FOKUS CIREBON, FC – Di awal tahun 2021, DPRD dan Pemerintah daerah Kota Cirebon membahas proyeksi program pembangunan melalui coffee morning, di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Selasa (5/1).
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 05 Januari 2021
Bahas Proyeksi Pembangunan 2021, DPRD dan Pemkot Cirebon Perkuat Sinergitas
Sabtu, 02 Januari 2021
Bupati Cirebon Berikan Bantuan Untuk Warga Terdampak Musibah Puting Beliung
FOKUS CIREBON, (FC) - Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag memberikan bantuan kepada korban angin puting beliung, yang terjadi di Desa Slangit Kabupaten Cirebon, Sabtu 2 Januari kemarin.
Imron mengatakan, ada sekitar 315 rumah yang terdampak dalam musibah tersebut. Pemerintah Kabupaten Cirebon juga, menggandeng Bank BJB dan Baznas Kabupaten Cirebon, untuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
"Kedatangan kami disini, selain untuk melihat kondisinya, juga sekaligus memberikan bantuan," ujar Imron, Senin 4 Januari 2020.
Bantuan untuk warga yang terdampak angin puting beliung, diberikan dalam bentuk material. Imron menyebutkan, beberapa bantuan yang diberikan yaitu, 60ribu genteng, 25ribu batu bata, 300 sak semen, 315 paket sembako dan puluhan paket alat kebersihan, perlengkapan bayi, selimut dan matras
Imron juga mengajak kepada masyarakat lainnya, untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat Desa Slangit yang menjadi korban angin puting beliung.
" Saya juga mengajak masyarakat lainnya, untuk bisa membantu warga Desa Slangit,"kata Imron
Ia juga berharap, bantuan lainnya bisa terus diberikan kepada warga yang terdampak angin puting beliung ini.
Sebelumnya diinformasikan, ratusan rumah warga di Desa Slangit Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon mengalami kerusakaan, pasca wilayah tersebut diterjang angin puting beliung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menuturkan, angin puting beliung menerjang Desa Slangit Kecamatan Klangenen Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 16.15, Sabtu 2 Januari kemarin.
Angin menyapu desa tersebut dari arah utara menuju selatan. Akibatnya, ratusan rumah warga mengalami kerusakan.
"Kerusakannya beragam, namun kebanyakan dibagian atap," ujar Alex.
Alex mengatakan,dalam peristiwa tersebut mengakibatkan enam warga mengalami luka ringan. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, korban luka sempat dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Ada yang sempat dibawa ke rumah sakit, namun sekarang sudah pulang," ujar Alex. (din)
315 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, Warga Histeris
FOKUS CIREBON, (FC) - Suara bising di luar begitu terasa di telinga warga. Suara tersebut berasal dari sejumlah benda yang berterbangan akibat tersapu angin puting beliung.
Hal ini membuat warga ketakutan dan histeris. Mereka mencoba menyelamatkan keluarganya sebisa mungkin saat atap rumah mulai diporak porandakan oleh angin puting beliung.
Peristiwa yang semula ditonton warga, ternyata angin cepat bergerak dan malah menjadi malapetaka saat angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Selangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang terjadi pada pukul 16.57 WIB, Sabtu (2/1/2021).
Atas musibah ini, sedikitnya 315 rumah mengalami kerusakan dan dilaporkan tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Wilayah yang terdampak bencana puting beliung, mengalami padam listrik akibat banyaknya pohon yang tumbang.
Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, TNI-POLRI dan BPBD Kab. Cirebon langsung bergerak memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak oleh puting beliung, sekaligus berjaga-jaga terkait keamanan setempat.
Atas peristiwa ini, kerugian di perkirakan mencapai miliyaran rupiah, mengingat banyak rumah-rumah yang atapnya berhamburan dan hancur. (Nur)
Jumat, 01 Januari 2021
Tingkatkan Mutu, LP2M IAIN Cirebon Lakukan Sharing Session dengan LP2M UNDIP dan UIN Walisongo Semarang
FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, LP2M mengadakan _sharing session_ dengan LPPM Universitas Diponegoro Semarang pada hari Kamis 3/12/2020, diterima langsung oleh ketua LPPM Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., dan Sekretaris, Prof. Dr. Rahayu, S.H., M.Hum. beserta manajer dan para supervisornya dari tenaga kependidikan. Pertemuan dilakukan di kantor LPPM UNDIP gedung ICT lantai 5.
Ahmad Yani, Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bahwa IAIN Cirebon banyak menerima sharing informasi terutama tentang kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. LPPM UNDIP pada tahun 2019 mengeluarkan dana penelitian berjumlah lebih dari 50 milyar rupiah dari Kemenristekdikti dan 30 milyar dr BLU UNDIP. Pada tahun 2020 Undip berhasil mencapai sejumlah 1500 publikasi dosen dari 1700 dosen.
Selanjutnya pada hari Jumat, 4/12/2020 dilakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan LP2M UIN Walisongo Semarang, diterima oleh Ketua LP2M, Dr. Akhmad Arif Junaedi, Kapus penelitian, Kapus Studi Gender dan Anak, serta Kasubag Tata Usaha.
Pertemuan dilakukan di Hotel Azana Semarang yang bersamaan waktunya dengan Evaluasi kegiatan KKN 2020.
Menurut Kapus PKM, Mahbub Nuryadien, LP2M UIN Walisongo sudah memiliki jurnal PKM DIMAS dengan akreditasi Sinta 3. Adapun kegiatan KKN dilakukan secara individu dari rumah masing2.
Budi Manfaat, Kapus Penelitian dan Penerbitan menyampaikan bahwa untuk peningkatan mutu penelitian dan publikasi ilmiah, harus disiapkan aplikasi Litapdimas dan server yang handal di samping penguatan kapasitas peneliti dan penulis artikel jurnal online.
LPPM UNDIP dan UIN Walisongo Semarang siap mengadakan kerjasama kolaborasi kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian dan KKN, demikian menurut Ery Khaeriyah, Sekretaris LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)
Kamis, 31 Desember 2020
Pemkab Cirebon Tanggap Tangani Klaster Pesantren Gempol
FOKUS CIREBON, (FC) - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satuan Tugas Covid 19 langsung tanggap untuk melakukan penanganan klaster pesantren di Kecamatan Gempol.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, adanya klaster pesantren di Kecamatan Gempol tersebut, bermula saat adanya informasi mengenai, pengurus pondok pesantren yang mengalami gejala covid 19. Informasi tersebut, langsung direspon oleh Satgas Kabupaten Cirebon dan dibantu oleh Satgas Kecamatan Gempol.
Saat itu, beberapa pengurus dan santri mengalami keluhan penciuman dan rasa yang sudah tidak normal. Informasi tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan PCR.
"Pada 12 Desember, dua orang dinyatakan positif setelah dilakukan tes PCR," kata Eni, Kamis 31 Desember 2020.
Eni melanjutkan, pihaknya melakukan tracing kontak erat dengan dua orang yang terkonfirmasi positif. Didapatkan 46 orang yang diduga kontak erat dan kembali dilakukan tes PCR.
Pada 18 Desember 2020, satgas kembali melakukan tes PCR kepada 46 orang yang diduga kontak erat. Hasil pemeriksaan tersebut, menyatakan sebanyak 26 orang diantaranya positif.
" Positf ratenya mencapai 56.60 persen,"kata Eni.
Untuk memastikan penanganan terhadap klaster pesantren di Kecamatan Gempol tersebut. Pihaknya kembali melakukan dua kali pemeriksaan tes PCR, yaitu pada 25 Desember dan 28 Desember 2020.
Pada 25 Desember, satgas melakukan tes kepada 457 sampel. Dari jumlah tersebut, didapati sebanyak 120 diantaranya, dinyatakan positif.
Sedangkan pada 28 Desember 2020, dilakukan tes kepada 272 sampel. Pada pemeriksaan kali ini, didapati sebanyak 17 orang dinyatakan positif.
Selain melakukan tracing dan tes PCR untuk santri yang kontak erat, Satgas juga sudah melakukan pengobatan kepada sejumlah santri yang terkonfirmasi positif.
"Kami juga sudah arahkan para santri yang negatif dipulangkan dan yang positif, untuk isolasi mandiri. Kami juga bantu dalam hal kebutuhan obat-obatan dan vitamin," ujar Eni.
Untuk saat ini, wilayah pondok pesantren, diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan juga pembagian alat pendukung protokol kesehatan, seperti masker. (nisa)















