Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Maret 2020

Pasca Banjir, Kabid Bina Marga Luncurkan Program Penanganan Banjir Jangka Pendek

BANJIR : Sejumlah tempat di Kota Cirebon dilanda banjir
CIREBON, FC - Banjir yang melanda sejumlah tempat di Kota Cirebon, membuat langkah cepat Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga meluncurkan program penanganan banjir jangka pendek.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, Wadi SE mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan analisa dan pemeliharaan. Petugas pemeliharaan drainase dan UPTD  Pengolahan Limbah air dikerahkan untuk melakukan perbaikan inlet dan drainase.
“Ini upaya jangka pendek yang kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir kembali,” ujar Wadi, Kamis (5/3) kemarin.
Wadi menjelaskan, kurang optimalnya sistem drainase adalah salah satu faktor yang menyebabkan banjir. Contohnya di Jalan Cipto Mangunkusumo dan sekitarnya. Genangan timbul karena sistem drainase yang berada di sekitarnya tidak dapat menampung intensitas air hujan yang tinggi.
“Inlet sama drainase yang sudah terjadi sedimentasi dan pendangkalan diberesin. Dibuka. Supaya air bisa lancar mengalir. Tapi ini sifatnya hanya pemeliharaan saja,” kata Wadi.
Pasalnya pemeliharaan yang dilakukan juga sedikit terkendala karena minimnya anggaran yang tersedia. Untuk tahun anggaran 2020, pemeliharaan drainase hanya dianggarkan sekitar hanya Rp125 juta pertahun.
Padahal menurut Wadi, idealnya anggaran untuk pemeliharaan rutin seluruh drainase yang ada di Kota Cirebon dalam satu tahun minimal Rp2 miliar. “Ya karena banyak drainase yang umurnya sudah tua. Dibangun sejak zaman Belanda,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SDA, Agung Kemal Hasan menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan sepuluh petugas dan satu unit dump truck
Selain itu diturunkan juga truk Jetting Cap Combi guna menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam saluran drainase.
“Truk ini cuman ada lima di Indonesia, bantuan Kementrian PUPR. Mudah-mudahan cara ini bisa ampuh mengurangi genangan,” tandasnya, didampingi Kepala Seksi Drainase Perkotaan Hendrayatmo.
Sementara hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon pada Rabu (4/3) lalu, telah menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Ketinggian muka air bervariasi dari 20 hingga 60 centimeter. 
Banjir dua hari lalu itu terjadi di sebagian besar kawasan perkotaan seperti, Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Pancuran, Jl Sasana Budaya, Jl Sutomo, Jl Nyi Mas Gandasari, Jl Sudarsono, Jl Sutomo, Jl Pasuketan, Jl Merdeka, Jalan Gudang, Jalan Garuda, Jalan Ampera dan Jl Majasem depan MAN 2 Kota Cirebon.
Mengingat permasalahan yang pelik pada sistem drainase ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) kota pun sementara baru bisa melakukan penanganan jangka pendek. 
Atas banjir dan penangan yang agak terlambat tersebut, tanggapan warga pun bermunculan, salah satunya datang dari Kusyanto warga Kota Cirebon. Dirinya berharap agar PUPR secara serius menangani konsep penangan banjir secara maksimal. 

"Bukan sesudah banjir lalu bicara penanganan, mestinya pasca banjir langsung dilakukan kerja nyata agar pada hujan deras berikutnya, banjir dapat diminimalisir sedemikian rupa. Sehingga tidak banyak genangan air dan air langsung mengalir," harapnya, Sabtu, (7/3/2020). (nur)

Jumat, 06 Maret 2020

Wali Kota Cirebon dan Kapolres Bakal Menindak Tegas Pelaku Penimbun Masker


CIREBON, FC - Hilangnya masker bersamaan dengan gencarnya wabah corona, juga terjadi di Kota Cirebon. Saat rombongan Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati, pada Rabu, 4 Februari 2020 kemarin, ternyata masker sulit ditemukan.

Hal ini membuat geram Wali Kota Nashrudin Azis, dan Azis akan menindak tegas para pelaku penimbun masker. Untuk itu, Azis meminta kepada pemilik toko serta apotek untuk tidak membiarkan pembelian dalam jumlah banyak kepada satu orang. 

Azis juga meminta pemilik toko dan apotek juga ikut bersama-sama menjaga dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di daerahnya.

Azis menegaskan Pemkot Cirebon akan bekerjasama dengan Polres Cirebon Kota, Kodim 0614/Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menindak tegas para pelaku penimbun masker.

Forkopimda menurut Azis juga tidak akan tinggal diam. Khususnya kepolisian setiap hari akan melakukan pengawasan di lapangan.

Ketersediaan masker di sejumlah apotek dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Kota Cirebon, Jawa Barat, sudah mulai mengalami kekosongan. 

Hal ini diketahui saat Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati.

“Dari hasil pemantauan kami, khususnya masker, dimana-mana sudah terjadi kekosongan,” ungkap Azis.

Kelangkaan masker di Kota Cirebon, terjadi setelah munculnya isu virus corona yang menyerang dua warga Depok, Jawa Barat yang diumumkan oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2020 lalu.

“Mana yang menimbun alat kesehatan, mana yang menimbun bahan pangan, semua akan dipantau. Jika ada yang menimbun atau menaikkan harga di luar kewajaran, semua akan ditindak dengan tegas," tegas Azis.

Hal yang sama ditegaskan oleh  Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk pelaku penyimpangan. 

“Kita terus pantau ketersediaan dan harga di lapanga. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak masuk akal, maka akan segera ditindak dengan tegas," tandas Kapolres Cirebon Kota.

Sementara itu, ketakutan warga juga semakin tinggi, seperti diakui oleh Sumiyati warga Kejaksan Kota Cirebon, saat bertemu fokuscirebon.com dan ditanya seputar kelangkaan masker di Kota Cirebon, dirinya hanya berharap Wali Kota segera menyelesaikan masalah ini, agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dan membeli masker.

"Tindak saja, ini kan sudah keterlaluan, masa lagi kema musibah begini, masker yang benar-benar lagi dihutuhkan tiba-tiba hilang, kan aneh," kata Sumiyati, Jum'at, (6/3/2020).

Hal senada juga diungkapkan Wawan, warga Kota Cirebon ini meminta hukan saja pelaku penimbun yang ditindak, tetapi Pemkot harus menstabilkan keadaan agar warga tidak panik dan masker dengan mudah dapat dibeli di mana saja. (nur)

Kamis, 05 Maret 2020

Diduga Drainase Buruk, Kota Cirebon Dikepung Banjir, Ini Kata Warga..


CIREBON, FC - Diduga buruknya drainase perkotaan yang membuat banjir di sejumlah tempat di Kota Cirebon mendapat tanggapan miring warga. Mereka menuding proyek-proyek yang menelan anggaran ratusan juta hingga milliaran tak mmebuahkan hasil saat hujan mengguyur Kota Cirebon.

"Beberapa tahun ini Kota Cirebon terus membangun, mulai trotoar, jalan, jembatan hingga drainase. Namun kenyataannya hujan turun Kota Cirebon tetao banjir, malah banjir tahun ini cukup parah. Ini jelas proyek mubajir," kata Yanto Warga Kesambi, Kota Cirebon, Kamis, (5/3/3/2020) memanggapi pasca banjir di Jalan Cipto MK dan Jl BAT kemarin Rabu, (4/3/2020).

Yanto menegaskan, sebagai warga Kota Cirebon, dirinya bersama warga lain hanya berharap, proyek-proyek yang digelar dinas terkait bisa memberikan efek positif dan bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Cirebon. Selain masa pemakaiannya atau kekuatannya agak lama juga proyek tersebut bukan hanya membebaskan kewajiban membangun tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan.

Hal senada juga disampaikan Jajang, warga Harjamukti, bahwa buruknya drainase bisa berakibat terganggunya aluran air. Selain itu, daerah resapan pun kian sedikit, sehingga menambah luasnya air membanjiri Kota Cirebon.


"Setiap pekerjaan pembangunan, harus diawasi secara ketat, jangan lengah, siapapun harus andil mengawasi. Karena ini untuk memberikan kualitas pekerjaan. Coba saja kita lihat, setelah trotoarisasi dan drainase dibangun malah banjir datang, seperti di Majasem depan MAN 2 Kota Cirebon, di depan kampus Unswagati Fakultas Kedokteran dan depan kantor Dishub, juga di sejumlah tempat lainnya," ujarnya geram.

Jajang berharap, kedepan proyek-proyek pembangunan sudah harus mengedepankan kualitas dan keseriusan semua pihak. Agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, sebab bisa dipastikan dengan kemajuan perkotaan, resapan air dan kurangnya kualitas pekerjaan bisa menimbulkan masalah baru," tandasnya. (nur)

Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Doakan Keselamatan Bangsa dan Negara dari Wabah Corona


JAKARTA, FC - Polsek Kawasan Sunda Kelapa, setiap Kamis menggelar doa dan dzikir, kemudian dilanjutkan baca surah Yassin dengan berjamaah. Acara doa bersama yang dilakukan Polsek Kawasan Sunda Kelapa, setidaknya sudah memberikan doa pada bangsa dunia yang saat ini sedang di landa wabah virus Corona.

Selain itu, akhir-akhir ini bangsa kita pun sedang menghadapi musibah yang baru saja bencana  banjir, longsor, erupsi gunung dan juga saat ini di tambah adanya penangangan isu virus Corona dengan dilakukan upaya pemerintah obeservasi  di pulau Sebaru Kecil.

"Sebelum mengawali doa dan dzikir, Kompol Armayni memberikan arahan-arahan serta pencerahan dan selanjutnya pembacaan surah yaasin dan doa untuk para anggota yang sedang melaksanakan tugas dan keluarga sedang sakit," kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H, M.H, Kamis (5/2).

Armayni mengungkapkan adanya giat ini, bergagas rasa terima kasih kepada seluruh personil yang mengikuti kegiatan, semoga kegiatan rohani rutin ini bisa lebih meningkatkan nilai ketakwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT. Sehingga para personil polsek dapat terbentuk karakter yang riligius, tegas dan tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional dan terpercaya.

"Dan tidak lupa pula pada kesempatan ini kita bisa mendoakan rekan-rekan kita yang mungkin terkena musibah atau sakit agar diberikan kemudahan serta kesehatan untuk dapat bergabung lagi bersama kita melaksanakan tugas sebagai abdi negara," ujarnya. (dade)

Camat Talun Gelar Rapat Dinas Bahas Program Tahun 2020-2021

Rapat Dinas Kec. Talun, Kamis, (5/3/2020), di Ruang Auditorium SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon.
TALUN, FC - Rapat dinas bersama para kuwu dan UPT Se-Kecamatan Talun, dihadiri Kapolsek dan Danramil membedah sejumlah informasi terkait kegiatan dan program Kecamatan Talun tahun 2020-2021, di Ruang Auditorium SMPN 1 Talun, Kamis, (5/3/2020).

Dalam rapat dinas ini, Camat Talun,
H.Tarsidi, S.Pd.,M.Pd banyak menjelaskan seputar rencana kerja kecamatan yang diselaraskan dengan program dan kegiatan Kabupaten Cirebon. 

Tarsidi juga menginformasikan tentang persiapan kegiatan kirab budaya Kabupaten Cirebon yang meminta suksesinya acara tersebut melalui keterlibatan para utusan peserta kirab budaya dari seluruh desa dan UPT di Kecamatan Talun.


"Utusan peserta dari masing-masing desa sebanyak 5 orang, berikut dengan Kuwu sebagai penanggungjawabnya, dan juga para UPT, baik UPT Pendidikan SMP maupun UPT Kesehatan," papar Camat saat rapat dinas.

Untuk utusan peserta kirab budaya, yang rencana akan dikosentrasikan di Lapangan Ranggajati, Kabupaten Cirebon, kata Tarsidi, untuk peserta laki-laki mengenakan pakaian 'kampret' sedangkan wanitanya memakai kebaya.

Tarsidi juga menjelaskan bahwa tahun 2020 ini pihaknya tengah konsentrasi pada kegiatan bantuan pembangunan 2 ruang kelas untuk SMPN 1 Talun.

Selain itu, pada Musrenbang 2020, tahun ini Kecamatan Talun, juga mengusung "Talun Terang" dengan dana 700 juta untuk PJU, dan diharapkan pada tahun 2021 nanti  tidak ada lagi talun gelap.

"Saat ini ada 18 kecamatan di kabupaten mengadakan bantuan pendidikan dan kesehatan. Dan ini bagian dari pesan isyu strategis yakni masalah kesehatan dan isyu strategis masalah pendidikan," terangnya.

Sementara terkait ketertiban, keamanan dan masalah kriminalitas di Kecamatan Talun, ditegaskan Kapolsek Talun, AKP Sudarman S.Sos angkanya menurun. Kendati demikian masyarakat tetap diminta berhati-hati dan waspada.

Hal senada juga disampaikan Danramil 2003/Cirebon Selatan, Kapten Chb.Salpian Noor bahwa ketertiban dan keamaan daerah dapat tercipta bersama kesadaran masyarakat untuk menciptakan kondusifitas suatu daerah, atau tempat.

Sementara itu, rapat dinas yang melibatkan unsur Muspika Talun,  para Kuwu dan UPT Se Kecamatan Talun ini, membangun ruang komunikasi yang harmonis dan kekompakan antar personal dan instansi. (din/bambang)