Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Juni 2023

PJ Bupati Brebes Apresiasi KPMD Mengabdi 2023

 

WLAHAR, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui implementasi Trilogi perguruan tinggi, mendapat apresiasi dari Pemkab Brebes, setelah KPMDB Wilayah Cirebon Periode 2022-2023 meluncurkan program kerja KOMDB Mengabdi 2023. Pogram kerja ini sebagai bentuk nyata kecintaan KPMDB terhadap daerahnya.

Acara KPMDB Wilayah Cirebon Mengabdi 2023 ini mengangkat tema "KPMDB Membangun Desa Menuju Brebes yang Unggul".

Pj Bupati Brebes Urip Sihabpudin, SH, MH mengatakan bahwa "Acara KPMDB Wilayah Cirebon Mengabdi 2023 ini merupakan bentuk komitmen dan sinergi antara pemerintah kabupaten brebes dengan KPMDB Wilayah Cirebon untuk membangun brebes yang unggul".

Pj bupati juga menyoroti infrastruktur dan perairan di Kabupaten Brebes dan mengapresiasi trobosan teman-teman KPMDB Wilayah Cirebon untuk berani mengambil langkah untuk menjadikan wlahar sebagai tempat acara.

"KPMDB lahir dari rasa peduli dan kecintaan terhadap kabupatennya dan KPMDB hadir untuk mengingatkan akan tanah kelahirannya," ucap Nabil Abdulloh selaku Ketua Umum KPMDB Wilayah Cirebon Periode 2022-2023.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Hj. Caridah, M.Pd dalam sambutannya berpesan, bahwa KPMDB tidak hanya membangun suprastruktur tapi juga harus membantu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan gerakan brebes kembali bersekolah. (Red/Pit)

Syarif Maulana Menggantikan Heriyanto Sebagai PAW Anggota DPRD Kota Cirebon

CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah atau janji pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD sisa masa jabatan 2019-2024, Kamis (15/6/2023), di Griya Sawala gedung DPRD.

Disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana, rapat paripurna ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi DPD PAN Kota Cirebon dan DPP PAN. Khususnya soal permohonan PAW anggota DPRD atas nama saudara Heriyanto yang digantikan Syarif Maulana.

Adapun alasan munculnya permohonan tersebut karena almarhum Heriyanto wafat pada 28 Februari 2023. Berkenaan dengan hal ini, kata Ruri, Syarif Maulana menggantikan Heriyanto sebagai PAW anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi PAN.

“Pada tanggal 21 Maret 2023, Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan Surat Nomor PAN/A/KU-SJ/042/III/2023 perihal Persetujuan PAW Anggota DPRD Kota Cirebon atas nama Heriyanto digantikan oleh Syarif Maulana karena meninggal dunia,” kata Ruri saat memimpin jalannya rapat paripurna.

Ketetapan ini, lanjut Ruri, sudah disetujui gubernur Jawa Barat yang tertuang dalam surat Nomor 4075/KPG.19.01/Pemotda. Dengan demikian, sebagai PAW maka Syarif Maulana harus mengucapkan sumpah atau janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna.

Ruri menjelaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 146 Ayat (1) pada Peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2021 tentang Tata Tertib DPRD, Syarif Maulana berhak masuk dalam komposisi alat kelengkapan anggota DPRD yang digantikannya.

“Guna memenuhi ketentuan ayat (1) Pimpinan DPRD akan menetapkan Keputusan DPRD tentang perubahan alat kelengkapan dan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon tentang Susunan Fraksi Partai Amanat Nasional,” ujar Ruri.

Tidak lupa, Ruri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada almarhum Heriyanto yang sudah mengabdikan diri menjadi anggota DPRD. Sehingga bisa memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas peran, jasa dan pengabdiannya sebagai anggota DPRD Kota Cirebon mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah, mendapatkan balasan dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” ungkap Ruri.

Sementara saat pengucapan sumpah atau janji berlangsung, Syarif Maulana berkomitmen bakal mengemban tanggung jawab sebaik-baiknya. Ia pun akan bersikap adil dan menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Syarif juga bersumpah akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakili, serta bekerja dengan sungguh-sungguh demi demi tegaknya kehidupan demokrasi di Kota Cirebon. Tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok manapun.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota DPRD Kota Cirebon dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Sesuai perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945,” ujar Syarif. (Hafid)

Humas Garda Terdepan PTKI Dalam Memenangkan Kompetisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Secara Nasional

BANDUNG, FC Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menggelar pertemuan disela-sela kegiatan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Ke-II PTKI Se-Indonesia di Bandung. 

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber seperti Zaenal Muttaqin (Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta), Muhammad Mahyudin (Dewan Kehormatan Forum Humas PTKI/UIN Yogyakarta), Nanang Syaikhu (Jurnalis senior & praktisi Humas), dan Feni Arifiani (Koordinator Akademik UIN Jakarta). 

Diskusi dipandu fungsional Humas UIN Salatiga Zidnie Ilman Elfikri, bertempat di Uni Club Harun Nasution UIN Jakarta. Kamis, (15/06/23)

Adapun hasil diskusi adalah Unit Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam harus terus diperkuat dalam mendiseminasikan keunggulan kajian keilmuan yang ditawarkan perguruan tinggi Islam di Indonesia. 

Di saat yang sama, unit humas juga perlu meningkatkan adaptabilitas atas perkembangan media informasi kehumasan.

Dalam paparannya, Zaenal mengungkapkan, tantangan perguruan tinggi berbasis keagamaan Islam kini adalah memenangkan kompetisi ketat perguruan tinggi secara nasional. 

Searah perkembangan pendidikan tinggi, perguruan tinggi umum maupun keagamaan berkompetisi ketat menjadi pilihan utama pendidikan generasi muda.

 “Dalam konteks kompetisi ini, PTKI harus memenangkan kompetisi, dimana ketika generasi muda memilih tempat studi, maka PTKI harus berada di nomor urut pertama pilihan mereka”, tuturnya.

Kompetisi ini perlu dimenangkan perguruan tinggi searah transformasi banyak perguruan tinggi keagamaan Islam menjadi universitas dari sebelumnya institut atau sekolah tinggi. 

Melalui transformasi ini, perguruan tinggi Islam turut menawarkan fakultas dan program studi umum berbasis integrasi Islam-Ilmu pengetahuan seperti Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Farmasi, Prodi Pendidikan Dokter, Prodi Hubungan Internasional dan lainnya.

Dalam memenangkan kompetisi tersebut, unit Humas dituntut mampu mengemas diseminasi informasi tentang keunggulan perguruan tinggi keagamaan Islam. 

“Intinya, disampaikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam bukan hanya menawarkan kajian keislaman, melainkan juga keilmuan berbasis keunggulan integrasi ilmu,” jelasnya.

Sebagai elemen dasar memenangkan kompetisi, sambungnya, unit Humas sendiri wajib meng-upgrade pengetahuan, wawasan, dan skill teknis. 

“Di antaranya, perlu adaptif dengan perkembangan media informasi yang terus berkembang,” imbuhnya.

Sejalan dengan penguatan unit Humas PTKI, Mahyudin mendorong institusi perguruan tinggi masing-masing untuk mendukung pelaksanaan fungsi unit humas.

 “Keberhasilan Humas menjalankan fungsi perannya tidak lepas dari perhatian dan dukungan pimpinan institusi masing-masing”, terangnya.

Dalam hal ini, sambungnya, unit Humas mesti ditempatkan dalam unit kerja terdepan bukan semata pelengkap. “Perlu kebijakan yang mendukung penuh pelaksanaan fungsi dan peran kehumasan”, ucapnya.

Selain itu, sumber daya humas sendiri perlu terus meng-upgrade kemampuan komunikasi, inovasi saluran komunikasi, termasuk kemampuan mencitrakan humas sebagai unit terdepan. 

“Misalnya, dari cara berpakaian dan bersikap juga perlu diperhatikan agar trust publik juga tercipta,” tambahnya.

Nanang menambahkan, seorang fungsional humas harus terus meningkatkan kesadaran menginformasikan sebagai elemen dasar tugas kehumasan. Di saat yang sama, sumber daya humas juga dituntut mampu mengemas informasi agar menarik ketertarikan publik.

Searah perkembangan media komunikasi, Nanang berharap tenaga kehumasan perguruan tinggi keagamaan Islam bersikap adaptif terhadap perubahan media komunikasi. 

“Jika dulu media cetak, lalu web, ke depan unit Humas harus adaptif dengan perkembangan sosial media”, paparnya.

Feni menambahkan, fungsi dan peran kehumasan perguruan tinggi keagamaan Islam tidak bisa seratus persen dibebankan kepada unit Humas semata. 

“Semua harus sadar bahwa marketing perguruan tinggi keagamaan Islam adalah seluruh sivitas akademikanya, baik pimpinan maupun bawahan”, terangnya.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam menyepakati perlunya sinergi lebih erat unit humas perguruan tinggi keagamaan Islam. Sharing session tentang praktik, penguatan peran, dan penyelesaian bersama berbagai problematika kehumasan menjadi beberapa ide yang diharapkan bisa terus terus jadi perhatian bersama seluruh fungsional humas. (din)

Rabu, 14 Juni 2023

OASE Menjadi Ajang Meningkatkan Kreatifitas Mahasiswa Bukan Hanya Dibidang Ilmu Agama Tetapi Juga Bidang Sains dan Teknologi




CIREBON, FC - Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) II yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dibuka langsung oleh Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) didampingi Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si (Wakil Menag RI), Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ), Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), Drs. H. Benyamin Davnie (Bupati Tangerang Selatan). Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta OASE yang masuk Bapak Final yang berasal dari PTKI Se-Indonesia beserta Pimpinan PTKI, Tim Offisial, dan Humas termasuk perwakilan IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Rabu (14/06/2023)

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag (Rektor IAIN Cirebon) didampingi Prof. Dr. Hajam, M. Ag (Warek III), Official dan Humas mengawal Kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Beliau menyampakan kegiatan OASE PTKI Se-Indonesia yang diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi akademik dan bakat para mahasiswa sehingga mereka memiliki keahlian baik dalam ilmu-ilmu agama maupun sains dan teknologi.  

OASE ini menjadi bukti bahwa para mahasiswa di PTKI memiliki potensi besar dalam turut serta menghadirkan ilmu-ilmu agama, sains dan teknologi yang lebih memiliki kontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat.

Menurut menteri agama dimana ajang OASE PTKI Se-Indonesia bukan hanya menghadirkan prestasi akademik bagi mahasiswa tentunya ini menjadi penting karena ada suatu proses yang harus dilalui ketika seseorang atau mahasiswa ingin berprestasi, jangan menjadi hebat dulu baru memulai tapi mulai lebih dulu berproses kemudian menjadi hebat.

Beliau mengharapkan, kegiatan OASE PTKI Se-Indonesia diharapkan semakin memiliki tujuan dan kiprah yang jelas, sehingga mahasiswa memiliki peran penting dalam mengikuti kompitisi oase yang bukan hanya menghadirkan para juara tatapi juga menjadi latihan untuk pengembangan diri untuk kehidupan dimasa yang akan datang.

Beliau juga berharap, pelaksanakan oase sangat diharapkan menampilkan kompetisi-kompetisi yang lebih bernuansa pengembangan ilmu-lilmu agama dalam bidang sains dan teknologi yang berkontribusi dalam pencapaian atau penyelesaian dibidang Sustainable Development Goals (SDGs) oleh karena itu OASE PTKI Se-Indonesia yang mendatang lebih berharap dapat menghasilkan karya-karya akademik, disamping prestasi akademik mahasiswa yang lebih banyak menyelesaikan masalah-masalah sosial keagamaan.

Menag : Ajang OASE Membuktikan Mahasiswa PTKI Tidak Hanya Ahli di Bidang Agama Tapi Juga di Bidang Sains dan Teknologi


JAKARTA, FC - Menteri Agama, Dr. KH. Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik digelarnya Olimpiade Agama, Sains, Riset (OASE) di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Menag menilai, OASE kedua yang digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi ajang strategis untuk menunjukkan bahwa mahasiswa PTKI tak hanya ahli di bidang keilmuan agama, namun juga bisa menguasai sains atau teknologi. 

Final OASE PTKI II se-Indonesia berlangsung mulai Rabu-Jumat (14-17/6/2023). Lomba dalam olimpiade ini antara lain matematika, kimia, fisika, biologi, literasi dan inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, produk halal dan ketahanan pangan, serta iklim, limbah, lingkungan dan sumber daya terbarukan. 

Lomba lainnya adalah sosial keagamaan, media pembelajaran, desain dan arsitektur Islam, astronomi, debat bahasa Inggris, Arab, dai, qiraatul kutub dan fahmil Qur’an. Rabu (14/6/2023).

Dalam sambutannya Menag menyampaikan bahwa ajang OASE Se-Indonesia dapat menghasilkan sumber daya manusia di bidang akademik saja tapi juga mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan ilmu non agama seperti STEM (science, technology, engineering and math). 

“Penyelenggaraan OASE ini semakin memperkuat bukti bahwa PTKI bukanlah sekadar tempat mencetak sarjana agama saja, melainkan juga tempat mencetak kader intelektual, ilmuwan, dan sarjana rumpun ilmu non agama seperti STEM" terangnya.

Menag menilai, kegiatan OASE sudah on the right track sebagai ajang pesta prestasi mahasiswa PTKI dalam bidang akademik. Dengan dasar itu, dia meminta kepada segenap jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk terus melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan yang bergengsi ini. Dengan evaluasi yang komprehensif juga akan semakin meningkatkan kualitas OASE di masa mendatang.

Menag juga mendorong agar hasil atau outcome dari penyelenggaraan OASE ini mendapat pengakuan (recognition) dari asosiasi keilmuan terkait, baik yang ada di tingkat nasional maupun di dunia Internasional. Hal ini penting agar kegiatan OASE kedua yang bertajuk.

“Generasi Inovatif dan Moderat Bergerak Bersama Mewujudkan SDGs” ini tidak hanya bermakna gebyar dan syiar namun betul-betul dapat menjadi ajang bergensi dan kompetitif yang berkualitas dan diakui masyarakat," paparnya.

Menurutnya, gelaran OASE ini mempunyai peran sangat strategis dalam meneguhkan fungsi perguruan tinggi tidak hanya sebagai fungsi pendidikan dan pengajaran, melainkan juga sebagai fungsi penelitian dan pengembangan. 

"Saya yakin jika semua mengikuti dengan totalitas maka rekognisi itu akan mudah kita dapatkan. Saya juga yakin OASE ini melahirkan mahasiswa yang hebat-hebat," katanya. 

Kepada para peserta OASE, Menag berpesan agar semua mengikuti jalannya kompetisi dengan sportif. Menurut Menag, sejatinya seluruh peserta OASE adalah pemenang. Namun karena sebuah kompetisi maka tentu akan melahirkan pemenang nantinya. Di sisi lain, bagi peserta yang belum memang untuk tidak berkecil hati.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT (Direktur Jenderal Pendidikan Islam ) mengharapkan ajang OASE PTKI Se-Indonesia bisa menghasilkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset, teknologi dan keagamaan. 

“Semoga dengan OASE, kita akan melahirkan generasi muda muslim yang hebat dalam bidang sains, riset dan keagamaan," pungkasnya. (din)

Selasa, 13 Juni 2023

Entaskan Stunting Perlu Campur Tangan Pihak Lain

 

KABUPATEN CIREBON -- Dalam rangka menguatkan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum memonitoring sekaligus evaluasi aksi stunting di Balaikota Cirebon, Selasa (13/6/2023).

Menurut Uu, kehadiran Pemprov Jabar di saat ini menunjukkan bahwa Pemprov Jabar bekerjasama dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah, masih fokus terhadap penurunan stunting di Jawa Barat. 

Hal ini bertujuan untuk memperbaharui kembali gerakan penurunan stunting. 

Uu mengapresiasi, bukan hanya birokrasi, namun perguruan tinggi dan swasta hadir, artinya SK Gubernur tentang TPPS terlaksana dengan baik, sehingga diharapkan dalam pertemuan ini lahirlah ide-ide yang hebat untuk mempercepat penurunan stunting. 

"Kenapa stunting menjadi perhatian bersama, karena dampak stunting kalau dibiarkan akan berbahaya untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Uu.

"Kalau generasi muda rata-ratanya di bawah, ini yang dikhawatirkan untuk kemajuan bangsa dan negara, maka kami generasi tua menyiapkan mereka para generasi muda, untuk menjadi generasi yang hebat supaya dapat bersaing," sambungnya.

Menurutnya, penurunan stunting bukan hanya dalam segi kesehatan saja, namun beberapa elemen lainnya yang difokuskan, diantaranya pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

"Kalau mengandalkan anggaran pemerintah daerah saja pasti terbatas, berharap pengusaha dengan CSR nya dapat membantu penurunan stunting," ujar Uu.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si menyatakan, di Kabupaten Cirebon angka stunting mengalami penurunan. Bahkan, penurunannya signifikan, yaitu sekitar 1 persen. Diharapkan setiap tahun di wilayahnya turun 3 persen. 

"Kita berharap zero stunting dan kita sudah melakukan beberapa upaya, diantaranya monitoring di desa dan kecamatan," harap Ayu, sapaan akrabnya. 

Jumlah kasus stunting di Kabupaten Cirebon awalnya tidak kurang dari 15.900 an anak, dan saat ini sejumlah 14.014 anak, artinya ada penurunan. 

"Yang kami inginkan hanya meminta intervensi kasus, letak kesalahan darimana anak itu terkena stunting, contohnya pola asuh. Makanya, biar tahu sasaran, kita intervensi di daerah itu secara terus menerus," lanjut Ayu.

Berbicara anggaran, memang anggaran pemerintah tidak akan cukup untuk mengentaskan angka stunting, maka diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak lain. 

"CSR di Kabupaten Cirebon ini banyak, seharusnya bisa berkolaborasi terkait penanganan stunting ini," harap Ayu.

"Jangan memberikan hanya kepada wilayah yang terdampak saja, tetapi juga harus berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon dalam perencanaan penganggaran terkait penanganan stunting," pungkasnya. (din)

Senin, 12 Juni 2023

UIN Jakarta Tuan Rumah Final Olimpiade Agama, Sains dan Riset PTKI 2023



JAKARTA, FC -  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan menjadi tuan rumah Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) PTKI II se-Indonesia tahun 2023. Babak final akan digelar secara luring pada 14 - 17 Juni 2023.

Sebelumnya, telah digelar babak penyisihan via daring pada 22-26 Mei 2023. “Kegiatan OASE ini merupakan kali kedua yang kita selenggarakan. Untuk itu, kesuksesan semua hal dalam penyelenggaraan agar dapat benar-benar dimaksimalkan," terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Ahmad Zainul Hamdi di Jakarta, Senin (12/6/2023).

Untuk memastikan kesiapan event event bergengsi kelas nasional ini, pada Kamis (8/6/2023) telah digelar rapat koordinasi persiapan OASE PTKI II di Tangerang. Prof Inung, sapaan akrab Ahmad Zainul Hamdi, mengharapkan,  pelaksanaan acara mulai pembukaan, hingga penutupan dan pengumuman pemenang dapat berjalan dengan baik. 

Untuk perbaikan ke depan, Inung menggagas pembentukan Komite OASE. Dia berharap, keberadaan Komite akan dapat menangani OASE dengan lebih baik dan lebih fokus. Sehingga, pelaksananya tidak amatir dan temporer serta memiliki struktur yang ditetapkan melalui sebuah Surat Keputusan (SK).

"Kita juga akan bersinergi dengan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai asosiasi yang melakukan penilaian," ungkap Prof Inung.

Hal senada disampaikan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Sarana Prasana dan Kemahasiswaan, Zulpan Syarif Supriadi Hasibuan. Menurutnya, sebelum hari pelaksanaan OASE PTKI II, pihaknya akan memastikan segala hal berjalan dengan baik. "Itu guna meminimalisir hal yang tidak kita harapkan dan memitigasi risiko untuk menghasilkan solusi terbaik,” ujarnya.

Zulfan mengakui adanya ketidakpuasan beberapa pihak terkait hasil pengumuman babak final. Menurutnya itu sebagai hal biasa dalam sebuah kompetisi. Pihaknya memastikan semua sudah berjalan sesuai Juklak dan Juknis yang ditetapkan.

"Kritik dan saran yang disampaikan baik secara langsung ataupun melalui media sosial, kita berterima kasih dan menjadi motivasi kita untuk menjadi semakin lebih baik dalam hal penyelenggaraan OASE ke depan," tutur Zulfan.

Mewakili tuan rumah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Ali Munhanif yang juga ketua panitia menilai penyelenggaraan OASE PTKI II sudah berjalan dengan baik mulai dari pendaftaran hingga babak final.

“Kesuksesan suatu even akan sangat dinilai dan terlihat saat gelaran grand final. Dengan bantuan semua pihak kita bersama mengupayakan yang terbaik,” katanya. (rl/din)

Jelang PPDB, Komisi III DPRD Kota Cirebon Meminta Disdik Pastikan Kesiapan Sistem Aplikasi dan Data Domisili



CIREBON, FC – Memasuki masa Penerimaan Pendidikan Dasar Baru (PPDB) Kota Cirebon jenjang SMP, Komisi III DPRD meminta Dinas Pendidikan (Disdik) segera melakukan uji sistem dan menyiapkan data kependudukan.

Hal itu dimaksudkan agar penyelenggaraan PPDB di Kota Cirebon terlaksana secara transparan, efektif, akuntabel dan kompetitif.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo menjelaskan, mengingat sistem pendaftaran masih belum siap, maka komisi III meminta Disdik segera bertemu dengan pihak Telkom selaku penyedia jasa layanan PPDB online. Dia berharap, pendaftaraan PPDB online dan verifikasi tahap I sudah mulai diakses pada tanggal 19 Juni.

“Kesiapan PPDB SMP tahun ini, sistem dan data penunjang kependudukan yang belum siap, maka kami meminta Disdik segera menemui pihak Telkom,” ujar Benny usai rapat di ruang rapat DPRD, Senin (12/6/2023).

Benny memastikan, Disdik akan bertemu dengan pihak Telkom untuk tes kesiapan sistem dan jaringan mengingat mekanisme PPDB berbasis online. Di samping itu, Benny pun meminta kepada Disdik untuk meminta data kependudukan dari Disdukcapil guna menghindari penyalahgunaan data domisili Calon Peserta Didik Baru (CPDB) pada jalur zonasi.

Diketahui, penyelanggaraan PPDB di Kota Cirebon terbagi menjadi dua tahap. PPDB tahap I, akan dimulai tanggal 19-24 Juni yaitu pendaftaraan dan verifikasi berkas, tanggal 26 Juni pengumuman hasil seleksi. Sementara pada tanggal 27-30 Juni untuk daftar ulang atau registrasi.

Untuk tahap II, dimulai pada tanggal 5-11 Juli untuk pendaftaraan dan verifikasi berkas tahap 2, tanggal 12 Juli pengumuman hasil seleksi, sampai 13-15 Juli untuk daftar ulang atau registrasi.

Benny yakin, pelaksanaan PPBD tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebab, fokus Disdik saat ini fokus pada keterisian jumlah siswa di sekolah negeri. Karena itu, Disdik menghindari adanya siswa yang menumpuk di sejumlah sekolah yang dianggap favorit.

“Saya yakin tahun ini akan jauh lebih baik lagi. Peserta didik tidak akan menumpuk di satu sekolah yang dianggap favorit. Jumlah sekolah negeri bisa dan cukup menampung peserta didik dari jumlah sekolah dasar di Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih MPd mengatakan, pihaknya akan segera bertemu dengan Telkom Jakarta selaku penyedia jasa layanan sistem pendaftaran PPDB online. Sehingga, pada tanggal 19 Juni nanti, aplikasi PPDB bisa diakses secara aman dan lancar.

“Biasanya kami akan melakukan uji fungsi internal sistem ini, agar bisa dipastikan aplikasi PPDB online ini bisa diakses secara aman, lancar dan tidak down,” katanya.

Setelah dipastikan aman dan lancar, Disdik akan meluncurkan aplikasi kepada CPDB untuk melakukan uji coba penggunaan sistem aplikasi PPDB online. Dia pun memastikan sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil, terkait pemadanan data CPDB yang berdomisili di Kota Cirebon.

“Kerja sama data kependudukan sudah sejak Februari, cuma karena username dan password belum diterima oleh Capil jadi belum bisa diakses. Insya Allah, hari ini bisa diterima,” katanya.

Sebagai informasi, kuota jalur PPDB Kota Cirebon pada tahun ini menyedikan terdiri dari 50 persen jalur zonasi, 20 persen jalur prestasi akademik dan non akademik, 10 persen

jalur prestasi nilai rapor, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen jalur kepindahan tempat kerja orang tua.

Saat rapat berlangsung turut pula dihadiri Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, Dian Novitasari SKom, dan Anggota Komisi III lainnya yaitu, Fitrah Malik, Cicip Awaludin SH, Ana Susanti ME, Hendi Nurhudaya SH, Cicih Sukaesih, Hj Neneng Sri Daiyah SE dan Anita Tri Handayani. (din)

Minggu, 11 Juni 2023

Rakerpim IAIN Syekh Nurjati Cirebon Persiapkan Agenda Menyongsong Universitas Digital

CIREBON, FC - Jajaran pimpinan di rektorat  bersama Kabiro AUAK, dekan, Kajur, LPM dan tim serta Ketua senat IAIN Cirebon, Wakil rektor 1,2 dan 3, Kepala Biro Keuangan, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan dan Ketua Senat IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tim menggelar rapat kerja pimpinan (rakerpim) guna membahas sejumlah agenda persiapan Universitas Syber selama 3 hari di sebuah hotel di Cirebon. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag menyatakan, bahwa kegiatan ini untuk bermusyarawah dalam rangka untuk menghasilkan masa depan IAIN Cirebon di tahun 2024.

Aan juga mengingatkan jika di tahun 2023 ini, kegiatan dan anggaran sudah leading, dan hal-hal teknis yang berubah nanti tinggal dimusyawarahkan, karena tahun 2023 ini tahun awal rapat kerja pimpinan untuk merencanakan hal hal yang besar untuk tahun yang akan datang. 

"Karena itu kita lebih banyak fokus pada enam tema terutama dalam tantangan dan hal hal yang nanti kita menjadi prioritas utama untuk program di tahun 2024," pintanya, Minggu, (11/6/2023).

Terkait pembahasan agenda besar ini, Aan menjelaskan, bahwa Sumber Islamic University dalam banyak literatur itu kita kenal dengan Universitas Digital, ini tentu bukan hanya akan merubah cara pandang persepektif kita melihat kampus tetapi tentu juga kita semua akan melaksanakan banyak hal yang bersifat digital dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Hal itu tentu tema-tema besar yang kita sampaikan itu saya kira bukan sekedar tema tapi kita sudah siapkan, mungkin sekitar dua Minggu dengan banyak literatur. Kita juga siapkan barangkali butuh buku ada sekitar 30 buku yang sudah disiapkan (download), juga untuk program program riset kerjasama industri juga kita siapkan beberapa Web, sehingga ini menandai bahwa kita ini serius untuk berubah menjadi kampus digital," kata Aan.

Aan menegaskan, bahwa selama ini perubahan-perubahan itu baru dalam angan-angan kita, ternyata itu tidak mungkin, kecuali kita harus belajar banyak dari para ahli dan dari para akademisi dan dari banyak praktek baik yang dilakukan oleh banyak kampus, karena ini menjadi awal kita untuk melakukan perubahan-perubahan di masa mendatang.

Kemudian berikutnya dari kampus digital ini yang kita tangkap adalah konten dan subtansinya, dan dua hari ini kita sudah harus merencanakan dan melaksanakan apa yang disebut dengan universitas digital.

 "Selanjutnya kita tunggu Perpres dari Pak Presiden tentang universitas syber ini, dan bidang garapan kita saat ini adalah konten dan subtansinya," tandas Aan. (din)

Rakerpim 2023, IAIN Cirebon Bahas Tema Tema Besar Untuk Songsong Cyber University

 

CIREBON, FC - Jajaran pimpinan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan rapat kerja pimpinan  (rakerpim) selama tiga hari. Rakerpim ini dalam rangka menyongsong Cyber University.

Wakil Rektor 1, Prof Dr H Ilman Nafi'a dalam sambutannya menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebenarnya sudah dirancang dua bulan  lalu.

"Kegiatan rakerpim ini baru kita laksanakan  karena berbagai kegiatan yang begitu sibuk  di rektorat maupun di fakultas. Memang perencanaannya sudah lama, dan pada hari ini kita akan laksanakan tiga hari Rakerpim 2023 ini. Sekaligus membicarakan tentang program kerja 2024," ucapnya.

Warek I juga melaporkan, bahwa kegiatan rakerpim ini diikuti oleh 130 orang dari mulai rektor, wakil rektor, Kabiro, dekan ketua jurusan, kepala lembaga dan tim lainnya.

Kegiatan ini juga akan didampingi oleh para guru besar dan kita undang 7 guru besar untuk mendampingi diskusi program-program kerja yang akan dilaksanakan pada sidang komisi. 

Selain itu, kata Warek I, rektor telah memberikan arahan tema-tema besar dalam komisi pembahasan program, yaitu pertama bidang akademik yang akan diarahkan oleh Wakil Rektor 1, adapun tema-tema besarnya akan dibahas adalah teaching and learning, internalisasi dan word class university.

Kemudian, kedua bidang pelayanan, pengembangan dan keuangan, tema yang dibahas tantang integrity development manajemen, dan developmen of bisnis ini akan diarahkan langsung oleh wakil rektor 2. 

Ketiga bidang kemahasiswaan, tema yang diperioritaskan tentang student sukses dan carrier yang akan diarahkan oleh Wakil Rektor 3.

Ke empat tentang infrastruktur Syber Islamic Univeraity ini akan diarahkan langsung oleh Kepala Biro. Kelima police assuren leadership and strategik nanti dibimbing oleh Ketua LPM, dan ke enam programnya akan diarahkan langsung oleh Ketua LP2M. 

"Itu tema-tema besar yang akan menjadi program prioritas yang akan dibahas, maka berharap sekali untuk secara serius mendiskusikan program-program besar ini, karena kita tiap tahun raker, tapi kemudian hasil rakernya itu hanya di dokumen tapi di pelaksanaan lain," ucapnya.

Untuk itu, Warek I berharap, agar tahun ini, itu tidak terjadi lagi sehingga seluruh dokumen menjadi dokumen penting bagi pelaksanaan kegiatan di kampus, tidak hanya sebagai tumpukan dokumen kemudian ditinggalkan.

"Semua ini adalah semangat dari visi misi rektor yang berbasis pada paradigma, yakni   keilmuan, ke indonesiaan, cyber, instrumen digital, dan kebangsaan. Ini akan menjadi basis paradigma bagi IAIN ke depan," tandanya. (din)

Jumat, 09 Juni 2023

Kembangkan Bakat Mahasiswa, HMJ IQTAF Gelar Workshop Kewirausahaan

CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMJ IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Kewirausahaan Kerajinan Tangan (Merajut).

Acara yang berlangsung di Mahad Al-Jami’ah ini bertemakan “Healing Power of Art”, Jum’at 09 Juni 2023.

Dalam sambutannya, Ketua pelaksana, Hafidz Maulana Ahmad mengatakan bahwa maksud dari tema tersebut adalah bagaimana seni dapat menyembuhkan.

 “Yang dimaksud tema tersebut yaitu bagaimana membangun dari pengalaman hidup, keahlian profesional, dan minat mereka. mereka berbagi cara di mana seni dapat menyembuhkan,” ucapnya.

Kemudian, Ketua Umum, Fachry Maulana Rivaldi mengatakan bahwa workshop ini merupakan program kerja baru dan harapannya ada keberlanjutan dari workshop kali ini.

“Workshop ini program kerja baru ya. Tapi yang terpenting dari proker baru adalah bagaimana caranya kita memiliki input dan output yang jelas, semisal follow up dari pelatihan workshop ini, misal kita mau ngadain acara IQTAF mengabdi yang dimana itu kan kita terjun ke masyarakat, mungkin nanti disana kita bisa pelatihan dari kewirausahaan kerajinan tangan, mungkin itu bisa dipertimbangkan kembali oleh divisi kewirausahaan”, Ujar Fachry.

“Setelah acara pembukaan ini yaitu penyampaian materi dimana nanti dilanjut pelatihan workshop yaitu merajut dan saya harap teman-teman bisa mengikuti acaranya dari awal sampai selesai,” tambahnya.

H. Muhammad Maimun, MA, MSI, selaku Ketua Jurusan mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan minat mahasiswa sekaligus harapannya tidak berhenti hanya di workshop ini saja, tapi dilanjutkan ketika ada kegiatan pemberdayaan ke masyarakat dan kegiatan ini adalah untuk membangkitkan minat mahasiswa. 

"Sebetulnya dalam tubuh kita itu ada jutaan sel minat dan bakat. Meskipun, pertama dalam potensinya kecil tetapi kalo diasah dengan baik, nanti akan menjadi ahli. Sebagaimana pepatah ulama dalam istilahnya Ibnu Hajar ada batu yang walaupun terkena tetesan air lama kelamaan akan berlubang juga," jelasnya 

Ketua Jurusan juga berharap, pengembangan minta dan bakat tidak berhenti di workshop ini, tapi terus berlanjut, seperti kegiatan pemberdayaan ke masyarakat.

"Kita juga bisa memberikan keterampilan kepada masyarakat, jadi konsep pemberdayaan masyarakat itu tidak hanya memberi dalam bentuk materi tapi juga memberikan keterampilan, sehingga ketika kita selesai di sana masyarakat bisa mandiri," pungkasnya (red/Wildan)