Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 Juli 2021

Mahasiswa IAIN Cirebon dan Alumni Kembangkan Pertanian Organik

 


FOKUS CIREBON, FC - Di tengah sulitnya mendapatkan pasokan pupuk kimia bersubsidi, almuni dan mahasiswa IAIN Cirebon mencoba mengembangkan bertani secara organik. Selain hemat biaya operasional, produk pertanian organik juga laris manis dipasaran dengan harga istimewa.

Upaya kreatif tersebut dilandasi oleh inisiatif untuk menyiasati situasi yang masih dalam masa pandemi covid 19. 

Hemat para alumni dan mahasiswa, kebutuhan nutrisi tanaman disuplai dari kotoron hewan. Obat hama dan gulma bisa racik sendiri dari berbagai tanaman yang mudah didapat. Perawatan tanamannya pun sama dengan bertani kimia.

"Alhamdulillah, kegiatan pertanian Ciayumajakuning ini sudah dua tahun menutrisi tanaman padinya secara organik," kata Shobirin yang tergabung dalam Jaringan Petani Ciayumajakuning.

Muhammad Shobirin alumni Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama dosennya semasa kuliah, Wakhit Hasim M.Hum mengembangkan pertanian organik di Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon hasilnya memuaskan.

"Musim panen kedua tahun ini saja mampu memanen sekira 2 ton gabah dari 300 bata luas sawahnya. Gabah kemudian digiling dan mampu menghasilkan sekira 1,3 ton beras. Jika 1 kg beras dihargai Rp13 ribu, maka mampu mengantongi Rp16,9 juta dalam sekali panen," kata Shobirin.

Nominal tersebut masih tergolong besar meski dipotong biaya operasional. Seperti biaya penggemburan lahan, biaya tandur, biaya pengadaan dan tabur kotoran hewan dan biaya perawatan sampai panen.

Musim ini, Shobirin menanam varietas IR 46. Dan baru saja dipanen minggu lalu. Setelah digiling, beras yang dihasilkan putih bersih dengan bentuk sempurna. Hanya sebagian kecil yang patah.

“Kalau musim kedua biasanya hasilnya keren. Bagus untuk tanaman padi organik. Apalagi kalau varietasnya Ciherang,” terangnya.

Menurut Shobirin, saat ini kebutuhan beras organik sudah mulai tinggi. Bahkan permintannya sudah ada sebelum panen. Pasalnya, pasokan beras organik masih langka di pasaran. Peluang usahanya pun terbuka lebar.

Apalagi bagi Shobirin yang terkoneksi dengan jaringan petani. Tidak sulit memasarkan beras organiknya. “Sebetulnya permintaan beras organik itu besar. Karena belum banyak yang petaninya,” jelas dia.

Shobirin memastikan, bertani organik tidak lebih sulit dari bertani konvensional. Tenaga yang dihabiskan bertani organik dengan konvensional juga sama. Bahkan, biaya operasional bertani organik diklaim lebih rendah.

“Iya jadi berorganik itu harus butuh keberanian. Karena organik itu tidak hanya hitung ekonomi tapi berusaha menjaga kesimbangan alam. Tanah kita sudah banyak dieksploitasi tanpa diperhatikan dari kebutuhan tanah itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, Wakhit Hasim MHum terus memberi dukungan kepada mantan mahasiswanya yang terjun ke pertanian untuk mengolah lahan dan menutrisi tanaman secara organik.

Pasalnya kebutuhan beras organik di tengah menguatnya gaya hidup sehat tergolong tinggi. Lantaran tidak mengandung residu kimia yang berbahaya bagi tubuh untuk konsumsi jangka panjang.

Dia bersama jaringannya saat ini terus mengupayakan terwujudnya ekosistem yang baik bagi pegiat pertanian organik. Mulai dari memastikan ketersediaan kotoran hewan, pupuk cair organik (POC), pestisida dan herbisida organik. Semua itu dilakukan gotong royong. (Bam)

Jumat, 23 Juli 2021

Bupati Cirebon Hadiri Penutupan Fesyar secara virtual di Gedung Command Centre


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri penutupan Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) secara virtual di Gedung Command Centre Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Jumat (24/7/2021).


Festival Ekonomi Syariah dilakukan dalam rangka pengembangan ekonomi syariah yang bertujuan untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional. 

Dalam pelaksanaan Road to Fesyar ini terdiri dari Sharia Economic Forum/Sharia Fair, di dalamnya terdapat forum dan perlombaan di bidang Eksyar yang dilaksanakan secara hybrid.

Mengusung tema "Sinergi Mengoptimalkan Sumber Daya Ekonomi Berbasis Syariah melalui Wakaf Produktif, Korporatisasi dan Digitalisasi guna Mendorong Pemulihan Ekonomi", kegiatan ini menghadirkan acara-acara yang menarik.

Beberapa di antaranya, seperti Opening Ceremony, Ruang Riung Syariah, Business Matching, Showcase UMKM, Live Shopping, dan Entertainment.

Saat itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, acara tersebut untuk penguatan riset ekonomi dan keuangan syariah supaya meningkatnya kompetensi. 

"Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat literasi," kata Bakti.

Acara virtual tersebut dibarengi dengan penutupan acara Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF). 

Acara tersebut digelar untuk mendukung pengembangan UMKM di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). 

CEF biasanya hadir dalam konsep exhibition di public space, kali ini akan hadir dengan konsep hybrid events (offline dan online)

Bahkan beberapa kegiatan yang diselenggarakan secara fisik tentunya akan memperhatikan secara ketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Bam)

Kamis, 22 Juli 2021

Prihatin Banyak Limbah Berserakan, Mahasiswa IAIN Cirebon Ajak Warga Buat Kerajinan Tangan

FOKUS CIREBON, FC - Cara mahasiswa KKN-DR IAIN SNJ Cirebon memang patut diapresiasi. Selain kreatif para mahasiswa pun penuh ide dalam membantu masyarakat.

Seperti yang dilakukan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Desa Tagalgubug, para mahasiswa melatih ibu rumah tangga membuat kerajinan tangan dari limbah kain yang di dapatkan dari konveksi.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi limbah kain dengan diubah menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi dan berlangsung pada siang hari di rumah Ibu RW. Kamis, (22/7/2021).

Nuha selaku pelaksana pelatihan ini menyatakan, bahwa pelatihan tersebut diinisasi atas dasar rasa prihatin melihat banyaknya limbah kain yang berserakan dan belum dimanfaatkan masyarakat.

"Adanya pelatihan ini atas dasar rasa prihatin saya dengan begitu banyaknya limbah kain yang berserakan di sepanjang sungai di Desa Tegalgubug Lor," ujar Nuha.

Menurut Nuha, limbah kain yang didapatkan dari konveksi berupa kain flanel, pita, renda, kancing dan kain aiget diubah menjadi penghapus papan tulis kapur, kepala kelinci kecil, bros, hiasan pita-renda dan bantal.

"Mas, nanti kalo udah selesai semua kita jual ke mana?" Tanya salah satu ibu rumah tangga yang sudah menyelesaikan kerajinan bros yang berbahan dasar dari kancing.

Kerajinan ini akan dijual melalui media online Facebook yang mencakup grup wilayah Desa Tegalgubug dan Tegalgubug Lor. 

Selain itu, Nuha sebagai Mahasiswa KKN juga memiliki beberapa jaringan konveksi yang memang membutuhkannya.

Misalnya saja seperti kepala kelinci kecil, pita serta renda yang biasa dijadikan hiasan di kerudung, rok dan pakaian anak kecil.

"Terima kasih, Mas. Sudah mengadakan pelatihan seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan ini tetap berlanjut dan membuat ibu-ibu di sini mandiri dalam ekonomi keluarga," tandas Ibu RW. (din)

Peduli Sosial, Mahasiswa IAIN Cirebon Bagikan Sembako dan Buah-Buahan Kepada Warga


FOKUS CIREBON, FC - Pandemi Covid 19 yang berpengauh besar terhadap kehidupan prekonomian warga membuat mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang tengah melaksanakan KKN di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka membantu para aparat desa membagikan sembako dan buah-buahan kepada masyarakat, Kamis (22/7/2021).


Kegiatan ini bertujuan untuk sedikit meringankan kebutuhan pangan masyarakat ditengah pandemi.

Hendi, salah seorang warga Desa Mirat mengatakan, dengan kegiatan aksi sosial para mahasiswa KKN ini sangat membantu masyarakat.   

"Saya ucapkan terimakasih kepada para aparat desa dan para mahasiswa atas kepeduliannya terhadap masyarakat," ujarnya.

Hendi pun mengaku, dengan kegiatan ini masyarakat cukup terbantu, karena selain mendapatkan sembako ada  juga bingkisan berupa buah-buahan yang membantu untuk memenuhi nutrisi tubuh. "Ya, terimakasih, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini," tandasnya. (din)

Rabu, 21 Juli 2021

Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Warga Sumber Asri Bagikan Daging Sapi dan Kambing

Gotong Royong : Ustadz Gaos S.Ag Ketua Panitia pemotongan hewan kurban bersama warga, tokoh masyarakat dan pengurus Masjid Al Muhajirin dalam kegiatan  penetelan daging hewan kurban.


FOKUS CIREBON, FC - Momentum Hari Raya Idul Adha 1442 H, warga Komplek Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, melalui DKM Masjid Al Muhajirin, berbagi membagikan daging hewan kurban Sapi dan daging kambing, Rabu (21/7/2021).

Ketua Panitia Hewan Kurban, Idul Adha, Ustadz Gaos S.Ag mengatakan, pada tahun 2021 ini hewan kurban yang dipotong berjumlah 10 ekor, dengan pembagian kambing 9 ekor dan sapi 1 ekor. 

"Pemotongan dan penetelan seluruhnya dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dengan prokes yang ketat, dan warga yang tengah sakit dilarang ikut serta dan alhamdulillah semuanya berjalan baik dan lancar," kata Ustadz Gaos.

Hal senada disampikan oleh Oman Rohmana M.Pd, pemotongan hewan kurban pada tahun ini, memang terdapat penurunan jumlah, hal ini di karenakan masa pendemi covid 19 yang kian meningkat di sejumlah daerah.

"Kita semua tetap bersyukur, walau masih dalam masa pandemi covid 19, warga masih antusias untuk menitipkan hewan kurbannya di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri," ujarnya.

Ibu-ibu warga Sumber Asri ikut serta membantu pembungkusan daging hewan kurban di halaman Masjid Al Muhajirin.

Sementara itu, M.Azis S.Pd Ketua RW 05 Sumber Asri mengatakan, pada tahun ini lingkungan Sumber Asri diseterilkan dari tamu atau warga luar. Hal ini untuk menjaga kemungkinan dari meningkatnya wabah virus covid 19 yang akhir-akhir ini semakin meningkat di luar.

"Ya, untuk menjaga kemungkinan penularan virus covid 19, sementara komplek sumber asri kita tutup (Lockdown) dan pembagian daging kurban untuk warga luar kita lakukan pembagiannya melalui perangkat RT dan warga dengan cara di antar ke rumah warga masing-masing," terangnya. (din)