Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Oktober 2025

Upaya Pemkab Cirebon Salurkan Bansos Tepat Sasaran Lewat Pemanfaatan DTSEN

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat koordinasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk Bantuan Sosial Tahun 2025 di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (28/10/2025).

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman membuka kegiatan tersebut. Selain itu, hadir juga Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, para camat, kuwu, petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), serta narasumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Jigus, sapaan akrab Wabup Cirebon menegaskan, Pemkab Cirebon terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat dan tepat sasaran melalui DTSEN.

“Intinya, Pemkab Cirebon bersinergi dengan pemerintah pusat. Dengan adanya DTSEN di Kabupaten Cirebon, penyaluran bantuan sudah mulai tegas dan terarah. Harapannya, karena ini penggabungan dari tiga data, yakni P3KE, DTKS, dan Regsosek, maka bantuan seperti PKH, sembako, dan lainnya bisa jatuh ke tangan yang tepat, yaitu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Jigus.

Jigus menambahkan, dengan adanya pemutakhiran data tersebut, masyarakat yang sudah naik kelas atau dinilai tidak lagi berhak, tidak akan menerima bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem pendataan sosial di daerah.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Kabupaten Cirebon agar bantuan sosial dan program sosial lainnya dapat disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Hafidz.

Hafidz menjelaskan, DTSEN merupakan solusi fundamental dalam memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan sosial.

Melalui sistem data tunggal ini, tiga sumber data kesejahteraan, yakni DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), dan P3KE (Pemetaan Potensi Pembangunan Keluarga) diintegrasikan menjadi satu sistem yang komprehensif.

“DTSEN adalah gerbang tunggal penentu kelayakan penerima bansos, PKH, dan jaminan sosial lainnya. Dengan data terpadu, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara adil, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berharap dengan DTSEN penyaluran bantuan sosial di tahun-tahun mendatang semakin efektif dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesejahteraan sosial yang lebih akurat dan transparan. (din)








Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Studium General 2025: Tingkatkan Wawasan Akreditasi Internasional dan Kultur Akademik Global

CIREBON, FC — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman sivitas akademika terhadap sistem akreditasi internasional, Program Studi Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Studium General Tadris Kimia 2025 dengan tema “Best Practices of International Accreditation and Global Academic Culture.”

Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dan dosen mengenai sistem akreditasi internasional seperti ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) serta AQAS (Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programs). 

Melalui forum ini, peserta diajak memahami bagaimana standar internasional tersebut dapat diterapkan dalam pengembangan mutu program studi di Indonesia.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan best practices dari Program Studi Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang telah berpengalaman dalam proses akreditasi internasional. 

Para narasumber dari UPI berbagi strategi, pengalaman, dan tantangan dalam mempersiapkan akreditasi ASIIN dan AQAS, serta langkah-langkah konkret yang bisa ditiru oleh Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Selain fokus pada akreditasi, studium general ini juga memperkaya wawasan peserta dengan topik kultur akademik global melalui pengalaman terbaik dari National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di dunia. 

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami budaya akademik yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi internasional, dan etos kerja tinggi.

Tak kalah menarik, kegiatan ini juga mengangkat sesi inspiratif bertajuk “How to Be a High Performing Student”, yang memberikan motivasi dan strategi agar mahasiswa mampu mencapai prestasi akademik dan nonakademik terbaik di era globalisasi pendidikan tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep akreditasi internasional, tetapi juga menumbuhkan semangat menjadi bagian dari ekosistem akademik global yang unggul dan berdaya saing,” ujar panitia pelaksana.

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan mutu akademik Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju akreditasi internasional dan pembentukan karakter mahasiswa yang siap bersaing di tingkat global.

Jangan lupa hadir ya, karena kegiatan ini  hanya tentang belajar akreditasi, tetapi juga tentang menyiapkan diri menjadi generasi akademik berkelas dunia! (Nur)

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Sukses Menggelar Seminar Internasional tentang Penguatan Program Persiapan Dosen Tamu

 

CIREBON, FC  — Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Strengthening the Preparation Program for Visiting Professors/Lecturers Included in the QS100 (Globalization of New Mabims Criteria from Sharia and Astronomy Perspectives)”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cyber lantai 8 mulai pukul 08.00 pagi ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta narasumber internasional dari berbagai lembaga mitra.

Seminar ini bertujuan memperkuat kesiapan akademik dan keterlibatan global Fakultas Syariah dalam mempersiapkan para profesor dan dosennya untuk berkolaborasi secara internasional, khususnya dalam kerangka QS100.

Selain itu, para narasumber juga membahas Kriteria Baru Mabims dan relevansinya dengan ilmu syariah serta astronomi, dengan menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan agama dalam menjawab tantangan global.

Dekan Fakultas Syariah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat reputasi internasional fakultas sekaligus mempersiapkan kolaborasi global di masa depan. (Nur)


Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Bekerjasama Menggelar Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah

CIREBON, FC  – Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan mental dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah di era digital.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta, yang sebagian besar mahasiswa dan remaja akhir, tampak aktif berdiskusi mengenai arti kesiapan menikah, komunikasi dalam hubungan, hingga pentingnya kesehatan mental dan finansial sebelum membangun rumah tangga.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menekankan bahwa bimbingan seperti ini bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan remaja menghadapi kehidupan berkeluarga dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Menikah itu bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang kesiapan. Remaja perlu dibekali pemahaman agama, psikologi, dan keterampilan hidup agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan berdaya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi kampus sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital yang inklusif dan responsif terhadap tantangan sosial.

“Kami mendukung penuh program Kementerian Agama ini. Pembinaan remaja usia nikah penting agar generasi muda memahami makna sakinah tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam konteks sosial dan digital,” ujar perwakilan kampus.

Melalui bimbingan ini, para peserta diajak memahami berbagai aspek pernikahan — mulai dari kesiapan emosi, komunikasi efektif, perencanaan ekonomi, hingga menjaga nilai-nilai moral di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup modern.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan komitmen bersama untuk menjadi generasi muda yang siap menikah bukan karena tekanan, tetapi karena kesadaran dan tanggung jawab.

Suasana penuh keakraban dan harapan terasa ketika seluruh peserta menyatakan komitmen untuk membangun keluarga sakinah yang berlandaskan iman dan kasih sayang. (Nur)

Wakil Wali Kota : Perempuan Sebagai Pilar Pemberdayaan dan Berkeadaban

 

CIREBON – Perempuan memiliki peran yang jauh melampaui sekadar hadir dalam kehidupan rumah tangga. Hal itu yang disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat menjadi keynote speaker dalam acara ESQ Miracle Women Event, di Ruang Adipura Balai Kota, Rabu (29/10/2025). 

Wakil Wali Kota mengatakan, setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Namun di setiap masa pula, selalu ada perempuan yang berdiri sebagai cahaya, yaitu menerangi lingkungannya dengan kasih, keteguhan, dan keikhlasan. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyoroti kiprah para kader Posyandu di Kota Cirebon sebagai contoh nyata bagaimana perempuan mampu menjadi agen perubahan. Dari menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan gizi masyarakat, hingga menumbuhkan semangat gotong royong, peran mereka tak tergantikan. 

“Cahaya bukan berarti tanpa lelah. Cahaya itu menyala justru karena membakar dirinya demi menerangi sekitar,” ujarnya.

Menurut Wakil Wali Kota, kegiatan seperti ESQ Miracle Women Event penting untuk menyegarkan jiwa sekaligus memperkuat nilai spiritual perempuan. 

Acara ini dianggap sebagai ruang untuk menemukan keseimbangan antara kecerdasan emosional, spiritual, dan peran sosial perempuan. Pemerintah Kota Cirebon terus menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan. 

“Kami terus berupaya memastikan agar setiap program pembangunan, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial,  memberi ruang bagi perempuan untuk berdaya, berkontribusi, dan mendapatkan perlindungan yang layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa tema “Ketika Wanita Menjadi Sumber Cahaya” bukan sekadar metafora. Cahaya seorang ibu menumbuhkan karakter generasi, cahaya seorang kader menumbuhkan kesadaran masyarakat, dan cahaya seorang pemimpin menumbuhkan harapan. 

Jika setiap perempuan menjaga nyala cahaya itu, Wakil Wali Kota yakin Kota Cirebon akan semakin sehat, harmonis, dan berkeadaban.

Di akhir pemaparannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, ESQ Leadership Center, dan peserta acara. 

“Semoga kegiatan ini memberi energi baru bagi kita semua untuk terus menebar cahaya, bukan hanya di lingkungan keluarga, tapi juga di tengah masyarakat luas. Mari kita terus kuatkan niat pengabdian, perkokoh persaudaraan, dan tebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari setiap ajaran agama dan kebudayaan kita,” pungkasnya. (din)