FOKUS CIREBON - Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani, S.TPMT dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan Fakultas dan Program Studi/Jurusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan dukungannya terhadap transformasi IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (16/10/2020).
Untuk mempercepat transformasi lembaga, lanjut Sumanta, pihaknya di kampus pun membagi tugas. Para dekan bertugas untuk pengembangan fakultas dan jurusan, sedangkan dirinya bersama Tim Rektor untuk Percepatan Pengembangan (TRUPP) mengurus persiapan lainnya.
“Salah satunya adalah kepemilikan lahan. Awalnya kita hanya punya 4,2 hektare, Alhamdulillah sekarang kita sudah punya lahan lebih dari 30 hektare,” paparnya.
Dr Hajam MAg juga menyatakan, dalam workshop ini pihaknya telah menyerahkan proposal pengembangan kelembagaan fakultas dan jurusan langsung kepada Dirjen Pendis Kemenag RI.
“Sebagai tujuan akademik, kami mengimplementasikan renstra (rencana strategis) istitut. Semoga kita bisa mempercepat transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN. Yaitu salah satunya ikut menyukseskan pengembangkan fakultas dan jurusan,” ucapnya.
Sementara pengembangan fakultas yang dimaksud kata Hajam, dipecah FUAD menjadi 3 fakultas, yaitu Fakultas Ushuludin, Fakultas Adab, dan Fakultas Dakwah. Sedang Prodi akan mengalami penambahan sebanyak 8 jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Dakwah, Sosiologi Agama, Jurnalistik Islam, Tasawuf dan Psikologi Islam, Sastra Inggris, Psikologi Islam, Seni dan Arsitektur Islam, serta Manajemen Haji dan Umroh.
Demikian juga disampaikan panitia workshop yang juga Wakil Dekan 3 FUAD, Dr Anwar Sanusi MAg, jadi pada prinsipnya karena kita akan melakukan transformasi ke UIN, maka harus ada persiapan-persiapan prodi studi dan fakultas.
"Untuk mendorong itu, maka kita mengundang langsung Dirjen Pendis, dengan harapan Pak Dirjen langsung merekomendasi untuk pembukan prodi-prodi tadi. Kenapa, kan harus perlu percepatan, maka proses workhsop ini untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan harapanya tahun 2021 sudah berjakan," terangnya. (Nurudin)


















