Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 29 Januari 2020

Sampah Grenjeng Yang Berlendir Sudah Dikeruk, Warga Harap Tidak Ada Lagi Bau Menyengat



FOKUS CIREBON - Keberadaan lendir sampah yang hitam dan bau, dari tumpukan sampah di TPS Grenjeng, Harjamukti, Kota Cirebon mulai di bersihkan. Bahkan tumpukan sampah sudah mulai berkurang setelah petugas mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Budi, warga Grenjeng mengatakan, lendir sudah mulai berkurang, karena tumpukan sampah yang meleber ke tepi jalan sudah mulai diberesin dan diangkutin.

"Kebetulan dua hari ini cuaca terang, sehingga lendir pun kering, mudah-mudahan setelah sampah diangkutin, jalan yang menjadi lalu lintas warga tidak lagi tekena lendir sampah, karena selain bau, jalan juga licin," katanya, Rabu (29/01/2020).

Budi berharap, agar sisa sampah yang masih berada dipingir jalan bisa segera kembali diangkut dan dibuang ke TPA. Sebab jika tidak, akan kembali mengalirkan lendir sampah hang bau dan licin saat nanti turun hujan.


Sementara itu, dii lokasi TPS, sampah bagian depan pintu masuk TPS sudah mulai berkurang. Terlihat sejumlah petugas tengah merapihkan ceceran sampah agar tidak lagi terlihat kumuh dan menumpuk di sisi jalan. (nur)

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, MAN 1 Cirebon Bangun Pendidikan Berkarakter, Cerdas dan Berprestasi

Kepala MAN 1 Cirebon
PLERED, FC - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Plered Cirebon, sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan yang ada di negeri ini, sangat menyadari betapa pentingnya peranan pendidikan terhadap pembentukan karakter siswa dan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berprestasi. Maka MAN 1 senantiasa berusaha mewujudkannya dalam keseharian dengan selalu berupaya memberikan layanan yang terbaik.
MAN 1 Cirebon juga turut mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang berpartisipasi dalam membangun dan memajukan serta mengembangkan MAN 1 Cirebon menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dengan terus berusaha dipenuhinya setiap standar layanan pendidikan.
Tak mustahil, dalam perkembangannya saat ini, Madrasah Aliyah Negeri 1  Cirebon, menjadi salah satu sekolah referensi bagi sekolah lainnya. Selain semua sarana sekolah berfungsi baik, manajemen dan sistem kerja di MAN 1 sangat baik. Tentu ini merupakan perwujudan dari semangat membangun pendidikan yang berkualitas dan profesional.
“Terima kasih, ini berkat dukungan dan kerja sama semua pihak, termasuk orang tua siswa dan murid-murid di sini, kami hanya membangun pendidikan agar bisa sesuai harapan pemerintah dan masyarakat,” terang seorang pegawai di MAN 1 Cirebon.
Melihat kemajuan di MAN 1, memang semua unsur baik guru, tata usaha, kepala sekolah dan lainnya terus membangun sistem kerja yang terbuka dan profesional. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan cepat pelayanan, maju pendidikan dengan selalu mengedepakan etos kerja serta profesionalisme guru.
“Iya mas, pelayanan sangat kami utamakan dan kedepankan. Kami ingin kinerja kami menjadi manfaat bagi orang banyak, maka MAN 1 prinsip kerjanya demikian, semua dalam rangka menuju profesionalisme kerja dan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” terang pegawai di MAN 1 lainnya.
Sementara itu, Waryono M.MPd , aktivis pendidikan Cirebon menyatakan, MAN 1 dengan kepemimpinan Kepala Sekolah H Isro Mutamarullah dipastikan akan menjadi sekolah bermutu. Sebab sosok H Isro sangat mungkin membawa MAN 1 menjadi sekolah pilihan masyarakat, mengingat sepak terjang H Isro di dunia pendidikan tak bisa diragukan.
“Kami sangat yakin, sebab  melalui sistem kerja yang cepat, terbuka dan profesionalisme akan membawa pendidikan pada kondisi yang baik. Apalagi di MAN 1 semua  bekerja berdasarkan manajemen yang baik, di mana harus tepat waktu, tepat sasaran, tepat pelayanan dan profesional,” ujar Waryono.
Sedangkan menurut H Isro Mutamarullah MAg, kepala sekolah MAN 1 Cirebon, di sela sela kesibukannya menyatakan, pendidikan adalah hak setiap warga negara sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. 
Melalui pendidikan, akan terbangun warga negara yang berkualitas karena menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didasari dengan nilai-nilai kepribadian serta ketuhanan. Untuk itu, kami berkewajiban dan berkepentingan untuk menyediakan layanan pendidikan bagi setiap warga tanpa terkecuali untuk mewujudkan bangsa negara yang maju.
“Lembaga pendidikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat sudah sepatutnya kami menyadari tugas dan tanggung jawab ini. Dengan ini, MAN 1 Cirebon siap membangun pendidikan yang berkarakter, berkualitas dan berprestasi di bidangnya, sebagaimana harapan bersama,” ucap H Isro. (din)

Kepsek SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon, Hj Asih M.MPd Gagas Pendidikan Berbasis Keilmuan dan Skill Siswa


FOKUS CIREBON - Asih M.MPd, Kepala Sekolah SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon, punya kebiasaan berbeda degan kebanyakan sekolah lain. Dirinya selalu mencontohkan kepada para guru dan siiswanya untuk selalu mengedepankan kedisiplinan.

Tak hanya itu, Asih juga kerap mencontohkan kepada siswanya dengan memunguti sendiri sampah di lingkungan sekolah agar siswa selalu menjaga kebersihan.

Sikap yang ditunjukkan Asih ini sebagai bentuk tanggungjawab dirinya sebagai pemimpin dan memang sosok Asih selalu berfikir untuk mengagas SDN Pegajahan 1 menjadi sekolah berbasis keilmuan dan skill siswa. 

Ia dan para guru kerap rapat dan melakukan evaluasi atas capaian pengajaran, pembelajaran (proses KBM) dan pendidikan (prestasi siswa), guna menuju visi misi sekolah di SDN Pegajahan 1.

"Hj Asih terus berjuang, melalui kerja dan capaia  visi misi sekolah, berbagai terobosan pun di konsep, agar SDN Pegajahan terus berkarya dan berprestasi, khususnya menjaga nama baik almamater yang sudah menjebolkan ribuan lulusan yang kini sukses diberbagai instansi kepemerintahan, TNI/Polri, pengusaha serta kesuksesan dibidang lainnya," terang pegiat pendidikan dilingkungan pendidikan kota cirebon.

Hal senada juga diungkapkan pegiat pendidikan lainnya, Rahmat MSi, sosok Asih tak pantang menyerah. Melalui bekal pengalamannya membangun, memimpin dan memenej sekolah, membuat kiprah dan karyanya di SDN Pegajahan  semakin terasa.


Perubahan tersebut merupakan ciri kerja Asih yang selalu ingin berkarya. Sehingga tak bisa dipungkiri kemajuan di SDN 1 kini begitu pesat dan berbagai prestasi pun kian banyak diraih SDN Pegjahan 1 Kota Cirebon.

"Tantangan baginya adalah perjuangan, dan bekerja adalah pengabdian, maka prinsip kerjanya selalu ingin berkaya agar apa yang menjadi tujuan dan visi misi sekolah tercapai," tandasnya.

Selain itu, dalam praktek pendidikan, dirinya selalu mendorong sekolah ataupun siswa untuk belajar dan berprestasi. 

Dimana  lifeskill siswa harus didorong melelaui berbagai karya. Seperti Pramuka dan kegiatan ekstra kulikuler lainnya. "Inilah pengabdian dimana harus benar-benar menjadi manfaat bagi orang lain," tuturnya. (din)

Selasa, 28 Januari 2020

Ma’ruf Nuryasa AP : DKIS Kota Cirebon Tahun 2020 Luncurkan Strategi Bangun Smart City Lebih Baik


FOKUS CIREBON - Dinas Komunikasi Informasi Statistik (DKIS) Kota Cirebon, tengah menyiapkan beberapa strategi yang akan dilakukan di Tahun 2020, sehingga Smart City Kota Cirebon bisa semakin baik.
Hal itu dinyatakan langsung oleh Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP di ruang kerjanya, Rabu (29/1), terkait eksistensi Smart City di tahun 2020.
“Tahun 2020 Smart City memiliki strategi berbeda dengan 3 tahun lalu dari Tahun 2017 sampai 2019 kita fokus ke pembangunan program-program,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf mengungkapkan, saat ini diibaratkan orang membangun rumah dimana struktur Smart City sudah cukup di bangun selama 3 tahun, dan sekarang masuk ketahap penyempurnaan dan evaluasi.
“Tidak lagi membangun struktur Smart City, tapi kita evaluasi dan menyempurkan program Smart City nya,” ungkapnya.
Ma’ruf menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi fokus Smart City tahun 2020, yakni regulasi, layanan dan sosialisasi untuk menyempurnakan semua aspeknya.
“Alhamdulillah, regulasi telah dibantu DPRD dimana Perda Smart City diselesaikan Tahun 2020. Pada 2019 naskah akademik sudah selesai dan bisa disahkan menjadi Perda tahun ini,” jelasnya.
Dalam evaluasi layanan, lanjut Ma’ruf, tahun ini menggandeng BPSDMP Kominfo jadi lokus pelaksanaan evaluasi Smart City di Jawa Barat.
“Evaluasi internalnya kurang sosialisasi. Kedepan akan memperbanyak dengan bukan kita mengundang orang, tapi kita mendatangi orang. Seperti kampus, termasuk ruang lingkup masyarakat di RW, Bentuknya kuis dan nyiapkan hadiah,” paparnya.
Masih kata Ma’ruf, syaratnya ada pertemuan dihadiri minimal 30 orang mau di RW, kelurahan, komunitas dan dimanapun bisa langsung mengundang Tim DKIS.
“Sudah disiapkan dengan tim sendiri polanya dengan kuis biar gak jenuh. Dan, sudah mulai Januari ini. Sudah ada 4 tempat sekolah komunitas warga dan profesi,” tandasnya. (Muiz)

Hingga 6 Hari, Banjir Masih Merendam 6 Kecamatan Di Bandung


BANDUNG BARAT – Hingga hari ini banjir masih merendam enam kecamatan di Bandung Barat, sejak Kamis (23/1) Selasa (28/1). Enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.
Data hingga Selasa (28/1) pukul 05.00 WIB, sebanyak 18.046 KK/59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 sentimeter dan memaksa 1.454 KK/3.882 jiwa mengungsi.
Adapun sejumlah titik pengungsian meliputi Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata, Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung INKANAS Baleendah dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 Sekolah, 79 Tempat Ibadah, 18 Fasilitas Umum dan 278 hektar sawah. Selain itu akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assesment ke lokasi kejadian. Selain itu, bantuan logistik seperti sembako dan sejumlah barang penunjang kebutuhan lainnya terus dikirimkan kepada para pengungsi. 

Sumber: Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB