Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 05 April 2022

Pemda Kota Cirebon Yakin IKM dan UMKM Bakal Kembali Menggeliat

 

CIREBON, FC – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian, termasuk bagi para pelaku Industri Kecil Menegah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Cirebon.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.IP,. M.Si., mengakui, sejak pandemi terjadi di Kota Cirebon, pelaku usaha turut merasakan dampak yang sangat signifikan.

“Kami bersyukur saat ini kondisinya mulai mereda. Saya yakin saat ini pelaku usaha seperti IKM dan UMKM terus menggeliat,” ungkap Iing, Selasa (5/4/2022).

“Meskipun saya belum menghitung secara statistik, namun diyakini saat ini dalam kondisi yang baik,” tambahnya.

Guna mendukung kebangkitan IMK maupun UMKM, Iing mengaku, pihaknya memberikan program khusus, yakni pelatihan wirausaha go digital bagi pelaku UMKM.

Pelatihan itu sudah berjalan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon. Diharapkan dapat semakin meningkatkan geliat IKM maupun UMKM.

“Untuk UMKM, kami sedang memberikan pelatihan wirausaha go digital. Beberapa UMKM sudah ikut latihan kewirausahaan. Pelatihan ini juga berkelanjutan,” tuturnya.

Sedangkan untuk IKM, Iing menyebutkan, pihaknya sudah menyusun konsep program dan masih dalam tahap komunikasi dan pemantapan dengan pihak lain. Namun intinya, pihaknya ingin memaksimalkan potensi produk IKM yang sudah ada di Galery IKM.

“Banyak yang perlu dimaksimalkan. Misalnya katalog produk, baik secara fisik maupun online. Selain itu juga masih banyak. Tapi ujungnya kita ingin branding seperti mal,” jelasnya.

Masih dikatakan Iing, upaya memaksimalkan potensi UMKM dan IKM ini memang cukup panjang, namun pihaknya akan terus berupaya agar semua rencana program bisa berjalan dengan baik.

“Kita juga tidak bisa sendirian dalam menggali potensi UMKM dan IKM, perlu ada komunikasi dengan jejaring atau pelaku usaha lain. Hal itu sangat membantu program kita,” Tutur Iing.

Perlu diketahui, saat ini jumlah UMKM yang tercatat sebanyak 2.083. Sedangkan IKM mencapai 1.028 industri. Jenis produk yang diproduksi adalah olahan makanan dan minuman, kerajinan yang meliputi aksesoris, lukis, topeng, batik. Kemudian ada fashion yang meliputi batik dan kaos. (Heri)

Senin, 04 April 2022

Pengurus Cabang Korps PMII Putri Cirebon Adakan Audensi dengan Komisi IV DPRD Kab Cirebon

CIREBON, FC - Pengurus Cabang Korps PMII Putri (KOPRI) Cirebon mengadakan audiensi terkait Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon dan DP3AKB Kab.Cirebon, Senin (4/4/2022).

Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Banggar DPRD Kab.Cirebon Pukul 10.00-11.30 WIB.

Ketua KOPRI PC.PMII Cirebon, Kamaliyah Qurroul Fuadah mengatakan, audiensi ini dilandasi atas dasar banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak serta kurangnya ruang aman sebagai perlindungan terhadap korban kekerasan di Kab.Cirebon.

"Karena saat ini kasus tersebut setiap hari jumlahnya kian banyak dan korban pun seakan enggan melapor terhadap dinas terkait. Kasusnya pun bermacam-macam, di antaranya kasus kekerasan seksual, KDRT, juman traficking, dan perkawinan anak," katanya.

Kamaliyah menjelaskan, jika dilihat dari usia, korban kekerasan didominasi  anak-anak mulai dari 6 hingga 13 tahun. Terdapat pula balita dengan rentang usia 0-5 tahun, remaja di usia 13 sampai 24 tahun dan dewasa di usia 24 hingga 40 tahun ke atas.

"Menurut data dari Kabid PPA DP3AKB Kab.Cirebon Ibu Hj. Ida Laila Rupaida, korban dan pelaku kebanyakan memiliki hubungan yang dekat, seperti keluarga dan teman maupun tetanga. Sementara akses layanan dari mulai kesehatan, hukum dan psikologis. Di Wilayah Kabupaten Cirebon, layanan tersebut masih terbatas," ucapnya.

Ia menjelaskan, dari PPA DP3AKB Kab. Cirebon sendiri telah Mendorong Kemen PPA agar di berikan rumah aman yang layak bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

"Khusus untuk korban kekerasan seksual, dibutuhkan pemulihan psikologis yang tidak berbatas waktu karena lukanya seumur hidup. Trauma pun bisa muncul tiba-tiba sepanjang hidup korban, dab juga masih minimnya Psikolog Klinis Yang ada Di Kab. Cirebon," kata Kamaliyah.

Lebih lanjut, Kamaliyah mengatakan bahwa korban kekerasan seksual usia dewasa saat ini masih sulit untuk mengakses layanan hukum. Hal itu menunjukan bahwa program perlindungan terhadap perempuan belum sepenuhnya dirasakan korban.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cirebon, Siska Karina menyampaikan, audiensi ini sebagai Pansus dalam mendorong regulasi terkait perubahan mendengar tanggapan yang disampaikan Kopri PC PMII Cirebon dalam penanganan kasus tersebut.

Selain itu, auidensi ini menurutnya sebagai upaya mendorong Komisi IV DPRD agar segera mengsahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus. 

"Kami juga meminta agar DPRD Kab. Cirebon memainkan perannya untuk monitoring implementasi Perda No 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Legislatif pun diharap mendukung dan mendorong lahirnya kebijakan penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismiyah Yusuf, Selaku Anggota Komisi IV mengatakan, pihaknya juga mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. 

"Tentunya ini sangat miris, di wilayah Kabupaten Cirebon kasus kekerasan dan pelecehan seksual kebanyakan dilakukan oleh orang-orang terdekat, bahkan tokoh masyarakat dan tokoh agama," katanya.

Dalam audiensi ini, pihak KOPRI Cirebon juga meminta dalam pembaruan Perda No 1 Tahun 2018 Komisi IV Agar memasukkan Permendikbud No 30 Tahun 2021 Tentang Satgas Kekerasan Seksual di kampus.

Hal itu mengingat banyaknya kampus yang ada di Kabupaten Cirebon dan juga bisa bersinergi antara DP3AKB Kab. Cirebon dan Kota Cirebon.

Fokus utama dari audiensi ini agar bisa memberikan perlindungan secara psikologis dan payung hukum bagi korban guna meminimalisir angka kekerasan terhadap perempuan dan Aaak baik di kalangan masyarakat umum, pelajar dan juga mahasiswa. (FC/Fas)

Minggu, 03 April 2022

Al-Hikmah Education Luncurkan Aplikasi Belajar, FSLDK Cirebon Raya Siap Dukung Siswa Masuk Kampus

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Cirebon Raya siap dukung Al-Hikmah Education dalam peluncuran aplikasi belajar siswa untuk masuk perguruan tinggi. Minggu (3/04/2022). 

CIREBIN, FC - Bimbingan belajar tes untuk masuk perguruan tinggi amatlah begitu dicari oleh siswa dalam melakukan persiapan menghadapi UTBK SBMPTN beserta Ujian Mandiri masuk kampus. 

Tapi menurut FSLDK Cirebon Raya bahwa persiapan belajar siswa bukan hanya satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan untuk mereka masuk kepada perguruaan tinggi tapi begitu banyak karena butuh pengalaman yang harus dibagi. 

"Pengalaman saya dan anggota FSLDK cirebon raya harus dibagikan kepada calon mahasiswa baru. Saya sangat senang bekerja sama dengan Al-Hikmah Education semoga semakin terus berkelanjutan kerjasama ini." Ucap Suhanton Sebagai Ketua FSLDK Cirebon Raya dalam wawancaranya melalui via Whatsapp 

Bimbingan belajar Al-Hikmah Education ini juga bukan hanya terfokus kepada belajar saja tapi membagi pengalaman cara masuk kepada perguruan tinggi yang diinginkan serta yang paling utama adanya pengingat fitur doa dan nilai keislaman untuk melancarkan aktifitas belajar mengahadapi ujian UTBK. 

"Aplikasi ini bukan terfokus kepada belajarnya siswa dalam menempuh pemahaman soal saja. Karena itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk menempuh jalan kelulusan. Fitur pembagian pengalaman dan adanya nilai keislaman juga diterapkan dalam aplikasi ini. Semoga ini menjadi kebermanfaatan dakwah kami." Kata Fakih Fadilah selaku Head Of Marketing & Public Relation Al-Hikmah Education. 

Bimbingan belajar ini menjadikan suasana belajar yang berbeda karena ada nilai yang dibagi secara mendalam dan sesuai dengan karakter mayoritas masyarakat. 

"Prospek Al-Hikmah Education dalam peluncuran aplikasi belajar ini sangat jelas dapat membantu adik adik yang mau melanjutkan kepada perguruan tinggi. Nilai keislaman akan menampilkan suasana dakwah secara nyata. Semoga ini memberikan kebermanfaatn yang besar bagi daerah kami." Tutup Suhaton dalam wawancaranya. (FC/rls)

Sabtu, 02 April 2022

Di Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Bupati Sentil Moral dan Etika Pejabat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, meminta kekompakan antara eksekutif dan legislatif. Hal itu harus dilakukan bersama-sama dalam membangun Kabupaten Cirebon. Bagaimanapun, dengan kekompakan antara eksekutif dan legislatif, maka pembangunan Kabupaten Cirebon akan bisa terlaksana dengan baik. Demikian dikatakan Bupati Imron, saat rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540 di Gedung DPRD setempat, Jumat kemarin (1/4/2022).

Imron menjelaskan, Pemkab Cirebon bertekad dalam menjalankan visi misi daerah dan tema nasional hari jadi, yaitu Cirebon Maju Bersama Menuju Indonesia Berakhlak. Untuk itu, nilai-nilai ASN yang berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal dan kolaboratif harus benar-benar dijaga dan dijalankan.

"Ini pesan Presiden yang meminta ASN memegang teguh nilai-nilai dasar, serta mempunyai semboyan yang sama dalam menjalankan tugasnya. ASN harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ungkap Imron.

Momentum hari jadi tersebut, lanjut Imron, juga mengambil tema kearifan lokal, yang artinya cirebon menebar kasih sayang kepada sesama makhluk. Inilah cita-cita mewujudkan kabupaten yang lebih baik, karena ucapan dan tingkah laku pejabat harus selaras. Jangan sampai omongan hanya basa basi, sementara tindakannya juga berbeda.

"Kita harusnya malu, Kabupaten Cirebon berada pada level bawah dalam segala hal. Untuk itu, perbaiki akhlak kalian sebagai ASN. ASN tidak boleh terkotak-kotak," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar yang diwakili oleh Dicky Sahromi, meminta Pemkab Cirebon untuk mempersiapkan SDM yang mumpuni untuk menghadapi persaingan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Diusianya yang sudah 540 tahun, harusnya Kabupaten Cirebon perkembangannya sudah jauh diatas kabupaten lainnya yang ada di Jawa Barat.

"Memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Pemkab Cirebon. SDM harus berkualitas, karena harus bisa bersaing pada era globalisasi seperti sekarang ini," kata Dicky.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi menilai, momentun Hari Jadi Kabupaten Cirebon bisa dijadikan pembelajaran semua pihak. Saat ini, Kabupaten Cirebon memang IPM-nya masih dibawah beberapa wilayah lainnya yang ada di Jawa Barat. Namun dirinya yakin, Kabupaten Cirebon bisa bangkit, dan bisa mengejar ketertinggalan.

"Geliat pertumbuhan ekonomi mulai membaik. Wilayah kita mulai dilirik oleh investor, dan ini menandakan potensinya sangat luar biasa," kata Luthfi usai acara.

Luthfi menambahkan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif memang sangat diperlukan. Ini supaya pembangunan di Kabupaten Cirebon bisa kondusif, sehingga visi dan misi Bupati Cirebon bisa tercapai. 

"Kabupaten Cirebon itu usianya sudah 540 tahun. Sebuah usia yang cukup matang untuk bisa berkembang, melebihi daerah lainnya. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik lagi," tukasnya. (Bam)

Semaan Al Qur'an dan Istighosah, Akhir Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540

CIREBON, FC - Di penghujung rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-540, Pemkab Cirebon mengadakan acara Semaan Al Qur'an, atau istilah lainnya menyimak Tahfiz Qur'an serta Istighosah, bertempat di ruang Paseban, Sabtu (2/4/2022). Namun karena situasi yang masih pandemi, pelaksanaannya dilakukan secara sederhana.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Imron, dihadapan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kapolres, Dandim, Kepala dan sekretaris seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, agenda Semaan Al Qur'an dan Istighosah juga bertepatan menyambut bulan suci Ramadhan.

"Bagaimanapun, Cirebon didirikan oleh para wali yang paham dengan agama Islam. Saya meminta semua pihak, terlebih kepada ASN, yang ada di Kabupaten Cirebon untuk bisa meneladani nilai-nilai islam yang sudah ditanamkan para wali dalam membangun Kabupaten Cirebon," ungkap Imron.

Imron meminta semua pihak untuk tetap waspada, karena agama islam sering dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, perlu pemahanan mendalam tentang islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Cirebon dan berdirinya Kabupaten Cirebon, dibangun oleh prinsip-prinsip agama islam yang luar biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kita menghadapi era globalisasi. Disinilah, kita perlu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk bisa memelihara kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khusus untuk ASN, sudah ada koridor dan aturan dalam menyikapi persoalan yang ada saat ini. 

Sementara ketua Panitia, Ronianto, mengaku rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon berjalan dengan lancar. Meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun tidak menghilangkan kekhidmatan dalam setiap rangkaian acara yang sudah dijalankan.

Dirinya berharap, dengan momentum hari jadi, menjadi bahan evaluasi semua pihak untuk bisa lebih memajukan Kabupaten Cirebon lebih baik lagi. Bagaimanapun, potensi Kabupaten Cirebon sangat luar biasa dan bisa bersaing dengan Kabupaten lain, khususnya di Jawa Barat.

"Seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan sukses. Mudah-mudahan Kabupaten Cirebon akan lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan kabupaten lainnya," tukas Ronianto. (din)

Melalui Forum FGD, LP2M Gagas Pembentukan KERIS, IAIN Cirebon Siap Bangun Budaya Riset

KEGIATAN FGD : LP2M hadirkan Narasumber Prof Dr H.M. Arskal Salim GP, dalam rangka membangun budaya riset dan budaya sastra, dengan membentuk KERIS.


CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai unit kerja yang mengelola Riset atau Penelitian, memiliki tanggungjawab terhadap pengembangan riset di kampus. Tugas Pengelolaan riset ini lebih tepatnya menjadi tupoksi Pusat Penelitian (Puslit) di bawah naungan unit kerja LP2M. 

Tahun 2022 ini, sebagai bentuk pengembangan riset di kampus Puslit di bawah komando Dr. Budi Manfaat, M.Si membentuk Kelompok Riset yang disingkat KERIS. Kelompok Riset ini merupakan kelompok Peneliti yang dibagi menjadi beberapa kelompok kajian dalam rangka menemukan, menyelesaikan berbagai persoalan/bidang secara menyeluruh dengan berbagai produk luaran yang dihasilkan.

Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut, LP2M pada Jumat (01/04/2022) mengadakan forum Focus Group Discussion (FGD)  sebagai bentuk sosialisasi dengan menghadirkan Prof. Dr. H. M. Arskal Salim GP, M.Ag (Kepala Pusat Litbang LKKMO Kemenag RI) sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Budaya Riset dan Budaya Sastra”

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua LP2M Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag, beliau menyampaikan apresiasi kepada Kepala Puslit LP2M IAIN Syek Nurjati Cirebon yang telah menggagas terbentuknya KERIS ini.

 “Dengan terbentuknya Kelompok Riset (KERIS) ini, akan mendorong Budaya dan kualitas dan kepakaran Riset dan  akan terpetakan sesuai dengan wilayah kajian riset,” ujar Ahmad Yani. 

Yani juga menyampaikan bahwa IAIN Syekh Nurjati secara potensial memiliki guru besar yang cukup memadai untuk mendukung dan berkontribusi dalam membangun Budaya Riset melalui KERIS ini. Jika sudah terbentuk dan legalitas formal sudah selesai, maka KERIS ini sudah akan mulai berjalan di tahun 2023.

Kegiatan dilanjut dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Prof. Arskal Salim, beliau adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kemenag RI. 

Menurut Arskal Salim, pentingnya membentuk KERIS ini, karena akan mendorong meningkatnya riset kampus dan memungkinkan adanya penggabungan atau intradisipliner, interdisipliner, dan multidisiplin dalam riset tersebut. 

Demikian terkait dengan kesenioritasan dalam Riset, “Senioritas dalam Riset tidak dilihat hanya dari Kepangkatan atau Jabatan Fungsional saja, Dosen bisa disebut sebagai senior jika memiliki karya riset yang berkualitas nasional maupun Internasional” ungkapnya.


Arskal Salim lagi juga menekankan bahwa tema yang akan dijadikan sebagai landasan KERIS ini, tema atau wilayah Kajiannya bisa disesuaikan dengan empat tema besar Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) tahun 2018 – 2028, yakni; Studi Islam, Prularisme dan Keagamaan, Integrasi Keilmuan, dan Kemajuan Globalisasi.

“Dengan mengacu empat tema atau wilayah kajian ini, KERIS secara legalitas ada dasar hukum yang melandasi yakni Surat Keputusan Dirjen Pendis No. 6994/2018” tandasnya. (din)

Jumat, 01 April 2022

Usai Tandatangani Prasasti dan Peresmian Nama Jalan, Bupati Kian Kencang Kritik Sikap Pejabat

CIREBON, FC - Jadi Kabupaten Cirebon yang ke-540, sepertinya dijadikan moment oleh Bupati Imron untuk melakukan evaluasi kepada bawahannya. Tercatat, tiga kali bupati melontarkan teguran yang cukup keras. Pertama, saat rapat paripurna. Sementara teguran kedua dan ketiga dilontarkan saat melakukan  penandatanganan prasasti dan peresmian nama jalan yang berlokasi di Watubelah, Jumat (1/4/2022).

Pada saat rapat paripurna, dengan tegas Imron meminta supaya akhlak para pejabat, lebih diperbaiki lagi. Jangan sampai, ucapan dan kata hati tidak sesuai dengan kenyataan. Saat itu Imron meminta, supaya komentar yang dilontarkan pejabat bukan basa basi. Sementara tindakannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hal itu kembali dilontarkan Bupati saat penandatanganan prasasti dan peresmian nama jalan yang berlokasi di Watubelah. Imron mengaku heran dengan sikap kebanyakan Kepala Dinas yang jarang melakukan koordinasi dengan dirinya, terlebih urusan proyek.

"Tadi saya ngobrol dengan media. Laporan yang saya terima, banyak Kadis yang mengaku gamang dan bimbang ketika melaksanakan kegiatan. Lah, laporan ke saya saja tidak pernah ada. Harusnya segera laporkan ke saya supaya dicari solusinya," kata Imron.

Kembali Imron mengakui, sampai saat ini Kepala Dinas sangat lemah melakukan koordinasi dengan dirinya. Padahal, dia sudah memberikan kebebasan kepada mereka melakukan terobosan di lapangan, yang sesuai dengan aturan. Justru dengan begitu, mereka terkesan menutup-nutupi persoalan sebenarnya.

"Saya ini welcome menerima masukan terlebih dari semua kepala SKPD. Pak Sekda saja terlihat santai-santai saja seperti tidak ada masalah. Tidak mungkin media pada lapor ke saya kalau di lapangan tidak ada masalah. Buktinya, banyak kepala SKPD yang tidak pernah koordinasi dengan saya," ungkap Imron.

Imron menyebutkan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon, tetap menjadi skala prioritas. Untuk itu, dirinya meminta semua OPD yang mempunyai kegiatan fisik untuk berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan. Bila sesuai prosedur, jangan takut untuk menyerap dan melaksanakan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Iwan Rizki mengatakan, untuk skala prioritas peningkatan jalan pihaknya hanya mampu mengerjakan sekitar 60 km jalan dan 14 jembatan.

Sedangkan kondisi jalan di kabupaten yang masuk dalam kategori mantap, ada sekitar 83 persen dari total panjang jalan 1.000 kilometer lebih. Sedangkan jalan yang masuk dalam kondisi rusak ada sekitar 17 persen. Sedangkan anggaran untuk peningkatan jalan, hampir Rp129 milliar.

"Kita tetap melakukan skala prioritas, baik peningkatan jalan dan jembatan atau pada bidang sumber daya air. Kami harus menghitung dengan anggaran yang kami terima dan tidak mungkin memperbaiki semuanya, karena anggaran terbatas," tukasnya. 

Sementara, nama jalan yang diberikan bupati pada ruas jalan Watubelah-Pejambon adalah  jalan Ki Bagus Rangin. Nama tersebut diambil sebagai bentuk penghargaan pahlawan Cirebon dan pahlawan nasional, yang memimpin perlawanan pada penjajahan kolonial Belanda  pada tahun 1802-1818. Perlawanan tersebut, dikenal dengan istilah "Perang "Kedongdong. (din)

Pembangunan Terminal Type B di Ciledug Resmi Dimulai

CILEDUG, FC - Pembangunan Terminal Tipe B di Ciledug Kabupaten Cirebon secara resmi dimulai. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan oleh Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, mewakili Wakil Gubernur Jabar yang hadir secara zoom meeting. 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, pembangunan Terminal Ciledug ini, salah satunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

"Selain itu, diharapkan juga memberikan efek domino lainnya dalam hal perekonomian dan pendapatan daerah," ujar Uu, Kamis (31/03/2022). 

Uu berharap, pemerintah Kabupaten Cirebon nantinya, bisa ikut bertanggungjawab dan menjaga Terminal Ciledug ini dengan baik. 

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjipraningsih, SE, M.Si menuturkan, pembangunan terminal dengan total anggaran sebesar Rp 45,8 milyar ini, akan dibangun diatas lahan seluas 7.924 meter. 

Nantinya, selain dilengkapi dengan fasilitas kedatangan dan keberangkatan penumpang, terminal ini juga akan difasilitasi untuk kaum difabel. "Karena kami ingin terminal ini, ramah pada kaum difabel," ujar Ayu. 

Selain fasilitas tersebut, terminal ini juga nantinya, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sekitar, terutama para pelaku UMKM. 

Oleh karena itu, diterminal ini juga, nantinya akan dibangun fasilitas outlet untuk UMKM, sehingga bisa ikut membantu pengembangan usaha kecil. "Saya berharap, UMKM juga bisa terlibat dalam terminal ini," kata Ayu. 

Ayu juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat, yang membantu merealisasikan pembangunan terminal ini. 

Menurut Ayu, pembangunan terminal di wilayah Cirebon bagian timur ini dirasa sangat penting. Karena saat ini, wilayah Ciledug dan sekitarnya, merupakan salah satu zona industri di Kabupaten Cirebon. "Sehingga kebutuhan untuk konektivitas dan mobilitas sangat tinggi," ujarnya. (Indah)

HMJ HTN Gelar Kegiatan Training Center Sekaligus Lounching Kabinet Darah Juang

CIREBON, FC - Suasana Pembukaan Training Center, Launching Kabinet Darah Juang dan Formasi Hukum yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tatanegara (HMJ HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) bertempat di Poslab TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dengan mengangkat tema "Aktualisasi Diri Guna Menumbuhkan Organisasi Yang Administratif dan Progresif", diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat dan juga membekali pengurus dengan pemahaman administrasi yang lebih baik dalam berorganisasi. 

Ketua Umum HMJ HTN, Fuji Nurrohman mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka membekali pemahaman mengenai ke administrasi dan juga soft skill dalam ranah organisasi.

"Kegiatan Training Center sekaligus Launching Kabinet Darah Juang dan Formasi Hukum ini merupakan langkah awal pengenalan organisasi. Pertama, dalam launching Kabinet Darah Juang kita kenalkan dari segi filosofis yang bermakna Darah berarti Pengorbanan, Merah berarti Keberanian, dan Juang yang berarti Perjuangan. Maka ini bisa di simpulkan sebagai pengorbanan yang memerlukan keberanian untuk sebuah perjuangan. Kedua, dalam launching lembaga Formasi (Forum Minat Mahasiswa) kita jadikan sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi nya terutama dalam bidang intelektual dan hukum. Dalam lembaga Formasi Hukum ini terdapat tiga ruang atau kelas, yaitu : Debat Konstitusi, Pengamat Undang-Undang, dan Seni Olahraga." tutur Fuji selaku ketua HMJ HTN Periode 2022.

Selanjutnya, Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FSEI, Denis Julvana Zidan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesan baik untuk menambah wawasan dalam mengembangkan potensi di bidang intelektual hukum. Maka selaku Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) mendukung agar kegiatan ini agar tetap eksis.

Selain itu, Ketua Jurusan Hukum Tatanegara Asep Saefullah M.H.Si mengatakan dalam sambutannya kegiatan ini penting di laksanakan guna menumbuhkan semangat mahasiswa dalam berorganisasi juga mendukung penuh kegiatan ini berjalan sampai menjadi lembaga besar yang mampu memiliki daya saing. 

Dalam kegiatan Training Center ini, HMJ HTN mengundang dua narasumber yang sangat luar biasa yaitu Rohmawan S.Pd, beliau adalah Koordinator Pusat Senat Mahasiswa PTKIN se Indonesia dan Muhammad Ulyudin, Demisioner Ketua Wilayah FKMTHI Jawa Barat, acara ini di pandu langsung oleh Vivit Rismawati, Sekretaris Umum HMJ HTN selaku moderator. 

Dalam penyampaian materi pertama oleh Muhammad Ulyudin menuturkan bahwa administrasi penting ada dalam organisasi agar kita bisa mengetahui serangkaian aturan dan etika dalam menerapkan tertib administrasi yang sesuai dengan Pedoman Administrasi (PA). 

Materi yang kedua, disampaikan oleh Rohmawan beliau menyampaikan bahwa hal terpenting yang harus di perhatikan dalam organisasi adalah kekeluargaan dan komunikasi, karena organisasi adalah salah satu jalan pengabdian diri kita untuk kebermanfaatan orang sekitar. (FC/rls)

IAIN Cirebon Bersama 6 Perguruan Tinggi di Jawa Barat Peringati HRB dengan Melakukan Penanaman Pohon

PERINGATI HRB : Drs. Imron Rosyadi, MM bersama H Mohamad Arifin, M. Pd.I tengah mengikuti kegiatan HRB Ke 39, bertempat di Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung.


CIREBON, FC - Pranata humas ahli madya Drs. Imron Rosyadi, MM dan pranata humas ahli muda Mohamad Arifin, M. Pd. I mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangka hari Bhakti Rimbawan ke-39 dan penandatanganan MoU yang bertempat di Fakultas Pertanian UNPAD.

IAIN syekh Nurjati merupakan salah satu PTKIN yang aktif dalam hal program penghijauan baik di lingkungan kampus maupun bekerjasama dengan para penggiat penghijauan.

lAIN Syekh Nurjati Cirebon aktif mempublikasikan kegiatan penghijauan mulai permohonan, bibit pohon ke BPDASHL Cimanuk - Citanduy Sampai dengan penanaman pohon.

"Ya, ini merupakan Hari Bakti Rimbawan dan kami ikut serta bersama 6 Perguruan tinggi di Jawa Barat bertempat di kampus UNPAD, juga melakukan penandatangan MoU," terang Drs Imron Rosyadi MM didampingi H.M.Arifin, M.Pd.I, Senin (1/4/2022).

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si melakukan penanaman pohon bersama dalam rangka HBR (Hari Bakti Rimbawan) serta Penandatangan MoU bersama 7 (tujuh) universitas, yaitu UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universita Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universitas Winaya Mukti dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian LHK dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi pada 16 Juni 2015 lalu, untuk mengajak dan menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidik dengan menanam minimal 5 batang pohon untuk setiap pelajar atau mahasiswa.

Tindaklanjut tersebut secara resmi dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman untuk menegaskan komitmen bersama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (TI) yaitu pendidikan dan pengajaran penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ir. Rukma Dayadi, Kepala Balai BPDASHL Cimanuk-Citanduy, Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022 ini mengusung tema Rimbawan Menjaga Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G 20.

“Dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun ini, masyarakat bisa turut andil dengan melakukan bersih-bersih lingkungan sekitar, bisa juga mengikuti kegiatan sosial yang berkaitan dengan lingkungan untuk menghijaukan bumi kembali” Ujar Ir Rukma di Jatinangor, Rabu (30/03/2022).

Gerakan menanam sejuta pohon yang di inisiasi oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang dilakukan bersama-sama di Universitas Padjajaran. sBPDASHL Cimanuk-Citanduy memberikan 400 batang bibit diantaranya jenis alpukat, jambu kristal, jeruk, manga, durian, jengkol, nangka, petai dan sukun sebagai awal dari perjanjian kerjasama ini.

Dikatakan Ir Rukma, MoU ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan proses ataupun usaha menghijaukan bumi, karena Provinsi Jawa Barat memiliki  lahan yang masih cukup luas, dan ini harus diupayakan oleh seluruh pihak. Konteksnya perguruan tinggi, tenaga didik dan mahasiswa.

Lahan di UNPAD atau ITB yang masih memerlukan penanaman pohon, “Ini akan kita kembangkan ke depan. Yang penting adalah apa yang kita tanam harus dirawat dan itu bisa muncul kalau memang ada kesadaran serta kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan,” papar Ir Rukma.

Lebih lanjut Rukma mengatakan, pemerintah khususnya BPDASHL Cimanuk-Citanduy akan memfasilitasi kebutuhan bibit, kemudian pemegang otoritas di wilayah masing-masing harus menjaga, merawat sehingga bibit tersebut bisa tumbuh dan bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun pengelolanya itu sendiri.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S, mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BPDASHL Cimanuk-Citanduy, karena Universitas Padjajaran menjadi lokasi pertama penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke 39.

“Harapannya, kita bisa bekerja sama lebih mendalam dan intensif jangka panjang. Terkait dengan itu, kami juga menyediakan lahan seluas 5 Hektar perihal penghijauan kembali bumi kita. Oleh karena itu dipersilahkan untuk ditanami berbagai tanaman pohon produktif dalam konteks dari sisi agroklimat, ekonomi dan kesosialan lahan itu bermanfaat untuk kita semua sehingga menjamin pemeliharaannya, kita juga plotkan lahan-lahan miring untuk tanaman-tanaman hutan,” ungkap Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S. saat ditemui media ini disela-sela acara tersebut.

“Kalau ini bisa terlaksana, akan mendukung pembelajaran, mendukung research mahasiswa dan menjadikan eduwisata tanaman-tanaman pohon. Sekaligus nanti kita akan membangun kebun koleksi dari beberapa jenis dan spesies tanaman yang saat ini sudah semakin langka,” ucap Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran ini.


Dr. Meddy Rachmadi menambahkan, Ini merupakan kerjasama yang pertama kali dan tindaklanjut MoU antara kementerian dan rektor UNPAD Prof. dr Rina Indiastuti. Ranahnya kami dari dekan untuk mengoperasionalkan kerjasama itu, yang terlibat Fakultas Pertanian UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universita Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universita Winaya Mukti.

“Mari kita sama-sama menghijaukan bumi agar kedepan anak cucu kita tidak  kekurangan air” pungkasnya. (din).

Kamis, 31 Maret 2022

KPK Datangi Pemkab Cirebon, Bahas PSU

CIREBON, FC - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Pemkab Cirebon. Mereka mengadakan rapat koordinasi, terkait  Penyerahan Sarana Prasarana Utilitas (PSU) oleh Pengembang Perumahan ke Pemkab Cirebon, bertempat di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon. Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK, Brigjen Pol. Yudhiawan Wibisono mengatakan, koordinasi tersebut untuk memberikan pemahaman terkait manajemen asset.

"Selain melaksanakan tugas pokok KPK bidang koordinasi, juga kami melakukan koordinasi dalam hal manajemen asset," aku Yudhiawan, Kamis (31/3/2022).

Menurutnya, ada asset yang memang hak negara, yang dihasilkan oleh PSU. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 2009. Isinya, PSU harus diserahkan ke pemerintah daerah. Persoalan itu masuk kedalam program penertiban asset. Untuk itu, semuanya harus disertifikatkan.

"Jadi PSU itu merupakan asset pemerintah dan harus disertifikatkan. Jenisnya ada sarana dan prasarana, serta utilitas. Dari ketiga poin itu, objeknya berbeda-beda," ungkapnya.

Sedangkan penertiban asset itu sendiri lanjutnya, memang diperoleh dari seluruh pengembang yang ada di Kabupaten Cirebon. Aturan tersebut ada pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Permukiman. Untuk itu, pihaknya mengumpulkan para pengembang juga dalam rapat koordinasi tersebut.

"Memang kami libatkan para pengembang. Akan kami cek satu persatu, dan mereka harus tertib. Kalau tidak tertib, kami sarankan kepada Pemda untuk tidak memberikan izin lahan lagi," jelasnya.

Yudhiawan mencontohkan, objek sarana adalah meliputi pemakaman, peribadatan atau bisa juga tempat pendidikan. Sedangkan objek prasarana, diantaranya adalah jaringan jalan, jaringan saluran pembuangan air limbah dan tempat sampah. Sementara utilitas bisa meliputi sarana air bersih, listrik, gas, serta PJU.

"Jadi PSU itu memang milik negara dan harus disertifikatkan, nanti diberikan ke pemerintah daerah. Ini yang harus secepatnya dilakukan oleh pengembang perumahan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron menyambut baik rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi Pemkab Cirebon adalah tingginya angka korupsi di semua lini. Persoalan korupsi juga sangat berdampak buruk kepada semua sektor kehidupan.

"Korupsi itu kejahatan yang luar biasa, maka penanganannya juga harus sangat luar biasa. Saya menyambut baik arahan dari KPK terkait masalah PSU ini. Karena akhirnya, asset Pemda akan bertambah dan mulai terkumpul kembali," aku Imron.

Imron menambahkan, pihaknya saat ini sudah bekerjasama dengan baik tekait masalah pencegahan korupsi. Pemkab Cirebon sudah menjalin kemitraan, baik dengan kepolisian maupun kejaksaan. Untuk itu, dirinya meminta semua pihak, terlebih ASN di Kabupaten Cirebon untuk bisa bekerjasama dengan baik, dan menjalankan tugas sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada KPK yang terus memberikan saran dan masukan. Ini sangat berguna sekali, karena kami punya rambu-rambu dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemerintahan daerah," tukasnya. (din)

Rabu, 30 Maret 2022

Pemkab Cirebon Siap Bekerjasama dengan Pengurus PCNU Kabupaten Cirebon yang Baru

WALED, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon siap untuk bekerjasama dan bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon, dengan  kepengurusan PCNU Kabupaten Cirebon yang baru. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, saat menghadiri Konfercab XVI PCNU Kabupaten Cirebon di Pondok Pesantren Nihayatul Amal, Desa Gunungsari Kecamatan Waled Cirebon, Rabu 30 Maret 2022. 

Imron juga mengapresiasi gotong royong yang dilakukan oleh warga NU Kabupaten Cirebon, untuk suksesnya penyelenggaraan Konfercab ini. 

"Buktinya, uang yang terkumpul untuk penyelenggaraan kegiatan ini, melampaui dari target," ujar Imron. 

Imron mengungkapkan, bahwa potensi yang dimiliki oleh NU Kabupaten Cirebon sangatlah besar, terutama dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM). 

Ia melihat, sangat banyak kepengurusan di Lembaga, Badan Otonom, serta unsur lainnya di lingkungan NU Kabupaten Cirebon, yang sangat potensial jika bisa digerakkan. 

"Oleh karena itu, kami siap bekerjasama dengan pengurus PCNU Kabupaten Cirebon yang baru nanti," kata Imron. 

Imron menilai, banyak sekali program untuk merealisasikan visi dan misi Kabupaten Cirebon, sejalan dengan sejumlah program yang dilaksanakan oleh PCNU Kabupaten Cirebon. 

Pihaknya mengaku siap bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Cirebon, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon lebih baik.

"Mari bersama menata Kabupaten Cirebon untuk lebih baik lagi," kata Imron.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH. Aziz Hakim Syaerozi menuturkan, bahwa kegiatan Konfercab ini, didanai secara urunan oleh warga NU di Kabupaten Cirebon.

Ia juga mengaku bangga dan kagum, karena jumlah dana yang terkumpul, melebihi dari jumlah yang ditargetkan.

"Kami targetkan sebesar Rp 115 juta, tapi yang terkumpul hingga saat ini, mencapai Rp 220 juta," kata Aziz. 

Aziz juga mengungkapkan, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, sudah berupaya untuk menggerakkan sebanyak 18 lembaga dan sejumlah banom di Kabupaten Cirebon. 

Beberapa program sudah terealisasikan dengan baik diantaranya, yaitu melalui program perekonomian dan pemahaman Aswaja kepada ribuan siswa di Kabupaten Cirebon. 

"Kami memiliki produk air mineral dan memiliki dua klinik, serta kami juga membuat bahan ajar pelajaran Ke-NU-an," ujar Aziz. (din)

Forkopimda Libas Legislatif Tiga Gol Tanpa Balas

CIREBON, FC - Forkopimda Kabupaten Cirebon, melibas legislatif tiga gol tanpa balas, pada pertandingan sepakbola persahabatan memperingati hari jadi Kabupaten Cirebon ke-540. Tempatnya sendiri, di lapangan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon. Satu gol dilesakan pada babak pertama dan dua gol pada babak kedua. 

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, hampir saja mencetak hatrik pada babak kedua. Sementara pada babak pertama, gol dicetak oleh Sekdis Dinkes, Edi Susanto. Meskipun hanya pertandingan persahabatan, kedua tim memperlihatkan skill dan kemampuan yang dimiliki.

Namun sayang, jalannya pertandingan tetap didominasi Forkopimda. Serangan demi serangan dilancarkan dan terus mengancam gawang legislatif. Beberapa kali upaya penyelamatan dilakukan penjaga gawang legislatif dan harus tiga kali memungut bola di dalam gawang.

Sementara, Bupati Cirebon Imron yang menjadi penjaga gawang tim Forkopimda, terlihat santai. Hal itu karena, tidak ada serangan berarti dari pihak legislatif. Hanya sesekali Imron menangkap bola, selebihnya terlihat ngobrol dengan warga sekitar yang menonton di belakang gawang.

"Ini adalah rangkaian hari jadi Kabupaten Cirebon ke-540. Meskipun sifatnya persahabatan, tapi saya lihat semangat kawan-kawan, baik dari forkopimda maupun legislatif sangat luar biasa," ungkap Imron usai pertandingan.

Menurutnya, acara sepak bola tersebut, juga bisa mempererat tali silaturahmi antara eksekutif maupun legislatif. Bagaimanapun, peran eksekutif sangat penting, begitupun sebaliknya. Dia berharap, kedepan acara tersebut terus berlangsung meskipun hanya setahun sekali.

"Eksekutif dalam hal ini di dalamnya ada Forkopimda, harus menjalin kemitraan dengan legislatif. Ini sangat penting, karena semua pihak saling membutuhkan dan bisa saling melengkapi dalam membangun Kabupaten Cirebon," tukasnya. (Indah)

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Cimanuk Cintanduy Peringati HRB dengan Melakukan Penanaman Pohon

CIREBON, FC - Peringati Hari Bakti Rimbawan (HRB), Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si melakukan penanaman pohon serta Penandatangan MoU bersama 7 (tujuh) perguruan tinggi, yaitu UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universitas Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universitas Winaya Mukti dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian LHK dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi pada 16 Juni 2015 lalu, untuk mengajak dan menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidik dengan menanam minimal 5 batang pohon untuk setiap pelajar atau mahasiswa.

Tindaklanjut tersebut secara resmi dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman untuk menegaskan komitmen bersama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (TI) yaitu pendidikan dan pengajaran penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ir. Rukma Dayadi, Kepala Balai BPDASHL Cimanuk-Citanduy, Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022 ini mengusung tema Rimbawan Menjaga Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G 20.

“Dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun ini, masyarakat bisa turut andil dengan melakukan bersih-bersih lingkungan sekitar, bisa juga mengikuti kegiatan sosial yang berkaitan dengan lingkungan untuk menghijaukan bumi kembali,” ujar Ir Rukma di Jatinangor, Rabu, (30/03/2022).

Gerakan menanam sejuta pohon yang di inisiasi oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang dilakukan bersama-sama di Universitas Padjajaran. sBPDASHL Cimanuk-Citanduy memberikan 400 batang bibit diantaranya jenis alpukat, jambu kristal, jeruk, manga, durian, jengkol, nangka, petai dan sukun sebagai awal dari perjanjian kerjasama ini.

Dikatakan Ir Rukma, MoU ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan proses ataupun usaha menghijaukan bumi, karena Provinsi Jawa Barat memiliki  lahan yang masih cukup luas, dan ini harus diupayakan oleh seluruh pihak. Konteksnya perguruan tinggi, tenaga didik dan mahasiswa.

Lahan di UNPAD atau ITB yang masih memerlukan penanaman pohon, “Ini akan kita kembangkan ke depan. Yang penting adalah apa yang kita tanam harus dirawat dan itu bisa muncul kalau memang ada kesadaran serta kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan," papar Ir Rukma.

Lebih lanjut Rukma mengatakan, pemerintah khususnya BPDASHL Cimanuk-Citanduy akan memfasilitasi kebutuhan bibit, kemudian pemegang otoritas di wilayah masing-masing harus menjaga, merawat sehingga bibit tersebut bisa tumbuh dan bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun pengelolanya itu sendiri.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S, mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BPDASHL Cimanuk-Citanduy, karena Universitas Padjajaran menjadi lokasi pertama penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke 39.

“Harapannya, kita bisa bekerja sama lebih mendalam dan intensif jangka panjang. Terkait dengan itu, kami juga menyediakan lahan seluas 5 Hektar perihal penghijauan kembali bumi kita. Oleh karena itu dipersilahkan untuk ditanami berbagai tanaman pohon produktif dalam konteks dari sisi agroklimat, ekonomi dan kesosialan lahan itu bermanfaat untuk kita semua sehingga menjamin pemeliharaannya, kita juga plotkan lahan-lahan miring untuk tanaman-tanaman hutan,” ungkap Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S. saat ditemui media ini disela-sela acara tersebut.

“Kalau ini bisa terlaksana, akan mendukung pembelajaran, mendukung research mahasiswa dan menjadikan eduwisata tanaman-tanaman pohon. Sekaligus nanti kita akan membangun kebun koleksi dari beberapa jenis dan spesies tanaman yang saat ini sudah semakin langka,” ucap Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran ini.

Dr. Meddy Rachmadi menambahkan, Ini merupakan kerjasama yang pertama kali dan tindaklanjut MoU antara kementerian dan rektor UNPAD Prof. dr Rina Indiastuti. Ranahnya kami dari dekan untuk mengoperasionalkan kerjasama itu, yang terlibat Fakultas Pertanian UNPAD, ITB, Sekolah Tinggi Ilmu Hayati (STIH), Universita Siliwangi, Universita Galuh Ciamis, Universita Winaya Mukti.

“Mari kita sama-sama menghijaukan bumi agar kedepan anak cucu kita tidak  kekurangan air” pungkasnya. (din)