Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Juli 2020

Gedung Baru Lantai Lima SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon, 100 Persen Rampung

FOKUS CIREBON - Gedung lima lantai SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon akhirnya diresmikan secara resmi,Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Dr M Arskal Salim GP MAg meresmikan gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon secara online, Kamis (16/7/2020).
Dalam kesempatan itu, Arskal Salim mengatakan, gedung yang dibangun menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara(SBSN) tahun 2019 ini didaulat menjadi gedung perkuliahan yang paling megah dan representatif di Cirebon. 
Hal itu diungkapkannya setelah melihat tayangan video gedung tersebut yang dilengkapi berbagai fasilitas yang cukup modern.
Mudah-mudahan gedung SBSN yang akan dimanfaatkan FITK ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan membawa berkah. Karena bagaiamna pun, membangun gedung kuliah itu tidak hanya membangun fisiknya saja. Namun yang lebih penting adalah membangun manusianya yang ada di fakultas ini oleh tenaga pendidika dan kependidikan,” paparnya.
Bahkan, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, peresmian ini memiliki nilai historis tersendiri bagi kampus setempat, khususnya FITK. Pasalnya, dibandingkan dua fakultas lainnya, yaitu Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), FITK menjadi fakultas terakhir yang memiliki gedung baru ini. Dan pembangunan gedung 3 fakultas tersebut, seluruhnya menggunakan anggaran dari SBSN. 
“Allahamdulillah, pembangunan gedung ini diberi bantuan yang sumbernya dari SBSN sebesar Rp30 miliar. Dari jumlah tersebut hampir terserap semuanya, yaitu 99,97 persen atau sekitar Rp29.991.912.000,” ungkap Sumanta.
Menurut dia, dibandingkan IAIN lainnya di Indonesia, bantuan sebesar Rp30 miliar yang diterima IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut tergolong cukup besar. Karena IAIN lainnya menerima di bawah jumlah tersebut. Untuk itu, Sumanta berharap FITK dapat memanfaatkan gedung tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dengan support keluarga besar Kementerian Agama, Alhamdulillah IAIN Cirebon mendapat bantuan yang cukup tinggi dibandingkan IAIN lainnya. Ini suatu kebahagiaan sendiri bagi kami, khususnya Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Karena semua fakultas sudah menempati gedung yang baru. Mudah-mudahan sarana dan prasarana ini kita jaga bersama agar kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk semua stakeholder,” ujarnya. 
Sementara itu, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Dr H Farihin Nur MPd memaparkan pembangunan gedung tersebut dimulai pada bulan Mei hingga 31 Desember 2019. Gedung ini, imbuhnya, terdiri dari 5 lantai. Lantai pertama untuk perkantoran, lantai 2 hingga 4 untuk perlukiahan, lantai 5 untuk beberapa kantor jurusan dan auditorium.
“Alhamdulillah, gedung ini sudah rampung 100 persen dengan memiliki banyak fasilitas di dalamnya. Yaitu untuk kegiatan perkuliahan, perkantoran,  penelitian, dan sebagainya. Untuk kegiatan operasional di gedung ini sebenarnya sudah dimulai sejak 27 Juni lalu. Bahkan, beberapa minggu kemarin juga digunakan untuk sidang munakosah. Sedangkan untuk ruang perkuliahan belum digunakan karena masih menerapkan pembelajaran daring. Mudah-mudahan gedung ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum,” tandasnya. (din)

Rabu, 15 Juli 2020

KPRI Harapan Sejahtera IAIN Cirebon Peringati Hari Koperasi ke-73 Dan Lounching HS Coop Mobile


CIREBON, FC -Mewujudkan ekonomi rakyat yang berdaulat bersama anggota yang sehat dan koperasi yang kuat, menjadi tema kegiatan pada peringatan hari Koperasi ke 73 dan UMKM ke 5 IAIN SNJ Cirebon tahun 2020, Rabu (15/7/20).

Pada kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota koperasi juga dilangsungkannya lounching HS COOP Mobile dengan jargon HS COOP bangga buatan Indonesia bersama dengan pendidikan anggota KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman pada anggota baru tentang ruang linkup
kaperasi akad pembagian syariah dan literasi keuangan serta memperkenalkan aplikasi digital HS Coop Mobile bertempat di Aula
Gedung Rektorat Lantai 3.

Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi mengatakan, jika kegiatan ini tidak hanya sebatas memperingati hari jadi Koperasi, tetapi juga menjelaskan tentang motivasi, hak dan kewajiban anggota serta manfaat dan tujuan koperasi itu sendiri.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta MAg, dan Kepala Biro AUAK Drs Subarja MPd dengan pemateri Toto Suharto MSi, Dr Sri Rokhlinasari MSi, H Ilham Bustomi MAg, Dr H Ayus A Yusuf dan Moh Ghazali.


"Kegiatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19, peserta mengikuti arahan panitia dengan memakai masker, memperhatikan jarak peserta, dan memperhatikan 
peraturan dimasa pandemi Covid-19," tandas Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi. (din)

Jurusan KPI, Fakultas pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi

FOKUS CIREBON - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan seminar online nasional yang mengusung tema ‘Membumikan Komunikasi Islam di Indonesia:Solusi Strategis Menuju Peradaban Baru di Era New Normal’, pada Rabu, (15/07/2020).
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka acara dilakukan secara online melalui aplikasi zoom dan ditayangkan secara langsung (live) pada channel youtube KPI SNJ Cirebon.
Seminar tersebut diisi oleh tiga narasumber yang sangat kompeten di bidang komunikasi Islam, di antaranya adalah Andi faisal Bakti, Harjani Hefni dan Mohamad Zamroni.
H.Aan Mohammad Burhanudin selaku ketua Jurusan KPI berharap dengan adanya seminar online nasional ini dapat menciptakan informasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi, serta sosial budaya untuk pengembangan komunikasi Islam di Indonesia.
“Perkembangan komunikasi di tengah pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang memiliki tantangan baru. Tentunya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi era new normal seperti sekarang ini diperlukan ilmu tambahan sebagai gambaran ke depan akan seperti apa dan langkah apa saja yang harus diambil,” tutur Aan.
Salah satu narasumber, Harjani Hefni, mengatakan, komunikasi Islam dapat memberikan solusi di masa yang akan datang.
“Menaruh harapan dan memberikan solusi dalam komunikasi Islam, serta kontribusi besar di masa yang akan datang dan prospeknya yang sangat baik dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Mohammad Zamroni memaparkan, eksistensi komunikasi Islam dari sisi upaya untuk merebut dominasi komunikasi dan penyiaran media massa yang dikuasai oleh Barat.
“Komunikasi Islam mampu mengolah pesan sesuai dengan konteks yang tepat sehingga Islam akan mampu tetap relevan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya. (Agus)

Selasa, 14 Juli 2020

Menteri Agama RI Resmi Meluncurkan Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN SNj Cirebon


CIREBON, FC - Rumah Moderasi Beragama (RMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Jend (Purn) Fachrul Razi dalam kegiatan International Online Seminar for Moderation in Islam Seri I.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeteng itu merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN SNJ Cirebon, dengan mengusung tema “Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices,”. Selasa, (14/7/2020).

Webinar yang disertai dengan Peluncuran Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN Syekh Nurjati tersebut diikuti oleh lebih kurang seribu peserta dari dalam dan luar negeri.

Menteri Agama RI, Jend (Purn) Ir. H. Fachrul Razi yang berkesempatan hadir dalam acara itu menguraikan, bahwa inisiasi lahirnya konsep teoretis hingga praksis moderasi beragama yang digagas oleh Kementerian Agama menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Beberapa kajian dan penelitian menunjukkan data yang signifikan mengenai kecenderungan ekspresi keberagamaan yang sempit dan ekslusif,” katanya.

Ia mengilustrasikan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2018 di 18 kota/ kabupaten di Indonesia menunjukkan bahwa ancaman radikalisme-ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih cukup mewarnai.

Hal ini dikuatkan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr. Sumanta Hasyim, M.Ag, dalam sambutannya. menurutnya, tren konservatisme dengan ciri scriptural plus komunal juga menguat.

“Fakta lapangan menunjukkan bahwa pola tersebut muncul saat kaum muda menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadis dengan pemahaman yang literal. Namun pada saat yang bersamaan tidak diikuti dengan kontekstualisasi makna teks sesuai dengan sebab munculnya ayat atau hadis tersebut,” kata Sumanta.

Sehingga, lanjut dia, RMB IAIN Syekh Nurjati mengambil peran untuk turut serta mengurai problematika keagamaan di Indonesia, melalui pengkajian, penelitian dan pendampingan kepada masyarakat secara intensif. (Jam)

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim, Ingatkan Kondisi Faktual Keberagamaan Di Indonesia


CIREBON, FC - Lukman Hakim Saifuddin, selaku narasumber pertama mengatakan, kondisi faktual keberagamaan kita saat ini berada pada dua titik ekstrem, sehingga perlu ada pemahaman dan upaya untuk memoderasi cara beragamanya, bukan agamanya. 

“Mengutip data penelitian yang dilakukan oleh Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tentang literatur keislaman Generasi milenial, hasilnya menunjukkan bahwa generasi milenial sangat memiliki minat untuk untuk melakukan akses terhadap literatur keagamaan,” ujar Menteri Agama Periode 2014-2019 itu.

Ia menegaskan, letak masalahnya adalah pada pilihan topik, di mana jihad dan khilafah paling banyak diminati. Sehingga pemahaman agama dengan cinta dan kasih sayang harus ditanamkan pada setiap generasi muslim.

Senior Lecturer in the Study of Islam and Society, Griffith University, Australia, Adis Dudireja yang hadir sebagai narasumber kedua menyampaikan perlunya filtrasi paham dan ekspresi keberagamaan dengan cinta dan wawasan yang baik. Sehingga generasi muslim tidak terjebak dalam pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrem. 

Lebih lanjut, menurut Mohammad Sobri, selaku narasumber ketiga mengungkapkan, Indonesia sesungguhnya memiliki perangkat yang ideal untuk mewujudkan kehidupan keberagamaan yang tengah-tengah, yaitu dengan Pancasila. 

“Pancasila sangat relevan dengan ajaran Islam, sehingga menjadi muslim sekaligus bagian dari warga negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menutup sesi diskusi, Alissa Wahid selaku narasumber keempat  menekankan pentingnya pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Melalui Komitmen kebangsaan, Toleransi antar kelompok, Anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi dan adat istiadat. 

“Signifikansi pengarusutamaan ini paling tidak dilandasi oleh tiga alasan. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dirawat melalui strategi kebudayaan,” ujar puteri Gus Dur dan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.

Dr. Faqihudin Abdul Kadir, dosen senior IAIN Syekh Nurjati mempertegas bahwa perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial sangat penting untuk dilakukan. 

Ia melanjutkan, bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan ini bukan hanya menjadi standar operasional dalam kajian tetapi juga merasuk  dan membudaya dalam kehidupan praksis sosial. 

“Tantangan lain yang lebih nyata adalah bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi kalangan milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif,” ujarnya.

Ia berharap, dengan menghadirkan unsur pembuat kebijakan, akademisi, dan kalangan muda milenial pada kegatan hari ini dapat mengahsilkan rekomendasi-rekomendasi yang cerdas dan membumi dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama dalam menyongsong kehidupan masyarakat yang lebih damai, aman, dan sentosa. (Fal)