Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 April 2021

Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Terdampak Covid 19

Sekda Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, bersama Ketua Baznas Kota Cirebon, Mohamad Tafuik S.Ag pada kegiatan penyaluran bantuan terdampak Covid-19, di Gedung Baznas Kota Cirebon.

CIREBON, FC - Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, menyatakan, bantuan yang diberikan Baznas Kota Cirebon diharapkan memberikan nilai produktif, sehingga dampak pandemi Covid-19 bisa dilewati dengan baik. 

Hal itu disampaikan 
pada kegiatan penyaluran bantuan terdampak Covid-19, di Gedung Baznas Kota Cirebon, Jalan Kanggraksan, Senin, 26 April 2021. 

Menurut Agus Mulyadi, bantuan yang diberikan diharapkan bisa menjadi bagian dari penambahan dan penguatan modal. “Semoga yang diberikan hari ini bisa memberikan nilai produktif,” kata Agus.

Dijelaskan, Baznas Kota Cirebon hari ini menyalurkan dana bantuan kepada pekerja harian sebanyak 17 orang dan pelaku UMKM sebanyak 23 orang. Masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 juta. 

Untuk itu Agus berharap,  bantuan yang diberikan Baznas Kota Cirebon bisa digunakan dengan baik, maka mereka dapat mengajukan penambahan modal ke Pemda Kota Cirebon.

“Sehingga modal bisa bertambah lagi dan usaha bapak dan ibu menjadi besar,” ungkap Agus. 

Dijelaskan Agus, pandemi Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor, termasuk sektor UMKM dan pekerja harian. Perekonomian keluarga menjadi terganggu dan banyak  yang tidak bekerja lagi.

“Walaupun kita tahu sebentar lagi lebaran,” ungkap Agus. Namun Agus berharap bantuan yang diberikan tidak dihabiskan untuk belanja konsumtif. 

Pada kesempatan itu, Agus juga kembali mengingatkan kepada yang hadir dan masyarakat Kota Cirebon untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. “Ada himbauan pemerintah untuk tidak mudik, kami minta untuk dipatuhi,” pinta Agus. 

Sehingga upaya penanggulangan Covid-19 di Kota Cirebon tidak kembali ke titik nol dengan melakukan berbagai pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Apalagi saat ini  kasus Covid-19 di Kota Cirebon sudah melandai. Lebaran ini kuncinya. Kita lengah, maka kita akan kembali ke titik nol,” ungkap Agus. 

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon, Mohamad Taufik, menyatakan bahwa Baznas Kota Cirebon mendapatkan amanah untuk menyalurkan bantuan dari Gubernur Jawa Barat. 

Bantuan tersebut merupakan kepedulian dari ASN Jabar terhadap masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Cirebon. “Penerimanya ada beberapa sektor, namun untuk hari ini baru dibagikan kepada 40 orang,” ungkap Taufik. 

Mulai dari UMKM, pekerja harian, marbot, guru honorer, pelajar dan mahasiswa, bantuan pengobatan dan pemulihan kesehatan, serta bantuan paket kesehatan lembaga pendidikan dan pesantren. 

Total dana yang akan disalurkan sebesar Rp 236.950.000 yang diberikan bertahap hingga Mei mendatang. Penerima bantuan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu. 

“Prosesnya di dahului dengan kami meminta data dari 22 kelurahan di Kota Cirebon,” ucap Taufik. 

Data tersebut kemudian dilakukan assessment, selanjutnya dikirimkan ke provinsi. Oleh Pemprov Jabar kembali diverifikasi apakah calon penerima bantuan pernah mendapatkan bantuan lainnya. Setelah disetujui, baru akan dibagikan. 

Bantuan yang diberikan hari ini, lanjut Taufik, merupakan jaring pengaman sosial, membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. 

“Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak konsumtif,” ungkap Taufik. 

Jika berdasarkan pantauan, unit usaha yang diberikan bantuan berkembang dan memberikan dampak positif, maka bantuan modal bisa diberikan kembali. (Heri)

Jumat, 23 April 2021

Wakil Gubernur Jabar Bersama Wakil Walikota Cirebon Lakukan Safari Ramadhan Ke Masjid Al Hikmah Nuansa Majasem

Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 didampingi Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengajak kepada warga Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar, menggerakkan roda-roda perekonomian. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan safari Ramadhan 1442 H/2021 yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati di Masjid Al Hikmah RW 15 Nuansa Majasem, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Jumat, 23 April 2021.

“Kehadiran kami disini menunjukkan kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kota Cirebon,” ungkap Uu. 

Kebersamaan tersebut merupakan kekuatan, terutama kekuatan untuk memulihkan perekonomian di Jabar karena terkena dampak pandemi Covid-19. 

Karenanya pada kesempatan itu Uu mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk kembali berikhtiar dengan bekerja di bidangnya masing-masing. “Sehingga roda perekonomian di Jabar bisa kembali bangkit,” harap Uu. 

Uu juga mengaku bersyukur karena penanganan Covid-19 di Kota Cirebon sudah berlangsung dengan baik, sehingga tidak ada lagi zona merah dan oranye di Kota Cirebon. 

Kondisi ini menurut Uu merupakan modal bagi Kota Cirebon untuk kembali bekerja dan berikhtiar untuk menggerakkan roda perekonomian.  

Pada kesempatan yang sama, Uu juga kembali meminta kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah pusat untuk tidak mudik dulu tahun ini. 

“Pemerintah Provinsi Jabar akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat dengan cara membangun 133 posko penyekatan di perbatasan,” ungkap Uu. 

Larangan mudik pada lebaran 2021  memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, menghaturkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang memiliki perhatian khusus kepada Pemda Kota Cirebon.

“Sebelumnya Pak Wagub sudah datang, kita sama-sama berkunjung ke pesantren di Argasunya,” ungkap Eti.

Beberapa hari lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, juga datang untuk meresmikan Alun-alun Kejaksan dan Creative Center. 

“Ini menunjukkan perhatian yang luar biasa dari Pemprov Jabar kepada Kota Cirebon,” ungkap Eti. 

Pada kesempatan itu, Eti juga menyatakan bahwa Pemda Kota Cirebon bertekad untuk menyukseskan program Jabar Juara. 


“Pembangunan yang dilakukan di Kota Cirebon juga bertujuan untuk membahagiakan warga kami,” ungkap Eti. 

Dengan warga yang bahagia, maka pembangunan juga bisa berjalan dengan baik.

Creative Center Dapat Memacu Pelaku industri Kreatif di Kota Cirebon


CIREBON, FC– Revitalisasi alun-alun dan pembangunan Creative Center merupakan cara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil untuk menaikkan kualitas peradaban. 


Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon juga berkomitmen menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung. 

“Saya memang jor-jor an membangun dua hal, alun-alun dan creative center,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST., MUD. 

Bagi Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, pembangunan kedua tempat tersebut merupakan cara untuk menaikkan kualitas peradaban bangsa Indonesia. 

Alun-alun, lanjut Kang Emil, bisa menjadi ruang demokrasi, yang kaya dan miskin bisa datang ke tempat yang sama, tempat menyampaikan pendapat, kesenian, ekonomi dan lainnya. 

“Masyarakat yang sebelumnya tidak datang menjadi datang, yang dulunya diam menjadi terinspirasi,” ungkap Kang Emil. 

Sedangkan gedung Creative Center merupakan wadah bagi anak-anak muda di Ciayumajakuning untuk berekspresi. 

“Kalau ingin menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan pemudanya dengan narkoba, berita hoax dan konten negatif ,” ungkap Kang Emil. 

Untuk itu gedung Creative Center sangat dibutuhkan sebagai sarana berekspresi anak-anak muda untuk menghasilkan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Perjuangan untuk sampai dengan hari ini tidaklah mudah,” ungkap Kang Emil.

Seiring dengan ketiadaan fungsi  Bakorwil, gedung negara menjadi sepi. Tak ingin terbengkalai, setelah melakukan istikharah, maka gedung negara harus dimanfaatkan untuk warga Ciayumajakuning. 

Kang Emil juga mengungkapkan keharuannya karena yang menjadi arsitek  Creative Center merupakan guru dan seniornya, Ahmad Djuhara, yang telah meninggal karena terpapar Covid-19 di awal April tahun lalu. 

“Untuk itu saya akan memberi nama ruang kreatif Ahmad Djuhara,” ungkap Kang Emil. 

Ahmad Djuhara merupakan orang yang kreatif dan Kang Emil berharap bisa menularkan semangat kreativitas generasi muda di Ciayumajakuning. 

“Saran saya, berikan juga tempat untuk selfi di sini. Halaman belakang masih luas,” ungkap Kang Emil. 

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., menjelaskan pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. “Termasuk sektor pariwisata,” ungkap Azis.

Banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak mampu bertahan. 

Selain itu, banyak pula SDM pada bidang industri pariwisata yang harus kehilangan pekerjaan karena tempat bekerjanya berhenti beroperasi. 

“Karenanya, kami merasa sangat terhormat  dan sangat berterima kasih saat kota kami dipilih menjadi salah satu kota di Jabar yang mendapatkan pembangunan creative center dari Pemprov Jabar,” ungkap Azis. 

Keberadaannya diyakini Azis mampu mengakselerasi pengembangan industri kreatif di Kota Cirebon. 

Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen untuk memfungsikan Creative Center ini semaksimal mungkin. Sehingga Kota Cirebon dapat menjadi kota yang kreatif dan menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon. 

“Besar harapan saya, peresmian Creative Center dapat memacu pelaku industri kreatif di Kota Cirebon untuk terus mengembangkan kreativitas mereka,” harap Azis. 

Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon bisa meningkat. Ini juga selaras dengan visi dan misi Pemda Kota Cirebon, yaitu menjadikan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah. 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST.menjelaskan pembangunan creative center selama dua tahun yaitu 2019 dan 2020 sebenarnya dianggarkan Rp16 miliar.

“Namun baru terlaksana Rp5,2 miliar,” ungkap Boy.

Pembangunan Creative Center juga merupakan program strategis dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kreativitas di wilayah Ciayumajakuning. 

Yaitu dengan menyediakan ruang workshop, galeri, ruang pamer, studio dan ruang interaksi serta kolaborasi pelaku kegiatan dan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning. 

“Sehingga diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning,” ungkap Boy. (Agus)

Kamis, 22 April 2021

Berdoa Keselamatan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Istighosah Virtual


CIREBON, FC - Upaya pencegahan sekaligus dijauhkan dari virus Covid 19, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis malam (22/4/2021), menggelar kegiatan istighosah secara virtual.

Istighosah ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT yang dilakukan melalui doa dan zikir, dengan tujuan agar seluruh pimpinan, dosen dan karyawan mendapat perlindungan sekaligus dijauhkan dari bahaya pandemi virus corona.

"Ya, ini untuk mendoakan  kesembuhan pimpinan, dosen dan karyawan dari virus Covid 19 dan kita semua selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT," ujar Paranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.PdI.

Sementara terkait istighosah, terang Arifin, kegiatannya langsung dipandu oleh Drs KH Amir M.Ag, Direktur Ma'had Al Jami'ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Dr KH Slamet Firdaus MA, Dosen FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pengantar Dr H Ahmad Yani M.Ag selaku Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Arifin juga mengatakan, Istighosah ini dilakukan sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT, untuk meminta keselamatan dari virus Covid 19.

"Pendemi Covid 19 masih harus terus diwaspadai. Selain penyebarannya sangat signifikan, virus yang tak bisa dilihat mata telanjang ini mampu menyerang siap saja. Maka dengan Istighosah ini diharapakan doa yang kita munajatkan dikabul oleh Allah SWT," kata Arifin.

Arifin juga menjelaskan, Istighosah yang digelar bertepatan dengan malam Jum'at dan masuk di 10 hari kedua di bulan ramadhan, kegiatannya dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB usai shalat tarawih. 

Sementara dalam rangkaian istighosah tersebut, kata Arifin, diisi dengan membaca surah yasin, membaca hijb masker rabany serta zikir dan doa.

"Menurut hemat saya sebagai umat beragama, berdoa menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita dan bangsa Indonesia, temasuk bagi keselamatan dan perlindungan keluarga besar di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya.

Sebab berdoa, kata Arifin, sama dengan merupakan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar kita semua diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menerima ujian, cobaan, musibah dan marabahaya termasuk pandemi virus Corona.

Sementara itu, Istighosah yang diikuti oleh seluruh unsur di lingkungan kampus IAIN Cirebon, selain dilakukan secara virtual juga tetap menjalankan protokol kesehatan.


Sementara itu, Ketua Satgas Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr  H Ahmad Yani M.Ag mengucapkan rasa terimakasinya atas partisipasi seluruh keluarga besar IAIN Cirebon hingga terselenggaranya istighosah dengan harapan doa yang dimunajatkan terkabul oleh Allah SWT.

"Kami haturkan kepada segenap Bapak/Ibu Dosen dan Karyawan IAIN Syekh Nurjati Cirebon atas partisipasinya dalam Kegiatan Istighosah Virtual malam ini Untuk kesembuhan Pimpinan dan Keluarga Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sedang diuji Covid-19. Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah Covid-19 dari Pimpinan dan Saudara-saudara kita, dan kita semua terbebas dari wabah ini," harapnya. (din)

Gubernur Jawa Barat Resmikan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmikan Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon.

CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmikan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. Gubernur juga berpesan agar pemimpin senantiasa membahagiakan warganya. 

“Alun-alun ini sangat istimewa,” ungkap Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD, usai meresmikan Alun-alun Kejaksan. 

Keistimewaan tersebut diantaranya keberadaan Alun-alun Kejaksan bisa menyelesaikan permasalah kemacetan di Kota Cirebon dengan adanya basement atau ruang bawah tanah yang digunakan untuk parkir. Basement Alun-alun Kejaksan mampu menampung sekitar 70 mobil dan 120 motor.

Tidak hanya basement saja, alun-alun Kejaksan juga memiliki dimensi sejarah yang sangat diperhatikan dalam pembangunannya. 

“Termasuk adanya tugu proklamasi ini,” ungkap Kang Emil, begitu biasa gubernur Jabar disapa.

Selanjutnya Kang Emil mempersilahkan kepada warga untuk memanfaatkan Alun-alun Kejaksan dengan baik. “Saya titip jaga kebersihan,” ungkap Kang Emil. 

Selain itu kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon Kang Emil juga berpesan untuk memanjakan tamu yang datang dan gembirakan warganya. 

“Manjakan tamu yang datang dengan fasilitas yang nyaman, manjakan warganya dengan jalan yang lancar, kota yang bersih, jalan kaki yang nyaman, tidak banjir,” ungkap Emil. 

Pada kesempatan yang sama Kang Emil juga mengungkapkan tahun ini revitalisasi alun-alun Kasepuhan juga akan dilakukan. Seiring dengan adanya tol Cipali, pariwisata di Kota Cirebon bisa menyaingi Kota Bandung. 

“Khusus Cirebon kita akan perbanyak hibah bus pariwisata, seperti bandros,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berharap kedepannya alun-alun Kejaksan sebagai ruang terbuka publik dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi, sosial, berdiskusi dan refreshing.

“Sehingga indeks kebahagiaan warga Kota Cirebon akan meningkat,” ungkap Azis. 

Azis juga mengungkapkan saat perencanaan, terdapat banyak saran yang diantaranya agar alun-alun tetap memiliki fungsi tempat salat id dan menampilkan harmoni antara unsur tradisional dan modern.

“Hingga jadilah alun-alun seperti yang sekarang ini,” ungkap Azis. 

Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon dilengkapi fasilitas lapangan utama dan paviliun upacara sehingga dapat digunakan untuk upacara hari besar nasional dan tempat olahraga, taman yang berisikan tanaman hias dan pohon-pohon tinggi, serta shelter untuk pedagang kaki lima (PKL). 

Selain itu, alun-alun Kejaksan juga memiliki bangunan-bangunan lain untuk menambah fungsi yang telah ada. Seperti gerbang masjid yang menjadikan alun-alun Kejaksan menyatu dengan masjid raya At Taqwa, basement yang berfungsi sebagai tempat parkir, gerbang utama yang berbentuk candi Bentar dengan tinggi sekitar 9 meter serta Plaza Memorial.

“Pada Plaza Memorial yang didalamnya terdapat memorial sejarah tugu proklamasi yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Selain itu masih ada pula microlibrary yang berfungsi sebagai taman baca dan playground atau tempat bermain anak. 

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, ST, menjelaskan alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon merupakan salah satu program strategis Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil.

“Dibangun dengan total dana sekitar Rp44 miliar selama dua tahun anggaran yaitu 2019-2020,” ungkap Boy. (Olan)