This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 20 Maret 2021
Hujan Sebentar, Jalan Cempaka Banjir
Jumat, 19 Maret 2021
Oktavianus Tanamkan Prinsip Totalitas, Melalui Kerja Cerdas, Tuntas dan Ikhlas
FOKUS CIREBON, FC - Staff di Kehumasan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Oktavianus memiliki prinsip kerja totalitas. Lelaki asal kelahiran Nusa Tenggara ini setiap harinya bekerja dengan penuh tanggungjawab dan tak bisa lepas dari perangkat cumputer.
Sapaan akrab Okta di kampus yang digadang bakal menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), selalu mengedepankan prinsip kerja cerdas, tuntas dan ikhlas. Sehingga sangat wajar jika lelaki berkulit hitam manis ini banyak disertakan dalam berbagai kegiatan kampus.
Selain Okta ada satu pekerja lainnya bernama Bekti, teman di Kehumasan yang menjadi team work pada setiap moment penting di kampus yang berada di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.
"Apapun tugasnya, itulah pengabdian, yang penting ikhlas. Sebab prinsip kerja ini akan membawa kepada kerja tuntas dan kerja cerdas," katanya.
Okta juga berharap, dirinya bisa menjalankan semua pekerjaan yang melekat pada tugasnya sehari-hari.
“Sama seperti bidang lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat menutup berbincangnya dengan fokuscirebon.com di kantornya. (din)
Kamis, 18 Maret 2021
SEMA IAIN SNJ Cirebon Menggelar Rapat Kerja ORMAWA
FOKUS CIREBON, FC- Menindaklanjuti amanah dalam visi misi SEMA, Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan rapat kerja organisasi mahasiswa (Ormawa) IAIN Syekh Nurjati Cirebon di aula gedung FITK lantai 5, Senin-Kamis (15-18/3/2021).
Ketua SEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini, Muhammad Akrom mengatakan, Ormawa yang terlibat dalam rapat kerja tersebut terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) dengan memaparkan program kerjanya masing-masing, yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 15-18 Maret 2021 (Senin-Kamis).
Tujuannya, kata Akrom, untuk melakukan koordinasi dengan Warek 3 Bagian Kemahasiswaan, Kasubag Kemahasiswaan, dan Ormawa di tingkat Institut.
"Yang pertama, supaya meningkatkan program yang berkualitas dari UKM dan UKK, apalagi program yang mendukung Cyber Islamic University (CIU) ini, sesuai dengan tema yaitu ‘Menguatkan Peran Ormawa dalam Mendukung Program Cyber Islamic University’,” paparnya, Kamis (18/3/2021).
Masih kata Akrom, dari sisi program kerja yang dirancang oleh DEMA Institut, UKM, dan UKK itu bisa mendukung proses alih status IAIN menjadi CIU/UISI. Pasalnya, dalam waktu yang dekat ini, kampus tersebut telah digadang-gadang akan berubah menjadi kampus siber Islam pertama di Indonesia.
“Jika sekiranya bisa bersinergi dengan UKM UKK yang menjadi tombak awal, selain itu untuk berkolaborasi dan bersilaturahmi. Karena kita ini satu tim dalam naungan Ormawa IAIN, ketika ada masalah apapun maka kita bisa bicarakan dengan baik-baik,” paparnya.
Sementara itu, Demisioner SEMA IAIN tahun sebelumnya, Rohmawan mengatakan, melihat kegiatan rapat kerja Ormawa tersebut dinilai baik untuk dilakukan setiap tahunnya, karena bagaimanapun Ormawa tersebut memiliki peran penting dalam memajukan kampus setempat.
“Satu penting sekali untuk membangun koordinasi antara Ormawa dalam hal penentuan waktu atau schedule yang bisa dirembukkan di rapat kerja itu. Termasuk dalam rangka mendukung lembaga dalam membangun UISI, Itu peran Ormawa penting sekali dan sangat diharapkan oleh lembaga dalam pengembangan UISI itu,” ujarnya. (Nur)
Rabu, 17 Maret 2021
Baznas Kota Cirebon Dipandang Sangat Membantu Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Sekda Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi M.Si
FOKUS CIREBON, FC - Keterbatasan anggaran dan aturan yang ketat menjadikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terkadang terhambat membantu warga dengan cepat. Untuk itu sinergitas dengan pihak lain dibutuhkan, termasuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si usai menghadiri kegiatan Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kantor Baznas, Jalan Kanggraksan No 57 Kota Cirebon, Rabu, 17 Maret 2021.
“Kami atas nama Pemda Kota Cirebon mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari BPKH dan Baznas. Baik Baznas Pusat, Provinsi dan Kota Cirebon,” ungkap Agus.
Terlebih Pemda Kota Cirebon sudah mendapatkan bantuan mobil bak terbuka untuk operasional penyaluran bantuan dan kemaslahatan umum.
Pada kesempatan itu Agus juga menjelaskan selama ini Baznas, khususnya Baznas Kota Cirebon sudah banyak membantu permasalahan yang ada di masyarakat.
“Mulai dari pemberian bantuan alat kesehatan, rumah roboh, pembangunan masjid, bantuan untuk marbot dan banyak lagi,” ungkap Agus.
Keberadaannya bahkan mampu membantu keterbatasan yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon. Baik keterbatasan anggaran maupun keterbatasan kecepatan pemberian bantuan karena ketatnya regulasi yang harus dijalani.
Untuk itu, lanjut Agus, keberadaan Baznas memang harus didukung oleh pendanaan sehingga mereka bisa bergerak cepat membantu masyarakat.
Untuk itu mereka mendorong agar ASN di Kota Cirebon bisa menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah kepada Baznas. “Selama ini belum optimal. Baru sekitar 30 persen saja,” ungkap Agus.
Diakui Agus, untuk optimal, dibutuhkan regulasi yang mengikat sehingga ASN muslim bisa menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh mereka melalui Baznas.
“Diantaranya bisa melalui mekanisme tambahan TPP. Tapi nanti kita lihat pembahasannya,” ungkap Agus.
Sementara itu Anggota DPR RI Komisi VIII yang di wakili Hj. Selly Andriany Gantina, ST, mengaku cukup kaget dengan pendapatan Baznas yang naik hingga 3 kali lipat justru di masa pandemi Covid-19 ini.
“Ini menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dari jiwa gotong royong,” ungkap Selly.
Bahkan tidak hanya itu, mereka juga sudah percaya dengan keberadaan Baznas yang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat yang berhak.
Ditambahkan Selly, potensi zakat di Indonesia sebenarnya mencapai sekitar Rp 300 triliun. Namun potensi tersebut belum digali secara maksimal sehingga dibutuhkan terobosan kreatif dari Baznas untuk bisa menggalinya. (Nur)
Senin, 15 Maret 2021
Wakil Bupati Hadiri Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas
FOKUS CIREBON, FC – Kader kesehatan Kabupaten Cirebon ikuti “Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas” yang digelar di Hotel Verse, Jalan Tuparev No. 168 Kedawung, Cirebon pada Senin (15/03/2021).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, SKM, M.Kes.
Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih menyinggung soal para kader kesehatan merupakan pekerjaan “sosial” yang bernilai ibadah.
“Di situ (kader kesehatan) banyak nilai ibadah. Karena meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Ayu berharap ilmu yang didapat dari sosialisasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon secara luas.
Menurutnya, dewasa ini pelayanan kesehatan ibu dan anak Kabupaten Cirebon masih menjadi tantangan besar ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. (Nur)
















