Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 23 November 2020

Pemkab Kuningan keluarkan Surat Rekomendasi Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi UIN

ASDA II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Kuningan, Dr Deni Hamdani MSi (kanan) bersama Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin MPdI (tengah) menunjukan surat rekomendasi transformasi lembaga dari IAIN menjadi UIN dari Pemda Kabupaten Kuningan, Senin (23/11/2020).


FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan memberikan dukungan terhadap transformasi IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). 

Bentuk dukungan tersebut, Pemkab Kuningan mengeluarkan surat rekomendasi transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Kuningan, Dr Deni Hamdani MSi menjelaskan, rekomendasi yang diberikan pihaknya tersebut sebagai bentuk dukungan demi terciptanya pendidikan di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) dapat lebih maju.

“Dukungan ini tentu sangat mempertimbangkan sekali beberapa aspek untuk pembangunan, khususnya di bidang pendidikan,” jelas Deni, Senin (23/11/2020).

Terlebih, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan saja kebanggaan warga Cirebon dan sekitarnya, tapi juga merupakan kebanggaan Kuningan. 

Pasalnya, kata Deni, banyak masyarakat Kabupaten Kuningan yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam satu-satunya di Ciayumajakuning.

“Sehingga transformasi IAIN Cirebon menjadi UIN ini pun menjadi suatu kebanggaan juga bagi warga Kuningan. Karena, jika sudah UIN maka program studi yang ada di IAIN Cirebon akan lebih berkembang dan luas,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, banyak alumni IAIN Cirebon di Kuningan yang terjun membantu masyarakat, seperti menjadi pegawai, ormas, dan lainnya demi membangun daerah. 

Untuk itu, hal ini merupakan salah satu bentuk kontribusi IAIN Cirebon terhadap kemajuan di Kuningan.

Bahkan, papar Deni, langkah yang tepat untuk menjawab situasi dan kondisi revolusi industri 4.0 saat ini adalah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan. 

Maka untuk menyahuti tantangan zaman tersebut, pihaknya pun melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan, khususnya di wilayah Ciayumajakuning dan salah satunya dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang akan dijajaki untuk dikerjasamakan, seperti pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) dan Computer Based Test. (Nur)


Walikota Cirebon Positif Terpapar Virus Covid 19, Kini Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

Rilis Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, terkait positif terpapar virus covid 19


FOKUS CIREBON - Walikota Cirebon, Nashrudin Azis  mengakui bahwa dirinya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas sejak akhir pekan kemarin. Isolasi harus dilakukan karena dirinya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Namun kondisi saya saat ini membaik. Memang sebelumnya sempat flu, tapi saat ini kondisi saya sudah lebih baik,” ungkap Azis. 

Selama menjalankan isolasi, lanjut Azis, selain berada di bawah pengawasan tim medis, dirinya juga rajin berolahraga dan berjemur di pagi hari. Sehingga imunitas bisa meningkat.

Dijelaskan Azis, selama ini dirinya secara disiplin telah menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). Mulai dari selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta selalu berusaha untuk menjaga jarak. Sehingga dirinya tidak mengetahui secara pasti dimana terpapar virus tersebut.

“Tapi hasil tes swab ajudan dan walpri saya, semuanya negatif,” ungkap Azis. 

Untuk itu, Azis meminta kepada siapa pun, terutama warga Kota Cirebon untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena siapa pun bisa terpapar Covid-19.

“Saya juga mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk bisa menjalani isolasi dengan baik dan sembuh seperti semula,” ungkap Azis. 

Sedangkan untuk pemerintahan, tidak ada kendala yang dihadapi. Ini dikarenakan koordinasi antara wakil wali kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) bisa berjalan dengan baik. 

Azis menyatakan, siapa pun bisa terpapar Covid-19. Sehingga Wali Kota meminta kepada setiap warganya untuk menjalankan protokol kesehatan disiplin.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Senin, 23 November 2020, di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon.

“Pandemi Covid-19 selama ini menjadi perhatian serius kita semua, termasuk Pemda Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Ini dikarenakan, siapa pun, tanpa mengenal pangkat dan golongan bisa terpapar virus tersebut. (din)

Minggu, 22 November 2020

Bupati Belitung Apresiasi Stand UPT Kewirausahaan AMB

Bupati Belitung, anggota DPRD dan Forkompinda memberikan apresiasi saat mengunjungi stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB


BELITUNG, FC - Dalam rangka menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat Belitung, pemerintah daerah menggelar Belitung Exfo 2020 bertempat di Taman Wisata Tannungpendam. 

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung berlangsung selama empat hari yakni dari tanggal 22 hingga 26 Nopember 2020 dengan diikuti kurang lebih 75 stand dari berbagai UMKM yang ada di Belitung. Salah satunya adalah UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB.

Walaupun untuk kali pertama UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB mengikuti ajang kegiatan Exfo ini, hal yang luar biasa Bupati, anggota DPRD Belitung dan Forkompinda memberikan apresiasi dengan mengunjungi stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB.

Disela-sela kunjungan ke stand UPT Kewirausahaan Mahasiswa AMB, Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos menyatakan mengapresiasi atas keikutsertaan mahasiswa AMB dalam kegiatan ini, apalagi produk yang ditampilkan merupakan hasil karya mahasiswa.

"Apresiasi saya untuk AMB mengingat baru pertama kali selama event ini digelar ada  perguruan tinggi yang ikut serta dengan menjual produk dari hasil buah karya sendiri dari mahasiswa," tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi,S.E,M.M yang juga Dosen AMB mengungkapkan kekagumannya kepada mahasiswa AMB atas partisipasinya dan komitmennya dalam kegiatan ini.

"Dengan adanya stand produk produk kegiatan kewirausahaan AMB ini menunjukan komitmen yang kuat dalam membentuk generasi masa depan yang berjiwa dan bermental wirausaha," ujarnya.

Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan, Eka Nuraini,S.Pd,M.Pd didampingi pembina UPT Kewirausahaan AMB, Berandi Suaryansyah,S.Pt.,M.M menjelaskan bahwa tujuan keikutsertaan UPT Kewirausahaan mahasiswa AMB dalam rangka untuk memperkenalkan produk kewirausahaan mahasiswa AMB ke masyarakat. 

Selain itu juga memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha sehingga bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya berorientasi mencari kerja tapi juga busa menciptakan lapangan pekerjaan dari berwirausaha.

"Hal ini sejalan dengan 8 program kampus merdeka, merdeka belajar yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang salah satunya adalah program kegiatan wirausaha," terangnya.

Eka Nuraini juga menegaskan, bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh mahasiswa berupa makanan khas negeri laskar pelangi telah mendapatkan merk dan level halal dari MUI, jelasnya. (din)

Jumat, 20 November 2020

Pemkab Cirebon Sigap Tangani Lonjakan Kasus Covid 19

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Lonjakan kasus terkonfirmasi covid 19 di Kabupaten Cirebon dalam beberapa hari ini, mendapatkan perhatian serius dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid 19 Kabupaten Cirebon. 

Salah satu klaster yang mendapatkan perhatian, yaitu munculnya klaster industri yang terjadi di perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power. 

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag meminta kepada pihak perusahaan, untuk tidak lengah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus covid 19 di lingkungan kerjanya. 

Imron menyebutkan, ia mendengar ada sekitar 86 karyawan di perusahaan pembangkit listrik tersebut, yang terkonfirmasi covid19. 

Ia mengapresiasi langkah Cirebon Power, yang berinisiatif akan menyewa salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.

"Karena kalau tidak memiliki tempat khusus, tidak menjamin mereka tidak keluar atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya," kata Imron. 

Imron juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya, untuk tidak bosan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait covid 19.

Ia menduga, salah satu faktor melonjaknya angka konfirmasi positif ini, dikarenakan masyarakat sudah jenuh dengan covid 19,sehingga abai menerapkan aturan protokol kesehatan. 

"Kalau kita, jangan sampai bosan. Terus berikan pemahaman kepada masyarakat," kata Imron. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, juga menyambut baik langkah Cirebon Power yang akan menyewa hotel. Karena hal tersebut bisa meminimalisir angka penyebaran covid 19.

Namun Eni juga menyoroti, sulitnya Pemkab Cirebon untuk bisa menyewa hotel, untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. 

"Ada yang mau, tapi harus disewa selama sebulan penuh dan seluruh kamar," ujar Eni. 

Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak, untuk bisa mengusahakan tempat isolasi mandiri. Karena menurutnya, saat ini tempat isolasi tersebut sangat dibutuhkan. 

Apalagi, Eni mencatat dalam beberapa hari ini, ada peningkatan cukup signifikan, terkait jumlah terkonfirmasi positif. 

Untuk hari ini, Dinkes mencatat ada sebanyak 83 kasus positif baru, sehingga jumlah total kasus covid 19 di Kabupaten Cirebon, berjumlah 1804 kasus. 

Selain itu ujar Eni, ada tren yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus saat ini. Eni menyebutkan,  sebelumnya jumlah pasien yang bergejala berjumlah 30 persen dan tidak bergejala berjumlah 70 persen.

Namun saat ini, jumlah pasien bergejala dan tidak bergejala hampir seimbang. Dinkes mencatat, saat ini pasien bergejala berjumlah 837 dan tanpa gejala 967.

"Sekarang hampir imbang, bergejala 46 persen dan tidak bergejala 54 persen," kata Eni. 

Kondisi ini, mengakibatkan banyaknya pasien covid 19 yang tidak bisa terlayani, karena semua rumah sakit penuh. 

Padahal ujar Eni, hampir seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sudah menambah kapasitas untuk pasien covid 19.

Ia menyebutkan, RS Mitra Plumbon yang sebelumnya hanya menyediakan 25 kapasitas, sekarang bertambah menjadi  87 kapasitas. Begitu juga, sejumlah rumah sakit lainnya, seperti RS Waled dan Arjawinangun. 

"Tapi walaupun sudah ditambah. Ternyata masih belum bisa melayani pasien covid, karena ruangan penuh," kata Eni. 

Melihat kondisi seperti ini, Eni mengusulkan kepada Pemkab Cirebon, untuk menjadikan salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon, menjadi rumah sakit khusus covid 19.

Dua Asesor Lakukan Asesmen Lapangan Untuk Akreditasi Prodi MPI

FOKUS CIREBON, FC- Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin Nur MPd menjelaskan, dua asesor, yakni Dr H Abdul Majid Khon MAg dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof Dr Sangkot Sirait MA dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lakukan asesmen untuk akreditasi prodi MPI.

"Target dari akreditasi prodi MPI adalah A dari nilai akreditasi minimal C. Karena kita sudah memersiapkannya selama dua tahun, tapi terkendala beberapa hal, sehingga akreditasi baru dilakukan sekarang," jelas Farihin, Jum'at (20/11/2020).

Terlebih, kata dia, sejak prodi ini dibuka pada tahun 2015, minat masyarakat untuk berkuliah di prodi MPI terus mengalami peningkatan. Awalnya, ungkap Farihi, MPI membuka hanya satu kelas, kemudian tahun berikutnya menjadi dua kelas, dan saat ini pihaknya telah membuka 3 kelas.

Menurut Farihin, secara perlahan minat masyarakat memang terus meningkat. Untuk itu, akreditasi ini untuk meningkatkan kualitas di MPI dan menyahuti onimo masyarakat yang begitu besar tersebut. Bahkan MPI ini sudah meluluskan 59 mahasiswa yang diwisuda di tahun 2020 ini

"Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan Asesmen Lapangan untuk akreditasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini dipusatkan di Auditorium FITK lantai 5 kampus," terang Farihin.

Sementara menurut Prof Dr Sangkot Sirait MA mengungkapkan, pihaknya telah membaca borang untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi untuk menilai mutu dan kelayakan di MPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini.

"Kami sudah membaca borang dan memberikan penilaian apa yang kami pahami dari apa yang ditulis oleh prodi maupun fakultas. Hal itu untuk memenuhi salah satu kewajiban akredirasi," terang Sangkot.

Dalam kesempatan ini, dia meminta kepada prodi MPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menulis dan mengirimkan data yang terkait data alumni.

"Data-data terkait mahasiswa dan alumni belum tercover di borang dan nilainya juga kosong. Data itu ditunggu sampai malam ini," tandasnya. (Nur)