Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 09 Juni 2022

Sekretaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama RI Monitoring Kegiatan PPG Dalam Jabatan Yang Diselenggarakan LPTK IAIN Cirebon

Monitoring kegiatan PPG Dalam Jabatan ya g dilakukan Sekretaris Panitia Nasional PPG, Kementerian Agama RI, di kampus IAIN Cirebon. 


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon dikunjungi langsung oleh Direktorat GTK Madrasah Dirjen Pendis Kementerian Agama RI. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring pelaksanaan kegiatan PPG dalam jabatan yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Cirebon, Kamis, (8/6/2022).

Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin, M.Pd menyatakan bahwa kedatangan rombongan Kementerian Agama RI ini adalah kegiatan kunjungan dari direktorat GTK Madrasah, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI, yang langsung dipimpin oleh Sekretaris Panitia Nasional PPG, Kementerian Agama, Dr Mustofa Fahmi, M.Pd sebagai Ketua rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Mustofa Fahmi menyampaikan, maksud dari kunjungan ini adalah untuk memonitoring, ingin melihat visitasi kegiatan PPG dalam jabatan yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Intinya adalah kegiatan PPG dalam jabatan ini lebih berkualitas dan menghasilkan lulusan yang maksimal dan lulusan yang berkualitas juga tentunya," kata Farihin menirukan ucapan yang disampaikan Sekretaris Panitia Nasional PPG.

Amanah Mustofa Fahmi, kata Farihin yaitu monitoring ini semata-mata ingin melihat langsung tata kelola dalam kegiatan PPG dalam jabatan di LPTK IAIN Cirebon. 

Demikian juga sebaliknya, Farihin juga menyampaikan langsung kepada Pak Fahmi bahwa LPTK IAIN Cirebon pada tahun ini menyelenggarakan PPG dalam jabatan untuk PPG Madrasah sebanyak 200 peserta, sedangkan PPG PAI pada sekolah sebanyak 124 peserta dan akan diikuti pada kegiatan PPG berikutnya.

"Sebagai penanggungjawab PPG dalam jabatan LPTK IAIN Cirebon tahun ini berharap agar lulusan di tahun ini lebih besar ketimbang kelulusan di tahun yang lalu. Di mana di kelulusan tahun lalu kita ada di posisi 10 besar dari PPG hitungan Nasional," tandasnya. (Udin)

ORMAWA Institut Gelar Audensi Dengan Para Pimpinan IAIN, Inilah Delapan Point Disampaikan

ORMAWA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan audensi dengan para pimpinan di lingkungan Rektorat IAIN Cirebon. 


FOKUS CIREBON, FC - ORMAWA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang terdiri dari  SEMA-DEMA Institut, SEMA-DEMA Fakultas, dan perwakilan seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengadakan kegiatan audensi denga  pimpinan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, (8/6/2022).

Audensi yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa dan Presma IAIN Syekh Nurjati Cirebon, langsung diterima oleh Rektor IAIN, Dr H Sumanta M.Ag, Kepala Biro AUAK, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan serta perwakilan dari PTIPD.

Rifqi Fadhillah, Ketua SEMA, mahasiswa semester 8, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, bahwa kegiatan audensi ini dilakukan bersama dengan Fatihul Fauzi, Ketua Presma, Semester 8, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Kami menggagas kegiatan ini dalam rangka untuk menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkembang di lingkungan mahasiswa terkait fasiltas kampus dan lainnya. Tentu, audensi ini menjadi cara dan jalan terbaik untuk memperbaiki kondisi yang ada guna menuju kampus dan mahasiswa yang maju dan berprestasi," terangnya.

Rifki juga menyatakan, bahwa dari audiensi tersebut menghasilkan sejumlah poin di antaranya pertama, perbaikan  pada sistem aplikasi yang dimiliki kampus (SC, LMS, dan web kampus) akan segera di evaluasi kembali dan tahun depan akan menggunakan sistem yang baru.

Kedua, Untuk perpanjangan waktu registrasi ulang camaba jalur SPAN-PTKIN akan dirapatkan terlebih dahulu kemudian akan diinformasikan. Sementara menunggu pembayaran tanggal 16 Juni 2022 (registrasi gelombang kedua) selesai.

Ketiga, Transparansi penggolongan UKT untuk camaba sudah terjawab dalam audiensi, bahwa untuk penggolongan UKT banyak faktor dan variabel yang mempengaruhi dalam penentuan besaran UKT bagi mahasiswa baru.

Keempat, Perihal banding UKT bagi camaba golongan ekonomi tertentu yang layak mendapat golongan UKT rendah akan ditinjau kembali dan diverifikasi oleh lembaga secara langsung dengan pengecekan berkas 

Kelima, Penyelarasan terkait mekanisme pembayaran UKT untuk camaba hanya menggunakan 1 bank yaitu BRI dikarenakan jika menambah dengan bank lain ada tambahan biaya yang cukup besar (40 jt/pembukaan host).
Untuk mahasiswa on going tetap menggunakan Bank Mandiri

Keenam, Untuk semester depan (TA 2022-2023) direncanakan akan diadakan KBM secara offline/PTM di kampus.

Ketujuh, Adanya persiapan dan perbaikan sarana prasarana kampus dalam mempersiapkan perkuliahan perkuliahan offline.

Kedelapan, Untuk perencanaan kegiatan masa ta'aruf (PBAK) yg sebelumnya sudah direncanakan secara online akan dilakukan pembahasan ulang. Karena harapan dari mahasiswa untuk PBAK 2022 dilakukan secara offline. 


"Alhamdulillah, delapan point ini sudah kami sampaikan pada kegiatan audensi dengan para pimpinan. Kami berharap, pihak lembaga dapat segera merspon delapan point' tersebut," tandas Rifki. (Udin)

Cinta Almamater, Eva Mahasiswi KPI FUAD IAIN Cirebon Tunjukkan Berbagai Prestasi Kejuaraan

Inilah sosok mahasiswi KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Eva Juniartika Handayani, sang juara diberbagai perlombaan, yang sangat mencintai almamaternya. 


FOKUS CIREBON, (FC) - Wajahnya yang terbalut hijab dengan senyum manis penuh keakraban, terlihat jelas di pipi meronanya. Dia adalah satu wanita dari sekian mahasiswi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang memiliki talenta dan potensi besar dalam berbagai prestasi.

Siapa dia ?, dia adalah Eva Juniartika Handayani, mahasiswi cantik, semester 6, Jurusan Komisi dan Penyiaran Islam (KPI), FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Saat dihubungi fokuscirebon.com, Eva, sapaan akrab mahasiswi kelahiran Gunungkidul Jawa tengah ini, mulai membuka lembaran pengalamannya sebagai aktivis kampus yang giat di berbagai kegiatan.

Eva tak pernah padam dalam menggelorakan semangat kemahasiswaannya di kampus di mana Eva menimba ilmu. Hal itu dilihat dari semangatnya untuk mendapatkan beasiswa, dan menginjak semester 3 hingga sekarang, beasiswa itu terus mengalir di bangku kuliahnya.

"Alhamdulillah, saya mendapatkan beasiswa prestasi akademik dan beasiswa Bank Indonesia," ucapnya, Kamis, (9/6/2022). 

Demikian juga sebagai aktivis kampus, Eva terus membuka jaringan dan hubungan luas dengan siapa pun. Bagi Eva masa kuliah ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik, baik untuk meraih prestasi akademiknya maupun prestasi non akademik. 

Semangat inilah yang membuat Eva terjun aktif di berbagai organisasi. Baik organisasi Dewan Mahasiswa (DEMA) FUAD, UKM KPM, termasuk menjadi anggota dan pengurus di GenBI Cirebon.

Hasilnya, Eva pun mampu menunjukkan prestasi gemilangnya saat dinobatkan juara 1 pada lomba News Ancor Protokol Festival pada tahun 2021 dan juara 2 lomba Blog Infest DEMA Institut. 

Tak puas dengan prestasi yang diraih, Eva kembali memacu dirinya untuk merebut prestasi di tingkat internasional. Membuat di setiap ada kesempatan, debut prestasinya terus dikencangkan.


Mahasiswi yang bercita-cita ingin menjadi Jurnalis TV di Indonesia, juga menjadi pengusaha sukses, Eva mantapkan langkah kaki nya dengan terus menyalurkan bakat dan potensinya.

Dengan semangat tinggi, Eva pun pada tahun 2022 ini mendaftarkan diri mengikuti lomba skala internasional yang diselenggarakan di UNPAD.

Semangatnya untuk menjadi juara kian menguatkan langkah kakinya hingga mendaftarkan diri dan ikut pada ajang lomba bergengsi internasional. 

Eva, di lomba Commoviecator (film) berskala internasional, bertarung kemampuan dengan peserta lainnya. Dukungan, dorongan dan doa terus mengalir dari babak ke babak berikutnya. Namun sayang, Eva harus terhenti saat memasuki babak final. 

Tetapi apa yang sudah dilakukan Eva, bukanlah perjuangan yang mudah. Persaingan ketat dengan peserta dari kampus luar sudah mampu dibuktikannya hingga masuk ke babak final. Itulah Eva, mahasiswa KPI FUAD, yang tak pernah putus asa dalam berkarya dan meraih asa. (Udin)





Rabu, 08 Juni 2022

Gegesik Kreatif Festival Sukses Tarik Perhatian Wamendes PDTT


KABUPATEN CIREBON - Pelaksanaan Gegesik Kreatif Festival membuat Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Budi Arie Setiadi bangga. Bahkan, Budi menegaskan akan mendukung kegiatan serupa untuk terus dilakukan setiap tahunnya.

Dikatakan Budi usai penutupan Gegesik Kreatif Festival, Rabu (8/6/2022). Pemerintah Kabupaten Cirebon terbukti turut serta dalam upaya pelestarian seni dan budaya yang ada. Tanpa keseriusan dari pemerintah daerah, Budi meyakini tidak akan terlaksana even yang sangat bagus ini.

"Pelaksanaan Gegesik Kreatif Festival dan Peresmian gedung kesenian ini membuktikan, bahwa bupati dan juga pemerintah daerah memiliki concern untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Cirebon. Kabupaten dan kota lainnya harus bisa mengikuti langkah Kabupaten Cirebon dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya," tegas Budi.

Di samping itu juga, suguhan dan penampilan kesenian maupun budaya dalam Gegesik Kreatif Festival ini dinilai Budi sangat indah. Tari Topeng contohnya, disebutkan Budi memiliki detail rumit, sehingga dibutuhkan keseriusan dalam membawakannya.

"Saya yakin para penari ini tidak hanya menciptakan gerakan hanya dalam satu atau dua malam. Terlebih menyatukan gerakan banyak penari, itu sangatlah sulit tanpa latihan yang tekun. Semoga sukses terus seni dan budaya di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Mengenai dukungan pemerintah pusat, Budi menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk terus menjaga seni dan budaya yang ada, khususnya di Gegesik Kabupaten Cirebon. Dia mengatakan, seni dan budaya merupakan salah satu aset pariwisata yang harus terus dijaga. Termasuk perhatian kepada para pelaku seni, Budi menegaskan, akan berupaya membawa para pelaku seni dalam setiap kegiatan kementerian.

"Saya akan usulkan Gegesik Kreatif Festival ini ada setiap tahun dan bahkan bisa lebih meriah lagi. Untuk pelaku seni, selama ini Bali sudah terkenal, dan nanti mungkin pelaku seni dari Gegesik yang akan tampil dalam kegiatan, baik di Jakarta maupun dimana saja," ujarnya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag yang menutup pelaksanaan Gegesik Kreatif Festival juga mengapresiasi semangat warga Kecamatan Gegesik dalam melestarikan seni dan budayanya. Dia menyebut, Kecamatan Gegesik ini sebagai salah satu pusat kesenian di Kabupaten Cirebon.

"Di Kecamatan Gegesik ini banyak sanggar tempat belajar kesenian, sehingga bisa menumbuhkan semangat di masyarakat dalam menjaga nilai-nilai seni dan budaya yang ada. Saya bangga acara yang berlangsung dari tanggal 1 Juni hingga 8 Juni 2022 ini, berlangsung meriah dan lancar," singkatnya.

Senada dengan bupati, Camat Gegesik, Indra Fitriani tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, serta mendukung terlaksananya Gegesik Kreatif Festival tahun ini. Menurutnya, tanpa dukungan semua pihak, terlebih panitia serta warga Gegesik itu sendiri, tidak mungkin diselenggarakan secara baik.

"Terima kasih kepada Pak Wakil Menteri Desa PDTT yang telah hadir dan mendukung, terima kasih kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Termasuk juga panitia dan warga Gegesik yang tidak pernah lelah dalam pelaksanakan kegiatan ini. Tanpa bantuan dan dukungan semua pihak, acara Gegesik Kreatif Festival ini tidak akan terlaksana," ungkapnya. (Indah)

Semangat BMK 2022, Berikan Penjaminan Ikan Sehat dan Bermutu

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


CIREBON - Plt Kepala BKIPM Hari Maryadi menyatakan bahwa semangat Buka Mutu Karantina (BMK) tahun 2022 memberikan penjaminan ikan sehat dan bermutu. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara BMK tahun 2022, di Padepokan Anti Galau, Desa Sinarancang Kecamatan Mundu, Rabu (8/6/2022). 

Menurutnya, BMK merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan BMK memiliki tugas memastikan ikan-ikan yang akan dibudidayakan harus sudah sehat. 

Masalahnya kata Hari, jika ikan-ikan tersebut sudah tidak sehat, maka dipastikan nantinya tidak layak untuk dikonsumsi.

"BMK itu tugasnya memastikan bahwa ikan-ikan yang akan dikirim itu sudah sehat dan layak untuk dibudidaya. Kalau bibitnya sudah sehat, nanti saat dikonsumsi juga akan sehat," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memantau perkembangan pemeliharaan ikan. Jangan sampai saat dipelihara, menggunakan bahan-bahan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. 

"Jadi kita memastikan, bahwa ikan tersebut sehat dan bermutu. Sejak pembibitan, pemeliharaan dan saat dipanen harus memenuhi kaidah yang sudah ditentukan. Intinya, ikan saat dikonsumsi itu sudah sehat," jelasnya.

Dengan demikian lanjutnya, program pemerintah menjadikan ikan sebagai bahan pangan, bisa benar-benar diwujudkan. Salah satunya, masalah stunting yang saat ini masih cukup tinggi di Indonesia. Dengan mengkonsumsi ikan yang sehat, maka penyakit stunting akan segera bisa diatasi.

"Untuk itu, BKM perannya sangat penting. Kami memastikan ikan sebagai konsumsi masyarakat harus layak, karena pengaruhnya sangat besar untuk menunjang kesehatan masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron meminta supaya masyarakat semakin banyak mengkonsumsi ikan. Entah itu ikan laut ataupun ikan tawar. Dengan kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang juga masuk dalam wilayah pantai, seharusnya masyarakat tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan.

"Seharusnya masyarakat, terlebih yang tinggal di wilayah pantai, tidak kesulitan dalam mengkonsumsi ikan. Dengan adanya program ini, mungkin akan bisa meningkatkan kualitas ikan, khususnya air tawar," papar bupati.

Imron menambahkan, program BMK sangat membantu sekali, karena ikan yang dimakan masyarakat benar-benar layak untuk dikonsumsi. Tinggal bagaimana masyarakat mempunyai minat yang tinggi untuk banyak mengkonsumsi ikan. 

"Ikan itu banyak sekali manfaatnya, terutama untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Dengan program BMK, otomatis kualitas ikan sudah benar-benar terjamin. Untuk itu, saya berharap masyarakat di Kabupaten Cirebon semakin sering mengkonsumsi ikan," tegasnya. (Indah)

Mahasiswa FITK IAIN Cirebon Berulang Kali Sabet Juara Nasional

Muhammad Rizal Pahlevy, sang juara dari FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sukses meraih juara 3 tingkat nasional.


FOKUS CIREBON, FC - FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus memboyong piala kejuaraan tingkat nasional, kali ini diraih oleh Muhammad Rizal Pahlevy, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Semester 4, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, (8/6/2022).

M. Rizall meraih piala dalam lomba dai-Daiyah tingkat nasional di UIN Walisongo Semarang selama 3 Hari dari tanggal 6-8 Juni 2022.

Dalam lomba ini, diakuinya dengan konsep DUIT yaitu, Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal. Rizal berharap doanya semoga semuanya lancar.

"Ya, usaha yang kami lakukan yaitu mempersiapkan mental dan memiliki niat, Ikhtiarnya itu kita jauh dari Cirebon datang ke Semarang dan menampilkan yang terbaik dan Tawakal nya kita serahkan semuanya kepada Allah," kata M.Rizal kepada Fokus Cirebon.

Dalam lomba tersebut, aku Rizal, memiliki tantangan yang tinggi, mengingat pesertanya bagus-bagus dan mereka datang dari berbagai provinsi, baik dari Jakarta, Surabaya, malang, Surakarta dan berbagai daerah lainnya

Namun dengan kekuatan doa dan mental yang kuat, akhirnya melalui materi tentang pendidikan karakter di masyarakat, Rizal pun dinobatkan sebagai juara 3 (tiga).

Padahal pada mekanisme lomba juga sangat ketat, yakni harus melalui 3 baba, yakni pertama babak penyisihan, kedua babak semifinal, kemudian baru diambil 5 orang dan final diambil 3 orang.

Kemenangan yang diraih juga, lanjut Rizal, karena kuatnya motivasi dalam dirinya,  pertama datang dari diri sendiri, dengan mengingat satu riwayat bahwasanya salah satu tanda akhir zaman yaitu banyaknya penceramah dan sedikitnya ulama.

"Inilah motivasi terbesar saya, makanya saya pengen menjadi ulama dan penceramah ibarat sumur kalo banyak isinya enak buat diambil kalo sumur kosong isinya apa yang mau diambil, Alhamdulillah dapat dukungan dari kampus sebelum saya berangkat saya meminta restu dan doa ke ketua jurusan dan sekertaris jurusan," terangnya.

Di akhir perbincangan dengan Fokus Cirebon, Rizal menitip pesan kepada semua mahasiswa yang ingin dan tengah berlomba. 

Menurutnya tetaplah semangat dan terus kembangkan potensi yang ada. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. (Udin)

Selasa, 07 Juni 2022

Menilik Kisah Perjuangan Septi Gumiandari Hingga Meraih Gelar Profesor

Dr Septi Gumiandari M.Ag, sukses meraih gelar Profesor.


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menambah satu Profesor lagi. Profesor ke 12 di IAIN Cirebon ini diraih oleh Septi Gumiandari dengan angka kredit 967,5 kum, di bidang Ilmu Pemikiran Islam.

Prof Dr Septi Gumiandari, M.Ag pun bercerita banyak soal bagaimana dirinya berjuang hingga meraih gelar Profesor, dan tentu banyak hal yang sudah dilakukan Septi Gumiandari hingga sukses menjadi Profesor ke 12 di lingkungan Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Cerita itu, bermula selepas dari jabatan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) pada tahun 2019, Septi mulai belajar mendalami lebih intens dunia publikasi. Meski sebenarnya terkait dengan menulis dan meneliti sudah lama dilakukan, semenjak saya kuliah dan diangkat menjadi PNS, namun mempublikasikan karya hasil penelitian itu adalah hal yang berbeda. 

Kata Septi, dalam publikasi karya itu, terdapat 2 (dua) hal penting yang harus dimiliki seorang penulis, yakni kemampuan kendali diri dan perubahan mindset. Menulis bukan hanya masalah kemampuan merangkai tulisan dan gagasan secara kognitif, tapi juga terkait dengan masalah Psikologis. 

Kita perlu memiliki mental yang kuat untuk bisa menerima bila artikel kita di-reject berkali-kali, dikritisi dan direview sesuai dengan keinginan reviewers dan editors. 

Dalam dunia publikasi, tidak selamanya artikel yang ditolak itu karena kualitasnya yang kurang baik, tapi bisa jadi karena masalah scope (ruang lingkup jurnal yang tidak sesuai dengan naskah yang dikirimkan), gaya selingkung jurnal yang berbeda dengan kebiasaan kita menulis, masalah antrian yang panjang dalam jurnal, dan lain-lain.  

Karena itu, perubahan mindset dan menekan ego diri diperlukan dalam hal ini. Itulah mengapa prof. Irwansyah menyatakan: “dari authorship ke editorship.” 

Dalam mempublikasikan karya, kita tidak bisa memaksakan keinginan kita sebagai author terhadap jurnal yang dituju, namun kita perlu tau keinginan editor, gaya selingkungnya, termasuk bagaimana menyenangkan pihak editor dengan men-submit artikel sesuai dengan pola penulisan dalam jurnal, segera memperbaiki catatan yang diberikan, dan mensitasi artikel-artikel yang ada di dalam jurnal yang dituju.

Intinya, kita tidak dapat mengendalikan orang lain termasuk editor dan reviewer jurnal, tapi kita bisa mengendalikan diri sendiri untuk menyesuaikan dengan keinginan mereka hehehe

Diakui Septi, dirinya baru mengenal beberapa jurnal internasional terindeks scopus dan masih terus perlu belajar lagi. Artikel yang terbit di di QIJIS (Qudus international Journal of Islamic Studies) itu sebetulnya factor lucky saja. Saya mengikuti konferensi yang diadakan di Kudus tahun 2019, dan ternyata artikel saya terpilih menjadi artikel yang dipandang layak published dalam jurnal terindeks scopus pada tahun 2020, padahal dari sisi kualitas, artikel saya masih sangat jauh dari sempurna. Karena itu, semuanya pasti ada rencana Tuhan di dalamnya.

"Saat ini, saya mulai belajar gaya selingkung artikel dalam jurnal internasional bereputasi di luar Indonesia. Dalam waktu dekat, artikel saya dengan judul: “Trajectory of Islamic Psychology; Problems and Prospects” dan “Islamic Resilience as Spiritual and Psychological Coping Strategies in Islamic Psychology in Pandemic Era” akan terpublikasi dalam jurnal HTS Teologiese Studies (Q1) dan AFKAR journal University Malaysia (Q2). Keduanya sudah melalui tahapan review konten, sekarang masuk pada tahap proofread bahasa. Mohon doanya, semoga segera dapat terpublikasi yaa," ujarnya.

Selain itu, lanjut Septi, proses pengajuan GB  ia lakukan pada tahun 2021. Meskipun sejujurnya, Ia belum yakin betul dengan kapasitas diri untuk melaju ke jenjang professorship, namun karena kepangkatannya yang sudah lumayan lama (IV/c tahun 2013), dan beberapa teman serta bagian kepegawaian yang sudah mulai ‘gerah’ dengan mandegnya karir dirinya yang belum juga move on mengajukan kenaikan pangkat baru. 

"Akhirnya, bismillah…. saya ajukan diri dengan bidang ilmu “Psikologi Pendidikan Islam” (sesuai dengan peminatan saya). Pengusulan tersebut ternyata tidak linier dengan ijazah S-3 (Pemikiran Islam) dan artikel persyaratan yang diminta, sehingga saya diminta merevisinya ke bidang ilmu “Pemikiran Islam”. Proses ini lumayan memakan waktu perenungan bagi kami (saya dan suami), wal-hasil, kami memutuskan untuk menerima revisi tersebut, dengan pola pikir: pemikiran Islam sangatlah luas, yang di dalamnya juga bisa mengokomodasi ilmu keislaman lainnya, termasuk Psikologi Pendidikan Islam yang saya minati. Hingga akhirnya per-April 2022, SK GB saya tersebut turun dengan bidang ilmu “Pemikiran Islam.” paparnya.

Life long learner. Dirinya ingin menjadi pembelajar sejati sampai kapan pun. Jabatan professor tidak boleh dianggap sebagai capaian akhir dari seorang akademisi. We are in process untuk selalu menimba ilmu pengetahuan Allah yang sangat luas itu. Bukankah belajar itu konsepnya sepanjang hayat? Apa yang kita ketahui pastinya sangat sedikit dari luasnya samudra pengetahuan yang hakiki (ilmu Allah). 

"Bila kita merasa puas, merasa sudah menguasai dan berhenti menimba ilmu, kita sebenarnya telah terjebak pada arogansi intelektual. Bagi saya, professor itu hanyalah jabatan sematan dari kepangkatan karir dosen semata. Jadi, nothing to loose, apalagi harus menutup kran dan semangat saya untuk belajar. Mohon doa, semoga saya terus bisa belajar dan be socially humble karena saya bukanlah siapa-siapa," tandasnya.