Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Juni 2023

PJ Bupati Brebes Apresiasi KPMD Mengabdi 2023

 

WLAHAR, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui implementasi Trilogi perguruan tinggi, mendapat apresiasi dari Pemkab Brebes, setelah KPMDB Wilayah Cirebon Periode 2022-2023 meluncurkan program kerja KOMDB Mengabdi 2023. Pogram kerja ini sebagai bentuk nyata kecintaan KPMDB terhadap daerahnya.

Acara KPMDB Wilayah Cirebon Mengabdi 2023 ini mengangkat tema "KPMDB Membangun Desa Menuju Brebes yang Unggul".

Pj Bupati Brebes Urip Sihabpudin, SH, MH mengatakan bahwa "Acara KPMDB Wilayah Cirebon Mengabdi 2023 ini merupakan bentuk komitmen dan sinergi antara pemerintah kabupaten brebes dengan KPMDB Wilayah Cirebon untuk membangun brebes yang unggul".

Pj bupati juga menyoroti infrastruktur dan perairan di Kabupaten Brebes dan mengapresiasi trobosan teman-teman KPMDB Wilayah Cirebon untuk berani mengambil langkah untuk menjadikan wlahar sebagai tempat acara.

"KPMDB lahir dari rasa peduli dan kecintaan terhadap kabupatennya dan KPMDB hadir untuk mengingatkan akan tanah kelahirannya," ucap Nabil Abdulloh selaku Ketua Umum KPMDB Wilayah Cirebon Periode 2022-2023.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Hj. Caridah, M.Pd dalam sambutannya berpesan, bahwa KPMDB tidak hanya membangun suprastruktur tapi juga harus membantu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan gerakan brebes kembali bersekolah. (Red/Pit)

Syarif Maulana Menggantikan Heriyanto Sebagai PAW Anggota DPRD Kota Cirebon

CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah atau janji pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD sisa masa jabatan 2019-2024, Kamis (15/6/2023), di Griya Sawala gedung DPRD.

Disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana, rapat paripurna ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi DPD PAN Kota Cirebon dan DPP PAN. Khususnya soal permohonan PAW anggota DPRD atas nama saudara Heriyanto yang digantikan Syarif Maulana.

Adapun alasan munculnya permohonan tersebut karena almarhum Heriyanto wafat pada 28 Februari 2023. Berkenaan dengan hal ini, kata Ruri, Syarif Maulana menggantikan Heriyanto sebagai PAW anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi PAN.

“Pada tanggal 21 Maret 2023, Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan Surat Nomor PAN/A/KU-SJ/042/III/2023 perihal Persetujuan PAW Anggota DPRD Kota Cirebon atas nama Heriyanto digantikan oleh Syarif Maulana karena meninggal dunia,” kata Ruri saat memimpin jalannya rapat paripurna.

Ketetapan ini, lanjut Ruri, sudah disetujui gubernur Jawa Barat yang tertuang dalam surat Nomor 4075/KPG.19.01/Pemotda. Dengan demikian, sebagai PAW maka Syarif Maulana harus mengucapkan sumpah atau janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna.

Ruri menjelaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 146 Ayat (1) pada Peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2021 tentang Tata Tertib DPRD, Syarif Maulana berhak masuk dalam komposisi alat kelengkapan anggota DPRD yang digantikannya.

“Guna memenuhi ketentuan ayat (1) Pimpinan DPRD akan menetapkan Keputusan DPRD tentang perubahan alat kelengkapan dan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon tentang Susunan Fraksi Partai Amanat Nasional,” ujar Ruri.

Tidak lupa, Ruri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada almarhum Heriyanto yang sudah mengabdikan diri menjadi anggota DPRD. Sehingga bisa memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas peran, jasa dan pengabdiannya sebagai anggota DPRD Kota Cirebon mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah, mendapatkan balasan dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” ungkap Ruri.

Sementara saat pengucapan sumpah atau janji berlangsung, Syarif Maulana berkomitmen bakal mengemban tanggung jawab sebaik-baiknya. Ia pun akan bersikap adil dan menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Syarif juga bersumpah akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakili, serta bekerja dengan sungguh-sungguh demi demi tegaknya kehidupan demokrasi di Kota Cirebon. Tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok manapun.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota DPRD Kota Cirebon dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Sesuai perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945,” ujar Syarif. (Hafid)

Humas Garda Terdepan PTKI Dalam Memenangkan Kompetisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Secara Nasional

BANDUNG, FC Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menggelar pertemuan disela-sela kegiatan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Ke-II PTKI Se-Indonesia di Bandung. 

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber seperti Zaenal Muttaqin (Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta), Muhammad Mahyudin (Dewan Kehormatan Forum Humas PTKI/UIN Yogyakarta), Nanang Syaikhu (Jurnalis senior & praktisi Humas), dan Feni Arifiani (Koordinator Akademik UIN Jakarta). 

Diskusi dipandu fungsional Humas UIN Salatiga Zidnie Ilman Elfikri, bertempat di Uni Club Harun Nasution UIN Jakarta. Kamis, (15/06/23)

Adapun hasil diskusi adalah Unit Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam harus terus diperkuat dalam mendiseminasikan keunggulan kajian keilmuan yang ditawarkan perguruan tinggi Islam di Indonesia. 

Di saat yang sama, unit humas juga perlu meningkatkan adaptabilitas atas perkembangan media informasi kehumasan.

Dalam paparannya, Zaenal mengungkapkan, tantangan perguruan tinggi berbasis keagamaan Islam kini adalah memenangkan kompetisi ketat perguruan tinggi secara nasional. 

Searah perkembangan pendidikan tinggi, perguruan tinggi umum maupun keagamaan berkompetisi ketat menjadi pilihan utama pendidikan generasi muda.

 “Dalam konteks kompetisi ini, PTKI harus memenangkan kompetisi, dimana ketika generasi muda memilih tempat studi, maka PTKI harus berada di nomor urut pertama pilihan mereka”, tuturnya.

Kompetisi ini perlu dimenangkan perguruan tinggi searah transformasi banyak perguruan tinggi keagamaan Islam menjadi universitas dari sebelumnya institut atau sekolah tinggi. 

Melalui transformasi ini, perguruan tinggi Islam turut menawarkan fakultas dan program studi umum berbasis integrasi Islam-Ilmu pengetahuan seperti Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Farmasi, Prodi Pendidikan Dokter, Prodi Hubungan Internasional dan lainnya.

Dalam memenangkan kompetisi tersebut, unit Humas dituntut mampu mengemas diseminasi informasi tentang keunggulan perguruan tinggi keagamaan Islam. 

“Intinya, disampaikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam bukan hanya menawarkan kajian keislaman, melainkan juga keilmuan berbasis keunggulan integrasi ilmu,” jelasnya.

Sebagai elemen dasar memenangkan kompetisi, sambungnya, unit Humas sendiri wajib meng-upgrade pengetahuan, wawasan, dan skill teknis. 

“Di antaranya, perlu adaptif dengan perkembangan media informasi yang terus berkembang,” imbuhnya.

Sejalan dengan penguatan unit Humas PTKI, Mahyudin mendorong institusi perguruan tinggi masing-masing untuk mendukung pelaksanaan fungsi unit humas.

 “Keberhasilan Humas menjalankan fungsi perannya tidak lepas dari perhatian dan dukungan pimpinan institusi masing-masing”, terangnya.

Dalam hal ini, sambungnya, unit Humas mesti ditempatkan dalam unit kerja terdepan bukan semata pelengkap. “Perlu kebijakan yang mendukung penuh pelaksanaan fungsi dan peran kehumasan”, ucapnya.

Selain itu, sumber daya humas sendiri perlu terus meng-upgrade kemampuan komunikasi, inovasi saluran komunikasi, termasuk kemampuan mencitrakan humas sebagai unit terdepan. 

“Misalnya, dari cara berpakaian dan bersikap juga perlu diperhatikan agar trust publik juga tercipta,” tambahnya.

Nanang menambahkan, seorang fungsional humas harus terus meningkatkan kesadaran menginformasikan sebagai elemen dasar tugas kehumasan. Di saat yang sama, sumber daya humas juga dituntut mampu mengemas informasi agar menarik ketertarikan publik.

Searah perkembangan media komunikasi, Nanang berharap tenaga kehumasan perguruan tinggi keagamaan Islam bersikap adaptif terhadap perubahan media komunikasi. 

“Jika dulu media cetak, lalu web, ke depan unit Humas harus adaptif dengan perkembangan sosial media”, paparnya.

Feni menambahkan, fungsi dan peran kehumasan perguruan tinggi keagamaan Islam tidak bisa seratus persen dibebankan kepada unit Humas semata. 

“Semua harus sadar bahwa marketing perguruan tinggi keagamaan Islam adalah seluruh sivitas akademikanya, baik pimpinan maupun bawahan”, terangnya.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam menyepakati perlunya sinergi lebih erat unit humas perguruan tinggi keagamaan Islam. Sharing session tentang praktik, penguatan peran, dan penyelesaian bersama berbagai problematika kehumasan menjadi beberapa ide yang diharapkan bisa terus terus jadi perhatian bersama seluruh fungsional humas. (din)

Rabu, 14 Juni 2023

OASE Menjadi Ajang Meningkatkan Kreatifitas Mahasiswa Bukan Hanya Dibidang Ilmu Agama Tetapi Juga Bidang Sains dan Teknologi




CIREBON, FC - Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) II yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dibuka langsung oleh Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) didampingi Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si (Wakil Menag RI), Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ), Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), Drs. H. Benyamin Davnie (Bupati Tangerang Selatan). Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta OASE yang masuk Bapak Final yang berasal dari PTKI Se-Indonesia beserta Pimpinan PTKI, Tim Offisial, dan Humas termasuk perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Rabu (14/06/2023)

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag (Rektor IAIN Cirebon) didampingi Prof. Dr. Hajam, M. Ag (Warek III), Official dan Humas mengawal Kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Beliau menyampakan kegiatan OASE PTKI Se-Indonesia yang diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi akademik dan bakat para mahasiswa sehingga mereka memiliki keahlian baik dalam ilmu-ilmu agama maupun sains dan teknologi.  

OASE ini menjadi bukti bahwa para mahasiswa di PTKI memiliki potensi besar dalam turut serta menghadirkan ilmu-ilmu agama, sains dan teknologi yang lebih memiliki kontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat.

Menurut menteri agama dimana ajang OASE PTKI Se-Indonesia bukan hanya menghadirkan prestasi akademik bagi mahasiswa tentunya ini menjadi penting karena ada suatu proses yang harus dilalui ketika seseorang atau mahasiswa ingin berprestasi, jangan menjadi hebat dulu baru memulai tapi mulai lebih dulu berproses kemudian menjadi hebat.

Beliau mengharapkan, kegiatan OASE PTKI Se-Indonesia diharapkan semakin memiliki tujuan dan kiprah yang jelas, sehingga mahasiswa memiliki peran penting dalam mengikuti kompitisi oase yang bukan hanya menghadirkan para juara tatapi juga menjadi latihan untuk pengembangan diri untuk kehidupan dimasa yang akan datang.

Beliau juga berharap, pelaksanakan oase sangat diharapkan menampilkan kompetisi-kompetisi yang lebih bernuansa pengembangan ilmu-lilmu agama dalam bidang sains dan teknologi yang berkontribusi dalam pencapaian atau penyelesaian dibidang Sustainable Development Goals (SDGs) oleh karena itu OASE PTKI Se-Indonesia yang mendatang lebih berharap dapat menghasilkan karya-karya akademik, disamping prestasi akademik mahasiswa yang lebih banyak menyelesaikan masalah-masalah sosial keagamaan.

Menag : Ajang OASE Membuktikan Mahasiswa PTKI Tidak Hanya Ahli di Bidang Agama Tapi Juga di Bidang Sains dan Teknologi


JAKARTA, FC - Menteri Agama, Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik digelarnya Olimpiade Agama, Sains, Riset (OASE) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Menag menilai, OASE kedua yang digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi ajang strategis untuk menunjukkan bahwa mahasiswa PTKI tak hanya ahli di bidang keilmuan agama, namun juga bisa menguasai sains atau teknologi. 

Final OASE PTKI II se-Indonesia berlangsung mulai Rabu-Jumat (14-17/6/2023). Lomba dalam olimpiade ini antara lain matematika, kimia, fisika, biologi, literasi dan inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, produk halal dan ketahanan pangan, serta iklim, limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan. 

Lomba lainnya adalah sosial keagamaan, media pembelajaran, desain dan arsitektur Islam, astronomi, debat bahasa Inggris, Arab, dai, qiraatul kutub dan fahmil Qur’an. Rabu (14/6/2023).

Dalam sambutannya Menag menyampaikan bahwa ajang OASE Se-Indonesia dapat menghasilkan sumber daya manusia di bidang akademik saja tapi juga mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan ilmu non agama seperti STEM (science, technology, engineering and math). 

“Penyelenggaraan OASE ini semakin memperkuat bukti bahwa PTKI bukanlah sekadar tempat mencetak sarjana agama saja, melainkan juga tempat mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan sarjana rumpun ilmu non agama seperti STEM" terangnya.

Menag menilai, kegiatan OASE sudah on the right track sebagai ajang pesta prestasi mahasiswa PTKI dalam bidang akademik. Dengan dasar itu, dia meminta kepada segenap jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk terus melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan yang bergengsi ini. Dengan evaluasi yang komprehensif juga akan semakin meningkatkan kualitas OASE di masa mendatang.

Menag juga mendorong agar hasil atau outcome dari penyelenggaraan OASE ini mendapat pengakuan (recognition) dari asosiasi keilmuan terkait, baik yang ada di tingkat nasional maupun di dunia Internasional. Hal ini penting agar kegiatan OASE kedua yang bertajuk.

“Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs” ini tidak hanya bermakna gebyar dan syiar namun betul-betul dapat menjadi ajang bergensi dan kompetitif yang berkualitas dan diakui masyarakat," paparnya.

Menurutnya, gelaran OASE ini mempunyai peran sangat strategis dalam meneguhkan fungsi perguruan tinggi tidak hanya sebagai fungsi pendidikan dan pengajaran, melainkan juga sebagai fungsi penelitian dan pengembangan. 

"Saya yakin jika semua mengikuti dengan totalitas maka rekognisi itu akan mudah kita dapatkan. Saya juga yakin OASE ini melahirkan mahasiswa yang hebat-hebat," katanya. 

Kepada para peserta OASE, Menag berpesan agar semua mengikuti jalannya kompetisi dengan sportif. Menurut Menag, sejatinya seluruh peserta OASE adalah pemenang. Namun karena sebuah kompetisi maka tentu akan melahirkan pemenang nantinya. Di sisi lain, bagi peserta yang belum memang untuk tidak berkecil hati.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ) mengharapkan ajang OASE PTKI Se-Indonesia bisa menghasilkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset, teknologi dan keagamaan. 

“Semoga dengan OASE, kita akan melahirkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset dan keagamaan," pungkasnya. (din)