Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Januari 2026

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kolaborasi strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui agenda "Ekspose Rencana Kerja Normalisasi dan Penataan Sungai Sukalila" (29/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung ini secara khusus membahas desain komprehensif penataan kawasan sungai yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Cirebon dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.

Wali Kota Cirebon menyambut baik konsep penataan yang telah disusun oleh tim BBWS, di mana desain tersebut mengedepankan keterpaduan antara fungsi teknis sungai dan estetika ruang publik. 

Dalam peninjauannya, Wali Kota menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan penting untuk mengubah wajah Sungai Sukalila menjadi destinasi yang memuaskan masyarakat, baik secara konsep desain maupun hasil fisik bangunannya kelak.

Rencana besar penataan ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya pelaksanaan pekerjaan fisik yang direncanakan rampung secara bertahap pada tahun 2026. 

Dari sisi estetika, Pemerintah Kota berencana menggandeng budayawan lokal untuk menyepakati penamaan kawasan yang ikonik namun tetap mempertahankan akar sejarahnya, dengan beberapa usulan awal seperti "Teras Sukalila" atau "Lebak Sukalila".

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, proyek ini juga membuka ruang kontribusi sektor swasta melalui program CSR. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan fasilitas tambahan yang tidak terakomodasi anggaran utama, seperti pembangunan jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta pemeliharaan rumah ibadah di sekitar aliran sungai. 

Guna mendukung kenyamanan wisatawan, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan ulang terhadap arus lalu lintas satu arah dan menyiapkan strategi penyediaan lahan parkir yang representatif di lokasi tersebut.

Menanggapi kendala operasional di lapangan, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan teknis, terutama terkait keterbatasan armada pengangkut. 

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan penggunaan dump truck yang ada guna memastikan proses normalisasi berjalan sesuai jadwal.

"Sungai Sukalila memiliki nilai sejarah besar bagi Cirebon. Melalui normalisasi dan penataan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menciptakan ruang sosial baru yang penuh kebanggaan bagi warga," pungkas Wali Kota di akhir pertemuan. (Ida)



Kamis, 29 Januari 2026

Imigrasi Cirebon Peringati Hari Bakti ke-76, Perkuat Pelayanan Humanis untuk Masyarakat

 

CIREBON, FC — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon memperingati Hari Bakti Imigrasi ke-76 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Peringatan ini berlangsung lancar sesuai arahan Direktorat Jenderal Imigrasi, sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Imigrasi kepada bangsa dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 diisi dengan berbagai agenda yang menekankan nilai sosial dan pelayanan publik. Mulai dari bakti sosial, donor darah, silaturahmi dengan para purna bakti Imigrasi, hingga pelaksanaan layanan Paspor Simpatik yang dibuka khusus pada akhir pekan sepanjang Januari 2026. Program ini disambut antusias oleh masyarakat sebagai bentuk kemudahan dan kedekatan layanan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, menyampaikan bahwa Hari Bakti Imigrasi bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan berintegritas. Di saat yang sama, ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan antar insan Imigrasi,” ujar Komang, Senin (26/1/2026).

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menggelar syukuran Hari Bakti Imigrasi ke-76. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas capaian kinerja yang telah diraih, sekaligus mempererat soliditas dan semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

Melalui peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Direktorat Jenderal Imigrasi serta menghadirkan pelayanan keimigrasian yang prima, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (din)

Rabu, 28 Januari 2026

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

 

BANDUNG — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung khidmat di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1). 

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) demi menjaga persatuan bangsa dan kelestarian nilai-nilai agama di Jawa Barat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu berjalan selaras dengan panduan para ulama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ulama harus menjadi sosok penyejuk yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini bekerja di atas empat pilar utama: bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan pengurus baru ini. Sebagai seorang pimpinan yang juga berlatar belakang pendidikan agama, Siti Farida melihat MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh pengurus MUI Jawa Barat periode 2025-2030. Secara personal, saya sangat meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan pernah mencapai titik 'istimewa' tanpa ada sentuhan doa dan tuntunan dari para ulama. Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ujar Siti Farida.

Beliau juga menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat, yakni semangat memberi, bukan meminta, harus menjadi teladan bagi semua pelayan masyarakat. 

Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan akan lahir program-program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. (din)



Membangun Seduluran, Warga RW 05 Sumber Asri Perkuat Kebersamaan demi Lingkungan Harmonis

 

CIREBON, FC — Di tengah tantangan kehidupan yang kian individualistis, warga RW 05 Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, justru memilih meneguhkan nilai seduluran sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Semangat kebersamaan, guyub, dan rasa kekeluargaan terus dirawat sebagai kunci menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan berkelanjutan.

Kesadaran kolektif warga menjadi kekuatan utama dalam membangun ikatan sosial tersebut. Melalui kegiatan sosial, gotong royong, pertemuan rutin warga, hingga program-program lingkungan yang digagas pengurus RW, kebersamaan tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Menariknya, iklim kekeluargaan di RW 05 tidak semata bertumpu pada agenda formal, melainkan tumbuh dari inisiatif dan partisipasi aktif warga.

Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi, menegaskan bahwa seduluran sejati tidak bisa dipaksakan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran bersama. Menurutnya, kebersamaan tidak selalu hadir dalam kegiatan besar, tetapi justru sering terbangun dari kepedulian sederhana antarwarga.

“Seduluran di Sumber Asri harus lahir dari warga itu sendiri. Bisa melalui keikutsertaan dalam program RW, kegiatan sosial, atau sekadar hadir dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Didi.

Ia menilai, kuatnya hubungan sosial antarwarga akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan. Berbagai persoalan, mulai dari masalah sosial hingga lingkungan, dapat diselesaikan melalui musyawarah jika ikatan persaudaraan terjaga dengan baik.

“Kita masih membutuhkan sentuhan kepedulian dari seluruh warga. Kalau kebersamaan ini terus dirawat, Sumber Asri bisa tumbuh menjadi lingkungan yang lebih tertata, maju, dan sejahtera,” katanya.

Didi juga mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap pasif dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, persaudaraan yang kuat merupakan modal sosial yang sangat berharga, baik untuk menjaga keharmonisan, mendorong pembangunan lingkungan, maupun menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.

“Hayu, kita bangun seduluran dan kebersamaan. Persaudaraan inilah yang akan menjadi kekuatan besar bagi Sumber Asri,” pungkasnya.

Dengan terus memupuk semangat gotong royong dan kesadaran bermasyarakat, RW 05 Sumber Asri menunjukkan bahwa keharmonisan lingkungan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari komitmen bersama untuk saling menjaga, peduli, dan melangkah maju secara kolektif. (din)

FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UNY Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan Tinggi

YOGYAKARTA, FC — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat jejaring akademik nasional melalui kerja sama strategis dengan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Penguatan kolaborasi ini dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Kampus UNY sebagai bagian dari komitmen bersama meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci peningkatan kualitas akademik dan daya saing institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., bersama jajaran pimpinan fakultas. Selain kerja sama institusional, pertemuan juga menyepakati kolaborasi lintas fakultas antara FITK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Pascasarjana UNY, guna memperkuat sinergi akademik yang berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran kopromotor dan penguji disertasi, pertukaran dosen, kuliah umum, hingga penguatan riset dan publikasi ilmiah melalui penelitian bersama serta publikasi jurnal dan buku. 

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di kedua institusi. (din)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Warga Jawa Barat Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

 

CIREBON, FC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat kembali mengeluarkan update peringatan dini cuaca pada Selasa, 28 Januari 2026, pukul 09.40 WIB. Hingga pukul 09.50 WIB, sejumlah wilayah di Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Pada tahap awal, wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Cirebon seperti Gunung Jati, Kapetakan, dan Suranenggala. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di Kabupaten Subang (Blanakan, Compreng, Cipeunduey, Sukasari, Tambakdahan) serta Kabupaten Karawang (Pangkalan, Batujaya, Pakisjaya, Jayakerta, dan sekitarnya).

BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ini berpeluang meluas ke sejumlah daerah lain, antara lain Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Indramayu, Subang, Karawang, hingga Kota Cirebon. Wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB,” demikian disampaikan Prakirawan BMKG Jawa Barat dalam keterangannya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan bila tidak mendesak, serta menjauhi area terbuka saat terjadi petir. Pengendara juga diminta berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang akibat hujan lebat.

Informasi cuaca terkini dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi BMKG di nowcasting.bmkg.go.id. Pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan terus bersinergi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat demi keselamatan bersama. (din)

Selasa, 27 Januari 2026

Resmi! UMK Cirebon 2026 Naik, Ini Dasar dan Perhitungannya

 

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Cirebon tahun 2026 dari Rp2.697.685,47 menjadi Rp2.878.646. Kenaikan UMK ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.862-Kesra/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman mengatakan kenaikan UMK tahun ini sebesar Rp180.960,74 usai dilaksanakannya rapat pleno penetapan upah minimum bersama Dewan Pengupahan Kota Cirebon. 

“Dalam perumusanya ini kita naikan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.” Ujarnya. 

Ia juga menambahkan kenaikan UMK tersebut sesuai regulasi perhitungan UMK 2026 yang menggunakan formula (Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alpha)) x UMK tahun berjalan.

“Jika kita melihat data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik,  rincian inflasi sebesar 2,19 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Sementara nilai alpha yang digunakan ditetapkan sebesar 0,9 persen, sesuai hasil rapat Dewan Pengupahan dari rentang ketentuan 0,5 hingga 0,9 persen,” tambahnya, Kamis, 22 Januari 2026

Selanjutnya, hasil penetapan ini diusulkan oleh Ketua Dewan Pengupahan Kota Cirebon kepada Wali Kota Cirebon untuk direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat. Dengan demikian, UMK Kota Cirebon tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp2.878.646.

Kenaikan UMK ini diharapkan dapat menjaga daya beli pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim ketenagakerjaan yang sehat di Kota Cirebon. 

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Cirebon juga mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon agar dapat menerapkan ketentuan UMK Tahun 2026 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerapan UMK ini diharapkan dapat berjalan optimal sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis.