Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 Januari 2022

Wali Kota Cirebon Dianugerahi Penghargaan BAZNAS Award 2022

Didampingi Sekda Kota Cirebon dan Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. saat menerima anugerah penghargaan Baznas Award 2022. 


FOKUS CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. dianugerahi penghargaan Baznas Award 2022 pada ketagori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

Penganugerahan tersebut diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-22 Baznas, di Jakarta, Senin (17/1/2022).

“Alhamdulillah, berkat kerja keras bersama, tadi pagi saya menerima penghargaan dalam Baznas Award 2022 kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia,” ungkap Azis.

Menurut Azis, penghargaan tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus menjalankan komitmen mendukung kerja-kerja Baznas Kota Cirebon.

“Kami berkomitmen mendukung gerakan zakat dan kerja-kerja Baznas Kota Cirebon, baik dalam penghimpunan, pengelolaan, maupun penyaluran dana sosial syariah,” tuturnya.

Azis menambahkan, sinergi dan kolaborasi yang sudah terbangun dengan baik antara Pemda Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon harus terus dijalin dan ditingkatkan.

“Sehingga daya jangkau maslahatnya lebih luas di tengah masyarakat,” kata Azis.

Di sisi lain, Azis mengajak Baznas Kota Cirebon untuk terus berinovasi. Sehingga dapat menggali potensi zakat lebih optimal lagi.

“Kita juga perlu terus mendorong Baznas sebagai lembaga terpercaya dalam penghimpun, pengelola, dan penyalur zakat, sekaligus motor penting dalam meningkatkan kesejahteraan ummat,” katanya.

Dalam menghadiri Baznas Award 2022, Azis didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si dan Ketua Baznas Kota Cirebon, M. Taufik, S.Ag. (din)

Kepsek SMPN 4 Kota Cirebon, Bangun Sekolah Berprestasi

Siswa SMPN 4 Kota Cirebon saat tengah belajar di ruag kelas, menuju siswa berprestasi.


FOKUS CIREBON, FC - Jabatan Kepala Sekolah yang disandangnya memang  tergolong baru. Namun kiprahnya untuk memajukan sekolah berprestasi mulai dirintisnya. Inilah sosok Ikin Sarikin, S.Pd, Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Cirebon yang baru menginjak beberapa bulan memimpin sekolah di Jl.Pemuda, Kota Cirebon.

Ikin sebelumnya Kepala Sekolah SMPN 17, dan mendapat rotasi menggantikan Elang Tomy Iplaludin yang naik sebagai Sekdis di Dinas Pendidikan Kota Cirebon. 

Ikin yang memiliki berperawakan gempal ini lantas mengambil ancang-ancang untuk melaju membawa SMPN 4 Kota Cirebon lebih maju dan berprestasi. Hal itu akan dilakukannya secara bertahap dimulai dari penataan lingkungan sekolah, peningkatan SDM, kedisplinan dan kebersihan lingkungan.

Sebagai pemimpin, Ikin selalu mengedepankan leadernya dengan baik. Selain tegas, Ikin juga termasuk sosok yang supel dan mudah bergaul. Sehingga banyak staff TU dan guru sangat menghormati keteladanan dan kepemimpinannya.

Dilihat dari sosoknya, Ikin juga sudah merancang sejumlah program yang siap diterapkan di sekolah dengan tujuan untuk kemajuan dan prestasi siswa. 


Kendati demikian, Ikin juga berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para orang tua siswa untuk turut serta aktif membantu sekolah, terutama dalam mendorong prestasi putra-putrinya.

"Saya tahu persis sosok Kepsek SMPN 4 yang supel dan tegas dalam soal prestasi. Mantan Kepsek SMPN 17 ini sudah banyak.menorehkan prestasi bagi sekolah sebelumnya, dan itu bukti nyata kiprah beliau yang sangat responsif terhadap kondisi sekolah, terutama bagi kemajuan dan prestasi," ujar tokoh masyarakat Kota Cirebon dan juga pegiat pendidikan, Sulaeman, SE saat dimintai komentarnya seputar sosok kepemimpinan Ikin Sarikin S.Pd. (din)

Rusak dan Dibongkar, Bangunan Kantor Desa Melakasari Kini Mangkrak

Seorang perangkat Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, tengah berada di puing-puing bangunan gedung Balai Desa Melakasari yang dibongkar masih dalam kondisi mangkrak,  Senin (17/1/22).


FOKUS CIREBON - Rencana Pembangunan Kantor Desa Melakasari, Kabupaten Cirebon yang dibongkar sejak awal tahun 2021 kondisinya kini sangat memprihatinkan. Selain mangkrak, pembangunan pun kabarnya masih belum jelas.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan di lapangan, dibongkarnya bangunan tersebut lantaran usianya yang sudah 30 tahunan dan masuk dalam kategori rusak berat. Sehingga mengkhawatirkan pada aspek keselamatan dan kurang maksimalnya pelayanan. 

Menurut Kuwu Melakasari, H Tarmudi, bahwa Kantor Balai Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, rencananya akan rehab, namun dikarenakan pengajuan anggaran rehab tak kunjung disetujui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, maka hingga kini belum ada pembangunan.

"Pembongkaran kantor balai Desa Melakasari, bermula banyaknya kontruksi bangunan baik tembok maupun atapnya yang sudah mulai rapuh dan kondisinya sangat  menghawatirkan, terlebih kondisi tersebut akan membahayakan aparatur desa maupun masyarakat," ujar Kuwu Melakasari, H Tarmudi, Senin (17/1/2021).
 
Mengenai pembongkaran gedung balai desa ini, kata Tarmudi, hal itu berdasarkan musyawarah dengan lembaga desa dan masyarakat sepakat jika balai desa segera dilakukan perbaikan, kemudian di tahun 2021 dibongkar, karena memang sudah banyak yang rusak.

Kemudian, Pemdes menganggarkan untuk alokasi rehab balai desa, setelah masuk dalam APBDes, pada awal tahun 2021, dilakukan pembongkaran secara total.

Tarmudi juga menjelaskan, awalnya pemdes menganggarkan pembangunan balai desa dialokasikan dari Dana Desa (DD) dan BanGub, akan tetapi DPMPD tidak merekomendasi dengan alasan bukan skala prioritas.

Terlebih dalam Permendes yang baru soal penggunaan DD tidak boleh dialokasikan untuk rehab balai desa dan rehab masjid atau musholla, sehingga upaya pengajuan penganggaran pembangunan kantor Desa Melakasari di tahun ke dua untuk anggaran tahun 2022 juga tidak mendapat rekomendasi.

Menurut Tarmudi, pihaknya menganggarkan pembangunan kantor balai desa baru dengan bangunan dua lantai, dan  menganggarkan sekitar Rp. 1,09 milyar, yang akan dibuat anggaran multiyears selama tiga tahun, lanjutnya,  dengan belum bisa direkomnya pengajuan tersebut pihaknya akhirnya berupaya mencari tempat strategis untuk dijadikan kantor desa sementara.

"Ini dilakukan karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Dan kebetulan juga di sini ada gedung Madrasah Diniyah (MD) milik desa yang sudah tidak digunakan karena tidak ada muridnya, kemudian kita anggarkan melalui Bantuan Gubernur (BanGub) untuk memperbaiki dan merapikan gedung Madrasah Diniyah agar layak yang nyaman sebagai kantor balai desa sementara," papar Tarmudi.

Ditambahkan Tarmudi, setelah gedung Madrasah Diniyah tersebut sedikit dilakukan perbaikan dan pengecatan serta penambahan beberapa sarana pendukung lainnya sebagai penunjang kebutuhan kantor desa sementara. 

Bahkan ke depannya, pihaknya akan melakukan Rehab gapura masuk untuk di lebarkan agar bisa dilintasi kendaraan roda empat, serta  jalan penghubung juga akan dilakukan pelebaran dan pengaspalan, agar masyarakat yang akan membutuhkan pelayanan di kantor balai desa merasa nyaman dan para perangkat desa juga nyaman dalam melaksanakan aktivitas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

"Ini dilakukan agar aparatur desa maupun  masyarakat mendapatkan kenyamanan, sampai  menunggu  diperbolehkannya untuk  melakukan pembangunan Kantor Balai Desa baru yang refenstatif," pungkasnya. (im).

Minggu, 16 Januari 2022

Ketua YPSGJ Cirebon Tekankan Pentingnya Peran Aktif Rektor Dalam Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Pelantikan Rektor UGJ periode 2022 – 2026 dan Dies Natalis ke-61, bertempat di Aula Auditorium UGJ Cirebon, Minggu (16/1/2022).


FOKUS CIREBON, FC – Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon, Dadang Sukandar Kasudin menegaskan, pentingnya peran aktif rektor dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kemajuan UGJ Cirebon.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan pelantikan Rektor UGJ periode 2022 – 2026 dan Dies Natalis ke-61, dengan tema Membangun Negeri Menuju Indonesia Cerdas Berkeadilan, bertempat di Aula Auditorium UGJ Cirebon. Minggu (16/1/2022).

Kegiatan Dies Natalis ke-61 UGJ dihadiri, Ketua Pembina YPSGJ sekaligus Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, kepala LLDIKTI, Wali Kota Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Rektor, Dosen, Ketua YPSGJ, PangDam III/SLW, Ketua Pembina YPSGJ, beserta tamu undangan kehormatan lainnya.

Pada acara tersebut Ketua YPSGJ, Dadang Sukandar Kasidin, melantik Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs, MSi, untuk kembali menjabat Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, untuk Masa bakti 2022-2026.

Dalam sambutannya Dadang menyampaikan, rektor harus mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik, dan sesuai dengan Tri Darma Perguruan tinggi, juga harus mampu membesarkan UGJ Cirebon ini.

Selain itu Dadang pun, mengingatkan untuk selalu membesarkan dan meninggikan, serta mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan UGJ. 

”Saya berharap rektor dan dosen, terus meningkatkan loyalitas kepada lembaga, mengukuhkan kesadaran, disiplin, komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi, kreativitas, menjalin komunikasi dan sinergitas dengan semua pihak, agar terjalin hubungan yang harmonis dan dinamis dengan citivas akademik.” tandasnya.

Diapun menjelaskan, kunci dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan, yakni harus menanamkan kedisplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ini yang harus dimiliki oleh civitas akademik untuk membawa UGJ Cirebon sebagai universitas kebanggaan Cirebon bahkan Indonesia.

“Kalau mau berhasil, harus disiplin, jalin komunikasi dan koordinasi serta bangun sinergitas yang baik dengan steak holder yang ada,” tegas Dadang.


Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs, MSi menuturkan, jabatan yang kembali diembannya ini merupakan amanah untuk kedua kalinya sebagai Rektor UGJ Cirebon. Oleh karena itu, dirinya siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, serta berkomitmen untuk melakukan perbaikan yang nyata bagi UGJ Cirebon semakin lebih baik lagi.

“Saya siap menjalankan pesan bapak Dadang Sukandar Kasidin, selaku Ketua YPSGJ, dalam mengemban amanah ini, dengan sifat jujur, meninggikan Allah, disiplin, meningkatkan koordinasi dan komunikasi, serta menjalani profesi dosen dengan bertanggungjawab,” ungkap Mukarto.

Masih kata Mukarto, ia akan berusaha semaksimal mungkin, untuk mengantarkan cita-cita mahasiswa melalui pengajaran yang modern dan profesional. Terlebih lagi dari tahun ke tahun perkembagan UGJ terus meluncur pesat, dan ini berkat dukungan dan support penuh dari YPSGJ, dengan terus berinovasi dan mengembangkan fasilitas UGJ, sebagai UGJ Cirebon yang membangun negeri menuju Indonesia Cerdas dan Berkeadilan.

“Ini sebagai salah satu bukti dengan pencapaian UGJ Cirebon yang masuk diperingkat 81 sebagai kampus terbaik se-Indonesia, dan berharap ke depan harus lebih baik lagi dari yang sekarang diraihnya,” harapnya. (Red/Im).

Sabtu, 15 Januari 2022

DKIS Kota Cirebon Menerima Kunjungan Pemrov dan DPRD Jawa Tengah, Paparkan Smart City

FOKUS CIREBON – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon menerima kunjungan kerja dari Pemprov Jawa Tengah dan Komisi A DPRD Jawa Tengah. DKIS memaparkan tentang pengelolaan program Smart City.

“Kami berdiskusi tentang program Smart City di Kota Cirebon. Mereka ingin tahu apa yang sudah dilakukan Kota Cirebon terkait Smart City,” kata Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, A.P. usai menerima kunjungan kerja di kantornya, Kamis (13/1/2022).

Ma’ruf mengatakan, pembahasan bersama rombongan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah fokus pada optimalisasi peran relawan tenaga teknologi dan informasi (TIK). Kota Cirebon dinilai berhasil memaksimalkan peran relawan TIK dalam membantu peningkatan literasi digital. 

“Selama dua tahun, kami juga telah menambah personel melalui CPNS. Tentunya dengan dasar berbasis IT,” kata Ma’ruf. 

Lebih lanjut, Ma’ruf memaparkan tentang sinergitas antara Pemda Kota Cirebon dan DPRD Kota Cirebon dalam mengoptimalkan program Smart City, yang diwujudkan melalui lahirnya Perda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas.

Dalam perda tersebut pemerintah melaksanakan layanan meliputi tata pemerintahan yang cerdas (smart governance), tata pemasaran cerdas (smart economy), tata kehidupan cerdas (smart living), tata masyarakat cerdas (smart society) dan tata lingkungan cerdas (smart environment).


"Inovasi tahun ini ada dua program, yakni program layanan publik dan pemerintahan. Layanan publik bernama program Sedulur. Sedangkan layanan pemerintahan bernama Sampean,” jelasnya.

Sedulur merupakan akronim dari Sistem Elektronik Terpadu Layanan untuk Rakyat. Sementara itu, Sampean merupakan akronim dari Sistem Administrasi Manajemen Pemerintahan. (din)

Jumat, 14 Januari 2022

Hasil Rapat Kerja Komisi I DPRD Kota Cirebon Bersama DPUTR Bongkar Menara Telekomunikasi Tak Berizin

CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon mendorong kepada dinas teknis untuk segera membongkar menara telekomunikasi yang tak berizin.

Hal itu disampaikan melalui rapat kerja Komisi I bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Satpol PP Kota Cirebon, di Griya Sawala gedung DPRD, Jumat (14/1/2022).

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH meminta kepada dinas terkait untuk segera membongkar sejumlah menara telekomunikasi yang sudah habis masa izin operasionalnya.

Termasuk mendata ulang menara-menara yang diduga tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), kondisinya sudah tua, serta dapat membahayakan warga sekitar.

Dani menjelaskan, hasil rapat bersama DPMPTSP, DPUTR dan Satpol PP, terkait keberadaan menara di RW 09 Cibogo, diketahui tidak berizin. Oleh karena itu, Komisi I meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan pembongkaran.

Terkait menara di RW 11 Gang Menur, Komisi I meminta agar SKPD terkait segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan mengonfirmasi izin operasional kepada pemilik atau perusahaan provider.

Komisi I DPRD sejalan dengan permintaan masyarakat untuk dilakukan pembongkaran karena lokasinya di tengah permukiman. Sementara untuk di RW 7 Cangkring, pemilik segera menempuh mekanisme aturan berlaku. Jika ingin melanjutkan maka harus mengubah IMB.

“Apabila ingin melanjutkan izinnya, perusahaan segera berkomunikasi dengan warga sekitar. Karena kondisinya tidak terawat. Mohon segera dirapikan. Ini juga menyangkut keselamatan masyarakat,” terang Dani.

Saat rapat berlangsung, Kepala Seksi Pengawasan Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Cirebon, M Rahmat Hidayat menyampaikan, sejauh ini terdapat tiga menara yang dipersoalkan warga.

Ketiganya yakni di RW 9 Cibogo Kelurahan Argasunya, di RW 11 Gang Menur Kelurahan Kesambi, dan di RW 7 Kelurahan Cangkring. (din)

Kamis, 13 Januari 2022

Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Bangga Di Vaksin

Aisyah S.A, Kelas 2 (dua) SDN Pelandakan 1, Kota Cirebon, saat menunjukkan Kartu sudah divaksin, Kamis (13/1/2021).


FOKUS CIREBON - Program perdana vaksinasi usia 6 - 11 tahun, mulai digelar pemerintah ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon. Program vaksin ini disambut baik pihak sekolah, seperti di SDN Pelandakan 1, yang berada di Jalan Pelandakan, Kota Cirebon, Kamis (13/1/2021).

Siswa kelas 2 (dua) SDN Pelandakan 1, Aisyah S.A dengan bangga menunjukkan satu lembar kartu bukti telah di vaksin. Asiyah menunjukkan surat tersebut dengan rasa bangga saat akan diambil gambarnya.

"Saya sudah di vaksin, alhamdulillah," ujar Aisyah bangga sambil menunjukkan kartu bukti sudah di vaksin ke media.

Vaksin di SDN Pelandakan 1, Kota Cirebon, merupakan program perdana sekolah setelah pemerintah mengeluarkan program vaksin untuk usia 6 sampai 11 tahun.

Sementara itu, di lokasi kegiatan, para siswa SDN Pelandakan 1 didampingi orang tua, satu persatu mulai dipanggil untuk di vaksin. Kegiatan tersebut dimulai dari Kelas 1 (satu) hingga kelas 3 (tiga). 

Menurut informasi, kegiatan tersebut dibagi ke dalam beberapa kegiatan, sehingga tuntas programnya di kelas 6 (enam).

"Semua siswa di vaksin, dan kami orang tua ikut mendampingi. Vaksin ini sangat membantu bagi pencegahan penyebaran virus Covid 19, mudah-mudahan, seluruh siswa SDN Pelandakan 1 selalu sehat," terang salah satu orang tua siswa saat dimintai komentarnya terkait program vaksin di SDN Pelandakan 1. (Heri)






Rabu, 12 Januari 2022

Pasar Mertapada Kulon Diresmikan, Bupati Imron Kagum dan Bisa Menjadi Pasar Percontohan

Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi saat meresmikan Pasar Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.


ASTANAJAPURA, FC-  Rampungnya pembangunan Pasar Desa Mertapada kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pasca direvitalisasi menjadi pasar modern, diresmikan langsung oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi. M.Ag, Rabu (12/1/22).

Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut, Anggota DPR-RI Komisi VIII, Selly Andriany Gantina, unsur Kecamatan Astanajapura, Ketua FKKC beserta perwakilan kuwu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pedagang serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Imron mengaku kagum dengan konsep yang diusung dan fasilitas yang diberikan Pasar Desa Mertapada kulon ini sangat baik dan layak. 

Menurutnya, dengan fasilitas yang ada ini tentunya bisa menjadi pasar desa percontohan bagi desa-desa yang ada  di Kabupaten Cirebon dan sekitarnya yang ingin merevitalisasi pasar desanya.

Imron juga menjelaskan, setelah diresmikan, tentunya pasar Desa Mertapada kulon ini bisa segera beroperasi sesuai peruntukannya. Untuk itu para pedagang di sini, harus  mampu menjaga kualitas dan mutu serta harga barang dagangannya, sehingga masyarakat sekitar pun akan menjadikan pasar tersebut sebagai rujukan

"Dengan demikian masyarakat Desa Mertapada Kulon dan sekitarnya  tidak harus  pergi ke kota untuk mencari barang yang dibeli, karena di sini sudah ada dan tersedia," paparnya 

Selain itu Imron pun berpesan kepada pengurus maupun  para pedagang yang menempati pasar Desa Mertapada kulon ini harus memelihara pasar ini baik baik, baik keamanan kenyamanan pengunjung dan terpenting segi kebersihan pasar itu sendiri, sehingga tidak lagi menjadi pasar yang kumuh.

"Artinya jika pasar ini bersih dan nyaman, maka pedagang itu sendiri akan diuntungkan," katanya 

Sementara menurut pelaksana pembangunan pasar Desa Mertapada kulon Waspodo Adi Mulyo menyampaikan program revitalisasi pasar tradisional mertapada kulon yang dilaksanakannya ini, menggunakan konsep swakelola.

Menurutnya ini merupakan wujud nyata optimalisasi peran pemerintah desa, dalam mengelola pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dikatakan pula, selama proses pembangunan selama delapan bulan berjalan, pihaknya benar benar membangun dengan hati, dan tidak ada pengurangan material maupun struktur  bangunannya.

"Kami bangun pasar ini dengan hati, sehingga apa yang kami bangun bisa awet dan tahan lama," ungkapnya 

Dirinya pun berpesan agar apa yang sudah di bangun ini agar dirawat baik baik, jaga lingkungan pasar tetap bersih, dengan demikian pasar yang sudah bagus ini tidak lagi menjadi pasar yang kumuh.

Untuk itu pihaknya tidak menyediakan tempat penampungan sampah di sekitar pasar, namun kami telah menyediakan kendaran untuk mengangkut sampah dari lokasi pasar ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan itu bisa dilakukan setiap hari sehingga tidak ada tumpukan sampah di pasar tersebut.

Dijelaskan, ada beberapa kriteria bagi desa desa di kabupaten Cirebon yang ingin membangun pasar seperti Pasar Desa Mertapada kulon salah satunya yakni, adanya bentuk pasar terlebih dahulu beserta adanya pedagang yang potensial, dan bangunan itu harus berdiri di tanah milik desa dan tidak akan membangun pasar desa yang baru.

"Kalau soal harga kami siap bersaing dengan yang pelaksana lainnya, karena kami memberikan harga yang sangat murah, makanya sudah ada beberapa desa yang siap bekerjasama dengan kami," pungkasnya.  (im)



Di Halaman Kantor Desa, Bupati Subang Melantik Kepala Desa Cikadu

Pelantikan Kepala Desa Cikadu terpilih, Herman oleh Bupati Subang.


FOKUS SUBANG - Bupati Subang, H. Ruhimat melantik Kepala Desa Cikadu, Herman sebagai Kepala Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Rabu (12/1/2022).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang masa periode 2022-2028, berlangsung di halaman Kantor Desa Cikadu.

Pelantikan yang langsung dihadiri bupati dan wakil bupati, juga hadir Asda 1, Kepala Dispemdes, serta unsur Muspika Kecamatan Cijambe.

Dalam sambutanya Bupati Subang percaya kepada kepala Desa Cikadu bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara lurus dan sejujur jujurnya. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari penjabat kepala desa yang lama kepada kepala desa terpilih yakni herman. 

Kepala Desa Cikadu terpilih, Herman memberikan salam hormat dan rasa terimkasih kepada bupati dan wakil bupati serta Asda 1, beserta seluruh unsur muspika dan para tokoh dan masyarakat Desa Cikadu.

Herman mengungkapkan, rasa gotong royong dan tali silaturrahmi masyarakat Desa Cikadu yang sudah terjalin baik sejak di masa pemilihan sampai pelantikan, diharapka tetap harus dijaga.

"Bahwasanya semua warga Desa Cikadu semuanya adalah warga kami dan kami tidak akan membedakan satu sama lainya," ujar Herman. (Her)

Komisi VIII DPR-RI Selly, Keluarga Penerima Manfaat BPNT Boleh Ambil Uang Tunai

Anggota DPR RI, Selly Andriany Gantina, saat menyapa salah satu penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/1/22). 



LEMAHABANG, FC - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, melakukan monitoring pendistribusian penambahan  kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial, bertempat di kantor Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/1/22).

Selly, menyampaikan, Dirinya 
mendapatkan instruksi dari Kementerian Sosial (Kemensos)  ternyata masih ada kendala dalam  pendistribusian penambahan kartu KKS untuk wilayah Kabupaten Cirebon, yang belum tersalurkan kepada penerima manfaat, padahal batas akhir pembagian KKS hingga 14 Januari 2022.

Bahkan menurut Selly, hal tersebut bukan saja terjadi di Kabupaten Cirebon saja, namun Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu pun sama pendistribusian KKS banyak yang  belum tersalurkan kepada KPM

Lanjutnya, untuk Kabupaten Cirebon sendiri ada sebanyak 22 ribu KKS, sementara untuk Kota Cirebon ada  sebanyak tiga ribu KKS, dan untuk Kabupaten Indramayu  terdapat lima  ribu KKS yang belum didistribusikan atau dibagikan kepada penerima manfaat.

"Waktu pembagian kartu ini  sangat mepet, kalau sampai  batas akhir belum dibagikan, maka  uang tersebut  akan kembali masuk ke kas negara, dan ini juga dianggap sebagai wanprestasi bagi Bank Himbara," paparnya

Dikatakan Selly, untuk di Kabupaten Cirebon sendiri saat ini ada sebanyak 15 ribu KKS yang sedang di saluran di beberapa wilayah, sementara ada sisa  sekitar 7 ribu dari total KKS yang belum disalurkan tersebut, dan itu mungkin besok bisa disalurkan.

"Saya optimis, Insyaallah, besok sisanya bisa tersalurkan  sesuai target,"  ucapnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Selly mengaku, Dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak  Bank BNI Cirebon untuk memastikan pendistribusi kartu KKS bisa dilaksanakan tepat waktu, sekaligus mengantisipasi manakala ada kendala dalam pelaksanaannya.

Dijelaskannya, saat ada beberapa  rekening  yang memang ATMnya kosong,  kita sudah bekerja sama dengan para pejuang muda kemudian para pendamping PKH, maupun TKSK  yang ada di lapangan, agar mulai mendata,  data mana saja  yang kosong dan itu akan dikoordinasikan dengan bank BNI maupun Kementerian Sosial, sehingga  tidak menyebabkan kepanikan kepada penerima manfaat

Dijelaskannya kalau adanya kendala keterlambatan, mungkin kemarin itu ada beberapa kebijakan di mana sebetulnya ada kebijakan pemerintah daerah yang berbeda-beda, dan hal ini yang  menjadi catatan kami selaku anggota Dewan Perwakilan yang ada di daerah, menurutnya  ada kebijakan kabupaten/kota yang berbeda-beda, sebetulnya bank himbara seharusnya  mematuhi  aturan Kementerian Sosial, dan tidak harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.

" Ya karena  tugas kabupaten dan  kota termasuk saya pribadi selaku wakil rakyat, adalah untuk  mengawasi program tersebut berjalan atau tidak," imbuhnya 

Selly pun mengatakan saat  menyalurkan ternyata ada kebijakan bank BNI yang menyangkut teknis, dan kemudian mereka berkoordinasi dengan Pemda, dan setiap daerah berbeda dalam mengambil kebijakan. Salah satunya  kalau di Kabupaten Indramayu sendiri  mereka membuat kebijakan yang tegas 

"Tidak  mau tahu bahwa uangnya belum masuk ke rekening atau tidak,itu  tugas bapak untuk menyalurkan di  Kabupaten Indramayu, sehingga sisa yang belum tersalurkan hanya sedikit, sementara untuk di Kabupaten Cirebon sendiri, Pemda  tidak mau ambil resiko, nantinya dikhawatirkan terjadi cheos di masyarakat," tandasnya.

Selly pun menyoroti permasalahan mengenai kualitas dan kuantitas Komoditi BPNT, dan ini bukan saja terjadi di Cirebon, tetapi di seluruh Indonesia sehingga Kementerian Sosial maupun pemerintah pusat membuat kebijakan,  akhirnya dibuatlah Pepres nomor 63 tahun 2017 pasal 5 pasal 5 ayat 1 poin d disitu menyatakan bahwa salah satunya bisa diambil dalam bentuk  uang cash, jadi tidak harus berbentuk barang, artinya setiap warga yang mau mengambil uang BPNT boleh, dan  tidak harus membelikan atau mengambil komoditi di e-warong.

"Boleh, kan ada aturanya , bisa saja di belanjakan di pasar atau lainnya, itu kan hak mereka," katanya

Dalam kesempatan tersebut, Selly pun  memberikan edukasi  kepada masyarakat, terkait mekanisme penyaluran BPNT, bahkan Dirinya berharap ke depannya akan dibuat semacam panduan panduan, yang nantinya panduan tersebut akan di tempel di kantor desa maupun di tempat e-warong, sehingga masyarakat mengetahui aturan dan mekanisme dalam penyaluran BPNT, 

"Selama ini kan banyak warga yang di takut-takuti, kalau ini nggak diambil nanti hangus, jadi harus diambil, bahkan sebagian dikolektifkan oleh oknum, jadi KKS itu tidak boleh dipindah tangankan, itu kan nggak bener  dan sudah menyalahi," jelasnya 

Ditegaskan Selly kalau pun ada yang masih memaksakan kehendaknya, bahkan ada e-warong yang nakal, dan mengarahkan ke tindakan pidana, ini  harus ditindak tegas, kalau perlu nanti mesin edisinya akan direkomendasikan untuk ditarik, untuk itu nanti akan di lampirkan nomor layanan  pengaduan.

"Kalau ada laporkan saja, toh sudah  banyak yang  dilaporkan ke kepolisian dan diproses," pungkasnya. (im).

Wakil Walikota Cirebon Resmikan Sekretariat FPB Panjunan Kota Cirebon

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati saat menggunting pita tanda peresmian Sekretariat Forum Panjunan Bersatu (FPB) sebagai wadah aspirasi bagi masyarakat Kelurahan Panjunan.

FOKUS CIREBON – Usai peresmian gunting pita, Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menyatakan, Forum Panjunan Bersatu (FPB) diharapkan menjadi wadah penghimpun aspirasi bagi masyarakat di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

“Semoga jadi jembatan bagi masyarakat Panjunan,” kata Dra. Hj. Eti Herawati usai meresmikan Sekretariat FPB di Jalan Sisingamangaraja, Rabu (12/1/2022). 

Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tengah bersinergi dengan pemerintah pusat dalam program Kotaku di Kelurahan Panjunan. Ini merupakan program pengentasan kawasan kumuh bersumber dari loan Islamic Development Bank (IsDB)/Dipa APBN melalui Kementerian PUPR.

“Penataan dilakukan di RW 01 dan RW 10 dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar,” ujarnya.

Dibutuhkan sinergi antara Pemda Kota Cirebon dengan FPB agar program tersebut berjalan sukses. Dia yakin, masyarakat akan merasakan manfaat dari program Kotaku.

“Tanpa ada dukungan dari mayarakat setempat, Kotaku di Kelurahan Panjunan sulit terwujud,” katanya.

Resmikan Sekretariat FPB, Wakil Wali Kota Ajak Sukseskan Program Kotaku

Sinergitas, lanjut Eti, bukan hanya dalam program Kotaku, namun program lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, program Pemda Kota Cirebon tidak berjalan optimal. (din)