Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Juni 2020

PKB KIR Dishub Kota Cirebon Tetap Berikan Pelayanan Dengan Mengutamakan Protokol Kesehatan


FOKUS CIREBON - Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KIR Dishub Kota Cirebon tetap memberikan pelayanan.

Bagi UPT PKB, pelayana merupakan misi utama dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan dan masyarakat pada umumnya.

"Sekalipun di tengah Pandemi Covid 19, pelayanan tetap kami berikan, tetapi dengan tentu menjalankan protokol kesehatan," ujar Erik, Penguji senior Dishub Kota Cirebon.

Erik menjelaskan, protokol kesehatan ini sesuai aturan yang diberlakukan oleh pemerintah, seperti penyemprotan disinfektan, penggunaan masker, penyediaan soap sanitizer (sabun dan air) serta lainnya.

Erik menginginkan, dengan kita tetap patuh terhadap imbauan dan aturan pemerintah, walaupun saat ini tengah memasuki masa Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) atau New Normal, maka ini bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid 19.

"Kami utamakan kebersihan lingkungan, pelayanan dan protokol kesehatan, sehingga kami bisa tetap bekerja dan melayani konsumen dengan baik, tertib dan tetap menjaga kesehatan bersama," paparnya.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto ATD, menyatakan, protokol kesehatan menjadi garda terdepan yang mesti dilakukan sebagai usaha bersama dalam memutus mata rantai Covid 19. 

Saat ini, kata Ujianto, masyarakat justru menjadi garda terdepannya, waktu awal adalah para medis dan dokter, tetapi saat ini adalah masyarakatnya. 

"Jadi, cepat tidaknya Covid 19 ini hilang, tergantung bagaimana kehidupan masyarakatnya dan ini harus menjadi perlawanan bersama," katanya. 


Dishub sendiri bersama instansi terkait lainnya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk dalam menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai wabah Covid 19 ini.

Ada sejumlah titik check point' yang kami dirikan, termasuk penutupan sejumlah jalan protokol, semua ini dalam rangka pelayanan dan percepatan penanganan untuk memutus mata rantai Covid 19. (din)

Perkuat Silaturrahmi, IAIN SNJ Cirebon Gelar Halal Bihall Virtual


FOKUS CIREBON - Keluarga besar civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara halal bihalal virtual, Selasa (16/6/2020). Kegiatan yang dilangsungkan melalui aplikasi Zoom ini bertema “Merawat Kebhinekaan Berbasis Ukhuwwah Pada Era New Normal”.
Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, pasca menjalani ibadah puasa selama satu bulan lamanya, umat muslim pun tetap dituntut untuk dapat mengontrol nafsunya. Hal itu dilakukan demi kebahagiaan hidup di dunia, maupun di akhirat.
“Perbaikan ini tidak saja hanya dari sisi kesehatan, tapi juga bisa mengantarkan kita menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga kita semua tidak kebablasan menuruti syahwat kita dan tidak pula mengekang syahawta kita. Namun kita hahrus memenejnya,” ujar dia.
Bangsa Indonesia, kata Sumanta, terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan bahasa yang berbeda. Namun, situasi pandemi ini dapat menyatukan perbedaan tersebut. Pasalnya, berbagai aktivitas gotong-royong untuk membantu sesama masyarakat yang terdampak Covid-19 saat ini tidak terhalang perbedaan tersebut. Tetapi, perbedaan ini dapat menjadi kekuatan yang dapat menyatukan berbagai unsur di masyarakat.
Sekarang kita saling bahu membahu untuk saling tolong menolong. Ini sangat perlu untuk diterapkan dalam bernegara, karena kita mempunyai suku dan bahasa yang beranekaragam. Dan ini bisa dijadikan perluang untuk memperkuat bangsa Indonesia. Karena keberagaman ini adalah sunatullah yang harus dapat memperkuat,” paparnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini, dirinya juga mengingatkan kembali nilai-nilai Syekh Nurjati yang namanya kini digunakan kampus tersebut. Syekh Nurjati adalah seorang alim ulama sekaligus guru dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa, khususnya di Cirebon. Bahkan, dalam masa keemasannya, Cirebon dijadikan tempat rujukan untuk menuntut ilmu para santri di Asean. (din)

Senin, 15 Juni 2020

Melalui Aplikasi Zoom, FUAD IAIN Cirebon Gelar Halal Bihalal Dan Seminar Virtual


FOKUS CIREBON - Guna menjalin tali silaturrahmi di masa pandemi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati menggelar Halal Bihalal dan Seminar Virtual.

Acara yang berlangsung via Aplikasi Zoom itu bertemakan “Menakar Kampus Merdeka Untuk Penguatan Ruh Akademik dan Moderasi Islam”. Senin, (15/6/2020)

Dekan I FUAD, Dr. Hajam, M.Ag mengatakan, dalam masa pandemi ini, staf dan dosen, terutama di lingkungan Fakultas UAD, harus tetap memberikan excellent service kepada mahasiswa dan juga masyarakat sehingga staf dan dosen dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya.


Apalagi, lanjut Hajam, dengan adanya kebijakan tentang ‘Kampus Merdeka’ maka dibutuhkan berbagai strategi agar Fakultas UAD siap menindaklanjuti kebijakan tersebut.

“Oleh karena itu, pada kesempatan silaturahim Halal Bihalal civitas akademika Fakultas UAD ini dilaksanakan pula kegiatan Webinar,” katanya.

“Semoga lepas dari Idul Fitri ini dapat meningkatkan kerja kita baik dosen maupun karyawan dan mendapat Rahmat dari Allah. Jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri kedepannya,” ujarnya.

Menurutnya, Halal Bihalal ini merupakan tradisi, hanya saja sekarang berbeda, yaitu dilaksanakan secara virtual,” tandasnya.

Dr. H. Sumanta, M.Ag, Selaku Rektor sekaligus narasumber pada acara ini memaparkan, bahwa Minal Aidzin wal Faidzin menjadi kalimat tahniah setelah kita berpuasa sebulan penuh.

“Selain itu, berperang melawan nafsu tafrith dan juga ifrath sekaligus menjadi doa agar kita tergolong orang-orang yang kembali ‘fitri’ dari pemikiran menyimpang dan berhasil dalam memoderasi cara beragama (tidak ekstrim kiri maupun kanan),” katanya.


Bahkan, lanjut dia, kampus sebagai wahana strategis dalam mengimplementasikan moderasi beragama harus tetap mampu melakukan upaya-upaya inovasi sebagai tuntutan dari adanya kebijakan kampus merdeka.

“Oleh karena itu, para dosen harus mampu menjadi penggerak dan motivator untuk mengembangkan kreativitas mahasiswanya agar tetap produktif walaupun di masa pandemi,” ujarnya.

Narasumber lainnya, yakni Prof. Dr. H. Sukron Kamil, M.Ag, memaparkan tentang konsep kampus merdeka. Yaitu ‘merdeka’ dari tekanan pencapaian skor, tradisi, dan birokrasi yang resisten terhadap perubahan, serta harus pula ‘merdeka’ dari pola pikir dan gerakan fundamentalisme Agama.


“Oleh karena itu, dosen sebagai agen perubahan sosial harus siap melakukan perubahan dan menyuarakan Islam Wasathiyah agar terwujudnya khairul ummah untuk menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (din)

Sambut HUT Bhayangkara Ke 74, Polsek Kawasan Sunda Kelapa Bagikan Paket Beras


FOKUS JAKARTA -  Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Slamet Riyanto, SH, S.IK., M.SI, didampingi Wakapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP W Nititalessy, S.Sos. M.M, membagikan paket beras. Kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke 74.

"Kami membagikan 250 karung beras, masing-masing berisi 5 Kg dan kita bagikan kepada para petugas kebersihan Pelabuhan Sunda Kelapa dan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pelabuhan Rakyat Pelabuhan Sunda Kelapa (Pelra).Giat ini terkait dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan nasyarakat terdampak wabah virus Covid-19 (Corona)," kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Slamet Riyanto, SH, S.IK., M.SI, Senin (15/6), bertempat di Dermaga Pelabuhan Rakyat Pelabuhan Sunda Kelapa (Pelra).

Dijelaskan, beras tersebut diberikan kepada ABK Kapal sebanyak 230 karung, dan petugas kebersihan Pelabuhan Sunda kelapa sebanyak 20 karung.

Kegiatan ini, kata Kapolsek sebagai bentuk wujud kepedulian dan solidaritas sosial Polri, khususnya Polsek Kawasan Sunda Kelapa terhadap ABK Kapal dan Petugas Kebersihan Pelabuhan Sunda Kelapa yang dimana situasi saat ini terkait Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan Masyarakat terdampak Virus Covid- 19 (Corona).

 "Ini guna meringkankan beban masyarakat, buruh dan merupakan solidaritas serta perhatian Polri yang dimana dengan adanya wabah Virus Covid-19 (Corona) di Indonesia pada saat ini," ungkap Riyanto. (dade)

Wakil Walikota Cirebon : Masa AKB, Protokol Kesehatan Harus Tetap Dijalankan


FOKUS CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon tetap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sesuai arahan Pemprov Jabar.

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati, berharap di fase AKB ini semua bisa beradaptasi. Dimana protokol pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan.

“Tetap memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lainnya, serta menjaga jarak atau tidak berkerumun,” kata Eti.

Eti juga meminta kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon untuk mensosialisasikan adaptasi baru ini di sejumlah lokasi wisata yang ada di Kota Cirebon.

“Juga, di rumah makan dan di hotel yang sebagian sudah buka. Standar operasional pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 lebih besar lagi,” tandasnya.


Eti Herawati juga mejelaskan, pasien positif Covid-19 di Kota Cirebon berjumlah delapan orang. Adapun total kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon berjumlah 10 kasus, dan dua diantaranya meninggal dunia.

“Masyarakat kami imbau tidak lengah, meskipun zero positif Covid-19 akan tetapi protokol kesehatan wajib dilaksanakan,” katanya.

Eti menambahkan, test swab secara masif dan rapid test masih terus dilakukan Pemkot Cirebon, terutama di lokasi yang padat aktivitas dan ditemukan kasus positif Covid-19. (Olan)