Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Juli 2020

Rumah Moderasi Beragama Dan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bedah Radikalisme Melalui Seminar Webinar


CIREBON, FC - Seminar webinar yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama & FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon membedah radikalisme dan intoleransi, Selasa (14/2), di kampus setempat.

Dalam seminar webinar tersebut, atau International Online Seminar for Moderation in Islam I, dengan tema Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices diikuti oleh hampir seluruh PTKIN di indonesia.

Dalam.seminar internasional ini, sebagai Opening Speech yakni Dr.H.Sumanta, M.Ag Rector of IAIN Syekh Nurjati dan 
Keynote Speaker, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Minister of Religious Affair RI.

Turut hadir sebagai Speakers dalam kegiatan seminar Zoom tersebut, diantaranya Lukman Hakim Saifuddin (Minister of Religious Affair, 2014-2019), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. (Head of BPIP RI), dan Adis Duderija, Ph.D. (Senior Lecturer In the Study of Islam and Society at Griffith University, Australia), serta Alissa Qotrunnada Wahid (National Coordinator Gusdurian, Indonesia), dengan moderator Mamay Mudjahid, M.Hum dan Host H. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.

Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, bahwa ancaman radikalisme bagi usia muda itu, berdasarkan hasil penelitian UIN Jogyakarta dan UIN Jakarta, kerawanan berada di antara usia 15 sampai 24 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih mewarnai mereka.

Kata Sumanta, usia 15 tahun masih sangat memiliki akses terhadap literatur keagamaan linier, persoalannya justru terletak pada pemilihan topik yakni jihad dan khilafah, dua tema ini yang cenderung paling banyak diminati, dan ini adalah dari hasil penelitian UIN Jakarta dari 16 sampai 18 kota di Indonesia. 

Untuk itu, IAIN SNJ Cirebon ikut mengambil peran untuk bagaimana mewujudkan moderasi beragama, baik dalam kontek agama maupun.pengamalannya, sehingga dilaksanakanlah kegiatan seminar International Moderation in Islam seri 1.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral (Purn) Ir Fachru Rozi menyatakan bahwa merujuk hasi riset baik dari lembaga penelitan kampus dan juga kementerian agama yang tengah marak tentang sikap intolerasi ancaman radikalisme serta etnimisme pada remaja usia 15 hingga usia 24 tahun.

Pada kondisi tersebut, dimungkinkan mereka sangat mudah dipengaruhi oleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi radikal. Maka, untuk itu kondisi ini jika tanpa diimbangi dengan ilmu agama yang mendalam, mereka di usia yang dimaksud sangat mudah dipengaruhi oleh sikap radikal.

Untuk itu dunia pendidikan harus dapat mengajarkan dan menekankan pentingnya aspek moderasi beragama tidak secara formalistik dan tekstual. 

Dipenguhujung seminar internasional webiner ini, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Rumah Moderasi Beragama IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa yang penting dan perlu di moderasi adalah cara beragama. Terkadang masih salah persepsi, jadi bukan agama tetapi yang di moderasi itu adalah cara beragama.

Untuk itu nenjadi penting untuk kita memahami nilai nilai esensial kedalam agama itu sendiri dan kenudian mewujud kepada prilaku, kepada tindakan dan amalan-amalan dari nilai yang kita pahami itu.

Ini yang harus senantiasa dijaga agar tidak terjerumus pada pemahaman dan tidakan yang berlebih-lebihan yang extrim.

"Jadi moderasi agama sesungguhnya adalah ikhtiar dan upaya kita bersama untuk senantiasa menjaga dan pengamalan keagamaan," katanya.  (din)







Senin, 13 Juli 2020

Melalui Webiner, SPK Bekerjasama IAIN Cirebon Angkat Tema 'Literasi Untuk Mengabdi Dan Mengabadi'


CIREBON, FC - Dr. Haidar Bagir, yang hadir selaku narasumber menyampaikan, Menulis bersifat eksistensial,  hidup kita bermakna bila menulis.  

Ia menegaskan dengan mengutip dari Pramoedya Ananta Toer, bahwa orang boleh pandai setinggi langit tapi selama tak menulis akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah.

“Mengutip juga dari cucu Rasulullah,  seorang ulama besar yaitu Imam Ja'far al-Shadiq bahwa, ikatlah ilmu dengan menulisnya,” ujar direktur Mizan itu.

Bahkan, lanjut dia, Sejarah Islam adalah sejarah literasi. Al-Farabi jika tidak salah, selama 20 tahun menacari buku karya Aristoteles dan beliau baru menemukannya di pasar Bagdad.  Sejak saat itu, begitu dahsyatnya para pemikir Islam untuk menulis karya.

Narasumber lainnya, Habiburrahman El-Shirazy, juga menyampaikan, Menulis itu wajib dengan makna seluas-luasnya. Al- Imam Asy-Syuyuti telah menulis 600 judul buku lebih yang satu bukunya saja berjilid-jilid.  

Menurutnya, Menulis bisa wajib karena bila seseorang yang memiliki ilmu bila tidak ditulis akan hilang seiring meninggalnya orang tersebut . 

“Wahyu Al-Qur’an yang pertama turun juga merupakan penekanan terhadap membaca dan menulis.  Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui manusia,” Ujar pria yang juga novelis itu 

Ia menegaskan, Banyak peristiwa besar yang terjadi yang dimulai dari goresan pena.  Seperti yang terdapat pada QS. An-Naml,  mengisahkan Nabi Sulaiman yang mengirim surat kepada Ratu Balqis, sehingga negeri yang dipimpin Ratu Balqis masuk islam. 

“Banyak juga pemimpin-pemimpin besar yang merupakan seorang penulis ulung. Seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta,  Pak Nasir, KH.  Hasyim Asyari,  KH. Sholeh Darat.  Merupakan tokoh-tokoh yang bisa kita teladani dalam hal keseriusan mereka dalam berliterasi,” tandasnya 

Sementara itu, dalam sesi lounching buku, Prof. Dr M.  Chirzin, M. Ag, mengatakan, Mengapa perlu menulis buku?,  karena buku merupakan barometer zaman,  penggerak sebuah perubahan.  Tulisan adalah warisan peradaban yang tidak akan akan mati. (Jamil)

Melalui BPTJ, Damri - Kemenhub Bekerjasama Melayani Bus Bantuan Dari Bogor


JAKARTA - Damri bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melayani Bus Bantuan dari Bogor (Botani Square) menuju Jakarta (Stasiun Juanda & Dukuh Atas).

Kegiatan monitoring Bus Bantuan diadakan di dua tempat, yaitu di Stasiun Bogor dan Botani Square.

Hadir pada kegiatan tersebut Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani, Sekretaris BPTJ, Rosita Sinaga, Direktur Utama PPD, Pande Putu Yasa, serta Wali Kota Bogor, Bima Arya. 
Sedangkan di Botani Square juga dihadiri oleh Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin, Direktur Komersil & Pengembangan Usaha DAMRI, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, serta Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani. 

"Damri menyediakan 10 armada Bus Bantuan yang dilengkapi dengan protokol COVID-19. Dlengan jadwal keberangkatan mulai jam 05.00 WIB sampai dengan jam 09.00 WIB dari Botani Square, yang selanjutnya akan di berangkatkan setiap 15 menit sekali. Layanan tersebut dapat dinikmati pelanggan selama satu hari penuh," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R Saputra, Senin (13/7).

Dengan adanya Bus Bantuan Damri, diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan serta mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi, terutama kepadatan di stasiun kereta yang dibatasi jumlah penumpangnya. 

"Lebih lanjut, kata Nico mengungkapkan 
Damri menghimbau untuk tetap mematuhi ketentuan perjalanan yang sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020, yakni pelanggan yang memiliki suhu < 37,3 derajat celcius, penerapan physical distancing, penggunaan masker sebelum perjalanan, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta hindari berbicara saat di dalam bus. (dade)

Konstrad Terus Mendukung Gugus Tugas Percepatan Penaganganan Covid-19


JAKARTA - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) terus mendukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menahan penyebaran wabah virus corona. Salah satunya dengan melaksanakan uji usap (swab test) bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad Senin (13/7), di Markas Kostrad, bertempat dilapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. 

Dalam kesempatan tersebut, Kesehatan Kostrad bekerja sama dengan Rumah Sakit Ridwan Meuraksa. Langkah ini merupakan bagian dari program mewujudkan Kostrad yang terbebas dari virus corona.

Kepala kesehatan (Kakes Kostrad) Kolonel Ckm dr. Masri Sihombing, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian pimpinan TNI AD kepada anggota dalam membantu Pemerintah memerangi Pandemi Covid-19.

 "Menilai kegiatan yang dilakukan ini sangat baik dan sangat berguna dalam memerangi pandemi covid-19 dan berharap seluruh Prajurit dan PNS  bisa melakukan Test Swab Covid-19 sehingga penyebaran covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin," kata Masri.

Pelaksanaan Test Swab Covid-19 yang dilaksanakan bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad, agar dalam melaksanakan tugas dapat terlaksana dengan baik dan terbebas dari virus covid 19.

Kakes Kostrad berpesan agar seluruh prajurit dan PNS lebih disiplin mematuhi anjuran pemerintah khususnya pendisiplinan protokol kesehatan dengan menerapkan sosial dan physical distancing maupun pola hidup sehat untuk selalu gunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan. (dade)

Aplikasi E-Learning Managemen Sistem Tingkatkan Mutu Pembelajaran Daring Di IAIN Cireb

FOKUS CIREBON - Sistem pembelajaran daring sudah menjadi kebutuhan yang penting di tengah pandemi covid 19. Padahal program tersebut sebenarnya jauh srbelu terjadi pandemi covid 19 yang diprogram. Namun, Covid 19 keburu datang dan ini bisa juga menjadi salah satu pembelajaran yang efektif.
Untuk itu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersinergi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) kampus setempat melakukan inovasi pembalajaran daring.
Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, inovasi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya terkait media yang digunakan dalam pembelajaran daring.
Survei LPM itu banyak dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menggunakan WA (WhatsApp), jumlahnya sekitar 90 persen,” katanya, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, banyak mahasiswa yang memang menyukai pembelajaran daring ini melalui WA, karena lebih hemat kuota. Namun, kekurangan dalam penggunaan aplikasi ini adalah kurang interaktif. 
Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan inovasi dengan membuat aplikasi bernama e-Learning Managemen Sistem (LMS) untuk meningkatkan mutu pembelajaran daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
IAIN (Cirebon) berusaha mengembangkan pembelajaran menggunakan daring dan yang mengembangkan adalah PTIPD dengan membuat aplikasi LMS,” jelas Kartimi.
Sebenarnya, lanjut Kartimi, penggunaan daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak menggunakan WA, tapi juga ada aplikasi lainnya. Seperti Google Classroom, Zoom, Youtube, dan sejumlah aplikasi lainnya. Namun, dia mengungkapkan, mutu pembelajaran daring menggunakan aplikasi tersebut kurang terkontrol.
Tapi media yang dirancang ini (LMS) bisa terkontrol mutu pembelajarannya, dosennya bisa diawasi dan di-monev. Bahkan sudah di-sinkronisasi rancangan pembelajaran yang disusun TPIPD dengan LPM melalui SOP dan panduannya,” ungkapnya.
Selanjutnya, papar Kartimi, pihaknya telah meminta kepada setiap jurusan di kampus setempat mengirimkan perwakilan dosen untuk menjadi pengelola LMS dengan didampingi LPM. Sehingga, pelaksanaannya dapat terpantau.
“Pengelola ini akan dilatih oleh PTIPD. Kemudian dosen tersebut nantinya akan mentrailer dosen-dosen lainnya di jurusannya masing-masing,” terangnya.
Kartimi memaparkan, sebenarnya program pembuatan aplikasi ini sudah direncanakan sebelum pandemi Covid-19 ini merebak. Dan aplikasi ini, tidak hanya digunakan dalam situasi pandemi seperti ini, namun juga dapat dilakukan di masa normal.
“Ini sudah lama dirancang, launchingnya pas sekarang (Senin, 13/7/2020). Penerapannya pada semester genap yang akan datang harus sudah ada. Dengan adanya aplikasi LMS ini semoga kulitas pembelajaran di IAIN Cirebon semakin meningka dan penggunaan IT berkembang. Karena kompetensi dosen juga berkaitan dengan media pembelajaran yang digunakan. Dosen yang mampu menggunakan IT, outputnya pun lebih baik,” tandasnya. (din