Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 Desember 2019

Selamat Jalan Bapak Inisiator Impelementasi Mutu, Jasamu Sangat Besar Bagi IAIN Cirebon

prof dr h maksum mukhtar

FOKUS CIREBON - Hari ini, seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon merasa berduka, setelah kabar wafatnya guru besar dan mantan Rektor, Prof Dr KH Maksum Muchtar MA diterima pihak kampus, Minggu (15/12/2019). 

berpulangnya Pengasuh Pesantren Ikhwanul Muslimin/AFMI/Tunas Cendekia Babakan Ciwaringin Cirebon ini, pada pukul 02.00 WIB dini hari di RS Gunung Djati Cirebon, karena sakit.



Ketua LPM periode 2010-2018, Septi Gumiandari mengungkapkan,  Prof. Maksum adalah guru, bapak dan inisiator Implementasi MUTU di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ide-ide yang beliau wariskan telah menorehkan legacy Pengendalian Mutu yang luar biasa. 

"Dengan ini, saya bersaksi, beliau adalah orang yang sangat kontributif bagi kampus tercinta kita ini, Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah padanya," kata Septi, Minggu, (15/13/2019).

Demikian juga Septi menyatakan, atas nama pribadi, keluarga dan lembaga turut berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. H. Maksum Mukhtar, MA (Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Periode 2010-2015).

"Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada Almarhum dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan. Amin ya Mujibassailin. Selamat Jalan Prof..," ujar Septi. (din)


Guru Besar IAIN Cirebon, KH.Prof Dr.Maksum Mochtar, MA Tutup Usia


FOKUS CIREBON - 'Innalillahi Wainnaailahi Roojiun' 
telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Ikhwanul Muslimin/AFMI/Tunas Cendekia Babakan Ciwaringin Cirebon, KH. Prof Dr. Maksum Mochtar MA, Minggu, 15 Desember 2019.

Mantan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, meninggal pada pukul 02.00 WIB dini hari dan di Makbarah keluarga Ki Ali Masinah Babakan Ciwaringin.

Sebelum itu, almarhum terlebih dahulu akan disalatkan di Masjid Raudlatut Thalibin dan selanjutnya dikebumikan pada pukul 10.00 WIB, pagi ini.

Kepergian guru besar IAIN SNJ Cirebon ini lantaran sakit.dan sempat di rawat di RS Gunung Jati Cirebon.

"Mohon ziyadah doa dan mohon dimaafkan segala salah dan khilafnya. Allahummaghfir lahu warhamhu wa afihi wafi anha," ujar pelayat di rumah duka. (din)

Sabtu, 14 Desember 2019

Pemkot Cirebon Dan Seluruh Instansi Siap Amankan Perayaan Natal Dan Tahun Baru 2020


FOKUS CIREBON - Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 harus berjalan lancar dan kondusif. Hal itu menjadi keinginan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon siap bekerjasama dengan semua instansi dalam mewujudkan Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 berjalan kondusif, asyik, nyaman dan damai.

Demikian diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH usai mengikuti video conference (vicon) Rapat Bidang Operasional Tahun 2019 di Mapolres Cirebon Kota, Jumat (13/12). 

Wali Kota Cirebon bersama jajaran vertical melaksanakan vicon dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Prof. H. Mahfud MD, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Olahraga, Zaenudin Amali, Menteri Kesehatan, Letjen TNI DR. dr. Terawan Agus Putranto SP Rad dan jajaran lainnya.

“Kami tentu siap bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik dengan semua instansi. Harapan kami pada perayaan Natal dan Tahun baru dapat berjalan kondusif, asyik, nyaman dan kondusif,” ungkap Azis.

Azis menambahkan suasana keamanan harus terjamin dengan baik sehingga perayaan berjalan lancar dan damai.

Pihaknyaakan membantu jajaran kepolisan dan TNI dalam menjaga keamanan wilayah Kota Cirebon.

“Pelaksanaan vicon ini menjadi langkah awal koordinasi bersama antar instansi. Kami akan saling membantu dalam mewujudkan keamanan wilayah selama perayaan tersebut,’” kata Azis.

Dalam agenda Vicon, lanjut Azis adanya upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban selain mencegah radikalisme.

Upaya tersebut harus sejalan dan tidak menciderai kearifan lokal sebagai kota wali yang religius.

“Kami berharap kepada semua pihak terutama masyarakat turut mewujudkan keamanan pada Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru mendatang,” ujar Azis.

Pihaknya, lanjut Azis mendukung program pengajian pada malam Tahun Baru 2020 yang akan dilaksanakan oleh organisasi keagamaan seperti Al Bahjah.

Kegiatan pengajian tentunya sangat tepat untuk mendoakan masyarakat semakin sejahtera dan terwujud keamanan wilayah dengan baik. (Pai)

Mahasiswa Pancasila Lampung Gelar Diskusi Publik 'Tangkal Radikalisme'


FOKUS LAMPUNG -- DPD Mahasiswa Pancasila Provinsi Lampung menggelar Diskusi Publik dengan tema “Generasi Muda Menangkal Radikalisme", yang diadakan di Café Dunkin Donuts Kedaton, Bandar Lampung pada hari Juma’t (13/12).

Diskusi ini dihadiri oleh 55 perwakilan pemuda seantero Bandar Lampung serta sejumlah narasumber, antara lain Dr. Sairul Basri, S.Ag., M.Pd.I. (Staf Khusus pada Kanwil Kemenhan RI Provinsi Lampung), Drs. KH. Basyarudin Maisir (Sekretaris MUI Provinsi Lampung), Darmawan Purba, S.IP., M.IP. (Akademisi dari Universitas Lampung), dan Husni Mubarok, SH. (Ketua HMI Cabang Bandar Lambung).

Sementara itu, Dr. Sairul Basri, S.Ag., M.Pd.I. mengatakan mahasiswa dan seluruh generasi muda adalah pemimpin di masa depan, jadi jangan pernah meninggalkan kearifan lokal Indonesia agar tetap utuh NKRI.

Beberapa penyebab orang dapat menjadi sangat radikal adalah adanya ketidakpuasan individu maupun kelompok terhadap keadaan sosial politik, faktor ekonomi dan ketidak adilan, adanya kelemahan dalam memahami Agama, permainan isu dan media sosial, krisis Wawasan Kebangsaan, serta  kehilangan karakter.

“Islam bukan penyebab radikal dan terorisme, namun bisa dimainkan sebagai isu yang memecah belah. Pihak berkepentingan di luar memainkan isu supaya Indonesia tidak stabil dan riuh terus melalui berbagai isu tersebut,” kata Sairul Basri.

Drs. KH. Basyarudin Maisir mengatakan MUI telah menegaskan bahwa Islam wasathiyah adalah paham yang cocok di Indonesia, sebab paham ini mengajarkan agar kita selalu berada ditengah. Sistem kenegaraan dalam Islam tidak mengatur bentuk negara.

'Indonesia dibentuk atas dasar kesepakatan tokoh pimpinan dan semua agama. Jadi, jika ada orang yang baru datang lalau ingin mengganti Pancasila dengan nilai-nilai mereka maka hal itu tidak diperbolehkan,” ujar Maisir. (dade)

Senada dengan hal tersebut, Darmawan Purba, S.IP., M.IP menerangkan bahwa radikalisme adalah paham ideologi yang menginginkan perubahan mendasar dalam lingkup sosial politik dengan menggunakan kekerasan.

“Para generasi muda dan masyarakat umum jangan terjebak dengan isu agama dan nilai-nilai radikalisme. Tidak ada kecenderungan ke satu agama, namun hal ini terus dihembus-hembuskan. Lingkungan kampus adalah termasuk dalam komunitas yang rentan, banyak terjadi diskusi, dan mahasiswa rentang terpapar nilai-nilai radikalisme,” ujarnya.

Diskusi publik yang dimulai pukul 14.00 WIB, ditutup oleh pernyataan dari Husni Mubarok, SH yang menyampaikan bahwa perlu ditekankan kepada generasi muda agar jangan sampai berkembang sudut pandang yang merongrong negara, melainkan agar lebih dikedepankan sisi positif dari pemanfaatan teknologi terkait. (dade)

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Disambut Baik Walikota Dan Unsur Muspida Bekasi


FOKUS BEKASI - Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, Raja Nafrizal disambut baik oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam  Pelaksanaan pemasangan tiang pancang untuk gedung baru Kejaksaan Negeri Kota Bekasi yang bertempat di Jalan Veteran, Bekasi Selatan. 
Kejati juga disambut oleh Sekretaris Daerah, Reny Hendrawaty, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Sukarman dan segenap para Forkopimda Kota Bekasi. Jumat, (13/12/2019).
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumahan Luthfi melaporkan mengenai perencanaan pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Pembangunan gedung tersebut dengangan nilai anggaran sebesar Rp. 33.336.416.000 di atas lahan 3.980 M2, rencananya pembanguanan gedung tersebut akan usai pada awal tahun 2020.
Wali Kota Bekasi, dalam sambutannya mengatakan bahwa pada hari kemarin tepatnya Rabu 12 Desember 2019, telah juga terlaksana Ground Breaking Gedumg Polrea Metro Bekasi Kota yang berada di depan Kelurahan Harapan Mulya, dan pada hari ini kita telah menyaksikan Ground Breaking Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
“Sementara ini, para pegawai Kejari Kota Bekasi kita tempatkan di gedung sementara di Eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi yang berada di depan Grand Mall Kota Bekasi, sampai nanti jadi kantor barunya,” kata Bang Pepen sapaan akrabnya Walikota Bekasi.
Lanjutnya ia menjelaskan,  segala bentuk pelayanan untuk warga Kota Bekasi sedang kami tingkatkan termasuk kemarin, hari ini dan besok kita akan adakan Ground Breaking Kementerian Agama Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, hal ini dalam rangka peningkatan fasilitas pelayanan kepada warga.
“Kantor Kejaksaan ini merupakan lambang supremasi hukum yang kewibawaannya harus kita jaga termasuk juga gedungnya yang kita bangun lebih refresentatif,” ungkap Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat berpesan kepada Pemerintahan Kota Bekasi atas perhatian kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi yang membangun gedung baru.
“Kota Bekasi telah berpartisipasi pembangunan gedung refresentatif dari Imigrasi Kelas II, Lembaga Permasyarakatan, Polres Metro Bekasi Kota, termasuk Kejakasaan Negeri Kota Bekasi, dan besok akan adakan kembali ground breaking gedung Kementerian Agama Kota Bekasi, ini suatu kerja sama yang hebat, bentuk kepedulian antar Forum Komunikasi Daerah Kota Bekasi, tentunya hubungan baik ini dapat menunjang kinerja dari Kejaksaan dalam penegakan hukum yang ada,” kata Kejati Jabar.
Waktu di Sentul kemarin, masih kata dia, Pak Presiden menyampaikan agar aparat hukum bisa melakukan upaya pencegahan, jadi bukan saling berbangga-bangga dalam memasukan orang ke penjara.
“Adanya upaya pencegahan tentu sangat bisa menghasilkan hasil yang maksimal dalam mencegah terjadinya bentuk dari korupsi,” ujarnya.
Bersama Forkopimda dan Kejati Provinsi Jawa Barat menandatangani prasasti pencanangan tiang pancang untuk Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. (de)