Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 Oktober 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Membuka Pelatihan SDM Pariwisata Tingkat Kota Cirebon

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herwati


FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati membuka Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata tingkat Kota Cirebon, Selasa (26/10).  

Menurut Eti Herawati, SDM ini berperan penting dalam pengembangan pariwisata. "Ibarat motor penggerak kelangsungan industri sekaligus pelaku utama yang menciptakan produk inti pariwisata," katanya.

Eti juga berharap, sektor pariwisata di Kota Cirebon harus terus dikembangkan. Apalagi Kota Cirebon memiliki banyak potensi wisata dengan keunikan dan keunggulannya. 

"Saya yakin, pariwisata di Kota Cirebon dapat pulih dengan cepat di masa pandemi Covid-19. Tentunya dengan semangat gotong royong yang kita miliki, sektor pariwisata di Kota Cirebon akan bangkit kembali," ujarnya. (din)



Senin, 25 Oktober 2021

Wabup Ayu Ingatkan Semua ASN agar Berkomitmen Tinggi dalam Terapkan SPIP



KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si membuka acara Monitoring dan Evaluasi SPIP dan Evaluasi Maturitas SPIP di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon di Hotel Verse Kecamatan Kedawung, Senin (25/10/2021). 

Wabup Ayu mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada semua ASN agar tetap berkomitmen tinggi dalam menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). 

"Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih," katanya. 

Ia pun menjelaskan, sistem pengendalian intern pemerintah adalah proses pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efesien. 

"Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi SPIP ini, kami mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah dan seluruh jajaran wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah mulai dari konsep pedoman, implementasi sampai dengan proses ukuran keberhasilan penyelengaraan SPIP, khususnya di Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Selain itu, kata Ayu, maksud dan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menyediakan media pengukuran tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP dalam mendukung kinerja yang transparansi, akuntabilitas, dalam  pengelolaan keuangan, administrasi serta pertanggungjawaban. 

"Sistem Pengendalian Intern pemerintah terdiri dari lima unsur antara lain, lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, Informasi dan komunikasi, pemantauan pengendalian," katanya. 

Ayu mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat serius dalam melaksanakan sistem pengendalian intern pemerintah. 

Menurutnya, dalam pengendalian yang menjadi unsur penting adalah pembangunan integritas dan nilai etika organisasi dengan maksud agar seluruh pegawai mengetahui aturan untuk berintegritas yang baik dan melaksanakan kegiatannya dengan sepenuh hati dengan berlandasan etika yang berlaku untuk seluruh pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon tanpa terkecuali.

"Integritas dan etika tersebut perlu dibudayakan sehingga akan menjadi suatu kebutuhan bukan keterpaksaan. Sehingga budaya kerja yang baik pada Pemerintahan Kabupaten Cirebon perlu dilaksanakan secara terus menerus," katanya. 

Sementara itu, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Cirebon, Drs. Iyan Ediyana, M.M mengatakan, tujuan diadakan acara SPIP ini untuk  memberikan gambaran kesiapan pelaksanaan penilaian SPIP di Kabupaten Cirebon. 

"Acara ini diikuti 64 orang dari perwakilan perangkat daerah, sekretaris, bagian program, perwakilan kecamatan, puskesmas dan lainnya," katanya. (dn)

Sabtu, 23 Oktober 2021

Bupati Imron Lantik Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj Cirebon


KABUPATEN CIREBON - Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (Ikhwan KHAS) Cirebon, berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (23/10/2021) malam.

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, momen pelantikan PC Ikhwan KHAS Cirebon ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Hal tersebut menjadi pengingat perjuangan para kiai pada zaman kemerdekaan.

Menurut Imron, organisasi yang baru saja dibentuk itu harus memiliki komitmen untuk memajukan pesantren. Pada zaman globalisasi ini, kemajuan bisa diraih semua orang, tidak terkecuali santri.

"Santri ini adalah orang yang beruntung, karena apa? Mereka secara pergaulan terjaga, secara keilmuan agama juga tidak kalah hebat dibandingkan pendidikan lainnya," katanya.

PC Ikhwan KHAS Cirebon diketahui merupakan organisasi alumni resmi yang disahkan langsung Yayasan dan Pondok Pesantren KHAS Kempek. Tujuan dibentuknya organisasi ini, sebagai agen perubahan.

Organisasi tersebut pun dibentuk sebagai wadah dan sarana pengembangan bagi generasi muda agar dapat tumbuh dan mengembangkan potensinya.

Sebelum dilantik PC Ikhwan KHAS Kempek Cirebon sempat berjalan tidak sesuai dengan harapan. Dilantiknya organisasi ini, diharapkan bisa menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik untuk alumni Ponpes KHAS Kempek.

Organisasi tersebut awalnya dibentuk pada 14 Juni 2021 dan Akromi dipilih sebagai ketua periode 2021 sampai 2023. Namun akibat pandemi covid-19, pelantikan baru bisa dilaksanakan pada 22 Oktober tahun ini. (din)

Jumat, 22 Oktober 2021

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Pesantren Mahasiswa ABA Institut, Ini Kata Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Pesantren Mahasiswa ABA Institute di Blok Mingkrik Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Jumat (22/10/2021). 

Imron menjelaskan, pembangunan asrama pesantren mahasiswa ini ke depan bisa mencetak generasi muda yang mampu dalam semua bidang. 

"Dengan adanya asrama pesantren khusus mahasiswa ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa ikut membantu dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon," kata Bupati Imron. 

Imron berharap kepada para mahasiswa agar memanfaatkan asrama pesantren ini sebagai wadah untuk menuntut ilmu. Pasalnya, di era globalisasi ini semua dituntut untuk mengikuti arus yang ada. 

"Saya berpesan kepada mahasiswa yang ada di asrama pesantren ini tetap belajar sungguh-sungguh untuk ikut dalam pembangunan baik Kabupaten Cirebon maupun bangsa Indonesia, " kata Imron.

Sementara itu, Ketua ABA foundation, M. Dodo Ali Murtadho mengatakan, pembangunan asrama pesantren mahasiswa ini dirintis sudah jauh-jauh hari. 

"Hingga saat ini santri kami yang baru ada 16 orang, dan mereke semua mahasiswa yang sekolah ada yang di IAIN, UMC dan sebagainya, cuma tinggalnya di pesantren kami," katanya. 

"Para santri juga tidak hanya dari Cirebon melainkan dari Majalengka. Ke depan kalau asrama pesantren mahasiswa sudah jadi kita akan menambah jumlah santri baru lagi," tambahnya. (Bam)

Penuhi Pendidikan Tinggi Standar Nasional, Jurusan KPI IAIN Cirebon Melaksanakan Audit Mutu Internal

Kegiatan AMI di Jurusan KPI FUAD IAIN Suleh Nurjati Cirebon, Jum'at (22/10/2021).


FOKUS CIREBON - Bertepatan dengan Hari Santri, Jurusan KPI, FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan oleh LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (22/10/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, Dekan FUAD Dr. HaJam, M.Ag, Wadek 1, Dr. Arief Rachman, M.Si, Wadek 2, Dr. Sri Rokhlinasari, Wadek 3, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag dan para auditor AMI di Jurusan KPI, Hj. Yeti Nurizzati dan Yuyun Maryuni.

Menurut Ketua Jurusan KPI, Dr Aan Mohamad Burhanudin, bahwa AMI ini bertujuan untuk meninjau kesesuaian penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan standar nasional guna menciptakan budaya mutu. 

Kegiatan AMI ini, ujar Aan, merupakan implementasi Peraturan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi No 62 Tahun 2016 tetang SPM Dikti. 

Selain itu, kata Aan, proses AMI di Jurusan KPI berjalan obyektif dan benar-benar mengedepankan profesionalitas. Apalagi AMI tahun ini berbeda dari tahun kemarin, di mana AMI tahun ini proses input oleh audit serta validasi data nya oleh asesor melalui aplikasi online siborang, lalu dikonfirmasi dengan visitasi ke jurusan.

"Alhamdulillah, hasil dari AMI di Jurusan KPI sangat baik, namun masih harus melengkapi data yang dibutuhkan agar hasilnya bisa meningkat," terangnya.


Aan juga menjelaskan, bahwa AMI merupakan kegiatan rutinitas tahunan, yang sangat penting bagi jurusan, karena jurusan dapat wawasan dan pengetahuan baru dari setiap standar dengan kesesuaian dokumennya.

Selain itu, AMI juga dapat memberikan potret atau gambaran kondisi jurusan dengan lebih tepat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses perbaikan guna peningkatan mutu jurusan. (din)

Wabup Ayu Ikuti Upacara Hari Santri Tingkat Jabar, Ini Pesan Gunernur


KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si didampingi Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, H Asdullah mengikuti Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Barat secara Virtual di Command Center Kantor Setda, Jumat (22/10/2021). 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat,  H Ridwan Kamil dan perwakilan unsur Forkopimda Provinsi Jabar. 

Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil saat membacakan sambutan Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. 

Menurutnya, penetapan 22 Oktober tersebut merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia. 

"Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan," katanya.

Ia menjelaskan, sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. 

"Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema 'Santri Siaga Jiwa Raga'. Maksud tema 'Santi Siaga Jiwa Raga' adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil'alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia," kata Kang Emil.

Kang Emil mengugkapkan, bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia. 

"Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia. Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu menyucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai 'tirakat' lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menurut Kang Emil, Tema 'Santri Siaga Jiwa Raga' menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi Gorona Virus Desease (Covid-19) seperti sekarang ini. Di mana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa). 

"Hal ini juga perlu diperhatikan masyarakat lndonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa lndonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19," ajaknya.

Ia mengatakan, semua patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan pemerintah luar biasa," kata kang Emil. 

Kang Emil mengatakan, dua tahun lalu menjelang Peringatan Hari Santri 2019, kaum santri mendapatkan 'kado istimewa' berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. 

Menurutnya, Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. 

"Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalangan pesantren kembali mendapatkan 'kado indah' dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren," katanya. 

Oleh karena itu, kata Emil, melalui momen Upacara Peringatan Hari Santria thun 2021 ini, dirinya mengajak bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. 

"Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah Swt," katanya. (Fiqi)

Pemkab Cirebon Bersama Kemanag Peringati Hari Santri Nasional


KABUPATEN CIREBON - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 tingkat Kabupaten Cirebon, berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Jumat (22/10/2021).

Peringatan tersebut dipimpin langsung Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan sambutan Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas yang dibacakan Bupati Cirebon, HSN ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan setiap 22 Oktober adalah HSN.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia.

Pada HSN 2021 ini, kata Imron, mengangkat tema "Santri Siaga Jiwa Raga". Maksud dari tema tersebut yakni, sebagai bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

"Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia," kata Bupati Imron.

Imron mengatakan, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan pada masa pandemi covid-19. Di mana, santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D atau memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan Doa.

Beberapa pesantren berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi di tengah kondisi keterbatasan.

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah," katanya.

Bentuk perhatian negara kepada santri yakni, pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal tersebut berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Kemudian pada 2021 ini, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

"Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan. Terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama," katanya.

Selain memperingati HSN 2021, Bupati Cirebon memberikan penghargaan Anugerah Santri yang diwakili tiga orang dengan menganugerahkan hibah tanah masing-masing 300 meter persegi untuk pembangunan kantor urusan agama (KUA). (din)