Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Mei 2023

Desa Sempiran Dinobatkan Juara 1 Sepak Bola Mini Antar Desa

FOKUS CIREBON, FC - Pencarian bakat di cabang olah raga sepak bola menjadi trand tersendiri. Apalagi di usia pemain anak anak, tentu potensi dan bakat di cabang olah raga ini sangat berkonstri besar terhadap keberlangsungan persepak.bolaan di Indonesia. Hal ini yang dilakukan oleh para panitia melalui kegiatan yang dikemas manis melalui 'Talun Nganeni'.

Pertandingan yang melibatkan sejumlah desa ini, di antaranya Desa Kecomberan, Desa Keompongan, Desa Cempaka, Desa Wanasaba Kidul, Desa Wanasaba Lor, Desa Kerandon, Desa Sarwadadi, Desa Sampiran, Desa Kubang, Desa Cirebon Girang dan Desa Ciperna.

Sebelas desa ini kemudian bertanding secara Play Fair dan satu sama lain saling ingin memasukan bola.ke dalam gawang lawan. 

Memang ada kelucuan di usia pemain 12 tahun, selain mereka masih anak-anak, para pemain sepakbola juga bak pemain profesional dengan gayanya masing-masing. 

Dalam kegiatan ini panitia mengualrkan sejumlah persyaratan bagi desa yang akan mengikutsertakan tim sepak bolanya, syarat-syarat-syarat tersebut di antaranya  pertama peserta didik SD/MI maksimal.kelas 6 (di bawah usia 12 tahun), atau kelahiran sesudah 01 Januari 2011.

Kedua, satu tim terdiri dari 14 pemain yang sudah terdaftar dan Ketiga mengisi formulir pendaftaran pada link yang tertera di bawah dan mengapload dokumen seperti surat keterangan domisili, fotocopy akte kelahiran dan fotokopi kartu keluarga (KK).

Yoni, Ketua RW setempat menyampaikan, bahwa tim sepak bola mini dari Desa Sampiran mampu menjadi Juara satu pada laga bergensi ini. 

Terbitnya juara satu tersebut, setelah tim sepakbola satu sama lain saling bekerjasama dalam berbagi bola di lapangan dan akhirnya mampu membobol gawang lawan. 

"Ini adalah bakat anak anak yang harus terus diasah melalui cabang olah raga. Dengan lomba-lomba yang digelar oleh panitia tentu akan berkonstribusi besar terhadap potensi atau skill yang dimiliki para peserta, jadi lomba seperti ini harus terus digelar agar potensi juga ikut dikembangkan," ujar Yoni.

Yoni juga berharap, kemampuan anak-anak dalam cabang olah raga ini harus juga menjadi perhatian bersama, termasuk dari pemerintah setempat, agar potensi atau skill mereka tetap mendapat perhatian.

"Kami atas nama masyarakat sangat bangga dengan permainan anak anak kami dan mereka sangat antusias dengan sepak bola ini. Semoga pertandingan yang sama kembali digelar sebagai bentuk perhatian mereka dan skill mereka selalu tetap terasah," tandasnya. (din)

2100 Peserta Ikuti SSE UM-PTKIN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini menyelenggarakan kegiatan Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE)  ujian masuk UM-PTKIN. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan selama kurun waktu 7 hari, Senin, (29/5/2023).

Pada kegiatan SSE UMPTKIN ini, ada 4 harapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag. Pertama pada pelaksanaan ujian ini diharapkan dapat berjalan tertib sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sudah digariskan.

Kedua, kita memperoleh hasil yang baik terkait calon mahasiswa yang nanti akan diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan  Ketiga bagian dari penjaringan mahasiswa baru yang memiliki kualitas dan kompetensi yang diharapkan juga bisa menunjang peningkatan mutu akademik, khususnya di kalangan mahasiswa. 

Kemudian yang Ke empat Ujian UM-PTKIN ini diselenggarakan secara bersama seluruh PTKIN di Indonesia dan sistem penyeleksiannya dilakukan secara nasional, sehingga rekruitmen mahasiswa baru ini terjamin dari sisi objektifitas dan ke kejujuran akademika setelah nanti mereka diterima di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara hal teknis, disampaikan langsung oleh Koordinator SSE Panlok IAIN Syekh Nurjati, Dr H Darwan M.Kom, bahwa untuk SSE 2023 di IAIN Cirebon diselenggarakan selama 7 hari dengan total mahasiswa sebanyak 2100 orang. 

Pada setia harinya, kata Darwan, ada tiga sesi, di mana satu sesi ada 5 ruang dan 1 ruangnya 20 peserta. "Jadi selama satu sesi kita 100 peserta dengan total sehari 300 peserta," terangnya.

Keterangan yang sama disampaikan Wakil Rektor I, Prof Dr H Jamali, M.Ag, bahwa Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN atau ujian mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dilakukan mulai hari ini yakni melakukan ujian Computer Base Test (CBT) yang dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan ujian.

"Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dimulai pada hari ini selama satu Minggu sekalipun ada jeda waktu libur dan pelaksanaannya dilakukan di ruang komputer yang disediakan panitia, di mana kegiatan dilakukan persesi dan setiap sesi diberi waktu sekitar 1, 5 jam. Maka di sini peserta harus on time, dan jika ada yang terlambat tetap diberikan untuk tetap bisa ujian tetapi tidak diberikan penambahan waktu," ujarnya.

Ini semua, tegas Prof Jamali, demi ketertiban dan ini aturannya dari pusat. Daerah-daerah atau perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan atau menyelenggarakan ujian ini semuanya diatur dengan regulasi pusat dan tidak boleh melakukan inovasi-inovasi dalam melakukan kegiatan ujian ini.

Prof Jamali juga menyampaikan, bahwa semua regulasi berjalan baik, mulai dari pendaftaran, penerimaan hingga sampai kepada ketentuan yang berhak mengikuti UM PTKIN.

"Jadi semua sudah diatur pada regulasi yang  dibuat oleh tim pusat. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengimbau kepada para peserta ujian ini agar tidak terlambat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang telah tersedia sehingga kegiatan ini berjalan lancar, dan berharap pada proses ujian ini berjalan baik dan menghasilkan hasil yang baik pula," ungkapnya. (din)

Minggu, 28 Mei 2023

Dukung Bisnis di Era Digital, PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon Gelar Seminar Kewirausahaan

CIREBON, FC - PKPT IPNU-IPPNU IAIN Cirebon menggelar seminar kewirausahaan sebagai bentuk dukungan bisnis di era digital. Seminar tersebut bertema "Bisnis Milenial di Era Digital" yang dilamsanakan di Masjid Miftahul Karim pada Minggu, 28 Mei 2023.

Ketua pelaksana dari kegiatan ini ialah Rekan Rizki Saputro. Ia menuturkan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini ialah untuk memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan .

Tujuannya agar mahasiswa dapat mengetahui ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dalam kehidupan. "I hope that you can apply the knowledge of entrepreneurship in life yang artinya saya berharap kepada kalian agar dapat menerapkan ilmu tentang kewirausahaan dalam kehidupan," ujarnya.

KH. Agung Fadhil, M.Ag, pemateri pada seminar ini berpesan bahwa menjadi pengusaha itu sangat mudah. Menurutnya, menjadi pengusaha itu mudah, tidak ada syarat yang rumit. Tidak harus pintar berbahasa arab, tidak harus pintar berbahasa inggris.

Hal yang sama diungkapkan Anwar, dari PC IPNU Kota Cirebon, bahwa kita harus menciptakan peluang usaha karena seperti yang dikatakan Buya Hamka bahwa orang yang takut gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah.

Sedangkan menurut Ketua PKPT IPNU IAIN Cirebon, Shidiq, berharap bahwa sebagai mahasiswa harus belajar banyak mengenai kewirausahaan.

"Semoga kita semua dapat belajar banyak terkait kewirausahaan yang mana semoga menjadi bekal untuk menjadi jiwa-jiwa pengusaha muda. Sebagai mahasiswa kita perlu belajar kewirausahaan agar kelak ketika lulus dapat merintis, tidak melulu mencari pekerjaan tapi kita dapat menciptakan pekerjaan sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dihadiri oleh rekan dan rekanita PKPT IAIN Cirebon dan Masyarakat Umum. (Khansa Salsabila/kontributor)

Kamis, 25 Mei 2023

UM-PTKIN 2023 Berlangsung Mulai 29 Mei di 59 Lokasi

 


FOKUS CIREBON, FC - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2023 segera digelar. Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Imam Taufiq mengatakan UM-PTKIN akan berlangsung di 59 titik lokasi ujian yang telah disiapkan panitia.

UM-PTKIN 2023 digelar secara online-onsite antara 29 Mei hingga 8 Juni 2023. Para peserta akan menggunakan aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Dengan SSE, ujian akan menggunakan komputer (PC/Laptop) yang disediakan panitia di ruang-ruang lokasi ujian.

Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo, mengimbau para peserta untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal yang tertera dalam kartu ujian UM-PTKIN

“Kami mengimbau para peserta UM-PTKIN datang tepat waktu, sesuai jadwal yang tertera pada kartu ujian dan membaca tata tertib dengan cermat, dan membawa dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan,” ujar Imam Taufiq di Semarang, Kamis (25/5/2023).

Menurutnya, panitia nasional dan lokal telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut para peserta. Panitia juga telah melakukan uji coba perangkat teknologi informasi yang akan digunakan selama ujian berlangsung.

“Persiapan telah dilakukan dengan matang, semua perangkat ujian telah kami lakukan uji coba pada 23-24 Mei kemarin,” ujar Imam.

Panitia, lanjut Imam, juga telah menyiapkan fasilitas ujian untuk para peserta difabel. "Kami siap melayani para peserta difabel, petugas khusus telah disiapkan di masing-masing panlok. PTKIN harus menjadi tempat yang ramah kepada mereka yang berkebutuhan khusus," tutup Imam yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang.

Berikut daftar 59 lokasi UM-PTKIN 2023:

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

4. UIN Alauddin Makassar

5. UIN Sunan Ampel Surabaya

6. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

7. UIN Raden Intan Lampung

8. UIN Sumatera Utara Medan

9. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

10. UIN Raden Mas Said Surakarta

11. UIN Raden Fatah Palembang

12. UIN Walisongo Semarang

13. UIN Mataram

14. UIN Ar-Raniry Banda Aceh

15. UIN Sultan Syarif Kasim Riau

16. UIN KH.Achmad Siddiq ( KHAS ) Jember

17. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

18. UIN Imam Bonjol Padang

19. IAIN Syekh Nurjati Cirebon

20. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

21. UIN Salatiga

22. UIN Antasari Banjarmasin

23. IAIN Kediri

24. IAIN Kudus

25. UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

26. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

27. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

28. IAIN Madura

29. IAIN Pontianak

30. UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi

31. IAIN Ponorogo

32. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

33. IAIN Kendari

34. IAIN Bone

35. IAIN Palopo

36. IAIN Parepare

37. UIN Datokarama Palu

38. UIN Syahada Padangsidimpuan

39. UIN Mahmud Yunus Batusangkar

40. IAIN Metro Lampung

41. IAIN Langsa

42. IAIN Malikussaleh Lhokseumawe

43. IAIN Sultan Amai Gorontalo

44. IAIN Curup

45. IAIN Palangka Raya

46. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

47. Universitas Singaperbangsa Karawang

48. IAIN Ternate

49. IAIN Manado

50. IAIN Kerinci

51. STAIN Bengkalis

52. IAIN Ambon

53. STAIN Majene

54. STAIN Mandailing Natal

55. STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

56. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

57. IAIN Takengon

58. IAIN Sorong

59. IAIN Fattahul Muluk Papua


Sebanyak 773 Wisudawan Ikuti Prosesi Wisuda Gelombang Dua


Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor KE XXVI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, gelombang ke dua, 25 Mei 2023, berjalan khidmat.



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXVI gelombang dua, di salah satu hotel di Cirebon, Kamis, (25/5/2023).

Pada wisuda tersebut, ada sebanyak 773 wisudawan mengikuti prosesi wisuda  yang mengusung tema ‘Membangun Generasi Digital Menyongsong Cyber Islamic University’.

Sebelumnya, pada gelombang pertama prosesi wisuda digelar pada Rabu, 24 Mei 2023 dengan jumlah 758 wisudawan yang terdiri dari 220 wisudawan dari Fakultas Syariah, 249 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 207  wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Pascasarjana S2 sebanyak 69 wisudawan serta S3 sebanyak 13 wisudawan.

Sedangkan pada gelombang kedua digelar pada Kamis, 25 Mei 2023 diikuti sebanyak 773 wisudawan yang terdiri dari 599 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan 174 wisudawan dari Fakultas Ushuludin dan Adab.

Rektor IAIN Cirebon, Prof H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, kampus setempat saat ini sedang berproses untuk transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU).

Menurut Prof Aan, tentu ini tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua.

“Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespons kebutuhan di lapangan,” kata Prof Aan dalam pidatonya.

Dijelaskan, transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

“IAIN Cirebon memiliki kekuatan sebagai perguruan tinggi yang diberikan kepercayaan oleh Kementerian Agama RI untuk bertransformasi menjadi CIU dalam pembelajaran online secara penuh dengan menghadirkan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam tahun 2021,”  ujarnya.

Prof Aan juga memaparkan bahwa jumlah mahasiswa PJJ PAI IAIN Cirebon pada tahun 2021 dan 2022 lalu mencapai 2200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. “Seluruh mahasiswa diberikan beasiswa selama menempuh studi melalui program LPDP,” katanya.

Sedangkan di tahun 2023 ini, program PJJ Non-PAI akan dibuka 7 program studi yang telah diusulkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk memberikan akses luas kepada seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah terpencil, terluar, dan terdalam.

“Program unggulan ini telah memposisikan IAIN Cirebon sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring,” tuturnya.

Kata Prof Aan, Pendidikan Jarak Jauh ini akan dikembangkan pula pada beragam bidang ilmu dari program studi yang menyelenggarakan pembelajaran offline dengan akreditasi unggul, baik jenjang pendidikan sarjana, magister, sampai doktor untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi industri global saat ini.

“CIU merupakan universitas dengan program kuliah yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan mengusung prinsip keterbukaan untuk pendidikan bagi semua orang di seluruh Indonesia dan luar negeri,” paparnya.

Lulusan program ini, menurut Prof Aan, memiliki prospek kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi digital dan memiliki keterampilan mumpuni untuk menjadi seorang profesional dalam bidang ilmunya. Hal ini tentu tak lepas dari sarana-prasarana dan proses pembelajaran yang didukung dengan teknologi yang canggih.

Aan memaparkan, sekarang ini  fenomena yang ada menunjukkan evolusi akademik dan pendidikan tinggi pada universitas generasi ke-4, yaitu universitas online dan digital.

Kata Prof Aan, hal ini sebagian besar disebabkan pandemi Covid-19 yang meluncurkan revolusi digital di bidang akademik dan pendidikan tinggi.

“Permintaan pendidikan tinggi dalam skala global telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dan negara di seluruh dunia akibat penurunan ekonomi dan kebangkitan pendidikan digital,” jelasnya.

Ditegaskan Prof Aan, Pergolakan digital saat ini di sektor pendidikan dimotivasi oleh kenaikan biaya, peningkatan daya saing, dan peningkatan harapan, sehingga organisasi perlu mempersiapkan masa depan dengan menggunakan teknologi dan data baru untuk mengubah proses dan memodernisasi sistem.

Kebutuhan mahasiswa yang sekarang ini hidup dengan budaya digital menjadi paling penting sehingga melahirkan universitas siber. Istilah “dunia maya” dapat didefinisikan sebagai “ruang informasi jaringan, tetapi yang, dari bagian dalam komputer ke layar, mencapai kita dalam bentuk bahasa-bahasa yang dikenal, lisan, maya, bunyi dan segala campurannya.

“Jadi dunia maya hanyalah cara metaforis untuk menamai internet, jaringan dari jaringan,” katanya.


IAIN Cirebon dengan platform CIU adalah universitas sebagai tempat dunia maya. Universitas sebagai ekspresi identitasnya yang melibatkan aktor manusia dan non manusia menunjuk tempat di dunia maya.

Hubungan antara dosen dan mahasiswa akan dimediasi oleh perangkat teknologi, hanya mungkin terjadi interaksi antara aktor manusia dan non-manusia.

Faktanya, tanpa sinyal internet, tanpa berfungsinya semua perangkat elektronik yang diperlukan untuk membangun hubungan antara manusia, kelas, kuliah, dan lainnya, tidak akan terjadi.

Pembentukan jaringan aktor manusia dan non-manusia ini akan menghasilkan universitas dunia maya. Universitas siber seperti konsep “cyberplace” atau “tempat” diskusi dan apropriasi pengetahuan, konsep penelitian dan pengembangan ide ini, ketika ditransfer secara keseluruhan ke dunia maya, memunculkan refleksi tentang pentingnya fisik universitas.

Sementara istilah cyber university dapat dijelaskan dengan konsep network society yang mengilustrasikan peran universitas dalam proses konstruksi dan penyebaran pengetahuan. Perguruan tinggi sebagai agen utama diseminasi inovasi sosial karena suatu generasi demi generasi muda melalui tahapan ini dengan mengetahui cara-cara baru untuk berpikir, administrasi, bertindak dan komunikasi, dan membiasakan diri dengan mereka. Adanya perubahan dalam cara membangun dan mengelola pengetahuan universitas selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa inovasi pendidikan diadaptasi melalui universitas.

Model pendidikan yang efisien selalu berkaitan dengan visi masyarakat yang bentuknya berupa universitas sebagai tempat virtual. Dunia maya memperluas kemungkinan hubungan antara semua yang terlibat, baik aktor manusia maupun non-manusia.

Dalam masyarakat berjejaring, beberapa proses di tingkat global berlangsung dalam jaringan seperti komunikasi, ekonomi, hubungan sosial dan, tentu saja, pendidikan. Konsep masyarakat jaringan menempatkan model pendidikan jaringan sebagai prioritas, sehingga konsep pendidikan jaringan (network education) sebagai proses sosialisasi dan pengembangan otonomi yang bertujuan untuk integrasi sosial dan melibatkan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Oleh karena itu, universitas siber terlibat dalam jaringan ini dan berdasarkan proses pengunggahan yang mendalam, universitas pasti ditempatkan di ruang virtual sebagai salah satu roda gigi jaringan pendidikan ini.

Dalam perencanaan universitas siber di IAIN Cirebon dibutuhkan perhatian khusus pada kebutuhan pasar untuk membuat keputusan tentang dukungan atas program akademik dan program apa saja yang akan kehilangan sumber daya, termasuk analisis keberhasilan universitas siber yang terkait dengan indeks kepuasan bidang akademik dalam bentuk kesuksesan individu pada mahasiswa dan kesejajaran universitas dengan tempat kerja dan kebutuhan mahasiswa untuk memimpin studi mereka sendiri dalam mencapai kesuksesan akademik.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, universitas siber harus mempertimbangkan desain antarmuka seluler untuk kenyamanan mahasiswa dalam kegiatan akademik, memiliki perpustakaan akademik yang secara global dapat memenuhi kebutuhan pendidikan akademik dan pembelajaran berkelanjutan, dan bahkan memiliki alur pembelajaran bagi pembelajar untuk kesuksesan diri di universitas.

Sistem perkuliahan pada universitas mengalami transformasi dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19 yang menekankan pentingnya teknologi digital dalam perkuliahan, seperti belajar dari rumah melalui media dengan pemanfaatan teknologi digital.

Percepatan transformasi digital menyebabkan perubahan pada banyak aspek kehidupan termasuk cara mengajar dan belajar di kampus akibat pandemi.

Pada universitas siber, pembelajaran membutuhkan improvisasi untuk meningkatkan media yang digunakan dalam penyampaian materi perkuliahan melalui pembuatan video online, modul online, dan media lainnya.

Pada universitas siber, indikator kelangsungan akademik mahasiswa antara lain adanya ruang belajar offline, lokasi fasilitas pendukung studi, dan tingkat dukungan universitas pada program, seperti kursus online yang diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa, blended learning yang dikenal dengan cross dan mixed-mode learning yang menggabungkan metode pedagogis online dan tatap muka, dan setiap mahasiswa memiliki afiliasi pribadi dengan anggota lain dari universitas siber dengan parameter integrasi akademik untuk pengembangan kompetensi, sehingga ketidakjujuran akademik harus dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas pendidikan.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, universitas siber dapat mempersiapkan desain instruksional yang memudahkan mahasiswa dalam memahami pembelajaran seperti video tutorial-kuliah, menyusun model untuk evaluasi metrik bagi mahasiswa, dosen, lembaga, dan jenis pendidikannya yang berfokus pada pembuatan layanan dunia maya untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya dan proses produksi yang akurat untuk mencapai kualitas produk yang dibutuhkan.

Visi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul untuk Semua Tahun 2030 memiliki makna pemenuhan akses yang luas bagi seluruh masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi pada program pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang ditandai juga dengan masifnya budaya digital bagi keseluruhan aktivitas akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun 2030, CIU ini diharapkan memiliki kontribusi yang nyata secara nasional dan internasional yang ditunjukkan dengan pendidikan bermutu dan keunggulan kompetensi lulusan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan 17 SDGs (Sustainable Development Goals) atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) sampai tahun 2030.

Dalam pencapaian visi ini, nilai-nilai yang terkandung pada istilah “SIBER” adalah S = Sustainability (Keberlanjutan), I = Innovative (Inovasi Digital), B = Be Sincere (Menjadi Ikhlas Beramal), E = Environmental harmony (Keharmonisan Lingkungan), dan R = Resilience (Ketangguhan).

Nilai-nilai siber ini jika dimaknai menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Cirebon secara berkelanjutan bertujuan membentuk profil lulusan dengan kompetensi digital yang inovatif sesuai bidang keilmuan, memiliki keikhlasan beramal dalam kebekerjaan, adaptif dan responsif dalam mewujudkan lingkungan sekitar secara harmonis, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.


Untuk mencapai visi tersebut, strategi IAIN Cirebon adalah melakukan inovasi dalam pendidikan futuristik dengan memperkuat kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui pengembangan model-model pendidikan dengan platform digital, pengembangan manajemen mutu akademik pada jenis pendidikan akademik, profesi, dan vokasi yang memberikan layanan luas pada seluruh masyarakat, membangun platform akademik berbasis Artificial Intelligence dan Big Data melalui Gedung Siber dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan integrasi keilmuan yang mengembangkan ilmu-ilmu keislaman pada seluruh rumpun ilmu pada kurikulum dan moderasi beragama untuk menghadirkan keberagaman dan persatuan pada semua kalangan, menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja, dan meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha untuk pengembangan kewirausahaan akademik, inovasi, dan terwujudnya budaya digital bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian yang mendukung pendidikan inklusif bagi semua orang.

“Kami atas nama pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan terimakasih yang tuus dan mendalam atas kepercayaan Bapak/Ibu selaku orang tua mahasiswa yang telah mempercayai institusi sebagai tempat pendidikan dari para mahasiswa,” tandas Prof Aan. (din/Adv)