Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Januari 2023

UPZ IAIN Cirebon Raih 3 Penghargaan BAZNAS Kota Cirebon Sebagai Institusi Peduli Zakat


CIREBON, FC - Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berbenah meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan Zakat sebagai implementasi  dari UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat dan PERBAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ). 

Sejak berdiri UPZ IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada 29 Januari 2021 yang ditetapkan oleh Baznas Kota Cirebon terus tumbuh dan berkembang. 

Dengan Support penuh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta, M.Ag dan jajaran pimpinan jumlah muzakki di lingkungan UPZ terus mengalami peningkatan, pada awal tahun 2023 mencapai 52 % dari keseluruhan jumlah Muzakki yang terdiri dari tenaga pendidikan dan kependidikan (prosentase ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan perolehan angka Muzakki di lingkungan ASN Pemkot Cirebon yang baru mencapai 30%).

Begitu pula halnya dalam hal pendayagunaan hasil Zakat, UPZ IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah banyak membantu meringankan UKT ratusan mahasiswa, membantu program IAIN Cirebon Peduli, santunan  Yatim Piatu dan bantuan sosial kegamaan serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. 

Dalam rangka Ulang Tahun Baznas ke 22 UPZ IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih 3 Penghargaan sekaligus dari BAZNAS Kota Cirebon, yaitu Award sebagai Ketegori UPZ Penghimpunan Terbanyak, Kategori UPZ Muzakki terbanyak dan untuk IAIN sebagai Institusi Peduli Zakat pada Kamis, 26 Januari 2023.

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Wali Kota Cirebon Ibu Dra. Hj. Eti Herawati dan disaksikan Sekda Kota Cirebon Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, Ketua Baznas Kota Cirebon H. Hamdan, S. Ag. M. Pd. kepada Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Ketua UPZ Dr. H. Ahmad Yani, M. NON Ag. 

Kang Yani (sapaan akrab Ahmad Yani) mengatakan, dirinya merasa bersyukur atas capaian dan penganugerahan Award dari Baznas ini, ini semua berkat kebijakan dan dorongan pimpinan serta sinergitas seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kang Yani berharap do'a dan dukungannya selalu dari seluruh keluarga Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menjadi Muzakki berkelanjutan. Karena nilai masalahatnya akan lebih luas lagi.

"Kampus kita akan banyak berbuat kemaslahatan terutama dalam membantu meringankan para mahasiswa yang menjadi ashnaf, serta menjadikan kampus IAIN Cirebon semakin peduli terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan kampus," ujar Kang Yani.

Kang Yani juga berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan semangat BLU dan menjadi Universitas UPZ pun akan bertransformasi menjadi LAZ tingkat Kota/Kabupaten atau Provinsi, dengan potensi yang ada sangat rasional dan memiliki peluang yang baik untuk perluasan jangkauan kemaslahatannya. 


Dalam kesempatan tersebut, Baznas Kota Cirebon juga menetapkan Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Cirebon sebagai Duta Zakat Kota Cirebon 2023.

HUT KE 22 baznas Kota Cirebon berlangsung meriah dan dihadiri Unsur Pimpinan FORKOPIMDA Kota Cirebon dan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat. (din)

Prof Dr H Kosim M.Ag Menjadi Guru Besar di Bidang Ilmu Fiqih

CIREBON, FC - Kabar gembira kembali datang dari kampus di Jalan Perjuangan Kota Cirebon, di mana IAIN Cirebon kembali menambah guru besar. Prof Dr H Kosim MAg berhasil menapaki jenjang akademik tertinggi di bidang Ilmu Fiqih.

Prof Kosim menjadi guru besar terbaru yang dimilki IAIN Syekh Nurjati Cirebon. “Konsentrasi keilmuan saya di bidang ilmu Fiqih,” ujarnya kepada rakcer.id.

Prof Kosim menjelaskan, proses pengajuan guru besar dia lakukan sejak April 2021. Jurnal ilmiah yang dia tulis terindeks Scopus membutuhkan skill dari sisi kualitas materi keahlian yang mengandung nilai kebaruan.

“Dari sisi metode dan Bahasa Inggris harus sesuai dengan gaya selingkung jurnal internasional yang terindeks Scopus dan juga harus dicek untuk menghindari plagiarims,” kata Prof Kosim.

Menurutnya, menulis di jurnal internasional yang terindeks Scopus dapat dilakukan semua dosen. Asal ada kesiapan dan penuh semangat.

“Jurnal internasional yang terindeks Scopus yang sudah saya tulis ada 3. Sedangkan jurnal internasional biasa yang sudah saya tulis ada 5,” jelasnya.

Meski sudah menyandang gelar guru besar, Prof Kosim masih ingin meraih capaian akademik lainnya. “Iya masih ada capaian yang ingin diraih yaitu ingin memperdalam lagi penelitian terkait Ilmu Fiqih yang berhubungan dengan pengembangannya di Indonesia,” kata dia.

Menurutnya, masih ada masalah- masalah yang dihadapi Ilmu Fiqih di Indonesia, hubungan Ilmu Fiqih dengan ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia yang terkait dengan pemasukan hukum Islam di undang-undang negara.

“Masalah masalah pengamalan Ilmu Fiqih yang kerap kali sering terjadi perbedaan pendapat, dan ingin memperdalam penelitian terhadap masalah masalah tersebut di luar negara Indonesia,” jelas Prof Kosim.

Kementerian Agama mendefinisikan Ilmu Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam Syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum, yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun kehidupan manusia dengan Allah.

Hukum-hukum dalam fiqih ada lima yaitu wajib, sunah, mubah, makruh dan haram. (din)

KPRI Harapan Sejahtera IAIN Cirebon Torehkan Catatan Gemilang di Tahun 2022


CIREBON, FC - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Harapan Sejahtera IAIN Syekh Nurjati Cirebon menorehkan catatan gemilang sepanjang 2022.

Pendapatan yang diperoleh Koperasi IAIN Syekh Nurjati selama setahun atau tahun 2022 mencapai di atas Rp1 miliar.

Hal itu disampaikan Ketua Koperasi IAIN Syekh Nurjati atau Koperasi Harapan Sejahtera, Edy Chandra MA dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT), Kamis, 19 Januari 2023 di gedung Pascasarjana IAIN Cirebon.

Menurut Edy, besarnya pendapatan berbanding lurus dengan berkembangnya koperasi. Total aset yang dimiliki pun meningkat. Semula senilai Rp7,6 miliar kini bertambah menjadi Rp8,9 miliar.

“Aset koperasi IAIN Syekh Nurjati kalau dilihat dari grafiknnya meningkat signifikan,” ujar Chandra.

Termasuk sebuah rumah yang terletak di satu kawasan dengan kampus IAIN Cirebon telah diakuisisi oleh Koperasi Harapan Sejahtera. Rumah senilai Rp1,2 miliar itu telah menjadi aset koperasi yang digunakan untuk kegiatan para anggota.

Guna menggenjot pendapatan, Koperasi Harapan Sejahtera juga bakal membuka layanan pembiayaan umrah sebesar Rp1 miliar.
“Sudah semakin mandiri untuk membiayai aktvitas bisnis. Kita masih punya gambaran yang memadai untuk itu,” katanya.

Sementara itu, dana simpanan dari anggota koperasi tercatat Rp3,9 miliar. Dana itu terhimpun dari simpanan multiguna maupun berjangka para anggota yang dipercayakan ke koperasi.

“Sedangkan untuk pembiayaan tersalurkan lebih dari Rp5 miliar dari akan mudorobah, jasa dan akad lainnya,” katanya.

Atas raihan yang gemilang itu, gaji pegawai koperasi pun meningkat hampir menyentuh Upah Minimum Regional (UMR) Kota Cirebon.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Prof DR Kartimi MPd menjelaskan, Koperasi Harapan Sejahtera merupakan koperasi sehat.

"Meningkatnya aset dan pendapatan diharapkan mendorong perkembangan IAIN Cirebon," kata Sumanta. (din)

Rabu, 25 Januari 2023

Tranformasi IAIN Menjadi Universitas Diiringi Dengan Bertambahnya Jumlah Profesor

Prof Dr Hj Huriyah MPd

CIREBON, FC - Tranaformasi kelembagaan dari institut ke Universitas diiringi dengan terus bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan civitas akademika IAIN Cirebon.

Bertambahnya jumlah Guru Besar di IAIN Cirebon dengan diangkatnya Prof Dr Hj Huriyah MPd menjadi Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di kampus setempat.

Prof Huriyah diangkat dari lektor kepala lV/C menjadi Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Cirebon terhitung sejak 1 Desember 2022 dengan angka kredit 872.

SK kenaikan pangkat Prof Huriyah menjadi guru besar ini ditetapkan di Jakarta pada 20 Desember 2022 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim dengan nomor SK 74247/MPK.A/KP.07.01/2022.

Prof Huriyah mengaku, proses menjadi guru besar memang tidaklah mudah. Terlebih, sejak ada perubahan kebijakan pemerintah yang mengharuskan dosen yang ingin menjadi seorang guru besar atau profesor wajib menulis jurnal bereputasi.

“Maka semenjak itulah saya mengikuti konferensi atau seminar internasional dan menulis artikel dalam  jurnal nasional atau jurnal internasional baik scopus maupun non scopus,”  kata Prof Huriya.

Prof Huriyah mengungkapkan, kunci penerbitan Scopus adalah membangun kerja sama yang baik dengan pihak luar.

“Alhamdulillah dengan sabar menunggu satu tahun, tepatnya tanggal 1 Juli 2022, artikel saya diterbitkan dalam jurnal scopus, yakni International journal of Instruction Q1,” ujarnya.

Untuk menjadi Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Cirebon, Prof Huriyah mengirimkan tujuh prosiding internasional hasil menjadi presenter pada konferensi internasional di UIN Jakarta, UIN Malang, UIN Riau, UIN Semarang, IAIN Palangkaraya, IAIN Kediri, dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

“Ditambah satu jurnal Scopus Q1, dua jurnal Internasional non Scopus, satu jurnal nasional terakreditasi Dikti, dan satu jurnal nasional Doaj, ditambah lagi satu buku referensi,” paparnya.

Meskipun kesabarannya kerap diuji, namun Prof Huriyah tetap menjalani proses tersebut mengalir dengan apa adanya dan dirinya pun bersyukur dapat melaluinya dengan lancar.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras, membaca shalawat, terus berdoa, akhirnya Allah mengabulkan doa saya,” katanya.

Kendati telah mencapai puncak tertinggi seorang dosen, Prof Huriyah mengaku masih memiliki target lainnya. Yaitu mengembangkan yayasan yang diketuainya dengan membangun sejumlah lembaga pendidikan di tanah kelahirannya. (din)

Senin, 23 Januari 2023

Butuh Masukan DPRD Untuk Penyempurnaan, Pemkot Cirebon Sampaikan RPJMD Ke DPRD

CIREBON - Dibutuhkannya masukan bagi penyempurnaan RPJMD, Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018 – 2023 kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Cirebon, Selasa (22/1) di Griya Syawala.

Penyampaian RPJMD tersebut dipaparkan oleh Kepala BPPPPD Kota Cirebon, Arief Kurniawan dihadapan Pimpinan dan Anggota DPRD, Wakil Walikota Cirebon, dan Sekretaris Daerah Kota Cirebon.

“RPJMD ini disampaikan terkait dengan penyampaian batas waktu bahwa 40 hari setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota dilantik, maka kita wajib menyampaikan ke DPRD untuk disepakati,” kata Arief kepada awak media usai acara.

Arief mengungkapkan dengan penyampaian ini, agar pemerintah kota bisa mendapat masukan dari DPRD untuk penyempurnaan rancangan awal. Setelah ada nota kesepakatan, yang diharapkan sebelum Tanggal 1 Februari 2019, maka semua kelengkapan akan dibawa ke Gubernur.

“Jadi, antara RPJMD Provinsi dan RPJMD Kabupaten Kota akan singkron dan nyambung nantinya,” ungkapnya.

Dalam RPJMD ini tentu, lanjut dia, semua Dinas harus siap, namun dalam sektor pariwisata kesiapan Dinas Pariwisata sendiri masih harus didorong dimana hampir beberapa perangkat daerah utama harus didorong dan didukung.

“Kita bisa lihat di Dinas Pariwisata belum ada kepala dinasnya, masing-masing bidang belum solid dan menjadi kendala tersendiri,” ujarnya.

Arief menjelaskan, setelah RPJMD disingkronkan dengan provinsi, maka pemerintah kota akan menggelar Musrenbang RPJMD. Kemungkinan di Tahun ini ada dua Musrenbang tentang RPJMD dan RKPD.

“Rencananya awal bulan maret musrenbang. Ada satu tahun di 2018 hilang, tapi tetap kita sinergiskan 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati mengatakan, setelah hari ini sampai Tanggal 29 Januari 2019 akan ada masukan dari DPRD untuk RPJMD Kota Cirebon 2018-2023. Apa yang disarankan dari DPRD, menjadi masukan pemerintah Kota Cirebon.

“Kami tetap mengedepankan Cirebon Bersih, Cirebon Hijau, dan Cirebon Tertib menjadi pijakan kita semua,” kata Eti.

Eti menuturkan Program Pemerintah Kota akan diselaraskan dengan legislatif. Kemudian, lanjut dia, dalam beberapa minggu terakhir dirinya mengawal di Dinas Pariwisata yang menjadi PR semua.

“Mudah-mudahan DPRD memberikan masukan untuk RPJMD Kota Cirebon,” pungkasnya. (Anin)

Minggu, 22 Januari 2023

IKAPROBSI Gelar Munas dan Seminar Nasional dan

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab memberikan cinderamata dari Jurnal Jurusan Tadris Bahasa Indonesia kepada Narasumber

Pemberian cinderamata ini dilakukan pada acara Ikatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang menggelar Musyawarah Nasional dan Seminar Nasional, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 20-21 Januari 2023 di Ruang Auditorium Universita Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Panitia kegiatan ini adalah dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S1 dan S2 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, serta Dosen Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kegiatan MUNAS telah ditetapkan pengurus IKAPROBSI Periode 2023-2028. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. dosenTadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Ketua Bidang Penerbitan dan Publikasi Ilmiah. Beliau merupakan satu-satunya pengurus IKAPROBSI yang berasal dari Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementrian Agama.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut baik dari dalam maupun luar negeri yaitu, Prof. Dr. SarwijiSuwandi, M.Pd.

Prof. Dr. Aminudin Aziz, M.A.

Prof. Dr. EndryBoeriswati, M.Pd.

Prof Dr. SunaryoKartadinata, M.Pd.

Dan Boburjan Samigov selaku Dosen TSUOS Uzbekistan.

Serta tamu undangan yang hadir diantaranya:

1. PLH Rektor UniversitasS wadaya GunungJati

2. Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh DekanFakultas Ushuludindan Adab Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.

3. PLH Dekan Fakultas Pendidikan dan Sain UGJ Dr. Mira Nuryanti, M.Pd.

Kegiatan Seminar Nasional sekaligus pengukuhan pengurus IKAPROBSI periode 2023-2028 oleh Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A. sebagai Dewan Pembina IKAPROBSI.

Ikatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) menggelar Musyawarah Nasional dan Seminar Nasional, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 20-21 Januari 2023 di Ruang Auditorium Universita Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Panitia kegiatan ini adalah dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S1 dan S2 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, serta Dosen Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kegiatan MUNAS telah ditetapkan pengurus IKAPROBSI Periode 2023-2028. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. dosenTadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Ketua Bidang Penerbitan dan Publikasi Ilmiah. Beliau merupakan satu-satunya pengurus IKAPROBSI yang berasal dari Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementrian Agama.

Kegiatan Seminar Nasional sekaligus pengukuhan pengurus IKAPROBSI periode 2023-2028 oleh Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A. sebagai Dewan Pembina IKAPROBSI.

Jumat, 20 Januari 2023

IAIN Cirebon Terus Lahirkan Guru Besar, Kali Ini Ditetapkan 5 Guru Besar Secara Bersamaan

CIREBON, FC Jumlah guru besar IAIN Cirebon terus bertambah menyusul rencana transformasi kampus setempat menjadi Universitas Siber. Tidak tanggung-tangung, jumlah guru besar di IAIN Cirebon langsung bertambah 5 sekaligus.

Kelima guru besar IAIN Cirebon tersebut ditetapkan bersama guru besar kampus keagamaan lainnya di lingkungan Kementerian Agama saat momen Hari Amal Bhakti (HAB) ke 77 pada Selasa, 3 Januari 2023.

Kelima guru besar IAIN Cirebon yang baru ditetapkan ini ialah :

1. Prof. Dr. H. Suteja, M.Ag
Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam

2. Prof. Dr. Hajam, M.Ag
Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf

3. Prof. Dr. Diding Nurul Rosidin, MA., Ph.D
Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam

4. Prof. Dr. H. Ahmad Asmuni, MA
Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Islam

5. Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag
Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam

SK kelima guru besar IAIN Cirebon tersebut diserahkan di kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, IAIN Cirebon sedang berproses untuk bertransformasi menjadi Universitas Siber.

Sehingga, dengan bertambahkan 5 guru besar di IAIN Cirebon ini tentu dapat mendongkrak pengembangan keilmuan di kampus setempat. (din)

Jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon Bertambah

KABUPATEN CIREBON - Jumlah desa yang masuk dalam kategori desa mandiri di Kabupaten Cirebon kembali bertambah. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan piagam Desa Mandiri untuk 79 desa di Kabupaten Cirebon, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum’at (19/01/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, bahwa desa yang sudah masuk kategori dalam desa mandiri, harus menjadi desa percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, desa mandiri harus lebih baik dari desa lainnya yang masih belum masuk dalam kategori mandiri.

“Harus menjadi percontohan dari segi kemajuannya, perekonomiannya dan lainnya,” ujar Imron saat menyerahkan piagam penghargaan Desa Mandiri bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana SE., Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana.

Imron juga menambahkan, bahwa desa mandiri juga harus bisa menjadi acuan dalam tata kelola administrasi yang baik. Ia mencontohkan, desa mandiri harus lebih baik dalam pengelolaan data, baik itu data penduduk ataupun dalam pengelolaan anggaran.

“Intinya, Desa Mandiri harus menjadi percontohan dalam segala hal,” lanjut Imron.

Untuk desa yang belum masuk dalam kategori mandiri, Imron memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon akan terus melakukan pendampingan dan bimbingan agar terus bisa maju dan berkembang.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana mengungkapkan, bahwa predikat Desa Mandiri ini diberikan atas kinerja desa berdasarkan pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.

Ia juga menyebutkan, bahwa jumlah desa di Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kategori desa mandiri, setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon hanya berjumlah 7 desa. Jumlah tersebut kemudian bertambah 42 desa pada tahun 2021, sedangkan untuk tahun ini, jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon kembali bertambah menjadi 79 desa.

“Sedangkan desa tertinggal atau desa sangat tertinggal di Kabupaten Cirebon, sudah tidak ada sejak tahun 2020,” ujar Erus. (Ara)

Warga Kabupaten Cirebon yang Belum KB Tinggal 26 Persen

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag., bersama Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (BKBR) BKKBN, dr. Eni Gustina, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. Wahidin M.Kes, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni melakukan peninjauan kegiatan Pelayanan KB MKJP di RS Sumber Waras Kabupaten Cirebon.

Pelayanan ini merupakan tindak lanjut dalam mengejar target penurunan stunting dan kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmeet need) yang masih tinggi di Jawa Barat. Diharapkan, dengan meningkatnya kesertaan KB di awal tahun 2023 ini, maka target unmeet need sebesar 12,69% tercapai.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Cirebon mengucapkan terima kasih kepada BKKBN serta seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak, dalam pelaksanaan Pelayanan KB MKJP ini. Dalam kesempatan ini, ia juga memberikan kompensasi biaya selama masa pemulihan kepada para akseptor MOW & MOP.

Pelayanan serentak yang dilaksanakan dari tanggal 17 s/d 19 Januari 2023 ini, Kabupaten Cirebon berhasil mendapatkan akseptor KB sebanyak 619 orang. Terdiri dari MOW sebanyak 69, IUD sebanyak 197 dan Implan sebanyak 353.

Imron juga menuturkan, bahwa tingkat partisipasi warga Kabupaten Cirebon dalam program KB sangat tinggi. Berdasarkan data Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK 21), menyebutkan bahwa tinggal 26% warga Kabupaten Cirebon yang belum melakukan KB.

Program KB ini, ujar Imron, akan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, bimbingan yang maksimal kepada anak, akan menjadikan anak yang berkualitas. Dan dengan SDM yang berkualitas, akan bisa mengangkat perekonomian dan kesejahteraan keluarganya.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menambahkan bahwa jumlah partisipasi maayarakat Kabupaten Cirebon dalam program KB sudah sangat tinggi. Walaupun, mayoritas masih menggunakan KB jangka pendek.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini terus mendorong kepada masyarakat, untuk bisa menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dengan menargetkan 400 masyarakat Kabupaten Cirebon, yang menggunakan KB jenis Medis Operasi Wanita (MOW) dalam satu tahun.

“Untuk bisa mencapai target tersebut, kami juga menggandeng rumah sakit yang ada di Kabupaten Cirebon,” kata Eni.

Ia juga menuturkan, bahwa sejumlah rumah sakit di Kabupaten Cirebon sudah bekerjasama dengan DPPKBP3A dalam program MKJP. Rumah sakit menjalankan program tersebut dua kali dalam sebulan. Salah satu rumah sakit yang sudah melakukan kerjasama, yaitu Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin.

“ Silakan datang, karena tidak dipungut biaya alias gratis," pungkas Eni. (Ara)

Muzakki UPZ IAIN Cirebon Tumbuh 52 Persen

Dr H Ahmad Yani M.Ag

CIREBON, FC - Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berbenah meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Hal itu sebagai implementasi  dari UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat dan PERBAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Sejak berdiri lada 29 Januari 2021 yang ditetapkan oleh Baznas Kota Cirebon, UPZ IAIN Cirebon terus tumbuh dan berkembang. Progres itu berkat dukungan penuh Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg dan jajaran pimpinan. 

Pertumbuhan dapat dilihat dari jumlah muzakki di lingkungan UPZ IAIN Cirebon yang terus mengalami peningkatan, pada awal tahun 2023 mencapai 52 persen dari keseluruhan jumlah muzakki yang terdiri dari tenaga pendidikan dan kependidikan. Prosentase ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan perolehan angka muzakki di lingkungan ASN Pemkot Cirebon yang baru mencapai 30 persen.

Begitu pula halnya dalam hal pendayagunaan hasil zakat, UPZ IAIN  Cirebon telah banyak membantu meringankan UKT ratusan mahasiswa, membantu program IAIN Cirebon Peduli, santunan  yatim piatu dan bantuan sosial kegamaan serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya. 

Dalam rangka Ulang Tahun Baznas Kota Cirebon ke 22, Kamis, 26 Januari 2023, UPZ IAIN Cirebon meraih 3 penghargaan sekaligus dari Baznas Kota Cirebon, yaitu sebagai Ketegori UPZ Penghimpunan Terbanyak, Kategori UPZ Muzakki terbanyak dan untuk IAIN Cirebon sebagai Institusi peduli zakat. 

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati dan disaksikan Sekda Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, Ketua Baznas Kota Cirebon, HHamdan SAg kepada Rektor IAIN Cirebon melalui Ketua UPZ Dr H Ahmad Yan MAg.

Kang Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, mengatakan, dirinya merasa bersyukur atas capaian dan penganugerahan Award dari Baznas ke UPZ IAIN Cirebon. "Ini semua berkat kebijakan dan dorongan pimpinan serta sinergitas seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon," jelasnya.

Kang Yani berharap doa dan dukungannya dari seluruh keluarga Besar IAIN Cirebon dengan menjadi muzakki berkelanjutan. Karena nilai maslahatnya bakal lebih luas. 

"Kampus kita akan banyak berbuat kemaslahatan terutama dalam membantu meringankan para mahasiswa yang menjadi Ashnaf, serta menjadikan kampus IAIN Cirebon semakin peduli terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan kampus," tambahnya. 

Kang Yani berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan semangat BLU dan menjadi Univeristas UPZ pun akan bertransformasi menjadi LAZ tingkat Kota/Kabupaten atau Provinsi, dengan potensi yang ada sangat rasional dan memiliki peluang yang baik untuk perluasan jangkauan kemaslahatan. (din)