Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 Februari 2021

Milad HMI Ke 74, HMI Cabang Bangka Belitung Gelar Silaturahmi Daerah dan Dialog Tematik

MILAD HMI KE 74 : Usai memperingati Milad HMI Ke 74 melalui kegiatan silaturrahmi daerah dan dialog tematik,  pengurus HMI - KAHMI Bangka Belitung, mengabadikan dengan foto bersama. (foto/ist).


FOKUS BANGKA BELITUNG, - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung memperingati Milad HMI Ke 74. Kegiatan yang dibalut dengan acara silaturahmi daerah serta dialog tematik HMI dan KAHMI membuat peringatan Milad HMI Ke 74 menjadi khidmat dan semarak.

Dalam kegiatan Refleksi 74 tahun HMI, tema mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan, semakin menarik didiskusikan pada konteks HMI kekinian, di mana era industrialisasi 4.0 memaksa seluruh piranti kehidupan berubah sedahsyat masuknya globalisasi informasi dan teknologi (IT). 

Ketua MD KAHMI Belitung, Hartian Ramadhan,ST,M.M menjelaskan, perkembangan digitalisasi pada industri 4.0 hanya merupakan wajah zaman yang berkembang saat ini, HMI tentu harus bisa berada pada fase ini, maka konteks mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan menjadi keniscayaan yang harus kuat di era globalisasi ini dan menjadi tantangan zaman tersendiri.

Hartian Ramadhan juga menegaskan, bahwa kontekstualisasi misi HMI sampai dengan hari ini telah banyak melahirkan episentrum-episentrum baru bagi perkembangan peradaban. 

"Inilah HMI yang selalu ada dan berada di fase apapun. Tinggal bagaimana kematangan berfikir, bersikap dan kemampuam analitis, rasionalis dan tajam terus dihidupkan, sejalan dengan perkembangan peradaban zaman," tandasnya, Jum'at (11/2/2021).

Sementara menurut KAHMI lainnya, Farid Wajdi, M.Ag, M.Si, menyatakan, bahwa HMI itu merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 yang memiliki gagasan dan visi perjuangan sosial budaya. 

Dalam konteks ini, kata Farid, yakni  mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

"Ini tentu sejalan dengan visi membangun peradaban sebagaimana perkembangan zaman dengan tetap mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan," tuturnya.

Sedangkan menurut Ketua Komisariat AMB Cabang Babel, Vian, bahwa sejalan dengan tujuan awal di atas, HMI mulai mengevaluasi diri yang bersandar pada pilar akademis, pencipta dan pengabdi. 

"Yakni, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan nakmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala," pungkasnya. (din)






  

Rabu, 10 Februari 2021

Pemda Kota Cirebon Selalu Berupaya Alokasikan Anggaran Untuk Perbaikan Rutilahu

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai sosialisasi kepada BKM/LKM/LPM Penerima Bantuan Sosial di Kota Cirebon menyampaikan bahwa Pemerintah daerah (Pemda) selalu berupaya alokasikan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk warga Kota Cirebon.

“Kebutuhan kita masih banyak, namun saya bersyukur karena tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan alokasi yang lebih besar untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlahnya bahkan naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Eti, Rabu (10/2/2021).

Rasa syukur itu disampaikan, karena saat ini anggaran begitu sulit, namun Pemprov Jabar tetap bisa memberikan perbaikan rutilahu yang yang besar untuk Kota Cirebon, ucapnya di kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Gedung Korpri, Jalan Brigjen Dharsono By Pass Kota Cirebon.

Eti juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jabar atas alokasi perbaikan rutilahu yang telah diberikan kepada Kota Cirebon.

Namun diakui Eti, kebutuhan untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon masih cukup banyak. Tercatat masih ada sekitar 4 ribuan lagi rutilahu yang membutuhkan perhatian untuk segera diperbaiki. Untuk itu, pihaknya akan melakukan jemput bola.

“Saya akan langsung mendatangi Kementrian PUPR. Mereka akan mengakses program di kementrian tersebut agar bisa mendapatkan anggaran perbaikan rutilahu untuk masyarakat Kota Cirebon," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, Ir. Muh Eko Damayanto, MT, menjelaskan dari  sebanyak 630 rumah di Kota Cirebon, masing-masing mendapatkan alokasi sebesar Rp 17.500.000 untuk perbaikan rutilahu.

“Total dana yang dialokasikan sebesar Rp 11,2 miliar lebih. Dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Eko.

Dari nilai tersebut, sebesar Rp 16,5 juta digunakan untuk bahan bangunan, Rp 700 ribu untuk upah tukang dan Rp 300 ribu untuk administrasi. Untuk penerima bantuan nantinya akan diberikan dalam bentuk bahan bangunan. (din)


Resmi Dilantik Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih Siap Jalankan Amanah Gubernur Jabar dan Bupati Cirebon

Wahyu Tjiptaningsih Resmi Dilantik Menjadi Wakil Bupati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Wahyu Tjiptaningsih akhirnya resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Cirebon. Usai dilantik, Wahyu Tjiptaningsih berjanji akan menjalankan arahan dari Gubernur Jawa Barat terkait penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Saya siap bekerja sama dalam melaksanakan arahan dan perintah pak Imron sebagai atasan saya,” kata Ayu sapaan Wahyu Tjiptaningsih usai dilantik menjadi Wabup Cirebon oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bertempat di GOR Arcamanik Bandung, Rabu (10/2/2021).

Ayu juga menegaskan, membangun Kabupaten Cirebon menjadi prioritasnya. Sehingga dirinya akan bersinergi dengan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg dalam menjalankan tugas memimpin daerah dengan jumlah penduduk 2,1 juta jiwa.

Sementara dalam amanatnya usai pelantikan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta dua prioritas yang harus harus dilakukan oleh Ayu. Pertama adalah penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi. 


Menurut Emil sapaan akrabnya hal tersebut harus segera dilakukan, karena saat ini Jabar sedang dalam kondisi kedaruratan.

“Karena kondisi Jabar sedang dalam kedaruratan, jadi penanganan Covid-19 harus segera dilakukan,” ungkap Emil.

Emil kembali mewanti-wanti, supaya saat hari pertama bekerja sebagai Wabup, Ayu tidak memikirkan hal lain, selain dua hal tersebut. Pesan lain yang dititipkan RK juga, bagaimana menjaga integritas, melayani dengan sepenuh hati dan selalu profesional serta lebih pintar untuk mengikuti perkembangan zaman.


“Integritas harus dijaga, karena kalau sudah tercederai maka hilanglah nilai-nilai kemuliaan seorang pemimpin. Takdir pemimpin adalah melayani bukan dilayani, menolong dan bukan ditolong serta memberikan solusi,” kata Emil. 

Demikian juga disampaikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, bahwa tugas wakil bupati saat ini yaitu menangani pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19) yang hingga saat ini belum selesai. 

Selain itu, wakil bupati pun harus sama-sama memiliki tekad untuk mempercepat pemulihan ekonomi. 

"Saya dan Ibu Ayu (Wahyu Tjiptaningsih) akan melaksanakan semua itu. Ini artinya, tugas sebagai pemimpin daerah berbagi," kata Imron seusai pelantikan sejumlah kepala daerah di Kota Bandung.

Imron mengatakan, meskipun Kabupaten Cirebon sudah masuk ke dalam zona orange penyebaran Covid-19, namun sembilan kecamatan yang ada masih berstatus zona merah atau risiko tinggi. 

"Ini adalah tugas berat yang harus diselesaikan untuk keselamatan masyarakat," katanya. (Nur)




Sekda Kota Cirebon Tekankan Pendidikan Anak Usia Dini Harus Berkualitas, Sekalipun Pandemi Covid 19


FOKUS CIREBON, FC - Sekalipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, pendidikan untuk anak harus tetap berkualitas. Terlebih untuk anak usia dini.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai pembukaan kegiatan sosialisasi program kerja Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) dan pembekalan dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No 123.

“Usia nol hingga 6 tahun merupakan usia emas,” ungkap Agus. Pada periode tersebut otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Orang tua harus tahu bagaimana memanfaatkan moment penting tersebut.

Namun sayangnya, pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi. Pandemi Covid-19 ini mengubah seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan anak usia dini. Untuk itu Agus meminta agar berbagai terobosan kreatif bisa dilakukan sehingga anak tidak kehilangan masa keemasan ini.

“Kami juga berterima kasih kepada GOPTKI yang telah menjadi mitra pemerintah daerah khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini,” ungkap Agus.

Keberadaan GOPTKI ini menurut Agus juga memiliki peran penting dan strategis sebagai tempat terhimpunnya organisasi penyelenggara Taman Kanak-Kanak (TK). Termasuk dalam pembentukan kualitas generasi bangsa di masa yang mendatang.

“Pesan saya, agar program kerja nantinya tetap bermuara pada pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini yang profesional, optimal dan inovatif,” ungkap Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan anak idealnya tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Salah satu sentuhan terbaik untuk tumbuh kembang anak, khususnya anak usia dini, yaitu melalui pendidikan. “Pendidikan anak usia dini bisa melalui kelompok bermain, TK dan lainnya,” ungkap Irawan.

Irawan juga menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini pendidikan di Kota Cirebon tetap berjalan dengan baik. “Termasuk pendidikan anak usia dini,” ungkap Irawan. Sehingga anak-anak usia dini tidak akan kehilangan masa golden age atau masa keemasan tumbuh dan kembang otak serta fisik anak. (Indah)


IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi PTKIN Pertama Cyber Islamic University di Indonesia

Warek II, Dr Hj Kartimi M.Pd dan Kabiro AUAK, Drs H Subarja M.Pd

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira datang dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di mana kampus ini menjadi PTKIN pertama Cyber Islamic University (CIU) di Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dr Hj Kartimi M.Pd Warek II IAIN SNJ Cirebon, usai menghadiri rapat koordinasi unsur pimpinan, yang dihadiri Warek I, Kabiro AUAK, Kabag Umum, serta jajaran Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) juga Pranata Humas IAIN Cirebon dan lainnya, Rabu (10/2/2021).

Dr Hj Kartimi M.Pd menjelaskan, rapat koordinasi pimpinan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Zoom Meeting bersama Dirjen Pendis Kemenag RI dan World Bank (WB) terkait kepercayaan Kementerian Agama RI menunjuk IAIN Cirebon sebagai Cyber Islamic University (CIU).

Menurut Kartimi, IAIN sebagai Leading sektor, pengelolaan CIU nanti di bawah PTIPD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan saat ini segala persiapan akan dilakukan, termasuk studi banding kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mengingat IAIN Cirebon menjadi PTKIN pertama menjadi kampus Cyber Islamic Unibersity di Indonesia.

"Blokgrand World Bank ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Agama RI. Saat itu, Pak Menteri melalui Dirjen Pendis, Dr H M.Ali Ramdhani langsung menghubungi Pak Rektor IAIN Cirebon dan menunjuk IAIN Cirebon sebagai Cyber Islamic University dan selanjutnya meminta melakukan pembahasan melalui Zoom Meeting, setelah itu hari ini kita langsung melakukan rapat koordinasi, dan hasilnya tiga point," kata Kartimi.

Tiga point hasil rapat itu, jelasnya, pertama harus siap melangkah, kedua membuat deskmark, karena di Indonesia belum PTKIN yang menjadi CIU sehingga IAIN perlu untuk melakukan studi banding ke  perguruan tinggi yakni Sultan Agung yang sudah menjadi kampus CIU.

Lalu yang ketiga, lanjutnya, kita akan segera membuat tim teknis sebagai persiapan pelaksanaan CIU ini dan April 2021 adalah penyerahan proposal.

"Ya, Cyber Islamic University atau CIU ini nanti di bawah PTIPD dan akan dikelola secara profeaional oleh tim-tim ahli IT dan nanti bermanfaat bagi akademik berbasis IT serta dapat mengcounter hoax yang mengganggu stabilitas nasional," paparnya.


Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.M.Arifin M.Pd.I kepada media menyatakan  rasa bangganya atas kepercayaan tersebut. Mengingat UIN Cirebon akan menjadi kampus berbasis IT.

"Secara intens, semua sudah saling berkoordinasi dan sudah langsung bekerja, dan dengan Cyber Islamic University ini, akademik ke depan berbasis IT," pungkasnya.  (Nurudin)