Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Oktober 2025

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Sukses Menggelar Seminar Internasional tentang Penguatan Program Persiapan Dosen Tamu

 

CIREBON, FC  — Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Strengthening the Preparation Program for Visiting Professors/Lecturers Included in the QS100 (Globalization of New Mabims Criteria from Sharia and Astronomy Perspectives)”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cyber lantai 8 mulai pukul 08.00 pagi ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta narasumber internasional dari berbagai lembaga mitra.

Seminar ini bertujuan memperkuat kesiapan akademik dan keterlibatan global Fakultas Syariah dalam mempersiapkan para profesor dan dosennya untuk berkolaborasi secara internasional, khususnya dalam kerangka QS100.

Selain itu, para narasumber juga membahas Kriteria Baru Mabims dan relevansinya dengan ilmu syariah serta astronomi, dengan menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan agama dalam menjawab tantangan global.

Dekan Fakultas Syariah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat reputasi internasional fakultas sekaligus mempersiapkan kolaborasi global di masa depan. (Nur)


Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Bekerjasama Menggelar Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah

CIREBON, FC  – Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan mental dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah di era digital.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta, yang sebagian besar mahasiswa dan remaja akhir, tampak aktif berdiskusi mengenai arti kesiapan menikah, komunikasi dalam hubungan, hingga pentingnya kesehatan mental dan finansial sebelum membangun rumah tangga.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menekankan bahwa bimbingan seperti ini bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan remaja menghadapi kehidupan berkeluarga dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Menikah itu bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang kesiapan. Remaja perlu dibekali pemahaman agama, psikologi, dan keterampilan hidup agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan berdaya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi kampus sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital yang inklusif dan responsif terhadap tantangan sosial.

“Kami mendukung penuh program Kementerian Agama ini. Pembinaan remaja usia nikah penting agar generasi muda memahami makna sakinah tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam konteks sosial dan digital,” ujar perwakilan kampus.

Melalui bimbingan ini, para peserta diajak memahami berbagai aspek pernikahan — mulai dari kesiapan emosi, komunikasi efektif, perencanaan ekonomi, hingga menjaga nilai-nilai moral di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup modern.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan komitmen bersama untuk menjadi generasi muda yang siap menikah bukan karena tekanan, tetapi karena kesadaran dan tanggung jawab.

Suasana penuh keakraban dan harapan terasa ketika seluruh peserta menyatakan komitmen untuk membangun keluarga sakinah yang berlandaskan iman dan kasih sayang. (Nur)

Wakil Wali Kota : Perempuan Sebagai Pilar Pemberdayaan dan Berkeadaban

 

CIREBON – Perempuan memiliki peran yang jauh melampaui sekadar hadir dalam kehidupan rumah tangga. Hal itu yang disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat menjadi keynote speaker dalam acara ESQ Miracle Women Event, di Ruang Adipura Balai Kota, Rabu (29/10/2025). 

Wakil Wali Kota mengatakan, setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Namun di setiap masa pula, selalu ada perempuan yang berdiri sebagai cahaya, yaitu menerangi lingkungannya dengan kasih, keteguhan, dan keikhlasan. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyoroti kiprah para kader Posyandu di Kota Cirebon sebagai contoh nyata bagaimana perempuan mampu menjadi agen perubahan. Dari menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan gizi masyarakat, hingga menumbuhkan semangat gotong royong, peran mereka tak tergantikan. 

“Cahaya bukan berarti tanpa lelah. Cahaya itu menyala justru karena membakar dirinya demi menerangi sekitar,” ujarnya.

Menurut Wakil Wali Kota, kegiatan seperti ESQ Miracle Women Event penting untuk menyegarkan jiwa sekaligus memperkuat nilai spiritual perempuan. 

Acara ini dianggap sebagai ruang untuk menemukan keseimbangan antara kecerdasan emosional, spiritual, dan peran sosial perempuan. Pemerintah Kota Cirebon terus menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan. 

“Kami terus berupaya memastikan agar setiap program pembangunan, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial,  memberi ruang bagi perempuan untuk berdaya, berkontribusi, dan mendapatkan perlindungan yang layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa tema “Ketika Wanita Menjadi Sumber Cahaya” bukan sekadar metafora. Cahaya seorang ibu menumbuhkan karakter generasi, cahaya seorang kader menumbuhkan kesadaran masyarakat, dan cahaya seorang pemimpin menumbuhkan harapan. 

Jika setiap perempuan menjaga nyala cahaya itu, Wakil Wali Kota yakin Kota Cirebon akan semakin sehat, harmonis, dan berkeadaban.

Di akhir pemaparannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, ESQ Leadership Center, dan peserta acara. 

“Semoga kegiatan ini memberi energi baru bagi kita semua untuk terus menebar cahaya, bukan hanya di lingkungan keluarga, tapi juga di tengah masyarakat luas. Mari kita terus kuatkan niat pengabdian, perkokoh persaudaraan, dan tebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari setiap ajaran agama dan kebudayaan kita,” pungkasnya. (din)

Bupati Imron Ajak Pemuda Cirebon Terus Kobarkan Semangat Persatuan

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron mengajak generasi muda di daerahnya untuk terus mengobarkan semangat persatuan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Seruan itu disampaikan Imron saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Bupati Cirebon, Selasa (28/10/2025).

Dalam sambutannya, Imron menegaskan semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda untuk berperan aktif dalam membangun bangsa, khususnya di Kabupaten Cirebon.

“Sumpah Pemuda bukan hanya simbol sejarah, tetapi pesan abadi agar generasi muda terus bersatu dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” kata Imron.

Ia menilai, di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, pemuda harus mampu menjadi penggerak inovasi tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai kebangsaan.

“Kita butuh pemuda yang tangguh, kreatif, dan adaptif, namun tetap menjunjung tinggi semangat persatuan Indonesia,” ujarnya.

Imron menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi pengembangan potensi generasi muda, baik melalui pelatihan keterampilan, program kewirausahaan, maupun dukungan terhadap kegiatan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan pemuda dalam berbagai bidang.

“Kami ingin anak muda Cirebon tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” tutur Imron.

Momentum peringatan ke-97 tahun ini mengusung tema Bersama Majukan Indonesia, yang menurut Imron sangat relevan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan pemuda untuk mewujudkan kemajuan bangsa.

Ia berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi menjadi pendorong nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Jika kita solid, apapun tantangan bisa kita hadapi,” ujar Imron.

Imron menyampaikan apresiasi atas dedikasi anak muda Kabupaten Cirebon yang telah menunjukkan karya nyata di masyarakat.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.

“Anak muda harus percaya diri menghadapi masa depan. Jangan takut gagal, karena setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh,” ucapnya. (Nurdin)









Pemkab Tekan Angka Kemiskinan, Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Cirebon Menurun

 

KABUPATEN CIREBON — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam menekan angka kemiskinan menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon pada Oktober 2025, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 229,64 ribu orang atau 10,23 persen, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 245,92 ribu orang atau 11 persen.

Artinya, terdapat penurunan sekitar 16,28 ribu jiwa. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cirebon secara umum.

Menurut BPS, garis kemiskinan di Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp491.604 per kapita per bulan, naik 3,49 persen dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar Rp475.046 per kapita per bulan.

Kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai kebutuhan minimum untuk memenuhi standar hidup layak.

Sementara itu, indeks kedalaman kemiskinan (P1) di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan dari 1,69 pada tahun 2024 menjadi 1,79 pada tahun 2025.

Peningkatan ini menandakan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin menjauh dari garis kemiskinan.

Selain itu, indeks keparahan kemiskinan (P2) juga mengalami kenaikan dari 0,36 menjadi 0,47. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya memperkuat kebijakan dan program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan, agar tren penurunan angka kemiskinan ini dapat terus dipertahankan. (din)