Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 16 Oktober 2020

Dirjen Pendis All Out Untuk Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN

FOKUS CIREBON - Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani, S.TPMT dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan Fakultas dan Program Studi/Jurusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan dukungannya terhadap transformasi IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (16/10/2020).

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan usai menjadi narasumber dikegiatan Workshop yang diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 16-19 hingga 20 Oktober 2020, bertempat di ruang Auditorium, lantai 2, Aston Cirebon.

Dalam workshop pengembangan kelembagaan fakultas, Dirjen Pendis, Ali Ramdhani mengaku merasa bahagia karena IAIN Cirebon, khususnya fakultas telah membaca kekinian dan masa depan dengan melakukan respon-respon secara konstruktif. 

"Kita memberikan apresiasi atas kemampuan kepada fakultas ini untuk membaca masa depan memberikan kontribusi pada ruang ruang penciptaan manusia masa depan," katanya memuji Fakultas FUAD IAIN SNJ Cirebon yang sudah menyelenggarakan Workshop Pengembagan Kelembagaan Fakuktas dan Program Studi/Jurusan.

Sementara menyangkut transformasi IAIN Ke UIN, Dirjen Pendis menyatakan On Going, lagi proses dan kita berharap sesegera mungkin. Dirinya all out untuk transformasi IAIN Cirebon ke UIN.

"Kalau saya sih suport, karena itu salah salah satu indikator kesuksesan saya, dan salah satunya ukurannya adalah mampu mentrasformasi beberapa IAIN, salah satunya adalah IAIN Cirebon, jadi untuk transformasi ini saya all out," kata Dirjen Pendis.

Semetara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg saat membuka kegiatan workshop lebih menitik beratkan pada penyampaikan terkait progres dan profil IAIN SNJ Cirebon.

Mulai dari kedudukan awal IAIN Cirebon berdiri hingga bertransformasinya lembaga yang semula institut menjadi sekolah tinggi dan kemudian kembali lagi menjadi institut.

Penjelasan kesejarahan IAIN Cirebon ini, kata rektor  menyambung pada tema workshop tentang impelemtasi moderasi dan itu sangat nyambung dengan sejarahnya karena waktu itu sangat dipenuhi dengan kedamaian.

Sementara terkait dengan profil Institut, Rektor IAIN Cirebon mengaku progresnya sudah disampaikan secara keseluruhan dan transparan, sehingga semua bernuansa membangun kebersamaan dan kekuatan di institut untuk percepatan transformasi kelembagaan.

Untuk mempercepat transformasi lembaga, lanjut Sumanta, pihaknya di kampus pun membagi tugas. Para dekan bertugas untuk pengembangan fakultas dan jurusan, sedangkan dirinya bersama Tim Rektor untuk Percepatan Pengembangan (TRUPP) mengurus persiapan lainnya.

“Salah satunya adalah kepemilikan lahan. Awalnya kita hanya punya 4,2 hektare, Alhamdulillah sekarang kita sudah punya lahan lebih dari 30 hektare,” paparnya.

Hal senada disampaikan Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Dr Hajam MAg, bahwa pengembangan ini sebagai kepanjangan atau realisasi transformasi dari IAIN ke UIN dan fakuktas itu gayung bersambut menindaklanjuti tansformasi tersebut.

Termasuk secara internal fakultas, pengembangan ini harus menjadi keniscayaan karena memenuhi institusi dan juga memenuhi harapan masyarakat, dan diharapkan dengan pengembangan ini suksesnya menuju UIN.

"Jadi diharapkan dengan pengembangan ini juga bisa menjawab persoalan-persoalan kekinian, maka diperlukan jurusan keilmuan yang memadai," jelasnya.

Dr Hajam MAg juga menyatakan, dalam workshop ini pihaknya telah menyerahkan proposal pengembangan kelembagaan fakultas dan jurusan langsung kepada Dirjen Pendis Kemenag RI.

“Sebagai tujuan akademik, kami mengimplementasikan renstra (rencana strategis) istitut. Semoga kita bisa mempercepat transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN. Yaitu salah satunya ikut menyukseskan pengembangkan fakultas dan jurusan,” ucapnya.

Sementara pengembangan fakultas yang dimaksud kata  Hajam, dipecah FUAD menjadi 3 fakultas, yaitu Fakultas Ushuludin, Fakultas Adab, dan Fakultas Dakwah. Sedang Prodi akan mengalami penambahan sebanyak 8 jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Dakwah, Sosiologi Agama, Jurnalistik Islam, Tasawuf dan Psikologi Islam, Sastra Inggris, Psikologi Islam, Seni dan Arsitektur Islam, serta Manajemen Haji dan Umroh.

Demikian juga disampaikan panitia workshop yang juga Wakil Dekan 3 FUAD, Dr Anwar Sanusi MAg, jadi pada prinsipnya karena kita akan melakukan transformasi ke UIN, maka harus ada persiapan-persiapan prodi studi dan fakultas. 


"Untuk mendorong itu, maka kita mengundang langsung Dirjen Pendis, dengan harapan Pak Dirjen langsung merekomendasi untuk pembukan prodi-prodi tadi.  Kenapa, kan harus perlu percepatan, maka proses workhsop ini untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan harapanya tahun 2021 sudah berjakan," terangnya. (Nurudin)









Kamis, 15 Oktober 2020

Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk Meluap, 20 Desa Terdampak Banjir

GARUT - Dua puluh desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/10) lalu, pukul 04.30 waktu setempat. Banjir telah surut di wilayah terdampak, namun menyisakan material lumpur.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut per Rabu (14/10), pukul 16.30 WIB, Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong. Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk.

Berikut sebaran desa yang terdampak di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Wilayah desa yang terdampak di Kecamatan Pameungpeuk antara lain Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler. Desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti.

Data penyintas hingga hari ini berjumlah 238 KK, sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa. Hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik.

Kondisi cuaca pada sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, tampak cerah berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), dua hari ke depan, 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, berdasarkan Info BMKG di tiga kecamatan tersebut cuaca terpantau cerah hingga hujan ringan untuk dua hari ke depan.

Memasuki musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina, masyarakat diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. BNPB dan BPBD mendorong kesiapsiagaan di tingkat keluarga untuk mengenali dan mengidentifikasi bahaya di sekitar sehingga risiko dapat dikurangi.

Kabupaten Garut termasuk wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Sekitar 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori tersebut dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa.

Nara sumber: Dr. Raditya Jati
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Soal Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN, Pemprov Jabar Mendukung : Sudah Saatnya Cirebon Miliki UIN

FOKUS CIREBON - Perubahan status lembaga yang tengah diperjuangkan para pimpinan dan civitas akademika IAIN Cirebon, dari IAIN Cirebon ke UIN yang tinggal menunggu keputusan Presiden RI, kini mendapat respon positif dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (15/10/2020).

Uu menyatakan, perubahan IAIN ke UIN, bisa menjadi cita cita semua dan bisa menjadi pilihan terbaik, mengingat UIN  Cirebon nantinya bisa menjadi pilihan mahasiswa dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, dan tentunya juga ikut dalam menaikan IPM di Jawa Barat.

"Pemkot Jabar secara moril sangat mendukung dan ini bisa menjadi suatu bentuk kebersamaan antara pemerintah dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk membangun IPM Jabar. Dan yang terpenting sudah saatnya Cirebon memiliki UIN" terangnya.

Kendati Uu masih menyinggung jika sesungguhnya ini adalah keterlambatan dan seharusnya sudah sejak dulu, tetapi mungkin karena soal perijinan dan lain-lain, semua harus berproses sehingga baru ini, baru bisa diwujudkan.

"Tentu harapannya, ini menjadi sangat membantu masyarakat Cirebon. Mereka jadi tidak terlalu jauh, juga menjadi banyak pilihan bagi masyarakat, serta biaya juga tentunya semakin murah," paparnya mengakhiri wawancara singkatnya dengan media Cirebon. (din)

Tiga Tokoh Pergerakan Era Reformasi, Bedah "Mahasiswa Merdeka" Pada Webinar Nasional IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON - Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional dengan tajug "Mahasiswa Merdeka", dengan tiga pemateri utama yang digelar secara online di lantai 3, ruang auditorium rektorat IAIN SNJ Cirebon, Kamis (15/10/2020).

Tiga pembicara itu di antaranya, Budiman Sujatmiko, Rahman Bashori, dan Ilman Nafi'a yang ketiganya mengupas materi seputar mahasiswa merdeka, yang diikuti langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

Pembicara pertama, Budiman Sujatmiko, memulai dari kata merdeka dan menjelaskan bahwa merdeka adalah mereka bisa mengembangkan imajinasinya. 

Budiman yang juga menyinggung sejarah perjalanan kemerdekaan indonesia, menyatakan jika republik Indonesia itu adalah bentuk imajinasi para pemuda untuk masa depan. "Jadi kaum merdeka adalah kaum yang melihat ke depan," katanya.


Budiman juga menyinggung soal era berkelimpahan yang terjadi saat ini, dimana era berkelimpahan yakni era yang segalanya berlimpah, seperti menlnbuat tik tok, membuat tulisan yang saat ini mudah menyebar. 

"Iya saat ini semua serba mudah dan penuh data, dimana hanya dengan hitungan menit, semua sudah ada berkat teknologi yang ada," ujarnya.

Kata Budiman, era ini tentu  berbeda dengan era kelengkaan, di mana era berkelimpahan ini era penuh data, sehingga akan banyak imajinasi. Dan di era inilah imajinasi menjadi kedaulatan manusia. Sehingga melalui imajinasi kita akan tahu arah politik, ekonomi dan budaya seperti apa.

Kendati begitu, kedepan akan ada kesenjangan sosial akibat dari kesenjangan teknologi. Dimana tahun 2025 hingga tahun 2030 dimana robot akan menjadi pilihan terbaik ketimbang nanti manusia.

"Maka akan banyak ada perubahan dunia, termasuk dunia kerja maupun dunia pendidikan," paparnya.

Lalu bagaimana supaya kita tidak banyak terkejut ?, Budiman menegaskan, bahwa dengan perubahan tersebut, maka pergunakanlah imajinasi dengan baik dan mampu menfasirkan imajinasinya dengan baik pula.

Budiman juga menegaskan bahwa ada 8 hak asasi yang mendasar, yang semuanya itu harus mampu dikemas dan harus ada peningkatan daya nalar terutama dalam membangun kesadaran masyarakat antar teknologi. 

"Maka imajinasi ini menjadi basis kemampuan manusia, tatapi harus revolusioner namun tidak ngawur. Pilihan ini menjadi identitas peradaban manusia kedepan nanti. Sebab manusia merdeka adalah manusia paripurna dan imajinasi ini yang akan menjadi kekuatan kita. Jadi kedepan apa yang bisa kita lakukan dari apa yang kita cintai," terangnya.


Sementara itu, pembicara lainnya yakni Ilman Nafi'a menjelaskan, bahwa ada tiga kunci yang harus dimiliki mahasiswa, karena sejatinya  mahasiswa merdeka ini sesungguhnya sudah diimpelentasikan oleh para aktivis kampus.

Tiga kunci itu, pertama mahasiswa sebagai komunitas intelektual, sehingga mereka identik dengan prestasi-prestasi intelektual dan lainnya. 

Lalu kunci yang kedua, mahasiswa sebagai komunitas yang mempunyai kekuatan moral, atau sering disebut sebagai permanent potition, sehingga sangat diperhitungkan sekali kelompok ini. 

Kunci yang ketiga, mahasiswa sebagai kekuatan sosial, karena mereka sebagai orang-orang terpilih, tentu hal ini karena intelektualnya dan karen wawasannya, sehingga melekatlah predikat 'Agen of Sosial Change' bagi mahasiswa.

Ilman juga menjelaskan soal term merdeka. Merdeka itu kata Ilman, identik dengan kemandirian. "Kemandirian inilah selanjutnya menjadi identitas terkait dengan ikatan moral, ikatan intelektual dan lain lain," katanya.

Kendati begitu, pandangan Ilman juga membuka tentang masih banyaknya mahasiswa yang tergerus oleh arus yang ada. Hal tersebut lebih di akibatkan mereka terbawa oleh arus dan larut pada kepentingan-kepentingan politik dan lainnya. 

Maka terpenting kedepan, kata Ilman, bagaimana mahasiswa yang memiliki kekuatan moral, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial juga memiliki kemandirian dan identitas tersendiri. 

"Mahasiswa itu harus mampu menguatkan kemampuan intelektualnya, kekuatan moralnya dan kekuatan sosialnya. Jika tidak, akan menjadi mahasiswa yang stagnan di kampus. Sehingga menjadi kuliah apa adanya, tanpa ada yang kritis dan lainnya," tegas Ilman Nafi'a yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 3, IAIN SNJ Cirebon. (din)












"The Grey Animals" Siap Guncang Panggung Musik Indonesia Lewat Rilis Lagu Barunya

FOKUS CIREBON - Indonesia tidak pernah kehabisan talenta muda dalam industri musik. Indonesia juga selalu memiliki musisi-musisi baru yang siap menambah warna di industri musik dengan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Seperti musikalitas "The Grey Animals" yang terus berkarya, selain untuk fans-fans muda nusantara juga untuk Indonesia. setiap realis lagunya makin digandrungi para fans muda, tentu ini menjadi deretan blantika musik prospektif indonesia. 

Mau tahu pacu dapur mereka, ayo kita tengok ?, setelah "The Grey Animals" mengalami masa hiatus selama kurang lebih 2 tahun, terhitung sejak perilisan single perdana mereka di tahun 2018. kembali dengan formasi full, Adilla (Vocal), Hildan (Guitar), Hanif (Guitar) Luby (bass) akhirnya kembali meluncurkan karya baru bertajuk Tuah Pertemuan. 

Pengerjaan produksi materi pada single ini The Grey Animals digandeng oleh Omegawave Records, Tiga bulan setelah menjalani workshop materi dan masuk studio rekaman mereka resmi merilis karyanya dalam format digital yang dapat dinikmati diberbagai portal streaming digital serta diikuti dengan penayangan perdana videoclip Tuah Pertemuan di channel youtube Omegawave Records tepat pada tanggal 15/09/2020.

Dalam proses pengerjaan awal materi, "kami sendiri ingin melahirkan nuansa baru untuk musikalitas The Grey Animals" penggunaan Instrumen musik untuk single Tuah Pertemuan sendiri merupakan gebrakan materi baru yang menonjolkan proses mixing dan mastering yang membuat kesan lebih elegan.

Mengupas sedikit tentang makna lirik pada single Tuah Pertemuan, mereka percaya bahwa setiap pertemuan yang dijumpai mempunyai berkat dan memberikan pengaruh bagi kehidupan, pun berharap bisa membagikan energi positif dimasa pandemi Covid-19 ini, terus berjuang dan tetap saling menjaga agar semuanya lekas pulih seperti sediakala. (din)