Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 03 Agustus 2023

PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Kegiatan Visiting Lecturer

CIREBON, FC - PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar kegiatan Visiting Lecturer. Kegiatan Visiting Lecturer ini merupakan bagian dari kegiatan Musyawarah Kerja Nasional PD PGMI dan Konferensi Internasional.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Aula FITK secara luring dan daring dimulai pukul 09.30 sampai pukul 15.00 wib, dihadiri oleh Wadek II FITK Ibu Ria Gloria, M. Pd dan dosen dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Ketua jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Bapak Ahmad Ariffudin, M.Pd membuka acara dengan menyampaikan harapan ke depan agar kegiatan serupa dapat diagendakan rutin sehingga mahasiswa dapat menyerap ilmu dari dosen luar kampus PGMI. 

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibu Nur atikoh, M. Pd, sala satu dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan dihadiri oleh 8 dosen tamu sebagai narasumber. 

Dosen tamu tersebut berasal dari kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAI Sahid Bogor, IAI Qamarul Huda Bagu NTB, IAIN Bone, IAIN Gorontalo, dan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. 

Sejumlah  88 mahasiswa PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon hadir menyimak dengan antusias materi tentang isu terkini seputar pendidikan dan tantangannya di masa yang akan datang.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan sharing pengetahuan serta mempererat hubungan kerjasama antar Perguruan Tinggi Islam di seluruh Indonesia. 

Kegiatan ini juga dapat memberikan mahasiswa kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru dari sudut pandang yang berbeda sehingga dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dan menumbuhkan konsep baru yang akan mereka terapkan kelak ketika menjadi guru pungkas ketua jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

IAIN Cirebon Adakan Kerjasama Dengan Muamalat Institut Jakarta

JAKARTA, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kerjasama/MoU dengan Muamalat Institut Jakarta, Kamis, (03/08/2023). 

Kegiatan ini dalam rangka peningkatan Tridharma Perguruan Tinggi dan mengoptimalkan prinsip kemitraan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Muamalat Institut Jakarta Jl. Tj. Duren Raya No. 07 ABC Rt/Rw: 01/06 Duren Utara Kec. Grogol Petamburan Provinsi Jakarta Utara. 

Rombongan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang hadir adalah Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag (Rektor) didampingi Prof. Dr. Hajam, M. Ag (Warek II IAIN), Dr. H. Didi Sukardi, M. Ag ( Dekan FEBI IAIN Cirebon), staf dan pejabat IAIN Cirebon. Rombongan IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut langsung oleh Anton Hendriyanto ( Executive Directure Muamalat Institut Jakarta) beserta stafnya di ruang kerjanya. (din)

Selasa, 01 Agustus 2023

Pemkot Cirebon dan KACES Kolaborasi Sosialisasikan Seni dan Budaya di Sekolah

CIREBON – Kemitraan strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dengan Korea Arts and Culture Education Service (KACES) terjalin sejak lama. Tahun ini, kedua belah pihak menjalin kemitraan terkait seni dan budaya. 

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menyambut kehadiran KACES di aula Kantor Dinas Pendidikan, Selasa (1/8/2023).

“Tahun lalu mengenai batik, tahun ini tentang seni dan budaya. Keduanya memperkenalkan kesenian dan budaya masing-masing ke sekolah,” kata Eti. 

Eti menambahkan, pendidikan seni di sekolah merupakan media pengembangan kreativitas dan bakat seni bagi peserta didik. Pendidikan seni berperan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak. 

“Peserta didik akan lebih menghargai dan menghormati seni dan budaya masing-masing negara,” ujarnya.

Pihaknya yakin bahwa seni dan budaya memungkinkan siapapun dapat memiliki pengalaman berkarya, pengalaman menciptakan konsep karya, pengalaman berestetika, dan pengalaman untuk merasakan fungsi pendidikan seni bagi kehidupan. 

“Pendidikan seni dan budaya bisa menjadi metode yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, kemampuan yang sangat penting dan bisa mengubah kehidupan seseorang,” tuturnya. 

Pendidikan seni dan budaya juga memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Sifat-sifat inilah yang membuat Indonesia dan Korea dapat bertemu dan bertukar informasi mengenai kekayaan budaya masing-masing.

“Seni mampu mengembangkan potensi manusia untuk berkomunikasi, baik melalui unsur rupa, gerak, maupun suara,” katanya.

Pemda Kota Cirebon akan selalu berkomitmen untuk terus mendukung program pendidikan seni dan budaya antara Korea-Indonesia. Terlebih hal ini menjadi proyek bantuan pengembangan resmi yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

“Kami berterima kasih kepada KACES karena telah membantu kami dalam upaya menanamkan sekaligus memperdalam minat pelajar dalam hal pendidikan seni dan budaya,” kata Eti. (Nisa)

Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Buka Kerjasama Dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Di Bidang Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Umaryadi SH MH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag tengah bersama menandatangi nota kerjasama (MoU).

FOKUS CIREBON,FC - Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menjalin kerjasama hukum perdata dan tata usaha negara dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (1/8/2023) di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.

Kegiatan selain diikuti oleh para pejabat di Kejaksaan Negeri Kota Cirebon juga di para pimpinan di lingkungan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Selain itu, kerjasama tersebut dilakukan untuk memperkuat bantuan hukum perdata dan tata usaha negara kepada IAIN Syekh Nurjati, yang menjadi lembaga kampus Negeri Islam terbesar di wilayah III Cirebon. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan rasa terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon beserta jajarannya dalam rangka penandatangan kerjasama (MoU), antara Kejari Kota Cirebon dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag menjelaskan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang melakukan transformasi kelembagaan dari institut menuju universitas Islam  negeri. Hal ini sesuai dengan pilot projeck Kementerian Agama, yakni adanya Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon dan salah satunya dengan adanya program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). 

Mengenai PJJ, kata Prof Aan, tahun ini sudah memasuki tahun ketiga PJJ, dan PJJ ini memberikan akses yang terbuka dan cepat dan bisa diikuti oleh seluruh lapisan warga masyarakat Indonesia.

"Hal ini tentunya menjadi bagian dari tugas kami untuk berikhtiar menjadi bagian penting dari Kementerian Agama khususnya program pemerintah untuk pelaksanaan pendidikan," terangnya.

Selain itu, kata Prof Aan, pada transformasi kelembagaan tersebut, seluruh penyelenggaran pendidikan akan dikelola, termasuk IAIN akan meningkatkan mutu akademik, akreditasi dan pengembangan kerjasama dengan banyak lembaga atau institusi luar.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon, Umaryadi, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasihnya atas kegiatan ini sehingga bisa saling  silaturrahmi, dan selanjutnya bersama- sama akan melakukan penandatanganan kerjasama kedua institusi.

Menurut Kajari Kota Cirebon, kerjasama ini sebagai bentuk kepentingan bersama, untuk bersinergi, saling mendukung, saling menjaga dan saling mengganti di tengah pelaksanaan tugas di institusinya masing-masing.

"Saya menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih atas perlunya kita menjalin kerjasama yang lebih," ucapnya. 

Kata Kajari, pada intinya kerjasama ini sebagai upaya kita untuk membangun sinergi di bidang masalah hukum. Kejaksaan tentunya sebagai institusi hukum berkewajiban untuk memberikan kontribusi positif dalam rangka memastikan dan mewujudkan berhasil pelaksanaan tugas dan fungsi kita dari institusi masing-masing dalam kehidupan ini.

Dengan kerjasama pada masalah hukum tersebut, pihaknya siap membantu dan mendampingi jika IAIN memiliki permasalahan hukum, baik persoalan perdata, maupun tata usaha negara. (din)

Prodi PGMI IAIN Cirebon Raih 5 Penghargaan dari PD-PGMI Indonesia Award 2023

FOKUS CIREBON, FC - Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih 5 penghargaan sekaligus dari PD-PGMI Indonesia Award 2023.

Penghargaan ini diberikan, pada salah satu rangkaian Musyawarah Kerja Nasional ke-9 dan Konferensi Internasional Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, yakni pemberian penghargaan kepada Prodi Teladan, Dosen Terproduktif, dan Jurnal Terbaik di Lingkungan Prodi PGMI se-Indonesia.

Kajur PGMI, sekaligus Ketua Pelaksana, Ahmad Arifuddin, M.Pd menjelaskan dalam PD-PGMI Indonesia Award tersebut, Prodi PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih 5 Penghargaan sekaligus. 

Pertama adalah meraih Prodi Teladan Publikasi Ilmiah Harapan 4 PTKIN se Indonesia. Penilaiannya berdasarkan Skor SINTA yang dipublikasikan oleh Kemdikbud Dikti melalui laman sinta.kemdikbud.go.id.

Kedua adalah Jurnal Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI yang dikelola oleh Prodi PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih sebagai Jurnal SINTA 2 Terbaik 1 PTKIN se Indonesia. 

"Raihan tersebut karena Jurnal Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI telah Terakreditasi SINTA 2 dan meraih Impact Factor (IF) SINTA tertinggi dibandingkan dengan jurnal-jurnal lainnya," terangnya.

Ketiga salah satu dosen PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I meraih 3 penghargaan sekaligus, yakni sebagai Dosen Terproduktif Hibah Penelitian Peringkat 2 PTKIN se Indonesia, sebagai dosen Terproduktif dalam menghasilkan Buku Ajar Peringkat Harapan 1 PTKIN se Indonesia, dan sebagai Dosen Teladan Publikasi Ilmiah peringkat Harapan 2 PTKIN se Indonesia. 

"Penghargaan-penghargaan tersebut tentu tidak muncul secara tiba-tiba, namun hasil kerja keras seluruh civitas akademika    Prodi PGMI dan support penuh dari Pimpinan Fakultas FITK, maupun Pimpinan Rektorat dalam meningkatkan kualitas dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Bidang Penelitian, dan Bidang Pengabdian kepada Masyarakat," jelasnya.

Sementara dalam bidang pendidikan dan pengajaran, pihaknya mendorong semua dosen di lingkungan Prodi PGMI untuk terus produktif dalam menghasilkan karya ilmiahnya, baik dalam menghasilkan buku ajar, artikel jurnal yang diterbitkan pada jurnal nasional maupun jurnal internasional terindeks Scopus, maupun karya Ilmiah lainnya.

Demikian juga dalam bidang Penelitian, Prodi PGMI terus mendorong semua dosen PGMI untuk saling berkolaborasi dalam melakukan penelitian, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Sedangkan dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Prodi PGMI juga terus mendorong dosen PGMI untuk melakukan pengabdian kepada masyarat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Menurut Ahmad Arifuddin, M.Pd salah satu dosen PGMI yang paling produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiahnya maupun melakukan penelitian adalah Dr. Atikah Syamsi, M.Pd. 

"Selain sebagai Wakil Dekan I dan Sekretaris Umum Adpensi, Dr. Atikah Syamsi, M.P juga adalah sosok dosen yang ulet, gigih, dan pekerja keras. Berkat keuletan, kegigihan, dan kerja kerasnya, beliau layak mendapatkan penghargaan-penghargaan tersebut. Semoga dapat menginspirasi dosen-dosen PGMI lainnya untuk dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Kendati demikian, sebagai Ketua Prodi PGMI, Ahmad Arifuddin, M.Pd berharap semoga ke depan Prodi PGMI semakin maju dan unggul dengan berbagai prestasi yang diraihnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Nurdin)

Senin, 31 Juli 2023

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa Semester 5 IAIN Cirebon Berhasil Tembus Publikasi Jurnal Internasional

Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dede Al Mustaqim dari Fakultas Syari'ah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, semester 5, berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Dede Al Mustaqim kepada fokuscirebon.com, Selasa, (1/8/2023).

Menurut Dede Al Mustaqim judul yang ditulis di jurnal internasional, yaitu "Implementation of DSN-MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI|X| 2016 in The Development of Halal Tourist Destination in The City of Cirebon: The Perspective of Maqashid Syariah dan telah terbit pada bulan Juni kemarin terbitan Vol. 04, No. 03 tahun 2023,  yang diterbitkan oleh International Journal of Social and Management Studies (Ijosmas), Jurnal tersebut di bawah naungan Aguspati Research Instituta.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen Pengampu Mata Kuliah Industri Halal yaitu Bapak Muhammad Mujahidin, SEI, ME yang telah memberikan pembelajaran yang mudah dicerna dan dipahami dan juga telah memberikan tugas penelitian ini kepada para mahasiswanya dan apabila jurnal ini tembus maka mendapatkan nilai tambahan. Itulah awal motivasi dari penulisan ini," kata Dede kepada fokuscirebon.com.

Selain ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Industri Halal, ucapan terimakasih juga disampaikan kepala dosen pengampu fatwa DSN-MUI yaitu kiyai faqih yang sangat luar biasa dalam memberikan sebuah pemahaman.

"Penelitian ini saya gabungkan dari mata kuliah industri halal dan juga mata kuliah fatwa DSN-MUI," ujarnya.

Kemudian ucapan terimakasih juga kembali disampaikan Dede Al Mustaqim kepada  Ahmad Alamudin Yasin MH yang turut serta membimbing dan mengarahkan saya dalam kepenulisan jurnal ilmiah yang mampu menghantarkan saya bisa membuat karya ini.

Dijelaskan, sebagai penulis dirinya termotivasi bahwa dalam menyusun karya ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan destinasi wisata halal yang berlandaskan pada nilai-nilai maqasid Syariah. 

"Dengan semangat dan dedikasi, saya berharap bahwa karya ini dapat memberikan wawasan baru bagi industri pariwisata, pemerintah dan masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung pengembangan wisata halal," tuturnya.

Terkait kesuksesannya itu, kata Dede Al Mustaqim, pihak kampus juga mengapresiasi dan terus memberikan dukungan dan support kepada saya untuk terus berkreasi.

Namun demikian, dalam menuju kesuksesan tersebut ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh Dede Al Mustaqim, salah satunya adalah ketersediaan data dan informasi yang relevan. 

Karena menurut Dede Al Mustaqim, penelitian ini memerlukan data yang akurat dan juga terbaru. Oleh karena ini saya melakukan persiapan seperti melakukan survei, wawancara dan juga mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah. 

Untuk itu, pihaknya berharap, penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi para teman-teman mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir dan juga para peneliti lainnya untuk terus mengeksplorasi dan menggali lebih dalam tentang topik yang relevan dalam pengembangan destinasi wisata halal. 

Maka dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan dalam bidang ini, akan  semakin baik juga pemahaman kita tentang cara mengoptimalkan potensi pariwisata halal dan meningkatkan kualitas bagi wisatawan Muslim. (Nurdin)

Minggu, 30 Juli 2023

Bupati Imron beserta Jajaran Gelar “Mubeng”, Tinjau Kondisi Masyarakat Kabupaten Cirebon

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag bersama Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, jajaran Forkopimda dan para kepala perangkat daerah Kabupaten Cirebon gelar “Mubeng” (Mudun Bareng) dengan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kecamatan Gunungjati, Plered, Panguragan, dan Kaliwedi, Minggu (30/7/2023).

Para rombongan memulai perjalanan dari Pendopo Bupati Cirebon pada pukul 07.00 WIB menuju Pasar Condong, Kecamatan Gunungjati untuk membagikan 100 nasi barokah kepada para pengunjung pasar sekaligus meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tersebut.

Selanjutnya, rombongan menuju Pasar Pangkalan Plered dan Pasar Desa Panguragan untuk membagikan 100 nasi barokah berikutnya dan juga meninjau harga kebutuhan pokok.

Terakhir, rombongan singgah di Desa Kalideres, Kecamatan Kaliwedi untuk berdialog dengan masyarakat serta memberikan bantuan secara simbolis.

Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan beberapa pihak terkait, seperti Baznas, Bulog, Disperdagin, Disdukcapil, Dinkes, DPPKBP3A dan perangkat daerah lainnya.

Bupati Imron mengungkapkan, program Mubeng ini merupakan cara pemerintah daerah untuk turun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, dengan Mubeng ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon selain melakukan silaturahmi, pihaknya juga ingin melihat langsung kondisi di wilayahnya.

"Pada kegiatan Mubeng kali ini, kita libatkan semua kepala perangkat daerah supaya mereka tahu program pemerintah apa saja yang sudah maupun yang belum tercapai. Jangan hanya mendapatkan laporan dari bawahannya saja, tetapi langsung terjun ke lapangan," ujar Imron.

Ia juga mengungkapkan, pada Mubeng kali ini, Pemkab Cirebon juga memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat, diantaranya yaitu bantuan Rutilahu dari Baznas, paket sembako, pasar murah dan bantuan lainnya untuk masyarakat.

Selain itu, lanjut Imron, pihaknya bersama rombongan menyempatkan untuk melihat dan melakukan pelepasan benih ikan di Embung Desa Kalideres.

"Embung ini kalau bisa dikelola dengan baik akan bisa menjadi destinasi wisata, dan nantinya perekonomian masyarakat sekitar Embung akan tumbuh dengan baik," harap Imron.

Di tempat yang sama, Camat Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Hardomo mengatakan pihaknya menyambut baik dengan adanya program Mubeng ini. Menurutnya, dengan adanya program ini, wilayah Kecamatan Kaliwedi mendapat beberapa bantuan untuk masyarakat.

"Ada bantuan Rutilahu, sembako gratis, pengobatan gratis, bazar pasar murah dan bantuan lainnya untuk masyarakat yang kurang mampu," ujar Hardomo. 

Ia menjelaskan, di Desa Kalideres ada Embung atau waduk buatan yang kini dijadikan destinasi wisata. Namun, Embung tersebut kini kurang terurus, karena terkendala dengan biaya.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati beserta jajaran bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan destinasi wisata, agar ekonomi masyarakat bisa terbantu," harapnya. (din)

Sabtu, 29 Juli 2023

Pembukaan KKN Kelompok 29 UNU Cirebon Disambut Hangat Perangkat Desa Tegalmulya

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa Kelompok 29 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menggelar kegiatan pembukaan KKN di Balai Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (29/07). 


Acara berlangsung pada pukul 08.00 pagi ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Tegalmulya, Salamun, SH dan dihadiri Ketua BPD, Ketua LPM, Sekretaris Desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN kelompok 29.

KKN dengan tema “Penguatan Masyarakat Pesisir Dalam Menyongsong Era Society 5.0”, secara garis besar memberikan pesan kepada mahasiswa agar dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam mendukung kemajuan di Desa Tegalmulya.

Kepala Desa Tegalmulya, Salamun dalam sambutannya menyampaikan informasi seputar kegiatan masyarakat, kondisi lingkungan dan lainnya. Sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa dalam kegiatan  pengabdian pada masyarakat.

Salamun, SH, berharap dengan kedatangan tim KKN 29 diharapkan  membawa perubahan pada 
Desa Tegalmulya. 

“Saya harap untuk adik-adeik KKN bisa memaksimalkan potensi yang 
dimiliki oleh Desa Tegalmulya,” katanya dalam sambutan pembukaannya.

Menurutnya, dengan adanya acara pembukaan ini bisa menjadi awal yang baik dalam memulai kegiatan KKN di 
Desa Tegalmulya.

Demikian juga menurut Muhyi, selaku Ketua BPD setempat yang turut menyambut baik adanya program KKN di Desa Tegalmulya. Pihaknya menyambut baik dengan program KKN ini. 

Muhyi juga berharap semoga tim KKN kelompok 29 dapat merasa nyaman selama berada di Desa Tegalmulya.

Sementara menurut para mahasiswa Kelompok 29 UNU Cirebon yang tengah melaksanakan 
KKN dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berharap sambutan hangat dari Kepala Desa Tegalmulya dan Ketua BPD Tegalmulya menjadi awal yang baik untuk kegiatan KKN mereka. (din)

Film MANTRA SURUGANA Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon

FOKUS CIREBON, FC -Di hari pemutaran perdana Film Mantra Surugana yang tayang serentak di bioskop Tanah Air tanggal 27 Juli, Peregrine Studios bersama Adhya Pictures dan ZK Digimax Cinema Visit di XXI Ramayana Cirebon, Sabtu, (29/7/2023).

Film Mantra Surugana diperankan aktor-aktor muda Indonesia berbakat seperti Sitha Marino, Cindy Nirmala, Fergie Brittany, Shabrina Luna, Rafael Adwel, Dewa Dayana, Yusuf Mahardika. FILM “MANTRA SURUGANA”, menceritakan tentang bangkitnya sosok iblis lewat mantra dan kutukan yang menghantui TANTRI (Sitha Marino) di sebuah asrama dan menemukan hubungan mengerikan dengan mantra dan kutukan di masa lalunya. Mantra dan kutukan itu membangkitkan Iblis Surugana yang meminta korban nyawa.

“Kami sangat senang tanggal 27 Juli, Film Mantra Surugana telah tayang di bioskop Tanah air secara serentak. Saya sudah tidak sabar mendengar komentar para penonton setelah menonton film ini. Kami berharap kerja keras dan dedikasi penuh yang kami curahkan untuk film ini mendapat apresiasi dari pecinta film Tanah Air khususnya genre horor. Menggarap film horor yang berkualitas memang butuh komitmen, untuk itu kami bangga dapat menghadirkan film ini yang kami pastikan menjadi tontonan film horor yang tidak biasa dan menambah deretan film horor yang layak dinikmati”, kata Chief Executive Producer Peregrine Studios, Ervina Isleyen.

Sutradara Film Mantra Surugana, Dyan Sunu Prastowo mengatakan, “Film Mantra Surugana penuh tantangan, karena film horor ini mengangkat tema dari tanah pasundan yang sarat akan kebudayaan sunda, pembuatannya pun membutuhkan proses panjang dengan melibatkan konsultan bahasa dan sejarah sunda kuno. Film ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, banyak pelajaran yang bisa kita ambil setelah menonton film ini. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk film horor di Indonesia”, ujar Dyan Sunu.

Dalam pembuatan Film Mantra Surugana menggunakan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) untuk memaksimalkan visual di dalamnya agar bisa ditampilkan sangat menarik dan nyata, juga melibatkan penyanyi muda berbakat Sara Fajira dalam pembuatan Soundtrack Film Mantra Surugana.

Ditambahkan oleh lham Nurwansyah, Peneliti Naskah Sunda Kuno, “Saya bangga dapat menjadi bagian dari literasi di film ini. Meskipun mengusung genre horor, tapi film ini menyuguhkan jalan cerita baru yang tidak bisa ditebak. Film ini juga memperkenalkan kembali mantra yang memang

sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Sunda sejak zaman dahulu, dan mengangkat mantra Sunda kuno yang mungkin sebagian orang belum tahu. Selamat kepada Peregrine Studio yang mampu menghadirkan tontonan perpaduan hiburan dan edukasi budaya” ungkap Ilham.

Salah satu pemain utama Sitha Marino juga sudah tak sabar menunggu Film Manta Surugana tayang di bioskop tanah air. “Setelah saya menonton film ini sebelumnya di Gala Premiere minggu lalu dan saya sangat menikmati hasil akhirnya. Jadi saya semangat dan optimis film Mantra Surugana ini akan disukai oleh seluruh pecinta film horor di tanah Air, karena film ini akan menjadi film horor yang berbeda dari yang sudah ada”.

Ramaikan bioskop Tanah Air dengan Menonton Film Mantra Surugana mulai tanggal 27 Juli 2023 di Bioskop Kesayangan Kalian!


***

Ikuti terus kabar terkini dari PEREGRINE STUDIOS dan MANTRA SURUGANA di: Instagram: @peregrinestudiosid @adhyapictures @mantrathemovie

Twitter: @MantraFilm TiktTok: @mantrathemovie



TENTANG PEREGRINE STUDIOS

Peregrine Studios adalah sebuah studio film dan rumah produksi film layar lebar dan web series yang didirikan pada tahun 2022. Diprakarsai oleh Supardi Tan, Founder PT Digital Mediatama Maxima Tbk dan Co-Founder ZK International Group Co, Ltd, Ricky Wijaya, CEO Group Adhya dan Adhya Pictures, serta Felix Hamdany, CEO Harmoni Artha Indonesia.

Rumah produksi ini juga digawangi oleh dua sineas yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman yaitu Ervina Isleyen (sebelumnya dikenal dengan nama Erna Pelita) yang sudah menjadi Produser sejak tahun 2003 dan Dyan Sunu Prastowo selaku Sutradara yang telah memulai karir sejak tahun 2005 dan melahirkan 10 karya film yang tayang di OTT dan 1 film layar lebar berjudul “Remember the Flavor”, menjadikan film ‘Mantra Surugana’ karyanya yang ke 12 di tahun 2023.

Peregrine Studios memiliki visi untuk dapat menjadi studio film yang memiliki kemampuan menciptakan, memproduksi, mendistribusikan konten orisinil berbasis lokal maupun internasional secara konsisten dan berkualitas, serta menyediakan fasilitas dan layanan produksi untuk mendukung perkembangan kreatif industri film di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, PEREGRINE STUDIOS berencana melepas berbagai produk entertainment, termasuk di dalamnya kelanjutan Film MANTRA SURUGANA dan film-film lain yang mengangkat cerita misteri dari daerah lain di Indonesia.


TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures merupakan anak perusahaan dari Adhya Group, yang secara khusus berkiprah di dalam industri film, sebagai Film distributor, aggregator, marketing promotion services, hingga sebagai investor

Adhya Pictures berkomitmen untuk mendukung dan memajukan industri film Indonesia di panggung lokal dan internasional melalu karya film yang berkualitas yang bisa dinikmati oleh audience Indonesia.

Adhya Pictures dan afiliasinya : Satria Dewa Studio, Kathanika Entertainment, Lumine Studio, Wong Vardha Entertainment, DAMN! I Love Indonesia Pictures, Peregrine Studios dan Kathanika Films akan terus menyajikan konten film dengan kualitas terbaik dan ikut meramaikan industri perfilman Indonesia.


TENTANG MANTRA DAN WARISANNYA

Film MANTRA SURUGANA, mengangkat Mantra Sunda dalam tradisi naskah lama. Ekspresi mantra diucapkan dalam bahasa Sunda kuno yang digunakan 5 abad silam. Mantra Sunda dipandang sebagai dokumen dan kearifan lokal budaya Sunda. Pengamal Mantra atau orang yang mengucapkan dan mengamalkan mantra tersebut menjadi suatu tujuan tertentu, beranggapan bahwa membaca Mantra sama dengan membaca Doa. Pada dasarnya Mantra adalah ekspresi doa, yang digunakan untuk suatu tujuan baik. Teks-teks Sunda klasik menyiratkan bahwa umumnya mantra digunakan untuk kebaikan, kesejahteraan, kesuburan dan kedamaian.

Mantra digunakan untuk menolak bala dan mara bahaya dalam upacara ruwatan. Sejak zaman Sunda kuno, laku ruwatan telah dilakukan untuk membersihkan lahan dari pengaruh buruk makhluk-makhluk jahat dan pengganggu, antara lain Udubasu, Kalabuat, Pulunggana, dan Surugana. Tapi ada juga yang menggunakannya untuk tujuan jahat untuk mencelakakan manusia.

Seiring bekembangnya kebudayaan Sunda, mantra bertransformasi dalam setiap zaman dan tetap eksis hingga saat ini di tengah masyarakat Sunda. Rajah, jangjawokan, asihan, adalah sebagian bentuk lain dari ungkapan mantra yang mengikuti konteks penyesuaian zaman dan penggunaannya di masyarakat. Antara lain dalam bentuk ungkapan bahasa, istilah, dan unsur kesakralannya. Namun selalu ada benang merah yang terbentang dari masa lalu hingga masa kini.

Kajian struktur dan makna mantra telah mampu menguak eksistensi dan fungsi Mantra dalam upaya mengungkap baik dan buruknya penggunaan Mantra. Mantra layak disikapi secara bijak agar Pengamal dan masyarakat awam dapat hidup berdampingan, selaras dan harmonis “MANTRA MENJADI BAGIAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA”.

Naskah-naskah Sunda Buhun ‘Kuno’ termasuk salah satu unsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang melahirkan dan mendukungnya, yang tertulis pada daun gebang, lontar, gebang, belahan bambu, dan kulit kayu (daluang). Secara umum isinya mengungkapkan peristiwa masa lampau yang menyiratkan aspek kehidupan masyarakat, terutama aspek sosial dan budaya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Endah Dwi Ekowati

Public Relations

HP: 0815-877-4220

Email: [email protected]

INFO FILM

JUDUL: MANTRA SURUGANA GENRE: HOROR

DURASI: 98 MENIT

KATEGORI USIA: 17+

SUTRADARA: Dyan Sunu Prastowo PRODUSER: Ervina Isleyen


PRODUSER EKSEKUTIF:

1. Supardi Tan

2. Ricky Wijaya

3. Felix Hamdany


CAST:

Sitha Marino sebagai Tantri

Cindy Nirmala sebagai Surugana & Dahlia Rania Putrisari sebagai Arum

Fergie Brittany sebagai Asta Shabrina Luna sebagai Fey Rafael Adwel sebagai Reza Dewa Dayana sebagai Mahesa Yusuf Mahardika sebagai Luki

Arswendy Bening Swara sebagai Arman Tegar Satrya sebagai Karta

Mike Lucock sebagai Jamal Messi Gusti sebagai Tantri Kecil.



 SINOPSIS FILM MANTRA SURUGANA

Sejak tinggal di asrama kampus, Tantri (17) mengalami berbagai kejadian menyeramkan. Asta, Fey, dan Reza, senior di kampus, curiga hal itu terjadi karena Tantri tinggal di kamar Arum, sahabat mereka yang tahun lalu hilang secara misterius dan diikuti pula oleh hilangnya mahasiswa lain bernama Luki.

Keesokan harinya, suasana kampus gempar. Tantri menemukan mayat Luki sudah membusuk. Kepada Asta, Tantri mengaku mendapat bisikan misterius kalau Luki bunuh diri secara mengerikan.

Menyadari Tantri mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, Asta dan teman-temannya minta Tantri mencari Arum. Di rumah Arum yang terbengkalai, Tantri menemukan buku kuno berisi Mantra. Mantra yang jika dirapalkan bisa membuat seseorang terbunuh. Ternyata ada rahasia yang dibawa mati Luki, yang menyeret nama Asta dan teman-temannya sebagai orang-orang yang dimantrai.

Niat menyelamatkan diri dari pengaruh Mantra malah berkembang menjadi bencana bagi Asta dan teman-temannya, juga bagi Tantri. Mantra yang telanjur terucap ternyata memanggil sosok pembalas dendam yang mengincar mereka. Dan dendam itu ternyata ada hubungannya dengan masa lalu masing-masing.

Tidak bisa tidak, Mantra harus dibalikkan, buku Mantra harus dihancurkan, atau mereka sendirilah yang hancur. (Nurdin)

Jumat, 28 Juli 2023

Desa Klangenan Kabupaten Cirebon Masuk Nominasi Lomba Ruang Lingkup Gelari Pelangi Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Dra. Hj. Nunung Roosmini mendampingi Tim Recheking Ruang Lingkup Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa/Kecamatan Klangenan, Jum'at (28/7/2023).

Imron mengatakan, bahwa Gelari Pelangi adalah gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengelola ekonomi, pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat.

"Gelari Pelangi ini akan menjadi tolak ukur pembangunan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan secara terencana, terpadu, terstruktur, merata dan berkualitas yang bersendikan kearifan lokal melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," kata Imron.

Imron menjelaskan, ada beberapa program unggulan Gelari Pelangi di Kabupaten Cirebon, diantaranya gerakan gemar membaca, menggerakkan keluarga dalam hal pendidikan, keterampilan, penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga, pembentukan dan pengembangan Koperasi.

"Gerakan gemar membaca bertujuan untuk membudidayakan minat baca melalui penyediaan taman bacaan. Menggerakkan keluarga dalam pendidikan dan keterampilan untuk anak sekolah maupun anak putus sekolah," lanjutnya.

"Penguatan ekonomi keluarga dengan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada, serta mengembangkan kreativitas melalui UMKM berbasis teknologi informasi," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, Tim Penggerak PKK merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan yang tumbuh berkembang di tengah-tengah masyarakat. 

Pasalnya, mereka sebagai mitra pemerintah desa yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

"Dalam konteks masyarakat, keluarga merupakan unit terkecil yang sangat berarti dalam proses pembangunan, karena objektif keluarga merupakan parameter bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya," ungkap Imron.

Ia berharap, dengan adanya Tim Recheking Gelari Pelangi dari Provinsi Jawa Barat bisa membuat Desa Klangenan menjadi yang terbaik. 

"Semoga Desa Klangenan bisa menjadi juara pertama lomba Recheking ruang lingkup Gerali Pelangi tingkat Jawa Barat," harapnya. 

Di tempat yang sama, Kuwu Desa Klangenan Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat menyambut baik dengan kedatangan Tim Recheking Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Cirebon.

"Para ibu-ibu mempersiapkan untuk kegiaan ini dari subuh, tetapi yang saya senang, ini merupakan kebiasaan warga, tidak hanya untuk ikut lomba tetapi kebiasaan yang mereka persembahkan hari ini merupakan hal yang terbiasa dilakukan di Desa Klangenan," singkatnya. (di )