Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Januari 2021

Carlan, Mahasiswa Penyandang Tunanetra Berhasil Meraih Kesuksesan Dikarir dan Pendidikan


FOKUS CIREBON, (FC) - Rasa bangga sangat terlihat di raut wajah Carlan, salah seorang  mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berhasil menyelesaikan disertasi pada semester V, dan tinggal selangkah lagi meraih gelar Doktornya.

Carlan, lelaki kelahiran Kabupaten Kuningan, pada tahun 1972 silam, terus berkarya sekalipun memiliki kekurangan pada fisiknya, Carlan tidak pernah lelah dan mengeluhnya. Bahkan kekurangan itu dianggapnya sebagai anugrah dan motivasi bagi setiap aktivitasnya.

Carlan penyandang tunanetra ini, membuktikan dirinya mampu seperti kebanyakan pria lainnya yang berfisik normal, dan hasilnya memang sangat membanggakan. Terbukti, baru semester V,  dirinya sudah mampu menyelesaikan disertasinya dan mengikuti Ujian Sidang Tertutup dan penguji sejumlah Profesor baik dari dalam IAIN SNJ Cirebon maupun dari luar.

Disertasi yang diajukan Carlan soal hidup keberagaman di Cigugur,  Kabupaten Kuningan dan mendapat    pujian banyak pihak.

Carlan mengaku, ia dan istrinya sama-sama penyandang tunanetra,  dan keduanya mendapat anugrah dari hasil kerja kerasnya menjadi Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Pemkab Kuningan. Istrinya sebagai pendidik di SLB Kuningan.

Kini Carlan, tinggal selangkah lagi,  gelar doktor pun akan disandangnya. Civitas Akademika IAIN SNJ Cirebon pun bangga dengan kemampuan dan keberhasilan mahasiswa pascasarjana S3 ini yang lebih cepat ketimbang mahasiswa pascasarjana lainnya.

"Selamat, semoga ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain," terang Muhamad Arifin M.Pd.i,  Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon kepada sejumlah media.  (din)

Carlan Mahasiswa S3 Tunanetra, Tercepat Meraih Gelar Doktor di Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon

Carlan, mahasiswa S3 Program Doktor,  Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon saat mempresentasikan disertasinya dihadapan para penguji pada Sidang Ujian Tertutup 


FOKUS CIREBON, (FC) - Carlan, pria kelahiran tahun 1972 asal Kabupaten Kuningan merupakan mahasiswa tercepat dalam penyelesaian kesarjanaan Doktornya di kampus Pascasarjana S3 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon.

Pria berkacamata hitam tersebut, tampak gagah bersama setelan jas hitamnya saat terlihat berdiri dihadapan para penguji disertasinya yang berjudul 'Implementasi Model Pendidikan Nilai Multikultur Dalam Membentuk Sikap Keberagaman Masyarakat' - Studi Kasus di Cigugur Kabupaten Kuningan.

Carlan merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan satu-satunya mahasiswa S3 yang mempresentasikan disertasi doktornya pada Sidang Ujian Tertutup Program Doktor dengan waktu tercepat di semester V.

Sementara para penguji pada Sidang Ujian Tertutup disertasi Carlan,  diantaranya Prof Dr H Abdurrahman Mas'ud MA (penguji dari luar melalui Zoom), Ketua Sidang Prof Dr H Dedi Djubaedi MA,  Prof Dr H Adang Jumhur M.Ag, Prof Dr H Jamali M.Ag,  Sekretaris Sidang H. Didin Nurul Rosidin MA, PhD dan sebagai pembimbing Carlan adalah Prof Dr H Cecep Sumarna M.Ag.

Carlan, dengan kacamata hitam yang dikenakan itu bukanlah sekedar untuk penampilan, dia justru merupakan pria penyandang tunanetra yang santun, tegas dan memiliki kelebihan pada daya ingatannya.

"Saya bersyukur diberikan anugrah oleh Allah tunanetra sejak lahir dan bisa meneruskan pendidikan S3 di IAIN SNJ Cirebon. Civitas akademik IAIN pun menerimanya dengan baik dan kekurangan fisik ini saya jadikan sebagai motivasi dan semangat untuk sukses. Sementara dalam penulisan dan riset disertasinya, saya sudah memulai sejak semester satu setelah mendapat ijin dari para pembimbing dan terjun melakukan  penelitian di Cigugur Kabupaten Kuningan dengan dibantu para tim yang ada," papar Carlan, Selasa (25/1/2021).

Pada sebagian pandangan, kekurangan fisik lazimnya dianggap dapat mengurangi kemampuan beraktifitas, termasuk tunanetra, tentu berbagai keterbatasan akan dialaminya. 

Tetapi tidak bagi Carlan, justru dirinya selain sukses mendulang karirnya sebagai ASN di Kabupaten Kuningan, juga sukses meraih gelar kesarjanaan S3 nya. Carlan hanya tinggal selangkah lagi dan gelar Doktor sudah layak disandangnya.

Carlan juga merupakan ASN terbaik di Jawa Barat, kuliah S3 nya pun merupakan beasiswa dari Pemkab Kuningan dan Pemprov Jawa Barat. Di ASN, Carlan menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di salah satu dinas di Kabupaten Kuningan.


Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dedy Djubaedi mengatakan, saat ini Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang berpacu dalam aktifitas akademik untuk turut menyongsong lahirnya UIN Syekh Nurjati Cirebon. Salah satunya yakni dengan membangun semangat percepatan kepada mahasiswa S3.

“Terutama S2 ya, kami sudah banyak menyelesaikan. Kalau yang saat ini, baru sidang tertutup perdana, jadi belum promosi. Untuk Carlan ini baru sidang tertutup sebagai mahasiswa program pascasarjana program studi PAI,” kata Dedy.

Demikian juga disampaikan Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.Ag yang bangga Pascasarjana memiliki mahasiswa dengan keterbatasan fisik tetapi mampu menyelesaiakan disertasinya di semester lima.

"Ini tentu bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain dan keterbatasan bukan penghalang, dan itu sudah dibuktikan oleh Pak Carlan," tandas Arifin. (din)

Jumat, 22 Januari 2021

Pemkot Cirebon Menyampaikan Rencana Awal Perubahan RPJMD 2018-2023 kepada DPRD

FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan rencana awal perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 kepada DPRD Kota Cirebon, Jumat (22/1), di ruang Griya Sawala gedung DPRD.

Penyesuaian RPJMD tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian bencana non alam pandemi Covid-19 secara nasional. 

Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd mengatakan, Pemkot Cirebon dengan DPRD menyetujui nota kesepakatan perubahan awal RPJMD.

Penyesuaian RPJMD ini salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia untuk melaksanakan program-program pemerintahan dalam mengatasi kondisi pandemi Covid-19 dan dampaknya. 

“Seluruh daerah di Indonesia juga mengalami perubahan RPJMD. Dengan kondisi seperti ini, jika mengacu pada RPJMD yang ada saat ini, program pemerintah daerah tidak akan tercapai,” ujar Affiati usai rapat.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya SFilI MSi mengatakan, rancangan perubahan RPJMD akan dibahas oleh pansus DPRD. Namun sebelum itu, eksekutif lebih dulu menyampaikan draf awal perubahan RPJMD ke DPRD.

Imam mengatakan, penyesuaian tersebut diarahkan pada pelaksanaan program-program yang mendukung untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dan dampaknya. 

“Semua berubah karena alasan bencana non alam, seperti pandemi Covid-19 ini. Adanya perubahan ini otomatis capaian dan target PAD harus dirasionalisasi ulang,” ujarnya. 

Penyesuaian RPJMD meliputi, gambaran kondisi daerah, keuangan daerah, permasalahan dan isu strategis, visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi hingga arah kebijakan, kerangka pendanaan pembangunan dan program perangkat daerah. 

Imam mengatakan, DPRD menekankan rancangan penyesuaian RPJMD 2018-2023 lebih pada penurunan rasio gini tingkat ketimpangan ekonomi dan pendapatan. Pada tahun ini, APBD Kota Cirebon direncanakan Rp1,5 Triliun. 

Walaupun APBD tidak sebesar dalam situasi normal, fokus pertumbuhan ekonomi dan pendapatan tetap dikejar dan optimis tercapai. Akan tetapi program-program yang dilaksanakan diharapkan untuk pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Apalah arti pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yang terpenting RPJMD ini mendukung pemerataan pendapatan masyarakat,” ungkapnya. 

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengatakan, perubahan RPJMD ini baru pertama kali terjadi di Kota Cirebon. RPJMD harus disesuaikan untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya. Seperti dampak pada pendidikan, tingkat kesehatan, dan ekonomi.

Azis mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan program-program pada pengendalian kasus Covid-19 dan dampak dari pandemi. Namun demikian, penyesuaian akan dibahas bersama oleh pansus DPRD dan eksekutif. 

“Perubahan ini tentu dimaksudkan untuk menghadapi situasi  Covid-19. Dalam hal ini Pemerintah Kota Cirebon berupaya agar program-program bisa membantu masyarakat yang terdampak akibat pandemi ini,” katanya. (din)

Rabu, 20 Januari 2021

Pemkot Cirebon Terus Gencar Putus Penyebaran Covid 19 Melalui Patroli Berskala Besar

FOKUS CIREBON,  (FC) - Pemkot Cirebon terus berupaya memutus  penyebaran pandemi Covid 19. Hal ini agar warganya terlindungi dari wabah yang mematikan tersebut.

Upaya tersebut,  Pemkot Cirebon melakukan patroli berskala besar, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Alhasil, tingkat warga yang tertular Covid-19 di Kota Cirebon pun dalam perkembangan terakhir masuk dalam kategori rendah. 

“Kota Cirebon tidak termasuk daerah yang melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 11 hingga 25 Januari 2021. Tapi, kita tidak boleh mengendurkan kesiagaan,” ucap Wali Kota Cirebkn Nasrudin Azis. 

Menurut Azis ini sebagai upaya preventif kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Hal tersebut disampaikan saat apel patroli berskala besar dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan untuk mendukung PPKM Jawa Barat di Kota Cirebon Rabu (20/1) di halaman Balaikota. 

“Kegiatan malam ini sebagai bentuk dukungan pada pelaksanaan PPKM Jawa Barat di Kota Cirebon,” kata Azis.

Disampaikan bahwa pada kegiatan ini, sejumlah pusat keramaian akan didatangi untuk memastikan bahwa di tempat tersebut menyediakan tempat cuci tangan, alat cek suhu dan kesiapan fasilitas petunjuk atau himbauan tertulis terhadap protokol kesehatan (Prokes).

Sementara tim yang terlibat pada kegiatan ini terdiri Satpol PP, Polres Cirebon Kota (Ciko), Kodim 0614, Denpom Cirebon, Lanal Cirebon, Dinas Perhubungan (Dishub), DKIS, KPBD, dan Damkar, PMI, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan instansi terkait lainnya di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

"Malam ini berkeliling kota untuk melakukan pengawasan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, pengendalian situasi yang dianggap perlu serta memberikan pembinaan dan membagikan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, " jelasnya. 

Azis juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha serta masyarakat Kota Cirebon yang terus berupaya untuk menerapkan dan mengampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. 

Terimkasih juga disampaikan  kepada jajaran TNI dan Polri yang konsisten terus menerus menjaga agar tingkat penyebaran covid-19 di Kota Cirebon melandai.

"Dengan kesadaran bersama untuk patuh terhadap protokol kesehatan, Azis yakin penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon bisa dikendalikan," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Imron Ermawan menjelaskan, patroli skala besar malam ini dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi covid-19 masih terjadi.

“Ini merupakan upaya preventif, kami berupaya mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Imron. 

Sementara itu,  Patroli skala besar yang digelar malam ini dimulai dari Balaikota Cirebon menyusuri ruas Jalan Siliwangi, Slamet Riyadi, Wahidin, Kartini, Siliwangi, Karanggetas, Bahagia, Pasar Talang, Alun-alun Kasepuhan, Jalan Pulasaren, Lawanggada, Parujakan, Jalan Tentara Pelajar, Cipto Mangunkusumo, Jalan Sutomo dan Kesambi.

Kemudian Jalan Drajat, Dukuh Semar, Elang Raya, Ciremai Raya, Citra Land, Lapangan Kebon Pelok, Angkasa, Pasar Harjamukti, Kanggraksan, Kalitanjung, Majasem, Perjuangan, Binawan, Stadion Bima, Gedung Kesenian Rara Santang, Kantor Dishub, Terusan Pemuda,  Pemuda, Ciptomangunkusumo dan kembali ke Balaikota Cirebon.

Di sepanjang jalan yang dilewati, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dilakukan. Termasuk dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang belum menggunakan masker. (Indah) 


PMI Kabupaten Cirebon, Berikan Bantuan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir

FOKUS CIREBON,  (FC)  -  Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, memberikan bantuan ratusan paket sembako, untuk korban banjir di dua desa. Penyerahan bantuan tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Cirebo, Sri Heviyana.

Heviyana mengatakan, pihaknya memberikan paket sembako di Desa Keraton dan Desa Suranenggala Kulon. Setiap desa, masing-masing diberikan sebanyak seratus paket, yang berisi sejumlah bahan kebutuhan pokok.

“Isinya ada mie, minyak goreng, kecap, gula dan lainnya,” kata Heviyana, Rabu 20 Januari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Heviyana juga memberikan bantuan untuk orang tua dari korban yang hanyut terbawa arus banjir. Heviyana mengaku cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan berharap korban segera ditemukan

Ia juga menyampaikan, bahwa PMI Kabupaten Cirebon bukan hanya menerjunkan personelnya dalam membantu para korban yang terdampak banjir, namun juga menerjunkan personelnya, dalam proses pencarian korban yang hanyut terbawa arus Sungai Winong itu.

“ Tadi, kami memberikan bantuan uang tunai dan paket sembako, untuk orang tua korban, yang hanyut di Sungai WInong,” kata Heviyana.

Sebelumnya diinformasikan, sebanyak 15 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Cirebon, terdampak musibah banjir. Banjir mulai dirasarkan sejak Minggu 17 Januari 2021 lalu. Akibat banjir tersebut, ribuan rumah warga dilaporkan terendam dan ribuan jiwa terdampak.

Untuk penanganan yang lebih maksimal, Bupati Cirebon menetapkan tanggap darurat selama dua minggu. Bupati juga meminta pihak terkait, untuk bisa segera melakukan normalisasi sungai, sebagai salah satu penyebab dari banjir, yang terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. (nur)