Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 16 April 2021

Tahun 2021 Ini, DRKP Kota Cirebon Targetkan Fasum dan Fasos di 5 Perumahan Kepada Pemkot

Kepala DPRKP Kota Cirebon Ir. H. Agung Sedijono, M.Si


CIREBON, FC – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon menargetkan lima perumahan bisa menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemda Kota Cirebon pada tahun ini. 

Kepala DPRKP Kota Cirebon Ir. H. Agung Sedijono, M.Si mengatakan, dari 108 perumahan di Kota Cirebon, baru empat perumahan yang telah menyerahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda Kota Cirebon.

“Empat perumahan yang sudah menyerahkan fasum dan fasosnya adalah Perumnas, Vila Kecapi, Permata Harjamukti serta Taman Kalijaga Permai,” ujar Agung, Jumat (16/4).

Penyerahan fasum dan fasos perumahan sendiri telah diatur dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah, juga diatur di dalam Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan dan Permukiman di Kota Cirebon.

Menurut Agung, target lima perumahan bisa menyerahkan fasum dan fasos tersebut bukan hal mustahil. 

“Tentu dengan segala daya upaya kita akan lakukan, diantaranya pendekatan dengan pengembang perumahannya. Jika diserahkan maka fasum dan fasos itu menjadi aset Pemda, dan kalau bicara aset itu maka kita harus tertib. 

Agung menambahkan, dari 108 perumahan yang tersebar di Kota Cirebon, 43 pengembang di antaranya sudah terlacak oleh DPRKP. 

“Kepada 43 pengembang ini kita terus lakukan pendekatan. Sisanya, ada 70 pengembang perumahan yang sudah susah dicari, banyak di antaranya perumahan yang mereka dirikan ditinggalkan kemudian mereka banting setir ke sektor lain,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini memang baru empat perumahan yang diserahkan fasum dan fasosnya kepada Pemda. 

“Saat diserahkan kepada Pemda, kondisi fasum dan fasos itu harus dalam keadaan baik, mungkin itu kendala bagi pengembang, harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaiki fasum dan fasosnya sebelum diserahkan,” katanya.

Agung menambahkan, penyerahan fasum dan fasos tidak perlu menunggu sebuah perumahan rampung dibangun, melainkan bisa secara bertahap. 

“Para pengembang ini rata-ratanya ingin menyerahkan saat sudah selesai pembangunan, padahal bertahap bisa saja. Untuk pembangunan itu kan butuh waktu lama, sehingga ketika pembangunan selesai fasum dan fasosnya sudah rusak,” ujarnya.

Menurutnya, ketika fasum dan fasos belum diserahkan kepada Pemda, maka masyarakat turut dirugikan karena perbaikan fasum seperti jalan akan mengandalkan pihak pengembang semata.

“Ketika sudah diserahkan kepada Pemda, maka dinas terkait bisa melakukan perbaikan fasum dan fasos tersebut,” tuturnya. (Nur)

Kamis, 15 April 2021

Kota Cirebon Tempati Urutan Ke 4 Memperbaiki Data Penerima Bantuan Program BPNT di Jabar

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Dra Hj Santi Rahayu M.Si


CIREBON, FC – Kota Cirebon menempati urutan keempat dari 27 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat yang berhasil memperbaiki data penerima bantuan program Sembako atau yang sebelumnya bernama Bantuan Pangan non Tunai (BPNT). 

Sebagai urutan di nomor empat ini, Kota Cirebon telah memperbaiki data sebanyak 99,25 persen atau hampir 100 persen dari total penerima bantuan sebanyak 21.980 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Dra Hj Santi Rahayu M.Si mengatakan, keberhasilan Kota Cirebon ini diungkap dalam Rakorda Tim Koordinasi dan Pelaksana Penyaluran Program Sembako di Bandung, yang digelar 5 April lalu. 

"Dengan kita ada di urutan keempat ini artinya kita serius memperbaiki data bersama Kemensos RI (Kementerian Sosial Republik Indonesia) agar bantuan program Sembako tersebut tepat sasaran,” ujar Santi, Kamis (15/4/2021).

Ia menyebutkan, dalam Rakorda tersebut difokuskan untuk membahas perbaikan data. Sebab Kemensos RI terus melakukan perbaikan data, dan hingga saat ini terus berlangsung.

“2021 ini memang fokusnya perbaikan data, diharapkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sudah sinkron dengan Disdukcapil. Kita juga di daerah intens melakukan perbaikan dan selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil, makanya Alhamdulillah perbaikan data tersebut cepat mendekati 100 persen, meskipun Kemensos RI masih belum selesai melakukan perbaikan data tersebut,” tuturnya.

Kota Cirebon sendiri memiliki 21.980 KPM program Sembako. Setelah dilakukan perbaikan data 99,25 persen, perbaikan tersebut kini di angka 20.073 KPM. 

“Sisanya mungkin masih bertahap. Kemensos RI melakukan perbaikan data ini, karena untuk update data barangkali ada KPM yang telah meninggal dunia, pindah domisili dan sebagainya,” ungkapnya.

Pada penyaluran sembako Maret-April lalu, DSPPPA menyalurkan kepada 12.383 KPM. Sebab, menurut Santi, saat itu perbaikan data baru mencapai di angka 12.383. 

“Namun beberapa hari yang lalu angka perbaikan data ini sudah di 20.073,” ujarnya.

Sementara itu, Faisal Ardi selaku Koordinator Daerah Program Sembako Kota Cirebon mengatakan, KPM yang kini datanya masuk ke angka 20.073 tersebut bisa mendapatkan program Sembako untuk periode Maret-April. 

“Misalnya saat datanya masih 12.383, ada KPM yang tidak menerima Sembako Maret-April, namun setelah diperbaiki dia masuk ke data yang 20.073, maka dia bisa dapat Sembako Maret-April secara menyusul,” ujarnya.

Faisal menambahkan, KPM yang menerima bantuan program Sembako ini tidak boleh beririsan dengan program lainnya seperti bantuan sosial tunai (BST). 

“Makanya ketika sudah dapat bantuan program Sembako, maka dia tidak akan dapat BST, dan sebaliknya,” ujarnya.

Program Sembako sendiri merupakan bantuan dari Kemensos RI kepada KPM yang berisi aneka pangan yang memenuhi protein nabati, hewani, vitamin dan mineral dengan kalkulasi Rp200 ribu per KPM. 

Bantuan non tunai ini diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang yang bekerjasama dengan bank. 

Sejak pandemi Covid-19, jumlah bantuan naik menjadi Rp200 ribu dari sejak semula Rp110 ribu, kemudian sempat Rp150 ribu. (din)

Selasa, 13 April 2021

Lansia Di Kecamatan Harjamukti Sudah Mulai Menjalani Vaksin Covid 19

Vaksin Covif 19


FOKUS CIREBON, FC  – Warga Lanjut Usia (Lansia) Kecamatan Harjamukti sudah mulai menjalani vaksinasi Covid-19 sejak Jumat 9 April 2021 lalu.

Camat Harjamukti, Rd. Yuki Maulana Hidayat, S.STP., menjelaskan, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi Covid-19 ini cukup baik.

“Terutama warga yang tipologinya di wilayah perumahan lebih sadar dan kooperatif untuk menjalani vaksinasi Covid-19 ini,” kata Yuki.

Dikatakan Yuki, pihaknya juga menggandeng RW di wilayah masing-masing sebagai Satgas di tingkat RW. “Bersama perangkatnya, RT untuk bisa mensosialisasikan vaksinasi,” ucap Yuki.

Ia menerangkan, vaksinasi lansia di Kecamatan Harjamukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan ada 13 ribu warga lansia. 

“Tapi jumlah itu kami verifikasi terlebih dahulu, dan di tahap pertama ini ada sekitar 2.400-an lansia yang sudah dan akan menjalani vaksinasi Covid-19,” kata Yuki, Selasa 13 April 2021.

Menurutnya, masing-masing puskesmas di wilayah Harjamukti, jumlah lansia yang akan divaksin berbeda-beda. Terkait pelaksanaan vaksinasi, lanjut Yuki, pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing kelurahan. 

“Tipologi antara Kecapi dan Larangan berbeda dengan Harjamukti, Kalijaga dan Argasunya,” jelasnya.

Yuki mengungkapkan, ada beberapa puskesmas yang melaksanakan vaksinasi setiap hari, ada juga yang tidak. Hal itu bisa disebabkan karena memang kurangnya personil puskesmas. 

“Contoh Puskesmas Sitopeng, itu menyesuaikan dengan kultur warga Argasunya, mereka biasanya koordinasi terlebih dahulu dengan tokoh-tokoh yang ada di sana,” ucap Yuki.

Vaksinasi lansia ini, lanjut Yuki, pihaknya bersama puskesmas juga masih melihat apakah ada efek sampingnya. 

“Kalau yang pelaksanaan vaksinasinya di aula kecamatan itu Puskesmas Kalijaga, karena letak puskesmas sendiri jauh dengan wilayah kerjanya, jadi ditarik ke aula kantor kecamatan, dengan harapan semua warga lansia se-Kelurahan Kalijaga dapat mengakses,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalijaga, dr. Yati Hayati Azizah menyampaikan, puskesmas se-Kecamatan Harjamukti sejak akhir pekan lalu melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk lansia. 

“Puskesmas Kalitanjung pelaksanaannya di RW, Puskesmas Larangan juga sama dan untuk Puskesmas Kalijaga pelaksanaannya di Aula Kantor Kecamatan,” terangnya.

Sejak hari pertama vaksinasi untuk lansia dilaksanakan, dr Yati menjelaskan, ada 115 orang dan hari keduanya 109 orang. Sedangkan, di hari ketiga yakni hari ini jumlahnya menurun yakni 16 orang. 

“Hari ketiga ini mungkin karena hari pertama puasa Ramadan, sasaran tahap pertama ini di Puskesmas Kalijaga ada 610 warga lansia,” jelasnya.

Menurut dr. Yati, jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi lansia ini masih sama dengan tahapan sebelumnya yakni vaksin jenis Sinovac. 

“Kami mohon warga, kalau sudah yakin di hatinya untuk menjalani vaksin, jangan terpengaruh dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu pelaksanaan vaksinasi ini, mulai dari RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah sampai Pak Camat,” ungkapnya. (Nur)

Wakil Walikota Cirebon : Penanganan Covid 19 Dibutuhkan Kebersamaan Termasuk Kepedulian Perusahaan Swasta di Cirebon

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati

FOKUS CIREBON – Kebersamaan dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Cirebon. Termasuk kepedulian perusahaan swasta yang selama ini beroperasi di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menerima Penyerahan APD Hazmat dari Kawan Lama Foundation (Ace Hardware) kepada Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan di aula Kecamatan Kesambi, Jalan Dr. Sudarsono No 12 Kota Cirebon. 

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” ungkap Eti, Senin, 13 April 2021.

Dijelaskan Eti, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Cirebon, namun di berbagai belahan dunia lainnya juga. Bahkan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Covid-19 hingga kini masih dilakukan. “Kita tentu tidak bisa sendiri,” ungkap Eti. 

Adanya bantuan dari Kawan Lama Foundation menurut Eti tentu sangat membantu dalam penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Sekalipun status Covid-19 saat ini cenderung landai, namun Eti tetap yakin bantuan ini sangat bermanfaat.

Terlebih, lanjut Eti, segala sektor membutuhkan baju hazmat. Tidak hanya petugas kesehatan namun juga petugas pemakaman. Eti juga mendengar ada petugas pemakaman yang menjalankan tugasnya menggunakan jas hujan. 

“Bantuan ini sebagai antisipasi, kalau ada yang membutuhkan ya diberikan. Jangan sampai kosong,” ungkap Eti.

Sementara itu Zaldi Apriyanto, Store ManagerAce Hardware Living Plaza Cirebon menjelaskan melalui Kawan Lama Foundation, Ace Hardware mendonasikan 320 baju hazmat. 

“Rinciannya 200 untuk Pemda Kota Cirebon serta 100 untuk dua puskesmas di sekitar Living Plaza,” ungkap Zaldi. 

Sedangkan 20 lainnya didistribusikan ke pemakaman Covid-19 di Karang Menjangan.

Ditambahkan Zaldi donasi ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada Pemda Kota Cirebon dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. 

“Kita juga berharap agar masyarakat mendukung pemerintah dengan cara menaati dan menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Zaldi. (Nur)

Senin, 12 April 2021

HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Tadarus Ramadhan Wujud Membumikan Al Qur'an

Kegiatan TARAM, besutan HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon dalam membumikan Al Qur'an.


CIREBON, FC- Mengawali bulan suci Ramadhan, Himpunan Mahasiawa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar pembukaan Tadarus Ramadhan (TARAM), Senin (12/4/2021). 

Kegiatan bertema “Bersama Al-Quran Masa Depan Cerah dan Hidup Semakin Terarah”, sebagai bentuk membumikan Al Qur'an.

Ketua HMJ IQTAF, M Hisam Samsul Ma’arif mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan 17 hari ini, yaitu 13-28 April 2021 ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk membumikan Al-Quran.

“Kita sebagai mahasiawa Ilmu Al-Quran dan tafsir harus bisa membumisasikan Al-Quran, salah satunya dengan mengadakan TARAM ini,” katanya.

Sebab di bulan Ramadhan ini,  merupakan kesempatan untuk lebih meningkatkan ketakwaan. Pasalnya, begitu banyak keutamaan di bulan yang suci ini. Salah satunya yaitu Syahrul Qur’an atau bulan diturunkannya Al-Quran.

“Ini sebagai bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan Bulan Ramadhan ini. Oleh karenanya mari kita sebagai mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir jadikan kegiatan TARAM ini sebagai motor untuk mencapai ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Hisam.

Sementara, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhammad Maimun, MA., M.Si menuturkan, salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an yaitu mendapatkan ampunan, keberkahan hidup, dan mendapat syafaat di akhirat.

“Mahasiswa IAT harus bangga karena termasuk sebaik-baiknya manusia yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan ini menjadi tradisi yang baik untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang selalu ada tadarus Al-Quran di dalamnya,” tuturnya. (Nur)