Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 31 Mei 2021

Wabup Kuningan Sambut Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di Desa Wisata Cibuntu

Wakil Bupati Kuningan, M.Ridho Suganda, tengah memberikan ucapan terimakasih atas kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno ke Desa Wasata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (31/5/2021).


KUNINGAN, FC - Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahudin Uno ke Desa Wisata Cibuntu Kuningan, Senin, (31/5/2021) disambut gembira oleh Wabup Kuningan Moh.Ridho Suganda.

"Alhamdulillah terima kasih kepada Pak Menteri Sandiaga Uno yang sudah datang ke Kabupaten Kuningan khususnya ke Desa Wisata Cibuntu, mudah mudahan kehadiran beliau akan terus mengembangkan dan menyebar luaskan desa wisata Cibuntu ke masyarakat luas," ujar M.Ridho Suganda.

Lebih lanjut M. Ridho Suganda mengatakan, memang Kuningan sangat membutuhkan bantuan  anggaran dari Pusat dan Provinsi Jawa Barat, karena memang Kuningan tidak mempunyai anggaran yang cukup kuat untuk menunjang desa-desa wisata.

Ke depan Wabup Ridho berharap agar kunjungan seperti ini terus dilakukan oleh Kementerian Kementerian dan berbagai pihak  yang mempunyai kebijakan untuk menunjang program kunjungan wisata di Kabupaten Kuningan.

Disinggung mengenai keberadaan Kebun Raya Padabeunghar Kuningan, Wabup Ridho menjelaskan, bahwa Kebun Raya Padabeunghar Kuningan agar bisa dijadikan kawasan konservasi dan penghijauan.

Kebun Raya Padabeunghar ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk menopang kawasan yang memiliki luas 400 hektar lebih tersebut, sehingga membutuhkan komitmen yang tinggi dalam pengelolaan dan pemeliharaannya.

"Terus terang bahwa keberadaan kebun raya ini sudah ada daerah yang mencontoh, seperti halnya Kabupaten Brebes," beber Wabup Kuningan.

Diakhir perbincangannya Wabup Ridho berpesan kepada masyarakat khususnya Desa Cibuntu agar bisa menjaga, melestarikan dan merawat serta berkomitmen dari semua pihak dalam menunjang program desa wisata yang ada di desa Kabupaten Kuningan. (Didi)

Menteri Sandiaga Salahudin Uno di Desa Cibuntu Disambut Upacara Adat Si-Lengser Kuningan

Tari Si Lengser, Adat Kuningan, sambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.


FOKUS CIREBON, FC - Kunjungan Menteri Pariwisata RI, Sandiaga Salahudin Uno, ke Desa Wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat, Senin, (29/5/2021), disambut hangat Bupati Kuningan.

Di lokasi Cibuntu, tepatnya di kantor Desa Cibuntu, Sandiago Uno juga disambut adat sunda Kuningan dengan nama familier Si-Lengser. Tampak penyambutan dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Selain itu, di sejumlah titik di lokasi Cibuntu juga terlihat para petugas rapid test menyiapkan diri bagi para tamu dan undangan yang hadir. Bahkan setiap yang datang wajib megenakan masker dan mencuci tangan.

Pos pengamanan juga terlihat di sejumlah titik, baik dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, maupun petugas kesehatan.

Diketahui, Desa Cibuntu memang memiliki tempat pariwisata yang sudah mendunia. Selain lokasinya berada di bawah gunung Ciremai, udara di sana pun dingin dan sejuk. 

Pemandangan di lokasi wisata Cibuntu, begitu asri. Selain juga terdapat air terjun, kolam terapi ikan, bukit-bukit, kuliner dan taman yang tertata indah.

"Desa pariwisata Cibuntu ini sudah dikenal luas, selain di Indonesia juga mancanegara, kami sebagai warga sangat bangga dengan aset wisata desa ini," kata Dadang, mengaku sebagai warga, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. (din)

Sabtu, 29 Mei 2021

Puluhan Masyarakat Terjaring Rapid Test Antigen, Satu Orang Dinyatakan Reaktif


FOKUS CIREBON, FC – Puluhan orang terjaring rapid test antigen di halaman Gedung Negara, Kota Cirebon, Sabtu, 29 Mei 2021. Pelaksanaan rapid test antigen ini dilakukan oleh Satpol PP Provinsi Jawa Barat. 

Selain di halaman Gedung Negara, secara serentak rapid test antigen ini juga dilaksanakan di Jalan Tuparev, Jalan Jenderal Sudirman, serta kawasan Kedawung. 

Sejak dimulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif. 

“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.

Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A).

 “Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan.

 “Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah,  maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.

Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan. 

“Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.

Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. 

“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya,  dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.

Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut. 

“Dinkes melakukan upayatracing dan testing sebelum Lebaran, begitupun setelah libur Lebaran kita melakukan hal yang sama, dan saat ini kita berkolaborasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing ini akan langsung melakukan rapid test antigen begitu ada warga yang melanggar protokol kesehatan. “Misalnya, ada yang tidak pakai masker, dia pasti langsung kita tindak," katanya.

ga pukul 18.00 WIB, sebanyak 58 orang mengikuti rapid test antigen tersebut, satu orang di antaranya dinyatakan reaktif.

“Kami Satpol PP Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan stakeholder Provinsi Jabar, termasuk Polda dan Kodam, juga bekerja sama dengan tingkat kota dan kabupaten, di antaranya kecamatan, Polsek, Koramil, juga Puskesmas, menggelar rapid test antigen ini” ujar Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Barat H. Khoirul Naim S.K.M., M.Epid., di sela meninjau pelaksanaan rapid test antigen di halaman Gedung Negara.

Menurutnya, Satpol PP Provinsi Jawa Barat turun untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas nama Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Divisi Komunikasi Publik Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan (KP4A). 

“Rencana tiga hari kita akan melakukan rapid test antigen ini, yang dimulai hari ini, dan melibatkan berbagai unsur di kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya.

Satpol PP Provinsi Jawa Barat sendiri melaksanakan dua jenis operasi, yaitu bakti praja atau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, serta praja wibawa atau penegakan aturan. 

“Kota Cirebon itu memang wilayah strategis, banyak mobilitas orang, dan ada kenaikan kasus sehingga menjadi zona merah,  maka kita libatkan semua unsur untuk pelaksanaan operasi tersebut,” ujarnya.

Selain melaksanakan rapid test antigen di empat titik, menurut Khoirul, tim juga ada yang bergerak di ruang publik seperti pasar, alun-alun, juga pusat perbelanjaan. “Untuk tim yangmobile ini tidak melakukan rapid test antigen, melainkan edukasi dan sosialisasi,” katanya.

Ia mengatakan, jika ditemukan ada yang reaktif, selanjutnya petugas medis akan melanjutkan tes PCR. “Jika reaktif, kita akan koordinasi dengan wilayah di mana dia tinggal,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pelaksanaan rapid test antigen ini, Satpol PP Provinsi Jawa Barat menargetkan edukasi kepada masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan. 

“Ingat, pandemi Covid-19 ini belum selesai, harus ada upaya bersama dalam penanganannya. Kita juga harus memastikan bahwa ruang publik juga harus patuhi kesehatan, penyelenggaranya harus siapkan sarana untuk protokol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya,  dalam operasi ini, Satpol PP tidak menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. “Masih sanksi sosial, tapi pencatatan kita lakukan sehingga kita punyadata base jumlah pelanggar,” ujarnya.

Rencananya, pada Minggu, 30 Mei 2021, Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen di kawasan Bima, kemudian pada Senin, 31 Mei 2021, pelaksanaan rapid test antigen akan dilaksanakan di Cirebon Business Centre di kawasan Tuparev.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, M.K.M., mengungkapkan, Dinkes turut berkolaborasi bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan rapid test antigen selama tiga hari tersebut.

“Dinkes melakukan upayatracing dan testing sebelum Lebaran, begitupun setelah libur Lebaran kita melakukan hal yang sama, dan saat ini kita berkolaborasi dengan Satpol PP Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Dinkes yang ditugaskan di pusat-pusat keramaian untuk melakukantracing dan testing ini akan langsung melakukan rapid test antigen begitu ada warga yang melanggar protokol kesehatan. “Misalnya, ada yang tidak pakai masker, dia pasti langsung kita tes di tempat,” katanya. (din)

Kamis, 27 Mei 2021

Tingkatkan Penelitian Kuantitatif, Laboratorium Tafsir Hadis FUAD IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional

Webinar Nasional Laboratorium Tafsir Hadis FUAD IAIN SNJ Cirebon dalam rangka membantu dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelitian.


FOKUS CIREBON, FC - Laboratorium Tafsir Hadis (TH) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengangkat tema “Desain Penelitian Kuantitatif Pada Teks Al-Qur’an Hadis dan Sosial Keagamaan. Kamis, (27/5/2021).

Kepala Lab TH, Dr. Hj. Hartati, MA mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini yakni untuk membantu dosen atau mahasiswa yang akan melakukan penelitian.

“Sementara ini, di IAIN Cirebon kebanyakan dosen menggunakan kualitatif, sementara kuantitatifnya masih minim,” katanya.

Ia menegaskan, penelitian dengan kuantitatif merupakan tuntutan zaman, bisa juga digunakan mahasiswa untuk memenuhi proposal penelitian skripsi.

Senada dengan itu, Wakil Dekan I FUAD, Dr. Arief Rachman, M.S.I mengaku, di IAIN Cirebon kurang memahami dalam metode penelitian kuantitatif.

“Mungkin belum familiar, akademisi seyogyanya menguasai keduanya, yakni metode kualitatif dan kuantitatif,” ujarnya.
 
Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag, selaku narasumber pertama menyampaikan, wilayah penelitian kuantitatif dalam kajian Al-Qur’an dan Hadis diantaranya ada pada substansi teks Al-Qur’an, Matan Hadis,Tafsir dan Syarah, sejarah tafsir, Metodologi Tafsir, dan Living Qur’an Hadis atau peran Al-Qur’an Hadis dalam kehidupan dan pemikiran Islam.

“Dalam substransi, dapat dilakukan dengan meneliti teks, Metode kuantitatif akan menghasilkan produk Informasi pengetahuan yang sifatnya eksploratif atau menjelajah dunia teks kemudian dikuantifikasi,” kata Izzah.

Setelah meneliti teks, lanjut Izzah, selanjutnya hasil penelitian kualitatif tersebut menjadi instrumen atau alat ukur, bisa juga untuk mendukung penelitian kualitatif.
 
Sementara itu, Budhi Gunawan, MA, Ph.D selaku narasumber kedua menjelaskan, Metode Kuantitatif dan Kualitatif adalah dua metode penelitian yang berbeda, Keduanya tidak saling menggantikan.

“Keduanya memiliki Kekuatan dan Logika yang berbeda, yang bermanfaat untuk digunakan dalam mempelajari persoalan penelitian yang berbeda,” ujar pria dari Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran itu.

Ia melanjutkan, salah satu metode yang berasosiasi dengan penelitian kuantitatif adalah survey.
 
“Suatu rancangan survai akan memberikan suatu Deskripsi Numerik atau Deskripsi Kuantitatif dari beberapa Fraksi atau bagian Populasi, cara pengumpulan data seperti itu memungkinkan peneliti untuk membuat Generalisasi hasil penelitian dari sampel ke populasi,” kata Budhi. (Jamil)

Panwas Nasional Dr Roqib M.Ag Lakukan Kunjungan dan Monitoring UM-PTKIN SSE IAIN Cirebon

Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Dr Roqib M.Ag melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi ke IAIN Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi kepada Panitia Lokal SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Selasa (25/5/2021).

Rombongan Panitia Nasional yang diwakili oleh Dr. Moh. Roqib, M.Ag, disambut langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag di ruang kerjanya. 

Usai bertemu Rektor, rombongan langsung meninjau kegiatan Ujian SSE UM PTKIN Panlok IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berlokasi di Gedung M didampingi Kepala PTIPD IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Darwan, M.Kom. 

Dr. Roqib, M.Ag yang saat ini menjabat Rektor IAIN Purwokerto, menyapa Panitia Lokal dan Para Pengawas. Bahkan, disela-sela monev, Dr Roqib juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan SSE UM PTKIN di IAIN Syekh Nurjati yang sudah sangat baik.

"Pelaksanaan SSE UM PTKIN IAIN SNJ Cirebon sudah sangat baik, semoga akan semakin baik lagi di tahun-tahun mendatang karena IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan bertransformasi menjadi UISSI (Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia) sehingga ujian SSE UM PTKIN dapat diadaptasi oleh PTKIN lainnya," ujarnya.

Dr Roqib juga menyampaikan selama pemantauan pelaksanaan ujian SSE UM PTKIN, tidak ada kendala yang berarti kecuali sinyal yang kurang kuat di beberapa tempat pelaksanaan ujian.

Selanjutnya, Rektor IAIN Syekh Nurjati  Cirebon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor IAIN Purwokerto yang telah melaksanakan monev SSE UM PTKIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Sebagaimana disampaikan bahwa kita harus semakin baik dalam pelaksanaan ujian masuk ini karena kita akan menjadi pilot project dari Cyber University," katanya. (din)