FOKUS CIREBON - Perayaan yang dilakukan secara sederhana, namun meriah, panitia HUT Kemerdekaan RI Ke 75 di Perumahan.Sumber Asri tetap menjalankan protokol kesehatan.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 19 Agustus 2020
Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke 75 di Sumber Asri Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
Selasa, 18 Agustus 2020
Rektor IAIN Cirebon Sematkan Satyalancana dari Presiden RI Kepada 21 Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyematkan satyalancana kepada 21 tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (18/8/2020).
Senin, 17 Agustus 2020
Kapolres, Danramil Dan Plt Bupati Kepulauan Seribu Ikuti Upacara Virtual Bersama Presiden RI
Ratusan Jamaah Masjid Subulussalaam Harjamukti Zikir Bersama Putra Mahkota Keraton Kasepuhan dan Damdim 0614
FOKUS CIREBON - Dalam rangka Syukuran HUT Kemerdekaan RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tahun 2020, ratusan Jamaah Masjid Subulussalaam RW 14 Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Kalijaga larut dalam Acara Doa dan Dzikir, Minggu (16/8/2020).
HUT RI Menjadi Momentum Meneladani Perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari, Ini Kata Kiai PATWA
FOKUS CIREBON - Suasana perayaan HUT RI mewarnai halaman Yayasan Pondok Pesantren Attarbiyyatul Wathoniyah (PATWA) Mertapada, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Minggu malam (16/8/20).
Dimana ratusan santri berkumpul dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke-75.
Dikarenakan situasi dan kondisi masih dalam pandemi Covid-19, para Santri PATWA menyambutnya dengan menggelar acara secara sederhana. Hanya mengadakan marhabanan, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia diiringi penampilan Drumband dan Hadroh santri PATWA.
Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan PATWA Mertapada, KH AM Aying Zamharir M.Si . Dalam sambutanya, beliau berpesan kepada para santri PATWA untuk meniru semangat tokoh agama dan bangsa Indonesia, Alm Almaghfurlah Hadratussyekh KH Hayim Asy’ari.
"Semangat perjuangan Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU), Mbah Hasyim, harus kita teladani", ujarnya.
Sosok KH Hasyim Asy’ari pun dijelaskan oleh Kang Aying. Bahwa, KH Hasyim Asy'ari adalah salahsatu tokoh yang mampu menyatukan antara Nasionalisme dan Agama.
Bahkan, lanjut beliau, Mbah Hasyim pernah berfatwa bahwa, “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”.
Karena itu, Kang Aying mengajak para santri PATWA untuk memaknai hari kermedakaan dengan menjaga nasionalisme dan nilai-nilai agama islam, sebagaimana yang telah diperjuangkan Mbah Hasyim dulu.
“Mari kita junjung negara kita ini sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ”, pesannya,
Kang Aying mengingatkan, tantangan santri dalam memaknai kemerdekaan sekarang ini jauh lebih besar dari sebelumnya. Sebab, kalau dulu para santri berjuang melawan penjajah kolonialisme, tetapi sekarang berjuang melawan bangsanya sendiri.
“Kemerdekaan kita sekarang ini tantangan sesungguhnya lebih besar, karena kebangsaan dan nasionalisme kita ini tengah digrogoti oleh bangsa yang KTP-nya asli warga Indonesia. Mereka sebenarnya tidak menyukai negara kita”, ungkapnya.
Untuk meneladaninya, Kang Aying mencontohkan bahwa, para santri harus menunjukkan kualitas kemanusiaannya. Para santri, lanjutnya, harus membangun harmonisasi antarsesama.
“Santri PATWA harus membantu kekurangan orang lain. Jangan sampai malah membuat gelisah terhadap orang lain", ungkapnya.
Mari kita junjung bangsa kita ini sebagai bangsa yang baik, bangsa menyejukkan semua orang”, imbuhnya. (Muis)

















