Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 April 2020

Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN SNJ Cirebon Siapkan Posko Penanggulangan Covid 19 Di Area Kampus


CIREBON, FC- Satgas Tanggap Darurat Covid-19 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon siap membuat posko penanggulangan Covid-19. Posko tersebut akan dibangun di sekitar pintu gerbang gedung rektor kampus setempat.
Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid-19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ahmad Yani MAg menjelaskan, akan ada beberapa petugas dari tim satgas dan tenaga keamanan dari kampus setempat yang akan berjaga di pos tersebut setiap harinya.
“Ada sekitar 75 orang di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang tergabung dalam tim satgas ini. Nanti yang jaga di pos itu akan digilir setiap 3 jam sekali yang dibantu juga sama tenaga keamanan di kampus,” jelas Yani usai menggelar rapat kordinasi untuk memaksimalkan satgas tersebut di kampus setempat, Senin (13/4/2020).
Dia mengungkapkan, posko penanggulangan Covid-19 ini akan buka setiap hari mulai jam 9 pagi hingga 3 sore. Posko ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas di dalamnya. Seperti, alat pengecek suhu tubuh, hand sanitizer, tempat mencuci tangan dengan sabun, dan masker untuk dibagikan. Bahkan, melalui posko ini juga pihaknya juga akan memberikan edukasi terkait Covid-19 kepada mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
“Visi kami yaitu cepat, tepat dan tanggap Covid-19, baik di IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun masyarakat sekitar. Sedangkan misinya fokus pada 2 hal. Yaitu upaya pencegahan, seperti yang terkait dengan teknis dengan memaksimalkan peralatan untuk pengadaan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, hand soap, masker, cairan disinfektan. Itu harus diadakan sesuai protokol,” jelasnya.
Kemudian, lanjut dia, terkait edukasi dan konseling kepada masyarakat dan mahasiswa sudah berjalan melalui online, baik melalui web maupun medsos. Di dalamnya membahas berbagai hal tentang dampak Covid-19. Bahkan, pihaknya pun membuka ususlan terkait pencegahannya.
“Alhamdulillah sudah berjalan melalui poster di web dan medsos. Penanggulangan dampak pun ada 2. Yaitu penanggulangan dampak sikologis yang penanganannya dengan upaya konseling, dan yang terdampak ekonomi. IAIN Cirebon merasa terpanggil untuk meringankan beban mereka yang anggaran dari UPZ (unit pengelola zakat) di IAIN untuk memberikan santunan kepada keluarga besar di IAIN,” papar Yani.
Bahkan, sebelum memasuki ramadhan yang jatuh pada 24 April 2020 mendatang. Pihaknya juga berencana untuk melakukan penyemprotan dan menyediakan wastafel darut untuk masjid-masjid yang ada di sekitar kampus.
“Penyemprotannya menggunakan cairan disinfektan di masjid-masjid sekitar kampus itu satu minggu sekali, yaitu di hari Jumat. Kan masih ada waktu sekitar 2 minggu lagi tu sebelum ramadhan. Insya Allah ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya. (din)

Memperingati HUT Damkar Ke 101, Damkar Kota Cirebon Bagikan Ratusan Masker dan Sembako

Selain membagikan ratusan masker, Damkar Kota Cirebon juga semprotkan cairan disinfektan ke jalan-jalan dan pemukiman warga
CIREBON, FC - Damkar Kota Cirebon terus membangun kepedulian sosial. Selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke jalan-jakan kota dan permukiman warga, Damkar Kota Cirebon kerap membagikan aksi sosial lainnya berupa ratusan masker kepada masyarakat.

Kepala dinas Damkar Kota Cirebon, Adam N, melalui Kasi Pemadan Kebakaran, Nurjaman mengatakan, bahwa kegiatan penyemprotan cairan disinfektan sudah dilakukannya bersama gugus covid 19 Kota Cirebon dan lainnya sejak awal wabah virus Corona ini dinyatakan masuk ke Indonesia. 

"Kami pihak Damkar sudah melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemutusan penyebaran virus covid 19 ini melalui penyemprotan di jalan-jalan kota dan permukiman warga," kata Nurjaman, Senin (13/4/2020).

Nurjaman juga menjelaskan, oada peringatan HUT Damkar Kota Cirebon ke 101 ini, pihaknya juga membagikan ratusan masker kepada masyarakat. Selain itu, pembagian sembako kepada pihak Yayasan Yatim dan Piatu.

Untuk pembagian masker, dilakukan dilakukan di Jl Kesambi Kota Cirebon. Di wilayah padat penduduk ini, pihaknya membagikan secara langsung kepada pengendara sepeda motor yang didapati tidak menggunakan masker. 

"Mereka sangat senang, masker yang dibagikan langsung digunakan saat itu juga keoada pengendara sepeda motor maupun pengendara roda empat. Ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan dan pemutus penyebaran virus covid 19," kata lelaki yang piawai dalam menangani berbagai kasus kebakaran.

Kegiatan yang dilakukan ini, lanjuta Nurjaman, rencana digelar selama 4 hari dan hari pertama di wilayah Kesambi, Kota Cirebon.

Sementara sembako yang dibagikan berisikan Indomie, minyak goreng, gula, biscuit, susu, kecap, minuman vitamin. Selain itu, Damkar Kota Cirebon juga membagikan nasi kotak. (din)

Setelah Dinyatakan Zona Merah, Ini Yang Diminta PD-DMI Kota Cirebon Kepada Masyarakat

Didi Sunardi SE, Sekretaris PD DMI Kota Cirebon
CIREBON FC, Menyikapi pernyataan Walikota Cirebon terkait daerahnya menjadi zona merah, Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon, Didi Sunardi SE secara tegas meminta kepada Pemerintah Daerah segera lakukan pemetaan wilayah secara parsial daerah mana saja yang masuk dalam zona merah dan masih aman.

Didi menjelaskan, langkah cepat ini bisa membantu memutus penyebaran virus Covid19 di masyarakat. 

"Segera lakukan pemetaan, libatkan RT/RW, Lurah dan Camat untuk pemetaan wilayah secara parsial, agar bisa terlihat daerah mana saja yang masuk dalam zona merah dan daerah aman," ujar Didi Sunardi SE, Senin (13/4/2020).

Didi juga mengajak masyarakat untuk melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tingkatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Menurut Didi, GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan perilaku masyarakat yang kurang sehat dan harapannya GERMAS mampu melindungi masyarakat dari wabah corona.

"Kepada semua pihak, mari kita saling bahu membahu, bantu membantu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kita memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, ataupun hand sanitizer," imbaunya.

Demikian juga sebagai Takmir Masjid, kata Didi, pihaknya mengajak jama'ah di setiap selesai sholat rowatib untuk senantiasa melaksanakan dzikir, sholawat dan doa bersama memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT agar Virus Corona COVID 19 ini cepat berlalu dan berakhir. 

"Terlebih sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1441 H, bulan yang penuh rahmat, ampunan dan segala doa dikabulkan oleh Allah SWT, semoga doa kita semua dikabulkannya dan covid 19 segera hilang dari atas bumi ini," harap Didi.

Demikian juga dihimbau kepada pengurus DKM Masjid di tempat masing-masing agar memberikan kesejukan dan ketenangan melalui lantunan dzkir dan doa sertu edukasi pentingnya hidup bersih dan sehat.


"Semoga kita semua selalu disehatkan dan dilindungi oleh Allah SWT, aamiin," doa Didi menutup perbincangan dengan Fokus Cirebon. (din)


Terkait Mewabahnya Covid 19, KKN Mahasiswa IAIN Cirebon Dilaksanakan Di Rumah Dan Lingkungannya Masing-Masing

Foto bersama keluarga besar LP2M IAIN SNJ Cirebon, siap sukseskan KKN tahun 2020 untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. (foto/ist)
CIREBON, FC- Terkait pendemi corona, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ahmad Yani MAg mengungkapkan, pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) di kampus setempat tetap berjalan sesuai jadwal, hanya metodenya saja yang mengalami perubahan.
Perubahan tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di berbagai wilayah, termasuk di Cirebon. Untuk itu, pelaksanaan KKN yang sebelumnya diagendakan di Kabupaten Cirebon dan Brebes, diubah menjadi KKN di rumah.
“Jika jadwal tidak terpengaruh, biasanya di bulan Juli-Agustus, tetapi metodenya saja yang berubah. Menurut rencana KKN tahun ini akan dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Cirebon dan Brebes yang diikuti sebanyak 2.007 mahasiswa. Tetapi dengan adanya pandemi ini KKN diubah menjadi di rumah dan lingkungan mahasiswa masing-masing,” jelas Kang Yani kepada ketika ditemui di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (13/4/2020).
Perubahan KKN tersebut, lanjut dia, memang ada petunjuk teknis tersendiri dalam pelaksanaannya. Salahsatunya mahasiswa dapat berperan aktif di setiap komunitas dalam pencegahan Covid-19. Hal itu, sudah diarus utamakan. Bahkan, KKN di rumah ini juga sudah disepakati seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negri (PTKIN) yang ada di Indonesia.
“Jadi nanti KKN-nya dari rumah dan wilayah masing-masing sebagai upaya pencegahan Covid-19. Itu sudah disepakati KKN-nya seperti itu,” ujarnya.
Kang Yani menjelaskan, nanti para mahasiswa bisa melakukan berbagai upaya pencegahan, treatment, langkah-langkah kegiatan hingga aksinya. Hal itu minimal untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kemudian, mereka akan diminta membuat dokumentasi sebagai bahan laporan ke kampus. Seperti foto dan video pendek yang akan menjadi bukti bahwa mereka telah melakukan KKN selama 40 hari.
“Untuk mahasiswa yang tinggal di zona merah, bukan berarti tidak bisa melakukan aksi. Kalau di zona hijau mungkin bisa melakukan tindakan preventif yang terkait Covid-19. Sedangkan di zona merah bisa terkait pencegahan dan penanggulangan. Tetapi mereka juga tetap harus memperhatikan kemanan dan menaati prosedur yang berlaku,” papar Kang Yani. 
Bahkan, kata dia, selama pelaksanaan KKN tersebut, mahasiswa tidak harus selalu turun ke lapangan. Mereka bisa melakukan kegiatan yang bersifat edukasi dan konseling melalai online. Sehingga, diharapkan akan muncul ide-ide kreatif dari mereka, baik terkait pencegahan, penanggulangan, maupun memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.
“Justru nanti ada ide-ide kreatif dari mahasiswa yang menjadi sebuah hal menarik dari mereka. Mungkin nanti ada komikus dari mahasiswa kami yang dapat membuat karikatur terkait pencegahan Covid-19. Seperti, cara mencuci tangan yang benar, memakai masker, dan lain sebagainya yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (din)

Minggu, 12 April 2020

Diduga Tertular Di Jakarta, Pasien Positif Covid-19 Asal Kota Cirebon Meninggal Dunia


CIREBON, FC – Pasien positif Covid-19 asal Kota Cirebon yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon, lalu kemudian dirujuk ke RSHS Bandung, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Kabar tersebut disampaikan kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto, Sabtu (11/4/2020) sore. Edy mengatakan, pasien berusia 72 tahun tersebut kemungkinan tertular Covid-19 di Jakarta.

Pasien yang meninggal, selama ini tinggal di Jakarta di kawasan Pantai Indah Kapuk. Akan tetapi, berdasarkan keterangan surat kependudukan yang dimiliki pasein masih berstatus sebagai warga Kota Cirebon.

“Kemungkinan tertularnya di Jakarta, terus sakit dibawa ke Cirebon terus dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon terus dibawa ke RS Hasan Sadikin dua hari dirawat disana terus meninggal,” katanya.

Atas kondisi ini, secara gerak cepat, Dinkes Kota Cirebon langsung melakukan tracking kepada keluarga korban, yang pernah kontak langsung dengan korban.

“Sudah di tracking oleh petugas kami yang di Puskesmas terdekat, sebanyak 39 orang yang kontak erat dengan dia (korban),” katanya.

Masih dikatakan Edy, data tersebut kemungkinan bisa saja bertambah, sebab masih ada orang yang belum mengaku tidak pernah ada kontak dengan korban.

“Banyak yang tidak jujur mas, ditanya pernah kontak enggak dengan pasien, jawabnya enggak pernah, ya mungkin kontak, jadi yang baru terdata 39 mas, dan itu Orang Dalam Pengawasan (ODP),” paparnya. 

Sementara itu, fata pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kota Cirebon, dari sebanyak 289 ODP (Orang Dalam Pengawasan), 226 dinyatakan selesai dalam pemantauan, dan masih dalam pemantauan sebanyak 63 orang.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 5 orang dan 2 di antaranya masih dirawat sedangkan 3 lainnya dinyatakan sembuh. Positif 1 orang meninggal. (Muis)