Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 01 Mei 2022

Raih Keberkahan, IRMASHUDA Ciheurang Adakan Santunan Kepada Yatim serta Dhuafa

CIREBON, FC - Ikatan Remaja Masjid Miftahul Huda Ciheurang, Desa Munjul mengadakan kegiatan santunan dan buka puasa bersama anak yatim serta dhuafa yang bertempat di halaman masjid Miftahul Huda guna meraih keberkahan di bulan Ramadhan, Kamis, 28 April 2022. 

Dalam kegiatan tersebut, Ikatan Remaja Masjid Miftahul Huda memberikan santunan kepada 110 anak yatim serta dhuafa. Dan dihadiri oleh DKM Masjid Mifatahul Huda, Bhabinkamtibmas Munjul, dan Kepala Desa Munjul.

Perwakilan panitia acara, Mohamad Alimudin berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan tiap tahunnya dan dapat menjadi ladang kebaikan untuk para pemuda agar bisa berbagi sebagian rezekinya kepada yatim dhuafa.

"Santunan ini dilakukan setiap tahun sekali, dan kegiatan ini sebagai wadah bagi orang-orang yang ingin menyumbangkan rezekinya," ucap Alim.

Selanjutnya, Bhabinkamtibmas Desa Munjul Aiptu Ade Dermawan memberikan harapan besar kepada IRMASHUDA agar istiqomah dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan bisa memberikan motivasi bagi anak-anak.

"Acara ini harus tetap dilestarikan tiap tahunnya, dan jangan lupa tetap laksanakan sholat lima waktu," ujarnya.

Selain kegiatan santunan, dalam acara tersebut ada beberapa agenda kegiatan, yaitu dimulai dari salat Ashar berjamaah, tahlil akbar, ceramah, santunan, dan kultum.

Dalam ceramah yang disampaikan Kyai Muchyidi, beliau menyampaikan tentang tiga do'a yang diijabah, yaitu do'a musafir, do'a orang yang berpuasa, dan do'a orang yang teraniaya. (Red/Muddin)

Rabu, 27 April 2022

Penyelenggaraan Dalam Pemerintahan Desa Harus Digitalisasi

CIREBON, FC - Perkembangan teknologi saat ini sudah memasuki era industri 4.0. Artinya, kegiatan produksi sebagian besar sudah menggunakan teknologi yang semakin pintar dan smart. Begitupun yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah desa. Mau tidak mau, seiring perkembangan zaman, pengelolaannya harus digitalisasi.

Demikian dikatakan Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan. Hal tersebut dipaparkan Kadis Kominfo dalam acara Peresmian Digitalisasi Layanan Publik. Tempatnya sendiri di aula Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Rabu (27/4/2022).

Nanan menjelaskan, menghadapi situasi seperti ini, pemerintahan tidak boleh kalah cepat. Harus secepatnya menerapkan konsep teknologi. Hal itu diperkuat dengan terbitnya Perpres Nomor 95 Tahun 2018. Isinya tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, sehingga Pemkab sudah harus menggunakan teknologi dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"Ini sudah diatur oleh Perpres. Jadi kalau sistem pemerintahannya sudah berbasis elektronik, berarti semua pemerintah termasuk desa, ya sudah harus berbasis elektronik," jelas Nanan.

Nanan juga menilai, relevansi itu selaras dengan Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Secara umum disebutkan, bahwa desa didorong untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya. Ini mendorong supaya setiap desa mampu mensejahterakan masyarakatnya.

"Tentu sesuai dengan inovasi  masing-masing desa. Jadi kalau ingin maju di era industri 4.0 yang berbasis teknologi ini, maka perlu dilakukan digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa," ucapnya.

Hal senada dikatakan Kuwu Desa Kalikoa, Misbakh Fauzi. Menurutnya, proses digitalisasi mau tidak mau akan menjadi  keharusan, termasuk  penyelenggaraan dalam pemerintahan desa.

Justru dengan adanya digitalisasi, pekerjaan akan tertata dengan rapi. Disamping itu, potensi desa akan terangkat dengan cepat.

"Saya meminta Diskominfo Kabupaten Cirebon bisa menjadi mentor kami dalam pola digitalisasi di desa kami," tukasnya. (Indah)

Persiapan Menyambut Pembelajaran Tatap Muka, Bagian Umum dan Humas IAIN Cirebon Gelar FGD

 

CIREBON, FC - Bagian Umum dan Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon  bersiap menyambut pembelajaran tatap muka. Dalam rangka ini, Bagum Humas IAIN Cirebon pun mengadakan kegiatan Fcos Group Discussion (FGD) terkait pembinaan masyarakat di lingkungan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Intan, Kota Cirebon, diikuti oleh perwakilan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mulai dari pimpinan , perwakilan dosen, pegawai struktural dan fungsional, Pegawai PNS dan non PNS baik tenaga administrasi, Satpam maupun Cleaning Service.

Dalam kegiatan FGD tersebut, sejumlah narasumber dihadirkan, seperti AKP Acep Anda (Kasat Binmas), IPDA Dedi Sutikno (KBO Binmas) dengan Moderator 1 Kasubag Humas, H.Mphammad Arifin, A.Ag, M.Pd dan Moderator 2 Aipda Basuki (Kanit Binpolmas).

Kasubag Humas, H.M.Arifin, A.Ag, M.Pd menjelaskan, kegiatan dengan Grand tema : Pembinaan masyarakat, khususnya terhadap civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini memiliki maksud dan tujuan yang jelas 

Salah satunya kata Arifin, meminta agar seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon bijak dalam berselancar di dunia Maya melalui medsos.  

"Diharapkan juga dapat berlaku sopan mengikuti norma agama dan regulasi yang ada dalam mendukung proses pembelajaran tatap muka dan pelayanan lainnya terhadap mahasiswa dan masyarakat pada umumnya," ungkapnya, Rabu, (27/4/2022).

Demikian juga kata Arifin,  semua tetap menjalankan prokes karena kondisi kita belum sepenuhnya bebas dari Corona Covid 19, tandasnya. (din)

Senin, 25 April 2022

Dirjen Otda Minta Sinergitas Pusat dan Daerah Terbangun

FOKUS CIREBON - Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda), Akmal Malik, meminta supaya sinergitas pusat dan daerah semakin terbangun. Tujuannya agar program Indonesia Emas tahun 2045, bisa terbangun. 

Demikian disampaikan Akmal saat memberikan sambutan secara virtual dalam rangka   Peringatan ke-XXVI Hari Otda Tahun 2022. Acara peringatan tersebut, di Kabupaten Cirebon bertempat di Ruang Rapat Paseban, Senin (25/4/2022).

Dalam pesannya yang disaksikan langsung oleh Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno dan Forkopimda setempat, Dirjen Otda mengatakan, kegiatan ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah. Setiap Pemerintah Daerah, akan  memperingati Hari Otonomi Daerah setiap tanggal 25 April.

"Sejak dibentuk sampai sekarang, otonomi daerah sudah berusia 26 tahun. Sebuah usia yang cukup matang dalam sebuah otonomi daerah," ungkapnya.

Menurut Dirjen, maksud dari kegiatan tersebut adalah sebagai wadah pertemuan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tujuannya, untuk melakukan refleksi pencapaian terhadap pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Selain itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali atas komitmen mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel dalam memberi pelayanan kepada masyarakat," jelasnya. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mengatakan, secara filosofis tujuan diadakannya otonomi daerah dengan mendelegasikan sebagian kewenangan dan juga sebagian urusan pemerintahan.

Harusnya, hal itu bisa  menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disamping itu, dapat memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah otonomi baru. Kemendagri menilai, daerah tersebut telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya. Dia berharap, peningkatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.  

"Nantinya dapat meningkatkan angka indeks pembangunan manusia dan menurunkan angka kemiskinan. Disamping itu, dapat meningkatkan konektivitas, serta akses infrastruktur yang baik. Ini harus dipertahankan dan terus dikelola secara profesional," tukasnya. (din)

Sabtu, 23 April 2022

Hadiri BUBOS Jabar di Kuningan, Bupati Imron Minta Persaudaraan Dipererat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, menghadiri acara Bulan Suci Berbagi On The Street (BUBOS6), yang diselenggarakan Pemprov Jabar di Kabupaten Kuningan, Sabtu (23/4/2022). Imron mengaku sangat terkesan dengan acara tersebut. Alasannya, bisa menghadirkan nuansa kekeluargaan antar warga yang ada di Jawa Barat dan kepala daerah se-wilayah III Cirebon. Imron meminta, persaudaraan sesama warga Jabar, semakin dipererat lagi.

"Saya sangat terkesan dengan acara ini. Agenda Pemprov Jabar sangat luar biasa, karena bisa mendorong seluruh Pemkab dan Kota yang ada di Jawa Barat untuk bisa berbagi dengan sesama di bulan suci Ramadhan ini," kata Imron usai kegiatan berlangsung.

Menurutnya, nilai-nilai persaudaraan dan rasa kepedulian terhadap sesama memang harus ditanamkan. Untuk itu, dirinya sebagai bupati, meminta seluruh ASN yang ada di Kabupaten Cirebon, untuk terus menanamkan sikap seperti itu. Prinsipnya, harta tidak akan berkurang meskipun beramal setiap waktu.

"BUBOS6 ini memang sangat relevan diterapkan, bukan saja saat bulan suci Ramadhan. Kalau saja semua ASN dan warga Kabupaten Cirebon mempunyai kepedulian tinggi terhadap sesama, maka persatuan dan kesatuan akan terbentuk dengan kuat," jelasnya.

Imron juga menyebutkan, program BUBOS6 di Kabupaten Cirebon, berlangsung sukses. Tercatat, selama bulan suci Ramadhan, program BUBOS6 atau distribusi Rantang Cinta, sudah menyalurkan sebanyak  22.876 paket nasi bungkus yang dibagikan untuk semua kalangan yang kurang mampu.

Imron melihat, sasaran BUBOS6 sedikitnya sudah meringankan beberapa sasaran. Diantaranya,  para lansia, jompo, disabilitas mental, korban tindak kekerasan orang/traficking, serta korban penyalahgunaan NAPZA pada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). 

"Setidaknya Pemkab dan masyarakat Kabupaten Cirebon, sudah peduli dengan warga yang semestinya memang harus dibantu. Mungkin kami belum bisa memenuhi rasa keadilan, namun kedepan, kita akan terus memperbaikinya," papar Imron.

Sedangkan puncak BUBOS6 tersebut digelar di Alun-alun Kabupaten Kuningan. Acaranya sendiri dikemas seperti pelaksanaan tahun sebelumnya, yaitu secara hybrid dengan melibatkan warga Jabar yang ada di luar provinsi, bahkan hingga mereka yang ada di luar negeri.

"Saya sangat mengapresiasi BUBOS6 yang diselenggarakan di Kabupaten Kuningan ini. Saya berharap, tingkat kepedulian terhadap sesama bisa lebih ditingkatkan lagi. Dan mudah-mudahan, warga Jabar yang akan mudik, bisa melakukan perjalanan dengan nyaman dan kembali nanti ke perantauan dengan selamat," tukas Gubernur Jabar, Ridwan Kamil usai acara. (din)