Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Januari 2020

SMPN 1 Kota Cirebon, Dukung Pemerintah Dalam Memerangi Sampah Plastik


FOKIS CIREBON - Drs H Lilik.Agus Darmawan MPd tak henti-hentinya berkarya bagi pendidikan. Kali ini sosok yang digandrungi banyak pihak karena 'low profil' ini tengah mengagas penanganan sampah plastik di lingkungan sekolah.

Gagasan tersebut kini diterapkan sebagai bentuk dukungan SMPN 1 Kota Cirebon atas Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2019 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Lilik menyatakan, guna menyukseskan komitmen pemerintah dalam memerangi sampah plastik ini, dewan guru-guru di sekolah sudah melakukan rapat koordonasi, sebelum melakukan sosialisasi kepada para orang tua siswa.

"Kepada para siswa kita imbau untuk membawa tempa sendiri jika ingin jajan," kata Lilik, yang sosoknya terus ingin berkarya bagi kemajuan pendidikan di Kota Cirebon.

Para pegiat pendidikan di Kota Cirebon juga memandang jika sosok Lilik Agus Darmawan patut menjadi teladan bagi semua, karena kedisplinannya, gagasan-gagasannya serta kiprahnya bagi kemajuan pendidikan. 


"Apa yang dilakukan Pak Lilik dan para dewan guru semata untuk mendukung komitmen pemerintah dalam memerangi sampah plastik, selain itu sosok Lilik memang penuh karya dan patut mendqpat apresiasi dari semua pihak, karena komitmennya yang tinggi untuk memajukan pendidikan di Kota Cirebon," tandas Andrian, M.Hum, aktivis lingkungan Kota Cirebon. (nur)



Wakil Wali Kota Cirebon Harapkan Laporan LPPD Dari Setiap OPD Harus Lebih Baik


FOKUS CIREBON - Berdasarkan  Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berkomitmen membenahi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) yang merupakan kewajiban setiap Pemda.

Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati menyebutkan meskipun tingkat pencapaian LPPD Pemda Kota Cirebons setiap tahunnya cukup tinggi yakni 3,2, akan tetapi untuk tingkat Provinsi Jawa Barat ataupun Nasional, peringkat LPPD Kota Cirebon masih berada di posisi bawah.

“Diperlukan komitmen bersama agar kawan-kawan OPD lebih baik lagi menyiapkan laporan LPPD,” katanya pada acara sosialisasi LPPD di Kota Cirebon, Kamis (23/01/2020).

Sementara itu, Eti menilai progress penyiapan laporan LPPD tahun berjalan (2019) progresnya sudah cukup baik dan terlihat semangat dari kawan-kawan OPD sudah cukup tinggi.

“Persiapan yang dilakukan tahun berjalan 2019 akan menjadi pendorong untuk penyiapan LPPD tahun 2020,” ujarnya.

Eti menambahkan posisi Pemda Kota Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat berada pada posisi yang kurang menggemberikan sebab masih di bawah kota dan kabupaten lain. “Ada beberapa point yang kurang dan perlu dilengkapi dalam pelaporan LPPD, agar Kota Cirebon posisinya naik,” ujarnya.

Sesuai arahan Wali Kota Cirebon, kata Eti pelaporan LPPD merupakan rangkuman dari kinerja Pemerintah Daerah (Pemda), maka dari itu hasil kinerja perangkatnya akan terus dievaluasi oleh Pimpinan (Wali Kota).


“Segala urusan Pemerintahan tidak akan maksimal jika tiap kepala OPD tidak berkomitmen dan bersinergis dengan baik terutama dalam penyususnan LPPD,” ujarnya. (bam)

Rabu, 22 Januari 2020

Masyarakat Anggota Koperumnas Dijamin Dapat Memiliki Rumah Tanpa DP


FOKUS JAKARTA - Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) siap bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun milik (Rusunami) bagi warga Ibu Kota berpenghasilan kecil anggota Koperumnas.

Masyarakat Jakarta anggota Koperumnas dijamin dapat memiliki rumah hanya dengan mengangsur Rp2,5 juta per bulan tanpa DP dan jaminan.

Anggota cukup membayar angsuran selama dua tahun. Kemudian tahun ketiga rusunaminya dibangun, hanya kurang dari tiga tahun, warga bisa memiliki rumah sendiri.

"Kami sampaikan kepada Ibu Camat Jatinegara. Kami siap bekerjasama dengan Pemprov DKI. Pemda cukup menyediakan lahan dua hektare saja, kami bangun tiga tower ketinggiannya 20 lantai," kata Ketua Koperumnas Aris Suwirya, Rabu (22/1), saat acara peresmian kantor baru Koperumnas Syariah, di Jalan Jatinegara Timur II No 4B, Jatinegara, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Aris mengungkapakan ingin menghadap Gubernur Anies Baswedan untuk menyampaikan konsep Koperumnas Syariah yang menghindarkan riba dan jaminan untuk warga Jakarta agar memiliki rumah.

"Karena kita menghindari riba, maka Allah SWT meridhoi, Koperumnas bisa membangu rusunami di Jabotetabek.Yang penting tanahnya dari Pemda," ujarnya.

Ia ingin membantu program RPJMD Gubernur Anies mewujudkan janji kampanyenya pada 2017 lalu. Di mana mewujudkan rumah DP 0 rupiah bagi masyarakat betpenghasilan kecil.
Koperumnas Syariah satu-satunya Koperasi di Indonesia yang membangun rumah bagi anggotanya dengan hanya mencicil setiap bulan.

Koperumnas telah membangun rumah bagi anggotanya di Bogor (tiga lokasi), Karawang, Tangerang Selatan, Tangerang dan lain-lain.

"Kami akan buka cabang Koperumnas di semua kota besar dengan sistem kantor cabang. Insya Allah tahun 2021 seluruh provinsi di Indonesia sudah punya kantor cabang. Di luar Jabodetabek, harga rumah Koperumnas Rp.190 juta," ujarnya.

Jadi masyarakat hanya mengangsur Rp. 1 juta per bulan selama 190 bulan bisa punya rumah ya g bisa diwariskan. (dade)

Dinobatkannya Prof Bambang Yuniarto Sebagai Guru Besar, Ini Kata Rektor IAIN Cirebon



FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menobatkan satu-satunya guru besar yang ada di wilayah III Cirebon di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegeraan. Yakni Prof.Dr.H.Bambang Yuniarto M.Si yang meraih gelar profesor setelah melewati proses panjangnya sejak 2011 lalu dan pada 1 Desember 2019 kemarin gelar tersebut berhasil disandangnya.

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg merasa bangga dan bahagia dengan gelar tertinggi yang disandang Bambang Yuniarto sebagai guru besar di IAIN SNJ Cirebon.

"Saya sebagai saksi sejarah, sejak 2011, waktu itu saya masih menjabat Warek hingga memimpin lembaga IAIN, Pak Bambang termasuk sosok yang gigih untuk bisa meraih gelar tertinggi tersebut, dan atas nama lembaga kami mengucapkan selamat dan kami semua bangga dan bahagia dengan keberhasilan ini," ucap Sumanta, Rabu (22/1/2020).

H.Sumanta juga menyebut bahwa ini adalah bagian dari program akselerasi lembaga. Di mana lembaga bisa mensuport, mendukung para tenaga pendidik untuk bisa meraih prestasi akademik, atau fungsional akademik sehingga sampai pada puncak yang tertinggi yakni profesor dan guru besar.

"Jadi ini adalah bagian dari harapan dan cita-cita lembaga, dan tentu saja ini berimplikasi terhadap status Perguruan Tinggi kita, terutama bagi semua Prodi sudah harus memiliki profesor. Jadi guru besar itu bagian yang tidak terpisahkan dari identitas lembaga, tidak bisa dilepaskan dari parameter perkembangan akademik sebuah lembaga," ucapnya.


Maka dari itu, kata Sumanta, ini adalah ukuran dan menjadikan kita itu percaya diri untuk cita-cita yang berikutnya yakni akan alih status bertransformasi menjadi Universitas.

"Tambahan guru besar ini, ibarat dalam tubuh itu adalah gizi dan vitamin yang menyegarkan tubuh kita, dan munculnya Pak Bambang yang sebelumnya Ibu Ety, itu kita optimis menatap masa depan, karena Pak Bambang ini, membawa inspirasi bagi kita insan akademik di IAIN SNJ Cirebon," katanya.

Kemudian, lanjut Sumanta, tenaga tenaga doktor juga terus bertambah, sekarang sudah ada 77 doktor. Ini adalah jumlah yang cukup fantastis bagi lembaga.

"Saya yakin untuk bertransformasi bagi pengembangan lembaga kita sangat terbuka dengan dukungan tiga variabel, satu adalah variabel akademik dengan munculnya profesor dan doktor, kedua variabel perluasan akses, dimana kita mendapatkan pengahargaan kemarin dari seluruh IAIN di Indonesia dan animo masyarakat terhadap perguruan tinggi kita sangat tinggi hingga mencapai 22.000 pendaftar dan ketiga adalah infrastruktur yang bangunannya sudah sangat refresentatif dan modern dan di tahun 2020 ini kita bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi lain termasuk dengan UIN di Bandung, Jawa Barat," tandasnya. (din)

Begini Pengakuan Bambang Yuniarto Hingga Sukses Meraih Gelar Profesor Dan Guru Besar Di IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - Belakangan, nama Bambang Yuniarto mendadak ramai dikalangan akademisi. Bukan soal sosoknya yang tegas dan cerdas, melainkan karena kegigihannya dalam meraih gelar profesor. Bahkan uniknya, Prof H Bambang Yuniarto MSi merupakan satu-satunya guru besar di wilayah III Cirebon di bidang Ilmu Pengetahuan sosial dan Kewarganegaraan.
Prof Bambang mengatakan untuk mendapatkan gelar profesor tersebut tidak diraih dengan mudah. Harus terlebih dahulu mengikuti persyaratan yang salahsatunya adalah menerbitkan scopus. Syarat ini menjadi momok dan sesuatu yang menakutkan. Pasalnya, untuk menerbitkannya banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan cukup sulit.
Terkait penerbitan scopus ini, Prof Bambang mengaku sudah di mulai sejak tahun tahun 2011. Pada tahun 2011 ini Prof Bambang menulis 2 scopus, kemudian pada tahun 2017 menulis 1 scopus, dan tahun 2018 menulis 2 scopus. 
"Jadi totalnya saya sudah menulis 5 scopus. Karena menulis scopus ini menjadi sebuah persyaratan yang tidak bisa ditinggalkan untuk menjadi profesor, dan ini menjadi sebuah momok menakutkan bagi yang ingin merambah menjadi guru besar,” terangnya.
Kendati begitu, Prof Bambang bukan sosok yang mudah menyerah, kata dia, selain semangat diri yang tinggi juga berkat kerjasama dari semua pihak, terutama dari keluarga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang kini membuat dirinya berhasil melewati semua tantangan tersebut. 
“Proses untuk menjadi guru besar, harus kuat, berkali-kali kwndala dan tantangan terus menghadang, bahkan terkadang merasa lelah dan tidak kuat hingga mau menyerah. Namun berkat dorongan yang kuat dari diri sendiri, dari teman-teman, serta istri dan keluarga, maka gekar tertinggi akademik ini alhamdulillah bisa disandangnya," papar Bambang.
Untuk itu, Prof Bambang Yuniarto juga mengucapan terima kasih kepada istri tercintanya, Pudjiati SPd, kemudian ibu kandungnya, Sony, serta anak menantunya atas doanya. 

"Ya, hal yang sama juga saya ucapkan terimksh kepada Rektor IAIN Cirebon Dr H Sumanta Hasyim MAg, beserta civitas akademika IAIN Cirebon, kemudian kepada bapak Prof Dr Maksum MA (alm) yang selalu mensuport saya. Kemudian juga Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr Arskal Salim Gp PhD dan Prof Dr Bunyamin Maftuh selaku Direktur SDM Dikti,” ucap Prof Dr H Bambang Yuniarto MSi. (din)