Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 Juli 2022

Bupati Ajak Warga Jaga Pola Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini terus melandai. Hanya saja, kewaspadaan masyarakat terhadap serangan penyakit tetap harus terjaga dan tidak boleh lengah.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag saat membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Vaksinasi Covid-19, Rabu (6/7/2022) di Pondok Pesantren Darul Al Tauhid, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Imron, saat pandemi Covid-19, tingkat fatalitas paling tinggi yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid. Dengan demikian, yang perlu diwaspadai pasca pandemi ini adalah kenaikan jumlah penderita penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes Militus dan lainnya.

"Dengan menggelorakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), saya yakin penderita penyakit bisa diminimalisir. Ditambah juga vaksinasi Covid, masyarakat bisa lebih terlindungi dari virus Corona," ujar Imron.

Dalam kesempatan ini juga, Imron meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, serta tidak sembarangan dalam menjalankan pola hidup. 

"Jangan lengah, karena Covid masih ada dan juga penyakit lainnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat, seperti gemar olahraga, memakan makanan yang bergizi, dan menjaga pola istirahat. Kita harus optimis, pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa selalu sehat," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Edi Susanto menyebut permasalahan Covid dan Germas ini adalah persoalan generasi. Maksudnya, kata dia, Covid dan juga Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya bisa mempengaruhi generasi kedepannya.

"Jika Covid dan PTM tidak diminimalisir, maka kondisi generasi kedepan juga akan terganggu, karena banyak yang sakit. Sesuai dengan pernyataan Pak Bupati, Germas dan Vaksinasi Covid menjadi hal penting dalam kondisi seperti ini," ujar Edi.

Mengenai capaian vaksinasi, Edi menyebut hingga saat ini jumlah vaksin dosis 1 dan 2 sudah melampaui target. Namun, untuk booster atau dosis ketiga masih terus dikejar.

"Untuk dosis 1 sudah 92,3persen, dosis 2 mencapai 83,2persen. Nah, untuk dosis ketiga ini masih berkisar di 35persen dari target 50persen. Memang ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti kondisi kesehatan penerima vaksin. Dengan demikian, kembali lagi, Germas akan terus kita sosialisasikan agar masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi Covid," tutupnya. (din)

LP2M Gelar Pelepasan Peserta KKN TBM Tahun 2022

FOKUS CIREBON, FC - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Pelepasan Peserta KKN Tematik Berbasis Masjid (TBM). Sebanyak 2.348 mahasiswa peserta KKN resmi dilepas oleh Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag mewakili Rektor yang sedang melaksanakan ibadah haji. 

Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara hibrid, yakni perpaduan luring dan daring melalui Virtual zoom meeting. Dengan resmi digelarnya kegiatan pelepasan ini, maka kegiatan KKN TBM ini siap dilaksanakan oleh para peserta.

Ketua Pelaksana KKN TBM, H Mahbub Nuryadien, M.Ag yang juga sebagai Kepala Pusat PkM, menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini ada sekitar tiga ribu mahasiswa yang mendaftar sebagai peserta KKN. 

Dijelaskan, bahwa model KKN tahun 2022 ini dibagi menjadi tiga, yakni KKN Tematik Berbasis Masjid yang diikuti oleh 2.348 peserta, KKN Gemar Mengaji yang diikuti oleh 586 peserta, dan KKN Nusantara yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2022 di Papua dan diikuti oleh dua peserta melalui seleksi. 

“Tahun 2022 ini merupakan tahun peralihan pasca Pandemi Covid-19, sehingga penentuan anggaran pelaksanaan direncanakan secara daring, namun pada tahun ini menuntut untuk pelaksanaan full luring selama 40 hari. Sehingga bisa dikatakan anggaran KKN masih daring, namun pelaksanaan secara luring,” paparnya.

Sementara ucapan terimakasih langsung disampaikan Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag yang juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pimpinan yang selalu mensupport, sehingga LP2M tetap konsisten dengan tugas sebagai pengelola dua dharma Perguruan Tinggi, yakni Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 

“KKN adalah kewajiban individu setiap mahasiswa, sebagai program intrakurikuler yang harus ditunaikan mahasiswa pada semester enam dengan pendekatan Lintas Keilmuan dan lintas sektoral," terang Yani.

Yani menjelaskan, Peserta KKN harus bisa cepat beradaptasi dengan internal kelompoknya yang terdiri dari berbagai Prodi dan latar belakang, kemudian setelah itu peserta KKN juga harus bisa cepat beradaptasi dengan masyarakat yang menjadi lokasi. 

Ini merupakan kunci awal keberhasilan KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Inti dari Pengabdian, bagaimana kita mampu belajar bersama masyarakat, kita belajar dari masyarakat. 

Cara komunikasi masuk ke masyarakat yang tepat ini menjadi kunci sukses kegiatan KKN yang dilaksanakan, maka sangat penting LP2M membekali dengan kemampuan sosial mapping, bagaimana membaca, membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat yang beragam lintas keilmuan dan lintas sektoral.

Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag menyampaikan, KKN sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak akan berjalan baik jika tidak ada kerjasama dan komunikasi serta koordinasi antar peserta, DPL, dan LP2M, serta bersinergi dengan masyarakat dan juga juga tokoh agama ataupun tokoh masyarakat. 

“Mari kita niatkan dengan sepenuh hati untuk melaksanakan kegiatan KKN ini, agar pelaksanaan KKN bisa berjalan dengan baik, dan mendapatkan hasil maksimal” ujarnya.

Saefudin Zuhri yang saat ini menjadi Pelaksana Harian (Plh) Rektor, resmi melepas peserta KKN secara simbolik dengan memakaikan jas almamater kepada dua perwakilan peserta KKN TBM tahun 2022. (din)

Selasa, 05 Juli 2022

Rembug Stunting, Wabup Sebut Tim Terus Lacak Kasus

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS), terus melakukan pengumpulan data di sejumlah kecamatan yang terindikasi terdapat kasus stunting tinggi. 

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon yang juga merupakan Ketua TPPPS Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si saat membuka Rempug Stunting Tahun 2022 Dalam Rangka Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Cirebon, Selasa (5/7/2022) di Patra Hotel Cirebon.

Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, pihaknya setidaknya sudah melakukan kunjungan di enam kecamatan yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Langkah itu dilakukan tim, guna menemukan titik terang penyebab utama dari kasus stunting itu.

"Kita terus mencari solusi tepat, agar kasus stunting ini bisa segera diatasi. Ada beberapa hal penyebab kasus ini masih terjadi dimasyarakat," ujar Ayu.

Disebutkan Ayu, kasus utama penyebab stunting ini adalah kemiskinan. Pasalnya, Ayu mengatakan, penderita stunting ini merupakan anak yang bergizi buruk yang akhirnya berdampak pada perkembangan tubuhnya.

"Berawal dari gizi yang kurang baik, akhirnya penderita ini pertumbuhannya lambat. Faktor kemiskinan ini juga tidak bisa hanya diselesaikan dari satu aspek saja, melainkan semua aspek yang saling berkaitan," tambahnya.

Oleh karena itu, Ayu meminta kepada semua pihak untuk bisa bekerjasama dalam menuntaskan kasus stunting ini. Bukan hanya kesehatan, segi ekonomi dan sosial juga sangat berperan penting dalam mengurangi jumlah stunting.

"Dengan rempug stunting ini, kita berharap semua elemen mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dan dibantu warga bergandengan untuk menuntaskan kasus stunting. Tanpa kerja sama semua pihak, saya yakin kasus stunting ini sulit diselesaikan," tutupnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Rempug Stunting yang berasal dari Dinas Kesehatan, dr. Sudiono membenarkan kegiatan rempug stunting ini, dimaksudkan untuk menyamakan persepsi semua pihak termasuk instansi di Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan adanya satu pemahaman dan juga komitmen bersama, dirinya optimis permasalahan stunting akan bisa lebih cepat terselesaikan. (Indah)

100 Purna PMI Kabupaten Cirebon Dilatih Wirausaha

KABUPATEN CIREBON - Sebanyak 100 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, mendapatkan pelatihan life skill untuk membuat wirausaha.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon ini, bertujuan untuk mengarahkan PMI Purna, untuk bisa memiliki usaha.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, banyak sekali permasalahan yang timbul pasca kepulangan PMI usai bekerja di luar negeri.

Menurut Imron, tidak sedikit uang hasil jerih payah para PMI di luar negeri, habis tidak terarah. Sehingga, hal tersebut membuat ekonomi purna PMI kembali bermasalah.

"Sehingga kita arahkan, jika pulang dari luar negeri, uangnya digunakan sebagai modal untuk usaha," kata Imron, Selasa (5/7/2022) di Hotel Aston.

Dalam pelatihan life skill tahap pertama ini, ada sebanyak 100 purna PMI, yang akan diajarkan untuk membuat usaha panganan olahan dengan sistem home industri.

Sehingga dengan adanya usaha yang dimiliki oleh para purna PMI ini, diharapkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarganya menjadi stabi. "Diharapkan, usahanya ini bisa menopang kebutuhan keluarga," kata Imron.

Imron menyebutkan, bahwa Kabupaten Cirebon masuk dalam wilayah pengirim PMI terbesar di Jawa Barat. Oleh karena itu, pihaknya juga cukup memberikan perhatian dalam hal ini.

Ia juga meminta kepada warga Kabupaten Cirebon yang hendak bekerja di luar negeri, untuk bisa berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan. Karena menurut Imron, banyaknya PMI yang bermasalah, dikarenakan jalurnya yang tidak prosedural.

"Sehingga jangan mudah tergiur dengan tawaran. Tapi berkoordinasi juga dengan Disnaker," ujar Imron. (Indah)

Senin, 04 Juli 2022

Komisi III Fasilitasi Pertemuan Ikatan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia Dengan Direksi RS Gunung Jati

CIREBON, FC – Komisi III DPRD Kota Cirebon memfasilitasi Ikatan Lembaga mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), untuk bertemu dengan direksi Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon, Senin (4/7/2022), di ruang Diklat RSDGJ.

Pertemuan ini guna membahas upah tenaga perawat yang berlaku di RSDGJ. Hadir dalam pertemuan ini direksi RSDGJ dan jajarannya untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa.

Ketua Komisi III DPRD, dr Tresnawaty SpB menjelaskan, pihaknya hanya membantu mahasiswa yang ingin mengetahui besaran upah tenaga keperawatan yang ada di RSDGJ. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah atau bahkan masih di bawah upah minimum regional (UMR).

“Mereka juga ingin upah tenaga keperawatan di instansi kesehatan bisa naik tiga kali lipat dari UMR Jawa Barat. Karena menurut mereka beban kerja perawat dinilai berat,” kata Tresnawaty.

Setelah menerima penjelasan dari pihak RSDGJ, kata dr Tresnawaty, mahasiswa puas karena upah yang ditetapkan sudah di atas UMR. Bahkan upah yang diterima juga sudah memenuhi UMK.

“Mereka puas karena RSDGJ sudah menghargai tenaga keperawatan dengan baik. Semoga pertemuan ini juga bisa membuka wawasan dan pengetahuan mereka tentang upah,” tuturnya.

Pihaknya hanya menitipkan kepada para mahasiswa, agar RSDGJ menjadi tolok ukur. Sebab, instansi kesehatan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah, melainkan ada rumah sakit swasta, kemudian masih ada puskesmas.

“Selain itu, mereka juga harus mengetahui di tempat lain. Katanya mereka juga ingin ke puskesmas. Komisi III akan mengantarkan kemanapun mereka inginkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSDGJ, dr Katibi MKM mengaku berterimakasih kepada mahasiswa yang sudah datang dan peduli terhadap profesi keperawatan agar lebih baik. Pihaknya menegaskan, bahwa upah perawat di RSDGJ sudah melebihi UMR dan memenuhi UMK.

“Upah perawat mengacu pada UMR dan UMK, kita sudah melebihi itu hingga insentif atau jasa pelayanan juga kita berikan. Namun prinsipnya, kita akan memuaskan seluruh SDM agar mereka juga bisa memuaskan layanan kepada masyarakat sebagai pasien,” tuturnya.

Sedangkan salah satu mahasiswa, Herlina berterimakasih kepada RSDGJ karena sudah memberikan penjelasan, termasuk kepada Komisi III DPRD Kota Cirebon yang sudah memfasilitasi.

“Untuk upahnya sudah memenuhi UMK berikut insentifnya. Sekarang kami akan keliling lagi untuk mengetahui upah perawat yang ada di puskesmas, termasuk rumah sakit swasta,” katanya. (din)

Temani Ketua DPR RI, Bupati Cirebon Siap Sukseskan Program Pusat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag menemani kunjungan Ketua DPR RI, Dr. (HC) Puan Maharani di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin (4/7/2022). Selain bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Buntet, Puan Maharani juga mendatangi petani tebu di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Dihadapan Ketua DPR RI, Bupati Imron menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon berdasarkan data statistik tahun 2021 memiliki areal lahan perkebunan tebu dengan luas 3.670,71 hektar. Produksi tebu mencapai  211.847,95 ton dan produksi gula mencapai 15.266,25 ton.

"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani yang sudah menyalurkan bantuan kepada petani tebu di Kabupaten Cirebon. Program Rawat Ratoon seluas 50 Ha, berbentuk paket bantuan berupa Pupuk Majemuk/NPK sebanyak 20 ton atau setara dengan 400 Kg/Ha, Pembenah Tanah sebanyak 650 liter atau setara dengan 13 liter/Hadan Herbisida sebanyak 150 liter atau setara dengan 3 liter/Ha. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan lain yang juga diberikan untuk petani tebu di Kabupaten Cirebon, yakni berupa 30 unit hand sprayer dan 10 unit pompa air yang berasal dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Republik Indonesia," ujar Imron.

Melalui Kunjungan Kerja Ketua DPR RI di Kabupaten Cirebon ini, lanjut Bupati Imron, diharapkan menjadi momentum dan merupakan salah satu upaya untuk mengaktifkan kembali Pabrik Gula Sindanglaut dalam menyambut musim giling tebu tahun 2023, sehingga tanaman tebu kembali menjadi salah satu komoditas unggulan, untuk tercapainya arah pembangunan perkebunan dan swasembada gula.

"Kami Pemerintah Kabupaten Cirebon siap mensukseskan program tersebut. Termasuk penyediaan lahan tebu yang dibutuhkan, agar pabrik gula bisa diaktifkan kembali. Kita akan langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, agar tanah bengkok milik desa bisa disewakan untuk dijadikan lahan tebu," tutupnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku pihaknya saat ini membawa sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Dirinya menegaskan, keluhan dari petani tebu akan segera ditindaklanjuti.

"Tadi sudah dijelaskan tentang pupuk subsidi dan pabrik gula disini kenapa tidak aktif. Kita ingin semuanya segera dicari solusinya, dan saya juga kalau perlu akan langsung menemui Presiden untuk membahas masalah ini," singkatnya. (din)

Tata Kelola Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Resmi Berstatus BLU

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, bersama Wakil Rektor 1, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III dan KA Biro AUAK siap menjalankan perubahan tata kelola keuangan IAIN Cirebon menjadi BLU.

FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon berubah status dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi satuan kerja (Satker) Badan Layanan Umum (BLU) dengan keluarnya surat keputusan Kementerian Keuangan pada tanggal 20 Juni 2022, dengan SK. No. 252/KMK. 05/2022.

Pelaksana Harian (Plh) Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag menyatakan, dengan turunnya SK Menteri Keuangan tersebut, tata kelola keuangan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon resmi berubah dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Menurut Saefudin Zuhri, beralih statusnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke Satker Badan Layanan Umum (BLU), IAIN Cirebon diberi keleluasaan oleh negara untuk mengelola keuangannya sendiri. Hal ini mendorong IAIN Cirebon bisa lebih mandiri.

Maka dengan perubahan satker ini, kata Saefudin, seluruh dosen dan karyawan IAIN Cirebon, baik PNS maupun non PNS dituntut lebih profesional dalam pelayanan di bidang akademik maupun non akademik maupun dalam pengelolaan aset dan keuangan.

"Kita telah merancang pengimplementasian BLU dan tahapannya mengacu pada peraturan yang telah dibuat Kementerian Keuangan. Insya Allah kita siap, karena ini sudah kita rancang jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Saefudin, Senin (4/7/2022).

Saefudin juga menegaskan, dengan BLU, pihaknya dapat membuat badan-badan usaha atau unit bisnis sebagai sumber pendapatan kampus. Kendati demikian, kata Saefudin, tidak serta merta yang dikejar adalah hanya keuntungan, tetapi juga dalam rangka peningkatan pelayanan akademik.

Sehingga perubahan tata kelola keuangan ini akan berdampak pada lulusan yang semakin berkualitas. Karena, kebutuhan operasional untuk peningkatkan pelayanan ini dapat terpenuhi dengan dukungan sumber-sumber finansial dari unit-unit usaha tersebut.

“Yang paling penting dari perubahan ke BLU ini adalah untuk peningkatan kualitas pelayanan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sebab kita diberi kewenangan untuk mencari sumber-sumber pendanaan yang tidak hanya fokus pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa,” tuturnya. 

Jadi, kata Saefudin, jika ada yang beranggapan bahwa BLU akan menaikan UKT, itu merupakan hal yang salah. Karena, untuk besaran UKT ada peraturan tersendiri yang mengaturnya.

“Itu ada regulasinya tersendiri, mau BLU atau tidak itu ada regulasi yang lain, yaitu ada PMA (Peraturan Menteri Agama) tentang UKT. Jadi dengan BLU ini, kampus dituntut untuk mencari sumber-sumber yang lain,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi M.Pd bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan tindak lanjut instruksi dari Kementerian Keuangan terkait perubahan tata kelola keuangan tersebut.

“Ada 12 poin yang sedang kita tindak lanjuti, di antaranya meminta ijin dan membuka rekening BLU ke KPPN, menyusun atau menyempurnakan standard operating procedure, menyusun rencana bisnis anggaran tahun 2022 dan 2023, dan sejumlah poin lainnya,” jelas Kartimi.

Pihaknya saat ini tengah  menginventarisir sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan sebelum SK perubahan tata kelola keuangan tersebut dikeluarkan.

Setelah menginventarisasi tersebut selesai, kata Kartimi, maka pihaknya dapat menentukan waktu cut off Satker PNBP dan tata kelola keuangan BLU dijalankan.

Kendati demikian, jelas Kartimi, seluruh PNBP yang diperoleh sejak tanggal ditetapkan BLU dapat langsung digunakan tanpa harus disetorkan ke kas negara. Namun, pendapatan yang didapat sebelum ditetapkan, maka harus disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan PNBP.

Demikian juga dinyatakan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir Sunarini M.Kom bahwa dengan berubahnya tata kelola keuangan menjadi BLU, maka pihaknya dapat lebih leluasa memanfaatkan pendapatan untuk peningkatan pelayanan di kampus setempat. Karena dengan BLU, pendapatan yang diterima tersebut bisa langsung dikelola dan prosesnya pun bisa lebih cepat.

Jadi sangat jelas perbedaan pada Satker PNBP dengan Satker BLU dan BLU bisa memberikan pelayanan lebih baik dan cepat. Kita pun diberikan kewenangan memanfaatkan aset untuk dijadikan unit bisnis dan meningkatkan pendapat untuk peningkatan layanan.

Sunarini menargetkan, tahun 2022 ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat penerimaan sebesar Rp. 74 miliar yang bersumber dari sejumlah unit bisnis, UKT, dan sumber-sumber yang lainnya.

"Targetnya harus tercapai, kita harus melakukan perencanaan dengan baik dan kita pun harus semakin mandiri dengan merubah pola kerja dan mindset,” pintanya. (din)

Minggu, 03 Juli 2022

Wakil Walikota Cirebon Hadiri Acara Malam Penganugrahan Karya Cipta Lagu Film Pulang

FOKUS CIREBON, FC - Kepala Disbudpar Kota Cirebon bersama Wakil Walikota Cirebon menghadiri acara malam penganugerahan karya cipta lagu Film Pulang, Minggu (3/7).

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Hetawati memberikan ucapan selamat sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan tersebut. 

"Selamat kepada Mas @ade_opick yang terpilih sebagai pemenang teruslah berkarya. Terimakasih kepada @disbudparkotacirebon @cirebonmovie @pulang_the_movie @abah_adjie dan seluruh pihak yang terlibat sudah menggelar kegiatan ini," ucapnya.

Eti Herawati juga menyatakan kebanggaannya dengan ucapan sukses dan tetap semangat menjadi wadah para seniman, musisi serta pemuda Cirebon menyalurkan karyanya. (din)

Sabtu, 02 Juli 2022

Wakil Walikota Cirebon Mengapresiasi Keberadaan Kampung Seni dan Budaya di RW 11 Mekar Mulya

FOKUS CIREBON, FC - Launching Kampung Seni dan Budaya di RW 11 Mekar Mulya, Sabtu (2/7), berjalan lancar. 

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi dengan adanya kampung seni dan budaya ini.

"Semoga dengan adanya kampung seni dan budaya ini, dapat memperkuat identitas kebudayaan lokal, sebagai ruang bagi penyelenggara ekspresi seni budaya, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat," papar Eti Hetawati. (Indah)

Duta Dari Dua Kelurahan Kecamatan Lemahwungkuk Raih Gelar Jaka dan Rara Kota Cirebon 2022

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati


CIREBON - Kesuksesannya patut diapresisi, Qinthara Riella, duta Rara Puteri Pariwisata perwakilan Kelurahan Kasepuhan berhasil meraih juara utama. Berpasangan dengan M. Farrel, duta Putera Pariwisata Jaka dari Kelurahan Panjunan. Keduanya sama-sama dari satu Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirobon.

Keduanya berhasil menyisihkan rival lainnya dari perwakilan kelurahan lain. Tercatat finalis adalah 11 pasangan Jaka Rara dari total pendaftaran awal di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon sebanyak 68 peserta. 

Dalam ajang Grand Final di Hotel Luxton Sabtu (2/7) malam hingga dini hari 00.30, sebanyak 11 pasangan dipilih enam pasangan. Enam pasangan diseleksi ketat lima juri profesional menjadi tiga pasang. Dari tiga pasangan terseleksi, dipilih satu pasangan juara utama Jaka dan Rara. 

Materi seleksi seputar pengetahuan tentang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Baik skala lokal, regional, nasional bahkan internasional. Menyampaikan dengan bahasa Indonesia, juga ada yang bahasa Inggris.

Selama acara Grand Final Jaka Rara itu suasana berjalan meriah, semarak dan seru. Para finalis masing-masing membawa sporter dengan yel-yel dan atribut poster lainnya. 

Acara pendukung lainnya menambah suasana acara terasa berkelas nasional dengan tanpa meninggalkan kekhasan budaya Cirebon. Seperti opening dance tarian para Jaka Ratu diiringi lagu Kota Cirebon yang dipopulerkan Diana Sastra. 

Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati didampingi Kadisbudpar Agus Sukmanjaya, S.Sos dan Kadis PUTR Dr Irawan Wahyono, M.Pd tampak begitu menikmati acara grand final hingga berakhir dini hari pukul 00.30.

Begitu juga Lurah Kesepuhan Deny Rochman, S.Sos., M.PdI juga hadir bersama undangan SKPD, camat dan lurah lainnya.

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menyatakan, Jaka Rara 2022 tidak hanya sebagai duta dalam mempromosikan kebudayaan dan pariwisata. 

Lebih dari itu,  berharap Jaka Rara berkontribusi dan membantu Pemda Kota Cirebon dalam menginformasikan berbagai  program dan potensi dari Kota Cirebon.

Pengumuman terpilihnya Jaka Rara asal Kelurahan Panjunan dan Kasepuhan itu berlangsung dalam Grand Final Jaka Rara 2022, di Hotel Luxton Kota Cirebon, Sabtu (2/7/2022) malam. (den)



Kewirausahaan KPI 2022 Dibanjiri Respon Positif

FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon  menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan yang dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Aula Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan turut mengundang berbagai ORMAWA Kampus.

Workshop Kewirausahaan ini merupakan suatu pelatihan dengan tujuan untuk menjadi wadah para mahasiswa yang ingin tau bagaimana strategi dalam berbisnis serta pengelolaan investasi untuk wirausaha muda.

Narasumber workshop sangat menarik, menghadirkan Hestu Wibowo (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon), Atiyallah Aditya (Founder of Hex.id), Khairin, S. Hum (Praktisi pasar modal).

Workshop bidang Kewirausahaan HMJ KPI dibanjiri respon positif dari berbagai pihak. Partisipan turut aktif dalam rangkaian acara, seperti Tanya jawab serta quiz yang disediakan.

Ucapan Terima kasih kepada berbagai pihak serta Bank Indonesia, Emina, Baskoro, Ruang Komunikasi sebagai sponsor yang telah melancarkan acara Workshop Kewirausahaan. (Eva)


Jumat, 01 Juli 2022

Walikota Cirebon Ajak Para Nelayan Berasuransi

FOKUS CIREBON, FC - Selama ini nelayan telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan perikanan dan kelautan serta pembangunan ekonomi masyarakat pesisir di Kota Cirebon. 

Terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap yang sudah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Gerai Kepesertaan pada Asuransi dan Jaminan Hari Tua bagi Nelayan di Kota Cirebon, Jumat (1/7).

"Saya berharap para nelayan dapat memahami, menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya berasuransi, dan membangun keinginan untuk ikut serta berasuransi secara mandiri,"kata Eti Herawati 

Lanjut Eti, hal ini tentu saja semata-mata untuk memastikan bahwa hak-hak dan kewajiban nelayan menjadi jelas serta akan terlindungi dalam kegiatan usaha perikanan. (din)

Pemda Kota Cirebon Terus Menekan Angka Stunting

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya untuk menekan angka stunting atau pelambatan tumbuh kembang anak.

Salah satu upayanya adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). 

Persoalan stunting Kota Cirebon menempati posisi 10 besar dari bawah di tingkat Jawa Barat. 

Sosialisasi Gemarikan ke masyarakat terus berjalan. Baik melalui RW, Puskesmas, Posyandu dan lainnya. (Heri)

Cegah Meluasnya PMK, Pemkab Rapatkan Tim Satuan Tugas

KABUPATEN CIREBON - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Cirebon terus meluas. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat dengan mengumpulkan sejumlah pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan PMK Kabupaten Cirebon, Kamis (30/6/2022) di Hotel Sutan Raja Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno M.Si mengatakan, PMK ini menyerang hewan mamalia berkaki empat, berkuku genap seperti kerbau, sapi, kambing dan domba. 

Dijelaskan Rahmat, PMK ini juga memiliki tingkat mortalitas tinggi, seperti berkurangnya produksi susu hingga kematian hewan.

"Bahkan dapat mengakibatkan pembatasan perdagangan (hewan), baik skala regional, nasional maupun internasional bagi negara yang terinfeksi PMK," ujar Rahmat.

Ditambah Rahmat, selain dampak langsung dari penurunan produksi peternakan dan pembatasan perdagangan, PMK juga memberikan dampak yang serius bagi aspek sosial dan industri pariwisata. 

"Mengingat arti pentingnya penyakit ini dan dampaknya secara global, maka penting untuk menyusun langkah strategis pencegahan dan penanganan penyakit PMK tersebut," tambah Rahmat.

Disebutkan Rahmat, laporan dari Dinas Pertanian tanggal 28 Juni 2022, penyebaran PMK di Kabupaten Cirebon sudah terjadi pada 48 desa di 22 kecamatan. Hewan yang terjangkit PMK terdiri dari 1149 ekor sapi potong, 25 ekor sapi perah, 178 ekor kerbau dan 10 ekor domba.

"Penanganan sementara PMK yang telah dilaporkan UPTD Puskeswan adalah 3 ekor mati, 244 ekor sembuh, serta ada 37 ekor yang dipotong paksa," terangnya.

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan langkah strategis lintas sektoral dalam rangka pengendalian PMK. 

Di antaranya, pemberian bantuan obat dan sarana prasarana PMK, serta melaksanakan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan hasil ditetapkannya Pergeseran Alokasi Dana Belanja Tak Terduga, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2022 tentang Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku serta kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

"Kami juga sudah melakukan Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kabupaten Cirebon Tahun 2022. Satuan Tugas Penanganan PMK tersebut mempunyai tugas antara lain, mengkoordinasikan seluruh kegiatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku," katanya.

Diakhir, Sekda menyampaikan, satgas juga telah memitigasi resiko kesehatan hewan dan lingkungan, serta pengaruhnya pada aspek ekonomi, sosial dan budaya.

"Saya sangat mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Penanganan PMK di Kabupaten Cirebon Tahun 2022 ini. Diharapkan, dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini dapat merumuskan langkah yang tepat dan strategis, sehingga terwujud sinergitas dari Tim Gugus Tugas dalam rangka Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Kabupaten Cirebon," tutupnya.(indah1)

PKK Jabar Minta Pemanfaatan Pekarangan Tidak Sebatas Lomba

KABUPATEN CIREBON - Tim Recheking Lomba Pemanfaatan Pekarangan sebagai sumber karbohidrat Jawa Barat, berharap masyarakat bisa terus melanjutkan penanaman berbagai tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, walaupun tidak lagi berbalut lomba. 

Hal tersebut dikatakan salah seorang perwakilan tim recheking, Sri Yosi usai pembukaan penerimaan tim recheking, Jumat (1/7/2022) di Desa Kedung Bunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Sri Yosi, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber karbohidrat sangat bermanfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat bisa terus melanjutkannya meskipun sudah tidak dalam nuansa lomba.

"Untuk jangka pendek, dapat memenuhi kebutuhan gizi, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan untuk jangka panjang, kemandirian pangan keluarga akan terjaga dan akhirnya pada peningkatan kesejahteraan," ujar Sri Yosi.

Ditambahkannya, Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Jawa Barat mengapresiasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten hingga desa yang telah bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan lomba ini. 

Dijelaskan Sri Yosi, untuk finalis tahun ini, hanya terdapat tujuh lokasi yang akan dinilai di Jawa Barat.

"Oleh karena itu, kita berharap momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain untuk kesejahteraan masyarakat dalam bidang kemandirian pangan, daerah juga dapat mempromosikan potensi lainnya yang ada. Pemilihan tanaman jagung juga selain karena memiliki kandungan karbohidrat tinggi, proses pembudidayaannya juga mudah, sehingga kita berharap warga bisa melanjutkannya di kemudian hari," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengaku bangga dengan kesiapan seluruh pihak dalam mengikuti lomba kali ini. Bahkan, Imron juga mengapresiasi langkah pemerintah Desa Kedung Bunder yang telah menganggarkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan warganya.

"Kecamatan Gempol ini memang cukup banyak potensi yang bisa dimanfaatkan. Termasuk juga lahan pekarangan, yang saya harap, warga disini bisa ikut serta dalam melakukan penanaman tanaman pangan. Ini sangat baik agar ketahanan pangan masyarakat kedepannya dapat lebih terjaga," singkat bupati. (Indah)

Wakil Rektor, Saefudin Zuhri : BLU itu Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Mahasiswa

CIREBON, FC - Setelah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinyatakan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Badan Layanan Umum (BLU) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka secara otomatis peningkatan kualitas pelayanan harus diprioritaskan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M,Ag menyikapi langkah IAIN Cirebon ke depan setelah resmi menjadi BLU.

Hal itu, kata Saefudin, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) nomor 252/KMK.05/2022 terkait perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja (Satker) Penerimaan Negera Bukan Pajak (PNBP) menjadi BLU telah diterima IAIN Cirebon.

Pelaksana Harian (PLH) Rektor IAIN Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg menjelaskan, disahkannya IAIN Cirebon menjadi BLU bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa. Sebab, kewenangan mengelola keuangan bakal lebih luas.

"Dengan adanya SK dari Kementerian Keuangan, maka resmi pengelolaan keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon berubah menjadi BLU. Implementasinya sudah kita rancang sejak jauh hari sebelumnya," ujar Saefudin. 

Dia berujar, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon berwenang mencari pendapatan selain dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan DIPA APBN. Pasalnya, aset dan fasilitas yang dipunyai IAIN Cirebon dapat pula dikomersilkan. Hasilnya dikelola dan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan peningkatan pelayanan. 

Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, proses BLU IAIN Cirebon berbarengan dengan IAIN Salatiga. Kedua PTKIN ini sama-sama sedang melalukan transisi implementasi BLU sepenuhnya berpedoman Surat Tindak Lanjut S-130/PB.5/2022 dari Kemenkeu per Kamis, 30 Juni 2022.

"Tahapannya mengacu pada aturan yang dibuat Kementerian Keuangan. IAIN Syekh Nurjati Cirebon diberi pedoman upaya apa saja yang harus dilakukan setelah ditetapkan menjadi BLU," ujar Kartimi. 

Upaya yang ditempuh, kata Kartimi antara lain meminta ijin dan membuka rekening BLU ke KPPN setempat berdasarkan PMK Nomor 182/PMK.05/2017 tentang Pengelolaan Rekening Milik Satuan Kerja Lingkup Kementerian Negara/Lembaga.

Yakni Rekening Operasional BLU untuk menampung seluruh penerimaan atau pengeluaran PNBP BLU. Rekening Operasional penerimaan dan pengeluaran tersebut tidak boleh digabungkan dalam satu rekening.

Kemudian menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan keuangan, pengelolaan aset dan pengelolaan barang dan jasa sesuai dengan Peraturan Kemenkeu.

Selanjutnya, kata Kartimi, IAIN Cirebon juga Menyusun Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2022 dan 2023, dengan berpedoman pada Rencana Strategis Bisnis BLU dan DIPA 2022 paling lambat 6 (enam) bulan dan disampaikan kepada Direktorat PPK BLU.

Menurut Kartimi, dengan menjadi BLU, IAIN Cirebon siap menjadi PTKIN yang unggul menerapkan pelayanan prima pada mahasiswa. "Karena pendapatan yang kita miliki tidak disetorkan ke negara, tapi bisa kita kelola sendiri untuk pelayanan kepada mahasiswa," jelas dia. 

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon, Ir Hj Sunarini MKom mengatakan, dari segi kepegawian, SDM IAIN Cirebon sangat siap menjalankan BLU. Pasalnya, para pegawai bakal dibekali dengan peningkatan kapasitas SDM. 

Selain itu, sistem kerja pegawai juga bakal diorientasikan pada sistem digital. "Kalau dulu manual kalau sekarang transformasi digital," jelas Sunarin. (din)

Bupati Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

KABUPATEN CIREBON -, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Gebyar Kabupaten Cirebon Katon Bersihe, Jumat (1/7/2022) di Lapangan Alun-alun Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Masyarakat yang mengikuti kegiatan diberikan sejumlah doorprize menarik dan juga logam emas mulia sebagai hadiah utama.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, Gebyar Kabupaten Cirebon Katon Bersihe merupakan langkah strategis Pemkab, guna mengurangi kapasitas sampah. Karena, lanjut Imron, masyarakat sudah diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah.

"Saya kali ini di Kecamatan Plumbon, mengajak kuwu dan juga masyarakat untuk bisa mengurangi volume sampah sejak dari rumah. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dan itu sebenarnya sangat bermanfaat untuk bersama," ujar Imron.

Dikatakan Imron, pemilahan sampah ini bisa juga untuk meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat. Pasalnya, dari sekian sampah hasil rumah tangga, masih ada beberapa jenis sampah yang dapat dimanfaatkan.

Di samping itu, Imron juga meminta kepada desa untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola sampah. Dengan menyediakan Tempat Pengelolaan Sampah, Imron melihat volume sampah di kabupaten akan berkurang.

"Dari tingkatan keluarga sendiri, bisa memilah sampah mana yang masih bernilai dan mana yang sudah tidak bisa digunakan. Untuk tingkat desa, jika memang ada tempat pembuangan dan pengelolaan sampah, maka semua sampah rumah tangga bisa dibuang di tempat sampah milik desa. Terkecuali sudah overload, maka baru dilimpahkan ke kabupaten," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan S.Sos M.Si mengakui pihaknya sudah melakukan berbagai langkah dalam menangani permasalahan sampah ini. Salah satunya adalah, pembentukan bank sampah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"Saat ini bank sampah memang baru aktif di lingkungan pegawai Dinas Lingkungan Hidup saja. Tetapi, kita juga sudah ada Bank Sampah Induk (BSI), yang dapat menerima hasil dari Bank Sampah Unit. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini juga kita berharap setiap desa membentuk Bank Sampah Unit agar masyarakat bisa ikut menabung di bank sampah," terang Iwan.

Selain itu juga, Iwan sebut masyarakat bisa memanfaatkan pegiat lingkungan hidup saat memiliki sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sebagai contoh, banyak pegiat kesenian yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi suatu barang yang bernilai lebih tinggi dari sekedar sampah.

"Sejauh ini banyak juga yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan sebuah kerajinan tangan. Masyarakat yang sudah memilah sampah bisa menghubunginya untuk menjual limbah yang dimiliki," tambahnya.

Diakhir, Iwan sebut pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah. "Sesuai dengan visi misi Pak Bupati, yaitu tahun 2024 bebas sampah, kita terus berupaya dengan kemampuan yang kita miliki agar visi misi tersebut bisa terwujud. Sejumlah pihak juga sudah kita gandeng, termasuk desa agar permasalahan sampah ini bisa diselesaikan secara bersama-sama," imbuhnya. (Indah)

SEMA IAIN Cirebon Menjadi Tuan Rumah Muskerwil SEMA PTKIN Se-Indonesia

FOKUS CIREBON, FC - Senat Mahasiswa (SEMA) PTKIN Wilayah-II mengadakan Dialog Kebangsaan dan Musyawarah Kerja SEMA PTKIN se-Indonesia Wilayah II bertempat di aula Pascasarjana Lantai 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Muskerwil ini mengusung tema "Revitalisasi Gerakan SEMA PTKIN Se-Indonesia Wilayah-II Lebih Adaptif Responsif Inovatif & Futuristik Serta Berperan Aktif Dalam Mengawal Strategi Kebijakan dan Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi".

Acara dihadiri oleh para pejabat daerah dan anggota Dewan serta koordinator Pusat dan Koordinator Wilayah SEMA PTKIN, di antaranya IAIN Kudus, UIN Semarang, UIN Salatiga, UIN Pekalongan, UIN Purwokerto, UIN Jogja, UIN Bandung, IAIN Cirebon, UIN Jakarta , UIN Surakarta dan UIN Banten. 

Pada kegiatan ini, juga diadakan Dialog Kebangsaan dengan membahas topik 'Strategi Pemulihan Kebijakan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19'.

Rifqi Fadhillah, Ketua SEMA IAIN Cirebon sebagai tuan rumah menyambut kedatangan para delegasi Wilayah II dengan sangat antusias dan memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal.

"Saya sangat berterimakasih atas kedatangannya para Pimpinan Senat Mahasiswa se-Wilayah 2 di Cirebon, semoga selama kegiatan disini memiliki kesan yang baik dan saya memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal," tuturnya.

Muhammad Mukhlis menuturkan harapannya setelah adanya acara ini semoga dapat mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah terkait isu daerah maupun nasional.

"Kita sebagai generasi milenial  mudahan-mudahan kedepannya bisa mengawal secara penuh kebijakan-kebijakan mulai dari ranah kampus, daerah, dan sampai negara", tuturnya.

Sama halnya dengan Rohmawan, selaku Koordinator Pusat SEMA-PTKIN menyampaikan harapannya semoga tema yang di usung bisa di implementasikan dalam gerakan membangun. 

"Dengan tema yang di usung oleh pemerintah semoga dapat diimplementasikan dalam gerakan membangun, maka kami mengajak untuk komitmen dalam mendukung program pemerintah pasca pandemi," tegasnya. (din)

Pusat Perpustakaan IAIN Cirebon Jalin Kerjasama Dengan 17 Perpustakaan PTKIN Se-Indonesia.

FOKUS CIREBON, FC - Kerjasama ini merupakan komitmen bersama para peserta Diklat PJJ Pusdiklat sebagai penguatan antar Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Negeri dalam memberikan pelayanan dan pengembangan koleksi perpustakaan yang diikuti oleh 30 perwakilan dari perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Negeri yang terdiri dari kepala perpustakaan dan pustakawan.

Penandatangan MoA dilaksanakan pada hari Rabu 22 Juni 2022 di Balai Pusdiklat Kementerian Agama RI pada acara Bimtek Strategis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Adminitrasi Kementerian Agama RI Jakarta selama 3 hari tanggal 22 sd 24 Juni 2022 sebagai kegiatan lanjutan Diklat PJJ Pusdiklat Kementerian Agama RI yang sudah dilaksanakan pada tanggal 13 sd 27 April 2022 secara online. 

IAIN Cirebon mengutus 3 Pustakawan untuk mengikuti Diklat dan Bimtek startegis, yaitu Tohirin, S.Ag, S.IPI, Rosyidah, S.Ag, dan Eka Cahya Nugraha, S.I.Pust.

Tujuan dan harapan dari kerjasama ini adalah membangun jejaring lebih luas dalam penguatan antar perpustakaan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Agama Islam Negeri dalam memberikan pelayanan dan pengembangan koleksi.

Berikut daftar Perpustakaan PTKIN  yang ikut dalam penandatangan kerjasama/MoA  dengan perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yaitu :

Perpustakaan IAIN Kudus, Perpustakaan IAIN Pekalongan, Perpustakaan IAIN Kediri, Perpustakaan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Perpustakaan IAIN Parepare, Perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua, Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Perpustakakaan IAIN Batu Sangkar, Perpustakaan IAIN Ponorogo, Perpustakaan IAIN Bone, Perpustakaan IAIN Kendari, Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Perpustakaan IAIN Lhokseumawe, Perpustakaan IAIN Sorong, Perpustakaan STAIN Bengkalis, Perpustakaan STAIN Mandailing Natal Aceh, Perpustakaan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi.

Kegiatan Bimtek Strategis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi ini akan berakhir pada hari Jum’at 24 Juni 2022. (din)

Para Kiyai dan Budayawan Apresiasi Progam Penerjamahan Alqur'an Basa Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan para ahli bahasa Cirebon mengapresiasi langkah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Puslitbang LKKMO Balitbang Diklat Kemenag RI melakukan penerjemahan Al Qur'an dalam bahasa Cirebon. 

Hal ini nampak dari antusiasme mereka dalam kegiatan Validasi Al Qur'an Bahasa Cirebon yang berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 Juni 2022 di Grage Sangkan Hotel Kabupaten Kuningan. 

"Kegiatan validasi adalah tahapan kedua yang dilakukan setelah tahapan pertama selesai dilakukan, yakni proses penerjemahan (alih bahasa) yang dilakukan selama 2 tahun dari tahun 2020 hingga 2022," ungkap kang Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, selaku ketua Pelaksana Program yang juga Ketua LP2M disela-sela kegiatan validasi berlangsung. 

Sementara itu, dukungan para Kiyai Pondok Pesantren, budayawan dan akademisi nampak dalam keikutsertaan mereka dalam kegiatan validasi ini, antara lain: KH. Wawan Arwani, KH. Yahya Abdullah (Buntet Pesantren), KH. Abdul Basith (Ponpes Susukan), KH. Zamzami dan KH. Lukmanul Hakim (Ponpes Babakan Ciwaringin) dan Nyai Hj. Nihayatul Muhtaj (Ponpes Gedongan).

Sementara yang mewakili budayawan dan Lembaga Bahasa Cirebon antara lain drh. H. Bambang Irianto, M. Muchtar Zaedin, Akbar Sucipto, Dody Yulianto, Supali Kasim, Sapta Guna, Yatna Supriatna serta Dr. H. Casta, M. Pd selaku narasumber. 

KH. Zamzami mengungkapkan dirinya bangga dengan program Penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon, bahasa Cirebon diambang kepunahan, selama ini mayoritas pesantren yang masih menggunakan bahasa Cirebon yakni pada kajian kitab kuning.

"Saya yakin nanti bila terjemahan ini sudah selesai bahasa Cirebon akan mendunia, bahkan dirinya mengaku belum tidur karena semalaman membaca dan ikut melakukan validasi terjemahan tersebut, dan saya siap untuk memfasilitasi  kegiatan Validasi Juz berikutnya di Pondok Pesantren yang saya kelola," ungkap KH Zamzani penuh antusias. 

Hal senada diungkapkan KH. Yahya Abdullah dari Buntet Pesantren, ketika dirinya mendapatkan undangan kegiatan validasi, yang ada adalah semangat, semangat untuk hadir dan belajar lagi tentang bahasa Cirebon, dan dirinya merasa bangga dan mengapresiasi langkah LP2M dan Puslitbang LKKMO Kemenag. 

Sementara dari kalangan budayawan kang Made Casta yang juga menjadi narasumber  mengungkapkan bahwa dirinya bangga dengan program ini, karena hal ini akan mengangkat derajat Bahasa Cirebon dalam kancah kehidupan beragama. 

Adapun yang menjadi latar belakang kegiatan penerjemahan Al Qur'an Bahasa Cirebon ini menurut Kang Yani didampingi Tim penerjemah (M. Muchtar Zaedin, Dr. Hj. Eva Nur Arah, M. Hum dan drh. Bambang Irianto,  dkk) adalah dalam upaya melakukan konservasi terhadap Bahasa Cirebon juga memperkenalkan Bahasa Cirebon dalam ragam bahasa dakwah kepada masyarakat Wilayah Cirebon. 

Sejak tahun 2019 rintisan penerjemahan Bahasa Cirebon telah dimulai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disambut baik oleh Puslitbang LKKMO Balai Diklat Kemenag RI.

Ketua Tim Pelaksana program, Ahmad Yani mengatakan bahwa program ini dimulai pada tahun 2020, diawali tahapan persiapan dengan melakukan kajian dan FGD dengan para akademisi, ulama, budayawan dan pakar Bahasa Cirebon, yang membahas tentang urgensi, tujuan, sasaran strategi pelaksanaannya. 

Pada tahun 2020-2021 dimulai proses alih Bahasa. Masih menurut Kang Yani sapaan akrab Ahmad Yani, bahwa dirinya akan mengawal proses ini sampai dengan tuntas, ia merasa bangga dengan kegiatan ini. Karena akan bermanfaat untuk merawat dan melestarikan bahasa Cirebon serta mengembangkan dakwah  qur'an dalam ragam bahasa daerah. 

Kang Yani  mengaku dirinya didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta, M. Ag telah menghadap Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag untuk meminta dukungan agar hasil terjemahan Alquran basa Cirebon ini dapat diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat, sekolah-sekolah, madrasah yang ada di Wilayah Cirebon. 

Sementara itu, Kapuslitbang LKKMO Balitbangdiklat Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M. Ag mengatakan bahwa Puslit sangat konsen mendorong dan memfasilitasi Kegiatan Penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Daerah, dengan tujuan untuk melakukan konservasi bahasa daerah dan membumikan Al Qur'an dengan pendekatan Kearifan lokal.

Arskal menegaskan bahwa dirinya sangat konsen mengawal proses penerjemahan ini, menurutnya sampai saat ini Puslitbang LKKMO sudah memfasilitasi 24 terjemahan Al Qur'an ke dalam bahasa daerah, di antaranya Bahasa Aceh, Minangkabau, Madura, Banyumasan, Sunda, dll. termasuk Bahasa Cirebon. (din).

Kamis, 30 Juni 2022

Kunker DKP Jatim Ke UPTD Perikanan Air Payau di Karawang Jawa barat

FOKUS CIREBON, FC - Kunjungan kerja Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur ke UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara.(30/6/22)

Dipimpin langsung oleh Ibu. Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, MA. Selaku Kadis DKP Prov Jatim, dan diterima langsung oleh Kepala UPTD PAPLWU Bapak. Abdul Aziz, A.Pi. M.P.

Dalam rangka kegiatan Alih Teknologi Budidaya tambak tradisional dan intensif di Wilayah Jawa Barat, lokasi kunjungan di UPTD PAPLWU Karawang.

"Yakni di Tambak intensif Mina Mekar Sejahtera Bapak. Muhammad ihsan dan tambak tradisional kelompok Pembudidaya "Windu Bakti" bapak. Amir, berlokasi di Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi," terangnya.

Semoga dengan adanya kegiatan kunjungan lapanga Alih Teknologi Budidaya ini dapat menjalin kerjasama dan kolaborasi yang lebih baik untuk kemajuan para pembudidaya ikan/udang baik di Jawa timur dan di Jawa Barat. (Sugeng)

Wakil walikota Cirebon Membuka Kegiatan Seminar Advokasi Bangga Kencana

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati saat membuka kegiatan seminar Advokasi Bangga Kencana.


FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati Membuka seminar Advokasi Bangga Kencana dengan tema sinergitas dalam percepatan stunting, Kamis (30/6). 

"Harus ada komitmen bersama antar stakeholder dan instansi terkait agar program berjalan efektif. Sehingga angka stunting di Kota Cirebon turun," kata Eti.

Eti juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) yang sudah gencar sosialisasi. 

Tak hanya sosialisasi, upaya yang dilakukan yakni penguatan perencanaan dan penganggaran, peningkatan kualitas perencanaan dan peningkatan kualitas pemantauan, evaluasi dan pelaporan serta peningkatan SDM. (Indah)



Suksesi BIAN, Pemkab Cirebon Gandeng Semua Unsur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan, menargetkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten  Cirebon berjalan maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama semua pihak, guna mensukseskan program yang ditujukan bagi anak ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah menjelaskan, target anak yang akan mengikuti imunisasi ini sebanyak 85ribu. Dengan demikian, seluruh puskesmas dan layanan kesehatan lainnya di Kabupaten Cirebon akan serentak menggelar BIAN.

"Semua puskesmas kita kerahkan, termasuk desa-desa juga nanti dilibatkan. Kita ingin target itu bisa tercapai. Pelaksanaan BIAN sendiri dimulai pada bulan Agustus dan September. Tetapi, mulai bulan Juli kita sudah persiapkan," jelas Neneng usai pembukaan Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2022, Kamis (30/6/2022) di Apita Hotel Cirebon.

Dikatakan Kadinkes, selama dua tahun terakhir, ada penurunan jumlah anak yang mengikuti imunisasi. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang melanda membuat terbatasnya pergerakan masyarakat.

"Oleh karena itu, kita ingin pelaksanaan BIAN tahun ini maksimal, karena tidak ada lagi pembatasan pergerakan masyarakat. Target kita sebesar 80persen. Kenapa tidak 100persen, karena kita akan melihat juga kondisi anak apakah siap atau tidak ikut imunisasi. Kondisi kesehatan anak itu berbeda dan itu yang membuat targetnya tidak penuh," tambah Neneng.

Dalam kesempatan ini juga, Neneng meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki anak untuk tidak khawatir mengikuti BIAN. Neneng menegaskan, imunisasi merupakan sebuah usaha untuk mencegah suatu penyakit pada anak.

"Seperti Campak dan Rubella itu bisa dicegah dengan imunisasi. Termasuk kanker Serviks juga bisa dicegah dengan imunisasi HPV. Kita juga gandeng tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Mari kita sukseskan BIAN, guna mencetak generasi unggul tahun 2045," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si sebut BIAN merupakan kerja bareng semua unsur, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkatan desa, guna menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan kuat. 

"Kita inginkan dari pelaksanaan BIAN ini dapat mencetak anak yang sehat secara fisik, sosial, dan menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kreatifitas dan inovatif. BIAN tahun ini sangat penting, karena selama kurun waktu tahun 2020 dan 2021 terpengaruh pandemi," singkatnya. (din)