Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 Juli 2022

Komisi I DPRD Kota Cirebon Tinjau Langsung Pelaksanaan Retribusi Parkir Zona Khusus



CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon meninjau langsung pelaksanaan penarikan retribusi parkir di sejumlah ruas jalan zona khusus, Selasa (12/7/2021).

Di samping itu, sejumlah anggota dewan memantau sosialisasi ‘Tanpa Karcis, Parkir Gratis’ yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto menyampaikan, berdasarkan hasil tinjauan anggota DPRD, Dishub sudah melakukan apa yang sudah diarahkan melalui rapat kerja bersama Komisi I. Yaitu, jika tanpa karcis, tarif membayar parkir digratiskan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat, bahwa karcis merupakan alat bayar parkir untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

Selain itu, sebagai langkah pengawasan agar tidak ada oknum juru parkir memanfaatkan karcis untuk kepentingan pribadi.

Hanya saja, menurut Dewa, pengawasan dari petugas Dishub di lapangan masih perlu ditingkatkan. Mengingat masyarakat belum sepenuhnya paham bahwa retribusi parkir sudah menyesuaikan aturan terbaru, yakni Perda Nomor 3/2021 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Cuma pengawasan yang masif belum ditemukan. Banyak masyarakat yang belum tahu aturan baru. Tarif parkir sudah ditetapkan sesuai aturan terbaru. Jangan kasih kesempatan, tanpa karcis parkir gratis,” ungkapnya saat meninjau pelaksanaan retribusi parkir di Jalan Winaon dan Pasuketan.

Politisi yang akrab disapa Dewa itu pun akan meminta Dishub untuk menambah alat peraga sosialisasi tarif parkir di empat zona tarif khusus parkir. Yakni, Jalan Pasuketan, Jalan Winaon, Jalan Pecinan dan Jalan Kanoman.

Menurutnya, keempat ruas jalan tersebut menjadi zona khusus sebagai pilot project untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari sektor parkir. Dia menyebutkan, hingga semester I tahun 2022, pendapatan dari retribusi parkir baru mencapai Rp 900 juta.

Angka itu masih jauh dari target realisasi pendapatan sebesar Rp 4,6 miliar dalam setahun. Kendati realisasi kemungkinan besar tidak bisa mencapai target, Dewa berharap melalui pembenahan pelaksanaan retribusi di zona khusus ini bisa memaksimalkan potensi pendapatan.

“Empat jalan ini pilot project untuk menata pelaksanaan retribusi parkir. Kalau pembenahan ini berhasil, maka akan diadopsi di ruas jalan lain,” terangnya.

Sementara itu, juru parkir di Jalan Pasuketan, Rusmadi mengaku kesulitan untuk menarik retribusi dari masyarakat sesuai tarif baru. Sebagian masyarakat menganggap remeh jasa parkir dengan tidak membayar atau membayar tetapi tidak sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan.

“Kadang kalau dikasih karcis ya tidak mau. Padahal mobil itu tarifnya Rp 4 ribu, tapi kebanyakan bayarnya cuma Rp 2 ribu. Kalau motor itu Rp 2 ribu, tapi ada juga yang tidak mau bayar. Padahal karcisnya ada,” katanya. (din)

ORMAWA IAIN Cirebon Sebar 1000 Kupon Daging Hewan Kurban

Sejumlah mahasiswa dari ORMAWA IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama civitas akademika IAIN, tengah melakukan penetelan daging hewan kurban di halaman gedung Ma'had Al Jami'ah.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) menyelenggarakan kegiatan sedekah kurban. Penyembelihan hewan dilakukan di halaman Ma'had Al Jami'ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (12/7/2022).

Ketua Pelaksana Kurban, Hasyim SE, M.Ak yang juga menjabat sebagai Kasubag Umum IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kepada fokuscirebon.com menyatakan, bahwa pada Hari Raya Idul Adha tahun 2022 ini, panitia menyebarkan 1000 kupon, dengan jumlah hewan kurban sebanyak 21 ekor kambing dan 2 ekor sapi.

Jumlah hewan kurban ini, lanjut Hasyim, dari Bank mitra IAIN, di antaranya Bank BRI Kartini, Bank Syariah Mandiri, BSI Cipto, CIMB, KA Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, GenBi dan ORMAWA IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Pendistribusiannya diserahkan kepada mahasiswa, dan akan dibagikan kepada civitas akademika IAIN Cirebon yang kurang mampu, seperti Satpam, Cleaning Service, pegawai honorer dan masyarakat di sekeliling kampus IAIN," katanya.

Hasyim juga menjelaskan, bahwa kurban tahun ini bertepatan dengan hari tasyrik, dan masuk kerjanya para pegawai, sehingga proses pemotongan dan penetelan daging akan lebih cepat. 

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan kegiatan pertama yang melibatkan mahasiswa. Di mana hewan kurban ini mayoritas berasal dari ORMAWA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sisanya dan Bank Mitra IAIN serta sejumlah pejabat di IAIN Cirebon.

"Ya, harapannya adalah selain rasa syukur, tahun depan bisa lebih semarak dan hewan kurban bertambah, sehingga bisa berbagi lebih banyak lagi," ucap Hasyim. 


Sementara menurut Presiden Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fatihul Fauzi menyatakan, ini adalah momentum berbagi dan juga momentum edukasi bagi para mahasiswa.

Menurut Fauzi, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dalam pendistribusian kepada masyarakat sesuai dengan tema kurban saat ini yakni 'Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk masyarakat'. 

"Dari ORMAWA ada penyerahan 17 kambing mulai dari institut sampai tingkat HMJ. Untuk Sapi berasal dari teman teman Bidik Misi, dan nanti distribusinya melibatkan Forum mahasiswa GenBi, juga teman-teman penerima beasiswa, maka dengan kegiatan ini saya berharap teman-teman mahasiswa bisa belajar untuk berbagai terhadap sesama," tandasnya.

Sementara itu, kegiatan kurban ini juga dihadiri oleh petugas DKP3 Kota Cirebon. Petugas DKP3 di lokasi pemotongan langsung melakukan peninjauan dan pendataan untuk memastikan hewan yang dipotong sehat. (din)






Minggu, 10 Juli 2022

Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Masjid Al Muhajirin Sumber Asri Bagikan Daging Kurban Kepada Ratusan Warga

Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Sumber Asri, Ketua Panitia Kurban, dan panitia lain saat prosesi pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Al Muhajirin.


FOKUS CIREBON, FC - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Muhajirin, Komplek Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon berbagi bersama ratusan warga melalui pembagian daging kurban, Minggu (10/7/2022).

Ketua Panitia kurban, Ustadz Gaos, S.Ag mengatakan, hewan kurban yang terkumpul pada moment Idul Adha 1442 H ini ada sebanyak 12 ekor kambing dan 1 ekor sapi.

"Semua hewan kita potong di halaman masjid Al Muhajirin bersama para panitia dan setelah itu langsung dilakukan penetelan. Lalu daging kita timbang dan dimasukan ke dalam plastik dan kita bagikan kepada warga komplek yang membutuhkan serta warga luar," ujarnya.

Menurut Ustadz Gaos, Mustahik penerima daging kurban ini tersebar di Kecamatan Talun dan sekitarnya. "Di momen Idul Adha ini kita berbagi, dan semoga mereka senang dan berbagai daging ini bermanfaat bagi mereka," katanya.

Hal yang sama disampaikan Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Sumber Asri, Ustadz Samsul S.Pd, bahwa hampir setiap tahunnya, masjid Al Muhajirin selalu mengadakan kegiatan pemotongan hewan kurban. "Jumlahnya variatif, dan dagingnya kita bagikan kepada warga yang membutuhkan," katanya.

Samsul juga mengucapkan terimakasih kepada warga Sumber Asri yang sudah menitipkan hewan kurbannya kepada Masjid Al Muhajirin untuk dibagikan ke warga yang membutuhkan. "Ya, terimksh atas kepercayaan warga kepada panitia Masjid Al Muhajirin di momen Idul Adha ini, semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang setimpal," do'anya.


Sementara itu, Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi menyatakan, pemotongan hewan kurban di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri pada momen Idul Adha setiap tahunnya memang selalu diselenggarakan. 

"Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan warga luar penerima daging kurban juga berjalan baik, karena memang panitia sudah mengaturnya agar tetap menjalankan Prokes, dan semuanya tertib dan lancar," ucap Didi. (din)

Bupati Cirebon Sebut Idul Adha Sebagai Perwujudan Kebermanfaatan

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag sebut peringatan Hari Raya Idul Adha memiliki makna sangat besar bagi umat manusia. Salah satunya adalah menghilangkan sifat buruk laiknya hewan yang ada didalam hati seseorang.

Dijelaskan Imron, dalam Agama Islam diwajibkan bagi seluruh umat yang mampu untuk melaksanakan kurban. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa diambil dari pelaksanaan kurban itu sendiri.

"Terpenting itu adalah daging kurban itu bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Apalagi, kurban itu juga sebagai simbol bahwa manusia harus ikut membunuh sifat-sifat hewan, agar tidak berkembang dalam jiwanya," ujar Imron usai penyembelihan hewan kurban, Minggu (10/7/2022) di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon.

Diungkapkan Imron juga, pelaksanaan kurban ini bisa mempererat silaturahmi antar warga. Di samping, merupakan langkah guna meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan.

"Hubungan antar manusia atau Hablumminannas, dan hubungan dengan Tuhan atau Hablumminnallah ini akan lebih baik dengan berkurban. Kurban ini kan tidak seperti haji yang hanya satu kali diwajibkan. Kurban ini wajib hukumnya bagi yang mampu setiap tahunnya," terangnya.

Mengenai kondisi hewan kurban miliknya, Imron memastikan dalam kondisi sehat. Pasalnya, Imron mengaku sebelum disembelih, sudah ada petugas dari Dinas Pertanian yang memeriksa.

"Sudah dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Pertanian. Insya Allah aman untuk dikurbankan," tutupnya. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, drh. Encus Suswaningsih melihat langsung kondisi sapi kurban milik bupati yang hendak dipotong. Dirinya menyebut, tidak ada gejala Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan kurban tersebut.

"Sebetulnya sapi kurban milik Pak Bupati ini sudah diperiksa oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tengah Tani dan dinyatakan sehat. Tadi juga sebelum disembelih, saya lihat langsung kalau tidak ada gejala PMK. Artinya, sapi kurban Pak Bupati aman dan sehat," singkatnya. (Indah)

Jumat, 08 Juli 2022

IAIN Cirebon Tuan Rumah Dialog Kebangsaan PTKIN Se-Indonesia

FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan melibatkan PTKIN Se-Indonesia menjadi momen  penting bagi para mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA). Di mana SEMA IAIN Cirebo.ln dipercaya sebagai tuan rumah pada kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan PTKIN Wilayah-II, Selasa (08/07/22).


" Ya, SEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi tuan rumah dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) SEMA PTKIN Se-Indonesia," kata Rifki Ketua SEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon kepada wartawan. 

Kegiatan tersebut mengusung tema "Revitalisasi Gerakan SEMA PTKIN Se-Indonesia Wilayah-II Lebih Adaptif Responsif Inovatif & Futuristik Serta Berperan Aktif Dalam Mengawal Strategi Kebijakan dan Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi".

Acara ini dihadiri oleh para pejabat daerah dan anggota Dewan serta koordinator Pusat dan Koordinator Wilayah SEMA PTKIN. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag.

Adapun SEMA PTKIN Wilayah-II yang terdiri dari IAIN Kudus, UIN Semarang, UIN Salatiga, UIN Pekalongan, UIN Purwokerto, UIN Jogja, UIN Bandung, IAIN Cirebon, UIN Jakarta , UIN Surakarta dan UIN Banten. 

Pada acara ini juga diadakan Dialog Kebangsaan dengan membahas topik 'Strategi Pemulihan Kebijakan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19'.

Rifqi Fadhillah, Ketua SEMA IAIN Cirebon sebagai tuan rumah menyambut kedatangan para delegasi Wilayah II dengan sangat antusias dan memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal.

"Saya sangat berterimakasih atas kedatangannya para Pimpinan Senat Mahasiswa se-Wilayah 2 di Cirebon, semoga selama kegiatan disini memiliki kesan yang baik dan saya memohon maaf apabila dalam penerimaan dan jamuan yang diberikan masih jauh dari kata maksimal", tuturnya.

Muhammad Mukhlis menuturkan harapannya setelah adanya acara ini semoga dapat mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah terkait isu daerah maupun nasional.

"Kita sebagai generasi milenial  mudahan-mudahan kedepannya bisa mengawal secara penuh kebijakan-kebijakan mulai dari ranah kampus, daerah, dan sampai negara", tuturnya.

Sama halnya dengan Rohmawan, selaku Koordinator Pusat SEMA-PTKIN menyampaikan harapannya semoga tema yang di usung bisa di implementasikan dalam gerakan membangun. 

"Dengan tema yang di usung oleh pemerintah semoga dapat diimplementasikan dalam gerakan membangun, maka kami mengajak untuk komitmen dalam mendukung program pemerintah pasca pandemi", tegasnya. (din)

Kamis, 07 Juli 2022

Wabup Tinjau Kandang, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK


KABUPATEN CIREBON - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi dan domba membuat masyarakat khawatir. Terlebih, menjelang Hari Raya Idul Adha, tidak sedikit warga yang ragu akan kualitas hewan yang akan dikurbankan.

Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Diantaranya adalah, memberikan sosialisasi pelaksanaan Qurban ditengah wabah PMK, dan juga memeriksa langsung kondisi hewan kurban di kandang.

Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si, Kamis (7/7/2022) saat mengunjungi salah satu kandang milik Kelompok Tani Ternak Sapi (KTTS) Pengguyangan Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Sidak ini juga sekaligus memastikan kondisi hewan ternak di dalam kandang tersebut dalam keadaan sehat dari PMK maupun penyakit lainnya.

Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, tercatat ada 53 desa dari 23 kecamatan yang terdampak PMK. Untuk jumlah hewan ternaknya sendiri, Ayu sebut mencapai ribuan.

"Ada sekitar 1500 ekor ternak yang terkena PMK. Sudah 500 ekor dinyatakan sembuh. Artinya, hingga saat ini ada peningkatan kesembuhan hewan yang terkena PMK," kata Ayu.

Diungkapkan Ayu, Pemkab Cirebon kesulitan dalam melakukan penanganan terhadap wabah PMK ini. Pasalnya, tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan dalam memberikan pengobatan maupun pencegahan hewan ternak terhadap PMK.

"Bantuan biaya tak terduga (BTT), baik dari pemerintah derah, provinsi sudah ada, tetapi Pemkab juga menerima bantuan CSR untuk penanganan seperti pembelian obat dan vaksin. (Bantuan CSR) ini jelas membantu, karena anggaran kita tidak memungkinkan," katanya. 

Di samping itu, Ayu juga merasa senang dengan langkah yang dilakukan peternak dalam menghadapi wabah PMK. Khususnya di lokasi yang didatangi, Ayu sebut para peternak sudah lebih paham cara mencegah maupun mengobati PMK.

"Mereka para peternak menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan sapi, sehingga sekarang kondisi sapi di Jatimerta dalam keadaan fit dan siap untuk kurban. Kalau ada sapi yang terkena PMK mereka tidak menjualnya," ujarnya. 

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh. Encus Suswaningsih mengatakan kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Cirebon sendiri mencapai belasan ribu ekor. Dengan adanya wabah PMK, Encus meyakini ada penurunan jumlah.

"Kalau domba biasa kisarannya 13 sampai 15 ribu ekor. Sedangkan sapi mencapai 15 ribu ekor yang buat kurban. Akan tetapi, tahun sekarang kemungkinan berkurang akibat PMK. Untuk data pasti kita belum bisa sebut, karena biasanya satu sampai dua minggu setelah hari Tasrik. Data nantinya kita kalkulasikan terlebih dahulu," ujarnya. 

Disinggung jumlah kebutuhan keseluruhan tanpa terpengaruh Idul Adha, ia menyebut kebutuhan sapi jenis pedaging yang masuk Kabupaten Cirebon mencapai 18 ribu ekor per tahunnya. "90 persen sapi di Kabupaten Cirebon didapatkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, sapi impor lebih dominan dari sapi lokal," katanya. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Sapi Desa Jatimerta, Jumadi mengatakan ada 203 sapi yang ada di kelompok. Namun ada sebagian yang mati akibat PMK. 

"Ada 11 ekor sapi yang dijagal paksa dan empat mati akibat PMK. Sapi yang mati langsung dikubur," katanya. 

Jumadi menjelaskan, sebelumnya ada beberapa sapi milik kelompoknya yang terkena PMK. "Awal PMK ada tujuh sapi yang kena, itu tertular dari ternak sebelah. Namun kami langsung tangani dan sekarang sudah sembuh semua" ujarnya. (Indah)

Dua Jurusan di Fakultas UAD IAIN Cirebon Raih Predikat Unggul

Dr Hajam M.Ag, Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat memberikan keterangan tentang dua jurusan di FUAD yang mendapat predikat unggul.

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira datang dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), di mana jurusan ini mendapat predikat unggul. Berarti tahun 2022 ini, ada dua jurusan di Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mendapat predikat unggul. 

"Alhamdulillah, di tahun 2022 ini ada dua jurusan di FUAD yang mendapat predikat unggul, pertama Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dan Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), dan tentu sebagai Dekan FUAD kami sangat bersyukur dengan raihan predikat unggul ini," ungkap Dekan FUAD, Dr Hajam, M.Ag kepada fokuscirebon.com, Kamis, (7/7/2022).

Selain ungkapan rasa syukur, kata Hajam,  Ini juga merupakan satu kegembiraan, baik kegembiraan secara akademik maupun kegembiraan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena pencapaian ini merupakan bentuk perjuangan yang luar biasa dengan berbagi macam tahapan-tahapan dalam mencapai nilai SK tersebut.

Soal akreditasi ini, Hajam menjelaskan, bahwa akreditasi itu ada dua, pertama Akreditasi Langsung (AL) dengan 9 standar dan kedua Akreditasi Instrumen Suplemen Konversi (ISK), yaitu dengan mengambil point-point yang penting di antaranya pertama adalah dosen-dosen yang berkualitas yang memiliki standar Lektor Kepala, Doktor dan guru besar.  

Kemudian kedua, capaian kurikulum pada keahlian, juga kurikulum praktek, misalnya mata kuliah sejarah harus ada outputnya dan prakteknya bagi mahasiswa. Dan ketiga adalah mahasiswa, yakni capaian  alumni, yakni mereka yang sudah mencapai target, yakni capaian kerja.

"Jadi ada tiga di Jurusan SPI, dan ketiganya sudah terpenuhi baik sumberdaya manusianya yakni kualitas dosennya, Lektor Kepala dan Guru Besar. Kemudian kurikulumnya dan juga alumni-alumninya yang sudah berkarya dan bekerja," katanya.

Ini kata Hajam, adalah salah satu penilaian urgent atau yang terpenting di dalam pencapaian unggul, begitu juga nilai-nilai yang lain seperti sarana prasarana dan sebagainya.

"Jadi itu, keunggulan tersebut dilihat dari tiga hal tadi pertama dilihat dari kualitas dosen, kedua capaian kurikulum dan ketiga kualitas alumni yang terukur sesuai dengan mata kuliahnya," papar Hajam.

Hajam juga menjelaskan, bahwa standar nilai akreditasi yang diraih Jurusan SPI ini sekitar 375 an, sementara standar unggul minimal harus 366. "Jadi kita sama dengan mendapatkan nilai A plus" katanya.

Untuk itu, Hajam berharap, hasil ini mohon dipertahankan dan ditingkatkan dan bisa memberikan pelajaran, motivasi dan inspirasi bagi jurusan-jurusan yang lain.

Demikian juga harapan Hajam kepada para pimpinan, baik di tingkat akademik, di tingkat fakultas dan Rektorat untuk ke depan jurusan-jurusan itu harus dipersiapkan target unggul.

"Ya, tentunya dengan political will yang terukur dengan standar-standar akreditasi, itu yang terpenting," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan SPI, Dedeh Nurhamidah, M.Ag menambahkan, dalam meraih nilai akreditasi tersebut dirinya mendapat tugas dalam penyusunan profil jurusan dan juga mengupdate data data jurusan. 

"Karena semula sudah terakreditasi A, kemudian kita mengupdate agar bisa mempertahankan akreditasi A tersebut, dan alhamdulillah kita bisa mempertahankan nilai akreditasi dari BAN-PT ini," ucapnya.

Dedeh juga menjelaskan dalam  mengupdate data-data tersebut, pihaknya juga mengupdate dosen, terutama penilitian-penelitian dosen dan jumlah mahasiswa dan kelulusan mahasiswa- mahasiswa. (din)