudah berjalan sejak tahun 2015. Bahkan, saat ini proses pembelajaran di Prodi Bahasa dan Sastra Arab fakultas tersebut telah diperkuat dengan penggunaan aplikasi e-Learning Managemen System (LMS) yang sudah berjalan 1 tahun, tepatnya sejak tahun 2020.

Menurut Hajam, pembuatan aplikasi LMS ini tidak dapat meninggalkan jejak awal yang merupakan rintisan Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd yang telah menyadari penggunaan teknologi dalam peningkatan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.

Namun, lanjut dia, secara kebetulan pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan secara daring. Sehingga, aplikasi LMS ini sangat tepat untuk menyiasati proses perkuliahan di masa tersebut.

Hajam memaparkan, ada sejumlah tahapan yang dibangun melalui proses peningkatan mutu yang berkelanjutan. Proses tersebut diawali dengan visitasi ISO. Pada konteks ini, Tim Asesor ISO merekomendasikan adanya suatu aplikasi yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan.

Diungkapkan, rekomendasi tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh kampus dengan meluncurkan LMS yang dikoordinasikan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu seperti gayung bersambut, LMS pun berjalan dengan dinahkodai oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA). 

“LMS sudah berjalan baik di BSA, baik itu untuk perkuliahan maupun info-info lainnya. LMS juga sangat mendukung dengan bertepatannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia dan ini pertama di Indonesia. Apalagi SDM yang kami miliki, baik tenaga IT maupun SDM sudah sangat mumpuni, sehingga program Smart Campus sudah sangat siap termasuk menjadi kampus islam siber,” terang Hajam.

Kendati demikian, kata Hajam, masih ada sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan untuk peningkatan pelayanan. Seperti terkendalanya server yang masih satu pintu. 

Pasalnya, ungkap dia, idealnya setiap fakultas harus suah memiliki server masing-masing, sehingga program LMS dapat berjalan dengan lebih baik. 

“Saat ini server yang ada di PTIPD merupakan sarana lama yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2011 sehingga perlu dilakukan peremajaan. Bisa kita bayangkan, server pengadaan tahun 2011 harus digunakan secara berkelanjutan untuk menopang semua kebutuhan lembaga, ditambah dengan perubahan status kelembagaan IAIN Cirebon menjadi kampus islam siber, tentu ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” paparnya.

Hajam menegaskan, persoalan ini penting untuk segera dicarikan jalan keluar oleh lembaga. Pasalnya, jika melihat SDM dan tenaga IT yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati tidak ada persoalan, semuanya sudah sangat baik dan mumpuni. Bahkan, yang dapat menerapkan LMS ini pun adalah prodi yang harus terakreditasi A.

Selanjutnya, papar dia, kendala lainnya adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan serta pembinaan kepada mahasiswa. Bahkan, kata Hajam, juga kepada tenaga pengelola di masing-masing jurusan.

“Pada perkembangan berikutnya, kita inginkan kampus siber yang saat ini menjadi pilot project-nya adalah Prodi PAI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Ke depan dengan tenaga IT dan SDM yang kita miliki bisa merata ke semua fakultas dan prodi-prodi yang ada di Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia,” tandasnya. (din)