This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 14 Januari 2022
Hasil Rapat Kerja Komisi I DPRD Kota Cirebon Bersama DPUTR Bongkar Menara Telekomunikasi Tak Berizin
Kamis, 13 Januari 2022
Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Bangga Di Vaksin
Rabu, 12 Januari 2022
Pasar Mertapada Kulon Diresmikan, Bupati Imron Kagum dan Bisa Menjadi Pasar Percontohan
ASTANAJAPURA, FC- Rampungnya pembangunan Pasar Desa Mertapada kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pasca direvitalisasi menjadi pasar modern, diresmikan langsung oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi. M.Ag, Rabu (12/1/22).
Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut, Anggota DPR-RI Komisi VIII, Selly Andriany Gantina, unsur Kecamatan Astanajapura, Ketua FKKC beserta perwakilan kuwu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pedagang serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Imron mengaku kagum dengan konsep yang diusung dan fasilitas yang diberikan Pasar Desa Mertapada kulon ini sangat baik dan layak.
Menurutnya, dengan fasilitas yang ada ini tentunya bisa menjadi pasar desa percontohan bagi desa-desa yang ada di Kabupaten Cirebon dan sekitarnya yang ingin merevitalisasi pasar desanya.
Imron juga menjelaskan, setelah diresmikan, tentunya pasar Desa Mertapada kulon ini bisa segera beroperasi sesuai peruntukannya. Untuk itu para pedagang di sini, harus mampu menjaga kualitas dan mutu serta harga barang dagangannya, sehingga masyarakat sekitar pun akan menjadikan pasar tersebut sebagai rujukan
"Dengan demikian masyarakat Desa Mertapada Kulon dan sekitarnya tidak harus pergi ke kota untuk mencari barang yang dibeli, karena di sini sudah ada dan tersedia," paparnya
Selain itu Imron pun berpesan kepada pengurus maupun para pedagang yang menempati pasar Desa Mertapada kulon ini harus memelihara pasar ini baik baik, baik keamanan kenyamanan pengunjung dan terpenting segi kebersihan pasar itu sendiri, sehingga tidak lagi menjadi pasar yang kumuh.
"Artinya jika pasar ini bersih dan nyaman, maka pedagang itu sendiri akan diuntungkan," katanya
Sementara menurut pelaksana pembangunan pasar Desa Mertapada kulon Waspodo Adi Mulyo menyampaikan program revitalisasi pasar tradisional mertapada kulon yang dilaksanakannya ini, menggunakan konsep swakelola.
Menurutnya ini merupakan wujud nyata optimalisasi peran pemerintah desa, dalam mengelola pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dikatakan pula, selama proses pembangunan selama delapan bulan berjalan, pihaknya benar benar membangun dengan hati, dan tidak ada pengurangan material maupun struktur bangunannya.
"Kami bangun pasar ini dengan hati, sehingga apa yang kami bangun bisa awet dan tahan lama," ungkapnya
Dirinya pun berpesan agar apa yang sudah di bangun ini agar dirawat baik baik, jaga lingkungan pasar tetap bersih, dengan demikian pasar yang sudah bagus ini tidak lagi menjadi pasar yang kumuh.
Untuk itu pihaknya tidak menyediakan tempat penampungan sampah di sekitar pasar, namun kami telah menyediakan kendaran untuk mengangkut sampah dari lokasi pasar ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan itu bisa dilakukan setiap hari sehingga tidak ada tumpukan sampah di pasar tersebut.
Dijelaskan, ada beberapa kriteria bagi desa desa di kabupaten Cirebon yang ingin membangun pasar seperti Pasar Desa Mertapada kulon salah satunya yakni, adanya bentuk pasar terlebih dahulu beserta adanya pedagang yang potensial, dan bangunan itu harus berdiri di tanah milik desa dan tidak akan membangun pasar desa yang baru.
"Kalau soal harga kami siap bersaing dengan yang pelaksana lainnya, karena kami memberikan harga yang sangat murah, makanya sudah ada beberapa desa yang siap bekerjasama dengan kami," pungkasnya. (im)
Di Halaman Kantor Desa, Bupati Subang Melantik Kepala Desa Cikadu
FOKUS SUBANG - Bupati Subang, H. Ruhimat melantik Kepala Desa Cikadu, Herman sebagai Kepala Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Rabu (12/1/2022).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang masa periode 2022-2028, berlangsung di halaman Kantor Desa Cikadu.
Pelantikan yang langsung dihadiri bupati dan wakil bupati, juga hadir Asda 1, Kepala Dispemdes, serta unsur Muspika Kecamatan Cijambe.
Dalam sambutanya Bupati Subang percaya kepada kepala Desa Cikadu bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara lurus dan sejujur jujurnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari penjabat kepala desa yang lama kepada kepala desa terpilih yakni herman.
Kepala Desa Cikadu terpilih, Herman memberikan salam hormat dan rasa terimkasih kepada bupati dan wakil bupati serta Asda 1, beserta seluruh unsur muspika dan para tokoh dan masyarakat Desa Cikadu.
Herman mengungkapkan, rasa gotong royong dan tali silaturrahmi masyarakat Desa Cikadu yang sudah terjalin baik sejak di masa pemilihan sampai pelantikan, diharapka tetap harus dijaga.
"Bahwasanya semua warga Desa Cikadu semuanya adalah warga kami dan kami tidak akan membedakan satu sama lainya," ujar Herman. (Her)
Komisi VIII DPR-RI Selly, Keluarga Penerima Manfaat BPNT Boleh Ambil Uang Tunai
Wakil Walikota Cirebon Resmikan Sekretariat FPB Panjunan Kota Cirebon
FOKUS CIREBON – Usai peresmian gunting pita, Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menyatakan, Forum Panjunan Bersatu (FPB) diharapkan menjadi wadah penghimpun aspirasi bagi masyarakat di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
“Semoga jadi jembatan bagi masyarakat Panjunan,” kata Dra. Hj. Eti Herawati usai meresmikan Sekretariat FPB di Jalan Sisingamangaraja, Rabu (12/1/2022).
Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tengah bersinergi dengan pemerintah pusat dalam program Kotaku di Kelurahan Panjunan. Ini merupakan program pengentasan kawasan kumuh bersumber dari loan Islamic Development Bank (IsDB)/Dipa APBN melalui Kementerian PUPR.
“Penataan dilakukan di RW 01 dan RW 10 dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar,” ujarnya.
Dibutuhkan sinergi antara Pemda Kota Cirebon dengan FPB agar program tersebut berjalan sukses. Dia yakin, masyarakat akan merasakan manfaat dari program Kotaku.
“Tanpa ada dukungan dari mayarakat setempat, Kotaku di Kelurahan Panjunan sulit terwujud,” katanya.
Sinergitas, lanjut Eti, bukan hanya dalam program Kotaku, namun program lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, program Pemda Kota Cirebon tidak berjalan optimal. (din)
Selasa, 11 Januari 2022
Komisi III DPRD Menggelar Rapat Kerja Bersama Disdik Kota Cirebon Bahas Pelaksanaan PTM di Sekolah
FOKUS CIREBON - Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan membahas pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah, di ruang rapat gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (11/1/2022).
Dalam pembahasannya, Komisi III DPRD meminta agar pelaksanaan PTM 100 persen dikontrol secara ketat agar dapat mengatisipasi jika terjadi potensi penularan Covid-19.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM 100 persen di setiap tingkatan pendidikan, Dinas Pendidikan perlu memiliki indikator capaian keberhasilan.
"Supaya punya alat kontrol untuk evaluasi sebagai bentuk kehati-hatian," ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty dalam rapat kerja.
Tresna juga meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan mengenai kesiapan pelaksanaan PTM 100 persen.
"Beberapa hari ke depan, kami Komisi III DPRD juga akan mengevaluasi pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Cirebon," katanya.
Dijelaskan, evaluasi tersebut meliputi kondisi kesehatan siswa selama melaksanakan PTM di sekolah, selain penerapan protokol kesehatannya. Jika ditemukan adanya kasus penularan Covid-19, maka pelaksanaan PTM 100 persen akan ditinjau kembali.
Tresna juga menyoroti vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 di Kota Cirebon yang belum maksimal. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan di tengah ancaman varian Omicron.
Kendati belum sampai ke Kota Cirebon, Tresna berharap dalam dua pekan ke depan, vaksinasi kepada anak bisa mencapai target.
Menurutnya, keberhasilan PTM 100 persen ini harus ada indikatornya. Itu harus diukur melalui uji klinis hasil swab.
"Dengan kondisi hangat-hangatnya Omicron ini, kami berharap pada dua pekan ini vaksinasi kepada anak bisa segera dimaksimalkan,” kata Tresna.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr Irawan Wahyono MPd menyampaikan, PTM 100 persen sudah dilaksanakan di semua tingkatan satuan pendidikan yang ada di Kota Cirebon. Menurutnya, pelaksanaan PTM 100 persen dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Irawan juga memastikan, Satgas Covid-19 yang sudah dibentuk di setiap sekolah sudah diberi pelatihan simulasi mitigasi.
“Satgas di sekolah terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 tingkat Kota Cirebon untuk memantau perkembangan kesehatan siswa selama pelaksanaan PTM,” terangnya. (bam)












