Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 03 Desember 2019

Ribuan Guru Honorer di Kabupaten Cirebon Tuntut Kesejahteraan


FOKUS CIREBON - Ribuan guru honorer di Kabupaten Cirebon menggelar aksi damai. Mereka menutut gaji mereka disesuaikan dengan Upah Minimum Kerja (UMK) yanga ada di Kabupaten Cirebon. Para guru honorer ini merasa terancam kesejahteraannya akibat belum mendapat perhatian Pemerintah Daerah setempat.

Ribuan guru honorer yang terwadahi lewat Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia(FHPTK-PGRI)Kabupaten Cirebon ini, berorasi secara bergiliran di Gedung PGRI, Sumber pada Selasa (3/12/2019) pagi.

Mereka menginginkan, gaji guru honerer sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) yang ada di Kabupaten Cirebon. Bahkan mereka mengaku ikut mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengenai rapat persiapan penyusunan Peraturan Bupati.
Nantinya, sebagai penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Selain itu, khususnya mengenai honorium guru pengganti dan tenaga kependidikan Non PNS pada sekolah Negeri.

Dalam aksi ini, Forum Honorer Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia, mempertanyakan apakah sudah sejahtera dengan gaji guru honorer sebesar Rp 150.000,- hingga Rp 300.000 ini.
"Saya sangat berharap tanda tangan Pak Bupati membuahkan hasil bagi kami, dan kami ingin kesejahteraan kami diperhatikan. Apalagi saatini, jumlah tenaga guru honorer di Kabupaten Cirebon mencapai 6.777 jiwa," paparnya. 
Dijelaskan, aksi damai ini, sesuai dengan surat yang yang dilayangkan ke Polresta Cirebon. Tujuan aksi ini sendiri hanya untuk menyampaikan aspirasi dari bawah, yakni mereka para guru honorer di Kabuoaten Cirebon. "Kami datang dengan damai, kami hanya ingin sejahtera, maka mohon keinginan ini diperhatikan," jelas Soleh. (bam)





Menuju Akreditasi A, Perpustakaan IAIN Cirebon Tingkatkan Pelayanan Cepat Dan Program 3S


FOKUS CIREBON - Perpustakaan masih menjadi salah satu institusi yang banyak diburu para pegiat buku. Tapi tudak sedikit perpustakaan ditinggalkan pembacanya lantaran karena persoalan pelayanan.

Namun berbeda dengan perpustakaan di IAIN SNJ Cirebon, justru berbeda dengan perpusatakaan lain, di IAIN Cirebon malah lebih mengutamakan  pelayanan dan program 3S (Senyum, Salam dan Sapa).

Hal itu disampaikan langsung oleh salah seorang mahasiswa yang gemar bertandang ke perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Rizal, saat ditanya seputar keberadaan dan pelayanan Perpustakaan IAIN Cirebon.

Sementara menyangkut program 3S, dibenarkan langsung oleh Kepala Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Yayat Suryatna, menurutnya pengelolaan perpustakaan IAIN Cirebon selalu mengedepankan pelayanan dan ketepatan.

Mengapa demikian, kata Yayat, karena kualitas sebuah perpustakaan bisa dilihat dari layanannya. Kemudian juga lihat koleksi bukunya serta sarana dan prasarananya.

"Layanan ini terkait dengan kecepatan dan ketepatan. Sedang mengenai kecepatan artinya bukunya mudah ditemukan, kemudian pemberian layanan juga harus tepat di mana buku yang dicari sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” terangnya saat ditemui disela-sela kegiatan worksop.

Bahkan Yayat menegaskan, bahwa pada soal pelayanan, saat memberikan layanan wajah tidak boleh terkesan asem, cuek atau bahkan kurang ramah. "Kalau masih ada yang demikian, bisa dilaporkan kepada kami dan kami akan memberikan pembinaan,” pintanya.

Yayat juga menjelaskan, dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pelayanan, pihaknya tengah menggelar kegiatan workshop.

Dari kegiatan ini ada tujuan yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkeinginan untuk menuju akreditasi A, maka workshop ini dalam rangka pemenuhan standar. Yakni workshop pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

"Ada sembilan standar menuju akreditasi A, dan workshop ini salah satunya upaya menuju akreditasi A tersebut, yaitu meningkatkan kompetensi pustakawan,” jelasnya, Selasa (3/12/2019).

Sedang standar lainnya yaitu, pengembangan digital perpustakaan. JIka perpustakaan tidak bisa berkembang sesuai zaman, maka perpustakaan bisa ditinggalkan. Untuk itu, perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah terus meningkatkan digitalisasinya, salah satunya lewat e-book.

"Tema kegiatannya yakni ‘Melalui Pengembangan Kompetensi Pustakawan dan Pembangunan Perpustakaan Digital, Kita Tingkatkan Kualitas Kualitas Perpustakaan’ yang dilaksanakan di Hotel Tryas, Kota Cirebon.

Dwmikian juga disampaika  Wakil Rektor I Syaefudin Zuhri, bahwa perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah bersiap menyongsong akreditasi. "Workshop ini merupakan persiapan akreditasi. Out put nya adalah perpustakaan bisa terakreditasi A, atau minimal B.

Pihaknya juga tengah mendorong agar pengadaan buku di perpustakaan mengacu pada profil masing-masing prodi, serta ada peningkatan akses ke jurnal nasional maupun internasional. (din)

Jelang Tutup Tahun, Pemprov Jabar Gelar Kopi Darat


FOKUS CIREBON - Jelang tutup tahun, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan IV Tahun 2019 di Eminence Hotel Cianjur, Selasa (3/12/19). 

Ajang silaturahmi, koordinasi dan komunikasi yang dikemas secara informal antara Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan 27 Bupati/Wali Kota se-Jabar kali ini membahas refleksi akhir tahun penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 

“Ini adalah Kopdar terakhir di 2019 dan sebuah upaya agar kami para pemimpin daerah terus melakukan sinkronisasi,” kata Ridwan Kamil.

Pasalnya menurut Emil –begitu Ridwan Kamil disapa–kekompakan antara seluruh kepala daerah merupakan kekuatan terbesar dalam upaya pembangunan di Jabar. 

“Yang saya amati setahun pertama (memimpin) ini, frekuensi (kekompakan) masih belum sempurna. Tapi saya yakin kalau kita rutinkan (Kopdar), semua lancar karena kekuatan terbesar kita, (adalah) kita kompak membangun bersama-sama,” tegasnya.

Emil menuturkan, beberapa program yang dievaluasi dalam Kopdar di pengujung 2019 ini antara lain hilangnya aspirasi kab/kota selama proses pengajuan.

Maka dalam pertemuan itu, disepakati pembentukan Desk Bantuan Gubernur yakni sebuah unit di bawah naungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.


“Desk ini sudah dilakukan di DAK (Dana Alokasi khusus) sehingga makin lama pembangunan di Jabar makin lancar dan aspirasi dari kota/kabupaten juga makin mudah dan terlacak kemacetannya dimana,” ujar Emil.

Selain mengevaluasi kegiatan satu tahun belakangan, Kopdar ini juga membahas rencana program tahun 2020, antara lain fokus pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, Emil berujar bahwa Pemda Provinsi Jabar juga akan mengevaluasi kurikulum SMK bekerja sama dengan perusahaan agar muncul link and match antara Dunia Usaha dan Dunia Industri. 

Emil pun meminta kepada bupati dan wali kota agar mewajibkan industri di daerahnya untuk memiliki sekolah atau tempat pelatihan bagi lulusan SMK.

“Mohon bupati/wali kota wajibkan ada sekolah atau teaching factory di pabrik. Jangan kasih izin (perusahaan) kalau tidak ada konsep yang akan dimulai tahun 2020 ini. Bila pabriknya memenuhi, maka pajaknya akan dikurangi. Ini adalah upaya kita meningkatkan SDM dan mengurangi pengangguran khususnya SMK,” tutur Emil.

Tak hanya itu, Emil mengingatkan para bupati/wali kota untuk menjalankan arahan Presiden untuk memudahkan perizinan investasi khususnya sektor manufaktur.

Pilkada serentak tahun 2020 pun ikut masuk dalam pembahasan. Emil meminta kepada delapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun depan untuk mempertahankan kondusivitas Jabar. 


Terkait sektor pariwisata, Emil juga meminta daerah memaksimalkan potensi pariwisata lokal. “Maksimalkan potensi yang ada karena karena kekuatan ekonomi Jabar yaitu industri manufaktur dan pariwisata,” ucap Emil.

Melalui Kopdar yang rutin digelar ini, Emil pun yakin bahwa tahun 2020 Jabar akan lebih maju karena pertemuan para kepala daerah ini berdampak positif bagi percepatan pembangunan.

“Kopdar ini ‘kan gagasan baru yang sebelumnya tidak ada, ternyata diapresiasi oleh semua (kepala daerah). Insyaallah 2020 Jabar akan lebih maju dengan Kopdar ini,” tutup Emil. (din)

Senin, 02 Desember 2019

HIMASOS IAIN Cirebon, Pecahkan Krisis Pemuda Milenial, Lewat Seminar Nasional


FOKUS CIREBON - Tantangan industri 4.0 tidak harus cukup dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas Perguruan Tinggi saja, tetapi juga harus diperhatikan soal aspek mental dalam menjalankannya. 

Apalagi menyangkut peran pemuda milenial, sepertinya menjadi menarik untuk didiskusikan sebagai kelompok 'zaman now' yang gandrung terhadap kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0. 

Terutama menyangkut sikap dan pandangan (mental dan intelektual) para pemuda dalam menatap masa depan, sehingga kondisi ini membuat greget HIMASOS IAIN Cirebon, untuk pecahkan melalui Seminar Nasional tentang "Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Islam" yang digelar di lantai 4, FUAD IAIN SNJ Cirebon, Senin, (02/12/2019).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS), IAIN SNJ Cirebon, Riyo Maheso Jenar menjelaskan jika kegiatan seminar nasional ini mengundang dua pembicara ternama yakni KH Huseun Muhammad (Founder Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) dan Muhammad Abdullah Syukri MA (Indonesian Delegation For 1000 Abrahamic Circles Project.


Dijelaskan, seminar ini diadakan untuk membangun semangat dan pola pikir para mahasiswa dan pemuda sebagai generasi milenial agar bisa berkarakter sesuai dengan Islam dan berkepribadian Pancasila.

"Kita masih melihat, kaum milenial yang terjebak oleh sikap-sikap hendonis, sehingga sudah jarang  mendalami budaya dan pendidikan Islam, malah justru lebih banyak mengadopsi budaya barat, seperti main game online dan lainnya," terang Rio Maheso Jenar.

Sementara itu, dalam kupasan materi seminar, KH Huseun Muhammad menjelaskan, bahwa saat ini terjadi kegelisahan-kegelisahan di mana dengan berkembangnya sikap ekstrimisme. Sehingga pada sejumlah pertemuan dunia, selalu mengambil tema soal-soal perdamaian.

"Islam dulu itu maju, karena menyumbang peradaban manusia begitu besar dengan pandangan pandangan majunya," ujar KH Husein Muhammad.


Sedang menyangkut soal ekstrimisme yang dimaksud, Kata KH Husein Muhammad, adalah telah menyebarnya kekerasan atas nama agama, dan ini mencemaskan bagi masa depan kita. 

"Realitas itu adalah wajah dari dunia, pandangan ini karena dari proses sistem kita yang gagal.  Dan pendidikan harusnya menjadi proses mengaktualisasukan kemanusiaan untuk menjadi menambah baik, karena pendidikan itu proses mengaktualkan potensi kemanusiaan, potensi spiritual, potensi intelektual dan potensi energi," katanya.

Maka disinilah pentingnya peran pendidikan, yang harus lebih memanusiakan manusia melalui keilmuan dan potensi yang dikembangkan. Hal itu bisa juga sebagai proteksi dini, karena pendidikan kita, dan pergerakan islam dulu selalu mengibarkan kemajuan-kemajuan bagi masa depan. (din)









Bangun Sinergitas Dan Kerjasama, DPRD Cimahi Gandeng IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon lagi-lagi menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh  lembaga atau institusi lain. Pasalnya, IAIN Cirebon kini dipandang sebagai salah satu institusi yang kredibel dan berkompeten untuk diajak bekerjsama dalam segala bidang.

Seperti juga yang dilakukan pihak DPRD Cimahi, Jawa Barat, dalam rangka penguatan peran dan kinerja anggota Legislatif dalam membangun daerah, DPRD Kota Cimahi menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menyelenggarakan Workshop selama tiga hari dari tanggal 1-3 Desember 2019. 

Workhsop yang digagas adalah menyangkut "Optimalisasi Kinerja Legislatif Dalam Membangun Daerah Dengan Bersinergi Bersama Kebijakan Kepala Daerah" bertempat di Swiss Belhotel Cirebon.

"Selamat datang di Kota Cirebon kepada Ketua, Pimpinan Fraksi dan Anggota DRPD Kota Cimahi di Kota Cirebon," kata Dr.H.Sumanta, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon  pada pembukaan Workshop tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Sumanta juga mengulas sejarah singkat berdirinya dan peran kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Dirinya merasa tersanjung dan senang dapat bersilaturrahim dan bekerjasama dengan DPRD Kota Cimahi melalui LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Terlebih menurutnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon salah satu kampus yang sudah bekerjasama dengan Badan Keahlian DPR RI, yang pernah melibatkan IAIN Cirebon dalam pembahasan Rancangan UU Pesantren bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Ir.H.Achmad Zulkarnaen, MT dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sempat menanyakan penyelenggara kegiatan Workshop ini kepada Setwan, ternyata IAIN Syekh Nurjati Cirebon cq. LPPM yang di Ketuai Dr.H.Ahmad Yani, M.Ag sudah mempunyai pengalaman dan tedaftar di Kemendagri RI sebagai penyelenggara BIMTEK anggota DPRD.

Diakuinya, dirinya merasa perlu bermitra dengan lembaga yang kredibel, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan akuntabel, tuturnya.

Selanjutnya, dirinya merasa senang bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pelayanannya luar biasa, ramah dan menyenangkan, fasilitas juga memadai, termasuk  narasumbernya sangat kredibel dan sudah terdaftar di Kemendagri. 

"Insya Allah, kerjasama ini akan terus berlanjut. Dan semoga pula kegiatan ini benar-benar berjalan dengan baik, dan memberikan penguatan pada peran dan fungsi kita dalam membangun daerah," pintanya. (din)